Depok | Remaja berinisial LAA, berusia 17 tahun, yang menjadi korban pembakaran di Bojongsari, Depok, meninggal dunia setelah menjalani perawatan. Kabar duka tersebut mengakhiri penanganan medis terhadap korban yang sebelumnya dirawat di Rumah Sakit Fatmawati. Informasi mengenai wafatnya LAA dibenarkan oleh Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Depok, AKP Tamar Bekti. Ia menyampaikan bahwa korban mengembuskan napas terakhir pada pukul 11.45 WIB. Kabar ini menjadi perkembangan terbaru dalam peristiwa pembakaran yang menimpa remaja tersebut. Hingga informasi ini disampaikan, keterangan yang tersedia berfokus pada waktu meninggalnya korban serta pemindahan jenazah dari rumah sakit ke rumah duka untuk proses pemakaman.
AKP Tamar Bekti membenarkan bahwa LAA meninggal pada pukul 11.45 WIB. Keterangan tersebut memastikan kabar wafatnya remaja berusia 17 tahun itu, yang sebelumnya memperoleh perawatan di RS Fatmawati. Pada Minggu, 8 November 2026, korban dibawa dari rumah sakit menuju rumah duka. Jenazah kemudian disiapkan untuk langsung dimakamkan, sesuai informasi yang disampaikan mengenai penanganan setelah korban meninggal. Perpindahan dari rumah sakit ke rumah duka berlangsung pada hari yang sama dengan kabar tersebut. Dengan demikian, rangkaian informasi yang telah dikonfirmasi mencakup identitas korban berdasarkan inisial, usia, lokasi kejadian, waktu meninggal, serta tujuan pemindahan jenazah. Tidak ada rincian tambahan mengenai kondisi medis korban yang disampaikan dalam keterangan tersebut.
Peristiwa ini menyisakan duka bagi keluarga korban dan menjadi perhatian di wilayah Bojongsari, Depok. LAA disebut sebagai korban pembakaran, sedangkan kabar meninggalnya telah dibenarkan oleh pejabat kepolisian yang menangani urusan perempuan dan anak di Polres Metro Depok. Informasi yang tersedia tidak merinci penyebab medis kematian, lama perawatan, ataupun tahapan penyelidikan lebih lanjut. Karena itu, fakta yang dapat dipastikan dalam kabar ini terbatas pada wafatnya LAA, waktu kejadian tersebut, dan pemindahan jenazah pada 8 November 2026. Jenazah dibawa dari RS Fatmawati ke rumah duka untuk dimakamkan. Keterangan dari pihak berwenang menjadi dasar penyampaian kabar duka ini, sementara informasi lain mengenai peristiwa pembakaran belum disertakan dalam perkembangan tersebut.
Peristiwa yang berujung pada meninggalnya seorang remaja di kawasan Bojongsari, Depok, Jawa Barat, bermula pada Senin, 26 Oktober 2026. Berdasarkan keterangan Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama, sebelum kejadian, nenek korban yang berinisial M meminta cucunya menjemput sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu, korban berada di rumah seorang teman.
Permintaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peristiwa yang kemudian ditangani kepolisian. M menunggu cucunya datang untuk menjemput, tetapi korban tak kunjung tiba. Karena tidak ada tanda bahwa cucunya akan segera datang, M akhirnya memutuskan pulang sendiri. Ia berjalan kaki dari lokasi tersebut menuju rumah, dengan jarak sekitar satu kilometer.
Dalam perjalanan pulang, M melihat korban sedang makan di sebuah warung yang berada tidak jauh dari rumah. Pertemuan itu terjadi ketika M masih berjalan kaki setelah menempuh sebagian perjalanan. Ia kemudian menyuruh cucunya pulang. Keterangan mengenai permintaan menjemput, waktu, dan pertemuan di warung disampaikan oleh AKBP Made Gede Oka Utama sebagai penjelasan awal tentang situasi sebelum kejadian.
Rangkaian informasi tersebut menggambarkan bahwa peristiwa bermula dari kegiatan sehari-hari keluarga, yakni permintaan agar korban menjemput neneknya. Namun, korban tidak datang ke lokasi penjemputan sebagaimana diminta, sehingga M pulang dengan berjalan kaki. Setelah melihat korban di warung, M meminta cucunya kembali ke rumah. Lokasi kejadian disebut berada di kawasan Bojongsari, Depok, sementara keterangan kepolisian menjadi sumber informasi mengenai urutan awal peristiwa.
Penjelasan tentang awal kejadian ini penting untuk memahami kronologi secara berurutan, tanpa mencampuradukkan fakta yang telah disampaikan dengan dugaan mengenai penyebab atau hal lain yang belum dijelaskan. Peristiwa selanjutnya, termasuk kondisi korban dan penanganan kasus, merupakan bagian berbeda dari rangkaian laporan. Berdasarkan keterangan yang tersedia, titik awalnya adalah permintaan menjemput pada pagi hari, korban yang tidak kunjung datang, perjalanan M pulang, lalu pertemuan mereka di warung dekat rumah.
Berdasarkan keterangan yang tersedia, rangkaian peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB di dalam rumah. M dan korban terlibat pertengkaran setelah M ingin mengambil ponsel yang sedang digunakan korban. Korban tidak menyerahkan perangkat tersebut, sehingga perselisihan di keduanya berlanjut. Informasi ini menggambarkan pemicu awal kejadian, tetapi belum menjelaskan secara rinci apa yang dikatakan masing-masing pihak selama pertengkaran berlangsung.
Dalam rangkaian kejadian yang sama, M disebut menampar pipi korban. Setelah itu, M mengambil minyak tanah dari dapur dan mendatangi korban yang berada di ruangan belakang. Urutan tersebut menunjukkan bahwa tindakan kemudian berlangsung di bagian rumah yang berbeda dari lokasi awal pertengkaran. Keterangan yang ada menyebut perpindahan M dari dapur menuju korban, tanpa memberikan informasi tambahan mengenai ada atau tidaknya orang lain yang menyaksikan kejadian di dalam rumah.
Setibanya di ruangan belakang, M menyiramkan minyak tanah ke rok korban, kemudian menyalakan api menggunakan korek gas. Api lalu menyambar tubuh korban. Setelah api menyambar, M disebut meninggalkan korban. Dengan demikian, informasi yang tersedia memuat beberapa tahap berurutan: pertengkaran terkait ponsel, tamparan, pengambilan minyak tanah, penyiraman pada pakaian, penyulutan, dan kepergian M dari lokasi korban. Rincian tersebut disampaikan sebagai keterangan mengenai kejadian, bukan sebagai penjelasan lengkap atas seluruh keadaan sebelum maupun sesudahnya. Belum ada uraian dalam informasi ini mengenai tindakan pertolongan pada saat api menyambar, durasi korban berada di lokasi, ataupun siapa yang pertama kali mengetahui kondisinya. Hal-hal tersebut memerlukan keterangan tambahan dari sumber berwenang atau pihak terkait. Pemaparan kronologi secara hati-hati penting agar fakta yang telah disebutkan dapat dipisahkan dari informasi yang belum tersedia. Peristiwa ini kemudian berujung pada kondisi serius yang diberitakan, sementara rincian penyelidikan dan penanganan lanjutan tidak tercantum dalam keterangan yang menjadi dasar uraian ini.
Peristiwa pembakaran di Bojongsari, Depok, menyebabkan seorang remaja mengalami luka bakar serius. Setelah kejadian, korban dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan intensif. Penanganan tersebut berlangsung sebelum korban akhirnya meninggal dunia. Informasi yang tersedia tidak merinci tindakan medis yang diberikan, lama perawatan secara tepat, ataupun perkembangan kondisi korban selama berada di rumah sakit. Karena itu, uraian mengenai dampak langsung kejadian ini dapat disampaikan dengan berpegang pada keterangan bahwa luka yang dialami tergolong serius dan korban sempat dirawat secara intensif. Tidak ada dasar untuk menambahkan rincian kondisi lain atau mengaitkan kematian dengan sebab medis tertentu yang belum dijelaskan oleh sumber.
Kepastian mengenai wafatnya korban disampaikan oleh AKP Tamar Bekti. Keterangan tersebut menegaskan bahwa korban meninggal setelah menjalani perawatan di rumah sakit. Informasi yang dirujuk dalam bahan sumber tidak mencantumkan jam atau rincian waktu lain, sehingga waktu wafat tidak dapat diperjelas lebih jauh dalam uraian ini. Penyampaian fakta secara terbatas penting agar pembaca memperoleh gambaran tentang urutan peristiwa tanpa mencampurkan keterangan resmi dengan dugaan. Yang dapat dipastikan dari keterangan itu ialah korban telah mendapatkan perawatan intensif sebelum meninggal dunia, dan kabar wafatnya disampaikan oleh AKP Tamar Bekti.
Pada 8 November 2026, jenazah korban dipindahkan dari RS Fatmawati ke rumah duka. Pemindahan tersebut menandai tahapan setelah korban dinyatakan meninggal dan perawatan rumah sakit berakhir.
Baca juga: Kontak Tembak di Maybrat, Tiga Anggota Kelompok Bersenjata OPM Dilaporkan Meninggal Dunia | Mahasiswa Berinisial MF Meninggal Setelah Tertabrak Commuter Line di Ciputat | Kecelakaan Beruntun di Palmerah, Satu Pengendara Motor Meninggal Dunia
16 kunjungan



