Jakarta | Cristiano Ronaldo menutup perjalanan panjangnya bersama tim nasional Portugal setelah lebih dari dua dekade membela negaranya. Keputusan itu menandai berakhirnya salah satu karier internasional paling menonjol dalam sepak bola modern, yang mencakup berbagai turnamen besar dan pencapaian bersama Portugal. Pada usia 41 tahun, pemain yang kini memperkuat Al Nassr tersebut juga berada di jajaran atlet dengan kekayaan pribadi terbesar di dunia. Menurut data Forbes per 5 November 2026, kekayaan bersih Ronaldo diperkirakan mencapai US,2 miliar, setara sekitar Rp21,71 triliun dengan asumsi kurs Rp18.094 per dolar AS.
Angka tersebut menempatkan Ronaldo pada peringkat ke-3.008 dalam daftar orang terkaya dunia. Kekayaan bersih menggambarkan nilai aset yang dimiliki setelah memperhitungkan kewajiban finansial, sehingga tidak sama dengan total pendapatan yang pernah diterima sepanjang karier. Perbedaan ini penting ketika membahas nilai finansial seorang atlet, sebab angka pendapatan kumulatif biasanya mencakup pembayaran yang diperoleh selama bertahun-tahun, sedangkan kekayaan bersih merupakan perkiraan nilai kekayaan pada suatu waktu tertentu.
Catatan pendapatan kumulatif karier Ronaldo dilaporkan telah melampaui US$2 miliar, atau sekitar Rp36,19 triliun berdasarkan kurs yang sama. Nilai itu dihitung sebelum pajak dan biaya agen, serta mencakup pemasukan dari aktivitas di dalam maupun di luar lapangan. Pendapatan sepak bolanya berasal dari gaji, bonus, dan kontrak bermain, termasuk masa baktinya di klub-klub besar sebelum bergabung dengan Al Nassr. Di luar lapangan, kerja sama komersial, sponsor, dan berbagai kegiatan bisnis turut menjadi sumber penghasilan penting. Karena itu, angka lebih dari US$2 miliar tidak dapat dibaca sebagai jumlah uang yang masih dimiliki Ronaldo saat ini. Kekayaan bersih sekitar US$1,2 miliar merupakan taksiran yang berbeda, sementara pendapatan sepanjang karier menunjukkan besarnya pemasukan yang terkumpul selama bertahun-tahun. Keduanya memberi gambaran mengenai skala keberhasilan finansial Ronaldo, tetapi mengukur hal yang tidak sama.
Untuk musim 2026/2027, Cristiano Ronaldo diperkirakan meraih pendapatan sekitar US$300 juta, setara kurang lebih Rp5,43 triliun. Proyeksi tersebut menempatkannya kembali sebagai pesepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia. Angka itu menggambarkan penghasilan dalam satu musim, bukan nilai kekayaan bersih yang dimiliki Ronaldo dan bukan pula akumulasi seluruh pendapatannya sejak memulai karier profesional. Pembedaan ini penting karena ukuran pendapatan tahunan merujuk pada pemasukan selama periode tertentu, sedangkan kekayaan bersih dan total penghasilan karier merupakan kategori berbeda dengan cakupan waktu serta perhitungan tersendiri.
Sumber terbesar dari proyeksi pendapatan tersebut berasal dari aktivitasnya bersama Al Nassr di Liga Arab Saudi. Ronaldo diperkirakan memperoleh sekitar US$250 juta dari klub, atau kurang lebih Rp4,52 triliun. Nilai ini mencakup bagian dominan dari total penghasilan musimannya. Sementara itu, sekitar US$50 juta—setara kira-kira Rp904,7 miliar—diproyeksikan berasal dari sponsor dan kegiatan bisnis di luar lapangan. Kedua komponen itu membentuk perkiraan total US$300 juta. Dengan demikian, pendapatan Ronaldo tidak hanya bertumpu pada kontrak dan aktivitas sepak bola, tetapi juga pada nilai komersialnya sebagai figur olahraga global.
Perkiraan tersebut juga mempertahankan Ronaldo di puncak daftar pesepak bola berpenghasilan tertinggi selama empat musim berturut-turut. Posisi itu mencerminkan besarnya nilai kontraknya di Al Nassr sekaligus daya tariknya bagi sponsor dan berbagai kegiatan bisnis. Meski begitu, angka yang disebutkan tetap merupakan proyeksi penghasilan untuk musim 2026/2027, bukan laporan mengenai kekayaan pribadi atau seluruh pemasukan yang pernah diterimanya. Penyajian terpisah pendapatan dari klub dan sumber di luar lapangan membantu memperjelas komposisi pemasukan, sementara penyebutan periode satu musim memberi konteks yang tepat untuk membandingkannya dengan penghasilan pemain lain pada musim yang sama.
Perbandingan pendapatan Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi memperlihatkan jarak yang besar di dua nama paling menonjol dalam sepak bola dunia. Untuk musim 2026/2027, pendapatan Messi diperkirakan mencapai US$145 juta, kurang dari separuh estimasi US$300 juta yang dibukukan Ronaldo. Perbedaan ini mencerminkan gabungan penghasilan dari aktivitas sepak bola dan sumber komersial masing-masing pemain.
Dari total estimasi Messi, sekitar US$70 juta berasal dari aktivitasnya bersama Inter Miami. Bagian lainnya, senilai US$75 juta, diperkirakan bersumber dari sponsor serta berbagai bisnis lain. Dengan demikian, penghasilan di luar kegiatan bersama klub menyumbang bagian yang sedikit lebih besar daripada pendapatan yang terkait langsung dengan Inter Miami. Angka tersebut menempatkan Messi di posisi kedua dalam daftar pemain berpenghasilan tertinggi yang dicantumkan.
Daftar lima pemain itu menampilkan Ronaldo sebagai pemuncak, dengan perkiraan pendapatan US$300 juta atau Rp5,43 triliun dari Al Nassr. Messi berada di urutan berikutnya dengan US$145 juta atau Rp2,62 triliun dari Inter Miami. Kylian Mbappe menempati posisi ketiga; pemain Real Madrid tersebut diperkirakan memperoleh US$100 juta atau Rp1,81 triliun.
Di posisi keempat terdapat Erling Haaland, yang membela Manchester City, dengan estimasi US$85 juta atau Rp1,54 triliun. Vinicius Junior melengkapi lima besar. Pemain Real Madrid itu diperkirakan menghasilkan US$76 juta atau Rp1,38 triliun. Urutan ini menunjukkan bahwa selisih peringkat pertama dan kedua mencapai US$155 juta, sementara jarak Mbappe dan Haaland sebesar US$15 juta. Messi juga unggul US$45 juta dari Mbappe menurut angka dalam daftar tersebut. Kelima nama itu berasal dari klub di Eropa, Amerika Serikat, dan Arab Saudi, dengan rincian pendapatan yang mencakup aktivitas klub maupun sumber komersial ketika dicantumkan. Perbandingan ini memberi gambaran tentang skala penghasilan para pemain papan atas pada musim 2026/2027, sekaligus menempatkan estimasi Messi jauh di bawah Ronaldo, tetapi di atas tiga pemain lain dalam daftar.
Forbes memperkirakan pendapatan gabungan sepuluh pesepak bola dengan bayaran tertinggi di dunia mencapai US$942 juta pada musim ini. Angka tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan perkiraan US$945 juta pada musim sebelumnya, tetapi tetap menunjukkan besarnya nilai ekonomi yang berputar di sekitar sepak bola elite. Penghasilan dalam daftar itu mencakup gaji, bonus, serta pemasukan komersial seperti sponsor dan kerja sama merek. Perubahan tipis dari tahun ke tahun juga memperlihatkan bahwa puncak industri ini relatif stabil, meskipun komposisi pemain dan kesepakatan bisnis mereka terus berubah. Klub, kompetisi, dan perusahaan global sama-sama berperan dalam membentuk nilai pendapatan tersebut.
Hampir separuh total itu berasal dari Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, dua nama yang selama bertahun-tahun mendominasi pemberitaan sekaligus daftar pendapatan olahraga. Dalam 13 tahun terakhir, keduanya menempati dua posisi teratas pemain berpenghasilan tertinggi sebanyak 12 kali. Rekam jejak ini menandai konsistensi yang jarang terjadi: pengaruh mereka melampaui performa di lapangan dan menjangkau audiens internasional, sponsor, serta berbagai kanal digital. Meski telah memasuki tahap akhir karier, daya tarik komersial keduanya masih sangat kuat. Bagi Ronaldo, perpaduan popularitas global dan ambisi kompetitif membuat setiap pencapaian baru tetap menjadi perhatian besar.
Namun, pencapaian finansial bukan satu-satunya ukuran yang ia kejar. Menurut catatan Forbes, Ronaldo telah mencetak 981 gol sepanjang karier profesionalnya hingga Oktober 2026. Ia ingin menjadi pemain pertama yang menembus 1.000 gol sebelum pensiun dari sepak bola profesional, sebuah target yang akan menambah bab penting dalam kariernya.
367 kunjungan
