Jakarta | Pertamina belum melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada Minggu, 1 November 2026. Dengan demikian, harga yang berlaku pada awal November masih mengacu pada penetapan terakhir, yaitu 2 September 2026. Tidak ada perubahan harga baru yang diumumkan untuk tanggal 1 November, sehingga konsumen dapat merujuk pada tarif yang telah berlaku sejak penetapan tersebut.
Kondisi ini berarti harga produk nonsubsidi, seperti Pertamax, Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, tidak berubah hanya karena memasuki bulan baru. Perubahan bulan kalender tidak serta-merta diikuti penyesuaian harga. Apabila belum ada pengumuman resmi mengenai tarif baru, harga terakhir tetap menjadi acuan di stasiun pengisian bahan bakar umum Pertamina. Karena itu, informasi yang menyebut adanya kenaikan atau penurunan harga pada 1 November perlu diperiksa kembali melalui kanal resmi perusahaan.
Penetapan harga BBM nonsubsidi dapat mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kebijakan dan kondisi pasar. Namun, faktor-faktor tersebut tidak dengan sendirinya menandakan bahwa harga langsung berubah pada awal bulan. Keputusan penyesuaian tetap perlu diumumkan secara resmi oleh Pertamina. Untuk memperoleh informasi yang akurat, masyarakat dapat mengecek situs dan kanal komunikasi resmi Pertamina atau melihat daftar harga yang dipasang di SPBU. Dengan merujuk pada sumber tersebut, konsumen bisa membedakan informasi harga yang berlaku dari kabar yang belum terkonfirmasi. Adapun rincian harga setiap produk dan wilayah perlu dibaca sesuai daftar resmi yang berlaku, sebab tarif dapat berbeda menurut jenis BBM maupun lokasi. Selama belum terdapat pengumuman baru setelah penetapan 2 September 2026, acuan harga nonsubsidi pada Minggu, 1 November 2026, tetap sama dan tidak mengalami penyesuaian.
Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sejumlah daerah sekitarnya, harga BBM nonsubsidi yang tercantum untuk awal November 2026 meliputi beberapa produk dengan spesifikasi berbeda. Pertamax Turbo dijual Rp19.600 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 dibanderol Rp19.150 per liter. Pada kelompok bahan bakar diesel, harga Dexlite tercatat Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Angka-angka tersebut menggambarkan harga yang berlaku di wilayah dengan ketentuan pajak tersebut, bukan harga seragam untuk semua daerah di Indonesia.
Penting untuk memperhatikan tanggal berlakunya harga agar perubahan tidak disalahartikan. Keempat angka itu berlaku sejak 2 September 2026. Dengan demikian, harga tersebut bukan penyesuaian baru yang mulai berlaku pada 1 November 2026. Penyebutan pada konteks awal November merujuk pada harga yang masih menjadi acuan berdasarkan tanggal pemberlakuan tersebut. Jika konsumen menemukan informasi yang menyebut angka-angka ini sebagai kenaikan pada 1 November, tanggal itu sebaiknya diperiksa kembali terhadap keterangan resmi mengenai periode berlakunya harga.
Perbedaan harga antardaerah dapat terjadi karena besaran PBBKB yang ditetapkan pemerintah daerah tidak selalu sama. Karena itu, rincian untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen tidak otomatis berlaku bagi provinsi atau kabupaten lain dengan tarif pajak berbeda. Konsumen yang hendak mengisi bahan bakar dapat memeriksa daftar harga sesuai lokasi melalui kanal resmi Pertamina atau informasi di stasiun pengisian setempat. Pemeriksaan tersebut membantu memastikan harga per liter yang berlaku di wilayahnya, terutama apabila ada pembaruan setelah tanggal 2 September. Untuk perbandingan produk, Pertamax Turbo dan Pertamax Green 95 merupakan pilihan bensin nonsubsidi, sementara Dexlite dan Pertamina Dex adalah produk diesel. Harga yang lebih tinggi pada suatu produk tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan harga terbaru; tanggal efektif dan lokasi tetap menjadi konteks penting saat membaca rincian.Perbandingan harga BBM nonsubsidi menunjukkan kenaikan pada sejumlah produk Pertamina yang tercantum dalam data harga. Pertamax Turbo berubah dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter, sehingga bertambah Rp1.300 per liter. Pertamax Green 95 naik dari Rp16.600 menjadi Rp19.150 per liter, atau meningkat Rp2.550. Angka harga sebelumnya dan harga setelah perubahan membantu pembaca melihat besaran penyesuaian secara langsung, bukan hanya membandingkan tarif yang berlaku saat ini.
Perubahan juga terjadi pada produk diesel. Dexlite sebelumnya dijual Rp19.700 per liter, lalu naik menjadi Rp23.700, dengan selisih Rp4.000 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex bergerak dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter, atau bertambah Rp4.050. Berdasarkan perbandingan tersebut, kenaikan nominal terbesar di empat produk yang disebutkan adalah Pertamina Dex, disusul Dexlite. Namun, nilai selisih ini merupakan hitungan dari harga sebelum dan sesudah penyesuaian, bukan perubahan baru pada awal November.
Penting membedakan tanggal perubahan harga dengan tanggal pemantauan. Kenaikan yang dirinci di atas merujuk pada penyesuaian yang telah berlaku sejak 2 September. Dengan demikian, angka Rp19.600 untuk Pertamax Turbo, Rp19.150 untuk Pertamax Green 95, Rp23.700 untuk Dexlite, dan Rp25.200 untuk Pertamina Dex menggambarkan harga setelah penyesuaian tersebut. Pada 1 November tidak ada penyesuaian baru, sehingga tidak tepat menyebut nilai-nilai itu sebagai kenaikan yang baru diumumkan pada tanggal tersebut.
Untuk membaca informasi harga dengan cermat, konsumen dapat mencocokkan produk, harga lama, harga setelah penyesuaian, dan tanggal berlakunya. Cara ini menghindari kekeliruan kenaikan yang sudah terjadi dengan perubahan harga pada periode terkini. Dalam konteks awal November 2026, perbandingan ini menjelaskan selisih dari harga sebelumnya, sedangkan keterangan tidak adanya penyesuaian pada 1 November menegaskan bahwa harga tidak kembali berubah pada tanggal itu. Informasi tersebut berlaku untuk produk nonsubsidi yang disebutkan di sini.
Pada penetapan harga BBM awal November 2026, Pertamax tercatat tetap pada Rp15.950 per liter. Angka tersebut membedakan Pertamax dari produk nonsubsidi lain yang mengalami kenaikan pada penetapan sebelumnya. Dengan demikian, informasi harga untuk Pertamax menunjukkan tidak ada perubahan pada periode yang disebutkan, sedangkan kenaikan sebelumnya berlaku pada produk nonsubsidi lainnya. Rincian ini membantu pembaca melihat posisi harga Pertamax tanpa menyamakan pergerakannya dengan seluruh BBM nonsubsidi. Harga yang dicantumkan adalah harga per liter, sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk memahami rincian masing-masing produk dalam informasi yang tersedia.
Selain Pertamax, dua produk yang harganya tetap dalam rincian ini adalah Pertalite dan Bio Solar. Pertalite sebagai BBM subsidi tercatat seharga Rp10.000 per liter. Bio Solar, yang juga termasuk BBM subsidi, berada pada harga Rp6.800 per liter. Kedua angka tersebut menunjukkan harga yang dipertahankan pada penetapan awal November 2026 sebagaimana disebutkan. Pengelompokan ini membedakan produk subsidi dari Pertamax, sementara pernyataan mengenai kenaikan sebelumnya hanya merujuk pada produk nonsubsidi lain. Karena itu, ketiganya dapat dibaca berdasarkan jenis produk dan harga per liternya tanpa mencampuradukkan kategori.
Rincian harga tetap tersebut dapat disajikan secara langsung: Pertamax Rp15.950 per liter, Pertalite Rp10.000 per liter, dan Bio Solar Rp6.800 per liter. Pertamax merupakan produk yang berbeda dari sejumlah produk nonsubsidi lain yang mengalami kenaikan pada penetapan sebelumnya. Sementara itu, Pertalite dan Bio Solar disebut sebagai BBM subsidi, dengan harga masing-masing tetap pada angka yang tercantum. Informasi ini menegaskan harga untuk ketiga produk tersebut pada awal November 2026, tanpa mengubah penyebutan kategori maupun nominalnya.
Baca juga: Warga Pagaralam Kelimpungan Cari LPG, YLKI Soroti Dugaan Gas Subsidi Mengalir ke Jarai



