Malang | Pemecatan Marcos Santos dari posisi pelatih Arema FC memunculkan polemik, terutama karena keputusan tersebut hadir di tengah sorotan terhadap performa tim. Perhatian publik tertuju pada rangkaian lima pertandingan Super League 2026–2027 yang dilewati Arema tanpa kemenangan. Catatan itu menjadi alasan kuat bagi sebagian pihak untuk mempertanyakan arah permainan dan efektivitas pendekatan yang digunakan Santos. Namun, polemik pemecatan juga memperlihatkan bahwa penilaian terhadap seorang pelatih tidak selalu berhenti pada hasil pertandingan. Sistem permainan, proses yang dibangun, serta keadaan tim secara keseluruhan turut menjadi bagian dari pembahasan.
Dalam situasi tersebut, kritik terhadap taktik Santos semakin mengemuka. Sejumlah pengamat dan pendukung menilai strategi yang diterapkan belum cukup membantu Arema keluar dari periode tanpa kemenangan. Pertanyaan pun muncul mengenai kesesuaian pendekatan itu dengan kebutuhan tim, termasuk bagaimana pemain menjalankan rencana permainan di lapangan. Ketika kemenangan tak kunjung datang selama lima laga, evaluasi terhadap keputusan taktis menjadi hal yang sulit dihindari. Meski demikian, kritik terhadap strategi perlu dibedakan dari penilaian menyeluruh atas kualitas sistem yang telah dibangun. Sebuah pendekatan mungkin memiliki unsur yang dinilai bermanfaat, meskipun penerapannya belum menghasilkan performa sesuai harapan.
Polemik ini pada akhirnya menunjukkan adanya dua sisi dalam melihat masa kepelatihan Santos. Di satu sisi, rentetan tanpa kemenangan dan kritik atas taktik memberi dasar bagi pembahasan tentang alasan Arema mengambil keputusan. Di sisi lain, perubahan pelatih tidak serta-merta meniadakan kemungkinan adanya aspek positif dalam sistem sebelumnya. Penilaian yang lebih seimbang dapat mempertimbangkan konteks performa tanpa mengabaikan gagasan permainan yang mungkin masih relevan. Karena itu, pembicaraan mengenai pemecatan Santos tidak hanya berkisar pada hasil, tetapi juga pada bagaimana Arema menilai proses dan menentukan arah berikutnya. Perdebatan tersebut menjadi latar penting untuk memahami pandangan Andre Caldas bahwa sistem Santos masih menyimpan sisi positif, sekalipun masa kerjanya berakhir di tengah tekanan terhadap performa tim.
Andre Caldas, yang dipercaya menangani Arema FC sebagai caretaker, pernah bekerja bersama Marcos Santos di klub tersebut sebagai asisten. Kedekatan profesional itu memberinya kesempatan untuk mengamati secara langsung pendekatan yang digunakan Santos selama memimpin tim. Dalam menanggapi penilaian terhadap periode kepelatihan pendahulunya, Caldas menyampaikan pandangan yang lebih berimbang: ia tidak menganggap seluruh ide atau taktik Santos sebagai sesuatu yang keliru.
Pernyataan tersebut penting karena pembahasan mengenai sistem permainan sering kali berkembang menjadi penilaian yang terlalu menyeluruh. Ketika hasil tim tidak sesuai harapan, strategi pelatih dapat dipandang sebagai penyebab utama, sementara aspek lain dalam perjalanan sebuah tim kurang mendapat perhatian. Caldas mengingatkan bahwa pendekatan Santos tetap memiliki sisi positif. Dengan demikian, kritik terhadap hasil atau penerapan strategi tidak otomatis berarti setiap gagasan di baliknya harus ditolak.
Sikap Caldas juga mencerminkan sudut pandang seseorang yang mengenal pekerjaan Santos dari dalam lingkungan tim. Namun, pengalaman itu tidak menjadikan pendapatnya sebagai kebenaran mutlak. Ia menyampaikan penilaian pribadi berdasarkan pengamatannya, bukan kesimpulan umum yang harus diterima semua pihak. Penilaian terhadap taktik tetap dapat berbeda, bergantung pada bagaimana strategi diterapkan, kondisi tim, serta ukuran yang digunakan untuk menilai keberhasilannya.
Karena itu, pandangan Caldas sebaiknya dipahami sebagai ajakan untuk melihat sistem Santos secara lebih cermat, bukan sebagai pembelaan tanpa kritik. Ia mengakui bahwa pendekatan tersebut tidak sepenuhnya salah, sekaligus membuka ruang untuk membahas bagian-bagian yang mungkin perlu dievaluasi. Dalam menilai masa kepelatihan sebelumnya, penting untuk membedakan gagasan taktis, pelaksanaan di lapangan, dan hasil akhir. Ketiganya saling berkaitan, tetapi tidak selalu dapat disamakan. Pernyataan caretaker Arema FC itu memberi konteks tambahan bagi diskusi tentang Santos, tanpa menghapus kritik yang telah muncul ataupun menetapkan satu penilaian sebagai pandangan bersama.Andre Caldas menilai sistem yang ditinggalkan Marcos Santos tidak sepenuhnya perlu disingkirkan. Dalam pandangannya, fondasi permainan yang dibangun pelatih asal Brasil tersebut masih memiliki sejumlah sisi positif dan dapat menjadi pijakan bagi tim untuk melanjutkan prosesnya. Penilaian ini menunjukkan bahwa evaluasi terhadap pendekatan sebelumnya tidak harus berujung pada penolakan menyeluruh. Ada bagian yang dinilai masih berguna, sehingga layak dipertimbangkan ketika arah permainan berikutnya disusun.
Meski demikian, mempertahankan fondasi itu bukan berarti menerapkannya tanpa perubahan. Caldas menekankan pentingnya penyesuaian yang tepat agar unsur yang masih bermanfaat dapat selaras dengan kebutuhan tim. Artinya, kesinambungan dan pembaruan dapat berjalan beriringan: hal positif dari sistem lama tetap diperhitungkan, sementara penerapannya ditinjau kembali sesuai keadaan. Sikap tersebut memberi ruang bagi evaluasi yang lebih seimbang, bukan sekadar memilih mempertahankan seluruh sistem atau menggantinya secara total.
Pandangan Caldas juga menggarisbawahi bahwa sebuah sistem perlu dinilai berdasarkan manfaat yang masih dapat diberikannya, sekaligus kesesuaiannya dengan kondisi terkini. Ia tidak menyebutkan rincian taktik tertentu ataupun perubahan spesifik yang harus dilakukan. Karena itu, pokok penilaiannya terletak pada prinsip umum: fondasi permainan Marcos Santos masih menyimpan aspek positif, tetapi aspek tersebut perlu disesuaikan secara cermat sebelum dipertahankan. Pendekatan semacam ini dapat membantu tim menjaga kesinambungan tanpa mengabaikan kebutuhan untuk berkembang. Dengan demikian, warisan taktik Santos dipandang bukan sebagai paket tetap yang harus diterima seluruhnya, melainkan sebagai dasar yang masih bisa digunakan setelah melalui pertimbangan. Caldas menempatkan penyesuaian sebagai bagian penting dari proses tersebut, sehingga penilaian terhadap sistem lama tetap terbuka dan tidak dibuat secara hitam-putih. Fokusnya adalah memilah nilai yang masih relevan, lalu memastikan penerapannya cocok dengan arah permainan tim, tanpa mengasumsikan bentuk atau langkah teknis yang tidak dijelaskan.Andre Caldas menilai sistem yang sebelumnya diterapkan Marcos Santos masih memiliki sejumlah sisi positif. Karena itu, pendekatan yang ia ambil di Arema FC bukan semata-mata mengganti seluruh kerangka kerja yang sudah berjalan. Ia melihat ada bagian-bagian yang tetap dapat dipertahankan, sembari menimbang penyesuaian yang diperlukan agar sistem tersebut lebih sesuai dengan cara tim bekerja. Pandangan ini menunjukkan bahwa Caldas memulai dari evaluasi terhadap fondasi yang tersedia, bukan dari anggapan bahwa semua hal sebelumnya harus ditinggalkan. Ia juga menempatkan perubahan sebagai proses yang dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi tim, bukan sebagai pernyataan bahwa pendekatan terdahulu sepenuhnya keliru.
Dalam prosesnya, Caldas melakukan beberapa adaptasi terhadap sistem yang sudah ada. Penyesuaian itu menjadi bagian dari upayanya membentuk cara bermain dan kerja tim sesuai kebutuhan yang ia lihat. Ia tidak menyebut bahwa kerangka sebelumnya tidak memiliki nilai; sebaliknya, penilaiannya mengakui adanya unsur positif yang masih relevan. Dengan demikian, perubahan yang dibuat dapat dipahami sebagai pengembangan dari sistem yang telah tersedia. Pendekatan tersebut juga mencerminkan pilihan untuk mengolah fondasi yang ada, alih-alih menggambarkan perubahan sebagai pergantian total. Keterangan Caldas berpusat pada adaptasi dan penilaiannya atas kondisi tim setelah penyesuaian, tanpa menjadikan satu ukuran tertentu sebagai tolok ukur keberhasilan.
Caldas menyampaikan bahwa setelah penyesuaian dilakukan, ia menilai tim menjadi lebih baik. Pernyataan itu menggambarkan pandangan pelatih terhadap perkembangan tim dalam kaitannya dengan beberapa adaptasi yang ia terapkan. Namun, penilaian tersebut tidak dengan sendirinya menyatakan bahwa seluruh persoalan Arema FC telah selesai, ataupun menetapkan hasil tertentu sebagai bukti keberhasilan. Inti keterangannya adalah bahwa ia mengambil bagian dari sistem yang sudah ada, melakukan sejumlah perubahan, kemudian melihat tim dalam kondisi yang lebih baik setelahnya.
