Bekasi | PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), pengembang apartemen LRT City, masih memfinalisasi skema penanganan bagi konsumen yang terdampak persoalan proyek. Perusahaan menyiapkan dua jalur penyelesaian, yakni pengembalian dana kepada konsumen yang mengajukan refund atau melanjutkan pembangunan hingga unit selesai dan diserahterimakan. Kedua opsi tersebut menjadi bagian dari pembahasan yang masih berjalan, sehingga belum ada kepastian mengenai hasil akhir bagi setiap konsumen. ADCP menyampaikan bahwa penanganan akan mempertimbangkan keadaan dan kebutuhan yang berbeda-beda, bukan menerapkan satu solusi yang sama untuk seluruh pengajuan. Dengan demikian, konsumen masih menunggu proses pembahasan dan penetapan langkah yang sesuai dengan kondisi masing-masing.
Dalam menilai permohonan refund, perusahaan mempertimbangkan kondisi serta aspek relevan dari setiap pengajuan. Pertimbangan itu diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan dengan informasi dan situasi yang melekat pada masing-masing konsumen. Di sisi lain, ADCP juga mengupayakan percepatan konstruksi pada proyek-proyek yang menjadi prioritas. Upaya penyelesaian pembangunan tersebut diarahkan agar proyek dapat berlanjut menuju serah terima unit, sesuai perkembangan dan tahapan yang berlaku. Perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti maupun hasil yang akan diterima oleh setiap pembeli. Karena itu, dua jalur yang disiapkan saat ini masih menggambarkan pilihan penanganan, bukan jaminan bahwa permohonan tertentu telah disetujui atau bahwa unit akan diserahterimakan pada tanggal tertentu.
Pembahasan dan koordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait juga masih berlangsung. Proses tersebut menjadi bagian dari penyusunan langkah penanganan bagi konsumen, termasuk untuk memastikan setiap opsi dapat dijalankan dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku. ADCP menyatakan bahwa tindak lanjut disiapkan berdasarkan aturan serta aspek yang relevan, sementara pembicaraan dengan pihak-pihak terkait terus dilakukan. Situasi ini membuat perkembangan penyelesaian masih bergantung pada proses koordinasi dan evaluasi terhadap pengajuan yang masuk. Bagi konsumen, informasi mengenai pilihan refund atau kelanjutan pembangunan dapat menjadi gambaran awal mengenai jalur yang tengah disiapkan perusahaan. Namun, keputusan dan kepastian untuk masing-masing kasus tetap menunggu hasil pembahasan lebih lanjut serta penyampaian resmi dari ADCP. Perusahaan belum memberikan kepastian waktu ataupun hasil akhir bagi seluruh konsumen.
Paguyuban Korban LRT City menghimpun aspirasi konsumen untuk mengetahui pilihan mereka terkait kelanjutan pembangunan proyek. Pendataan ini membedakan dua pilihan utama: meminta pengembalian dana atau tetap menunggu sampai unit yang dibeli rampung. Dengan mengumpulkan tanggapan secara langsung, paguyuban berupaya memetakan kebutuhan konsumen yang terdampak, sekaligus menggambarkan bahwa harapan mereka terhadap penyelesaian proyek tidak seragam. Ada konsumen yang memilih refund, sementara sebagian lainnya masih bersedia menanti pembangunan selesai.
Pengumpulan aspirasi dilakukan melalui Google Form pada 19–25 September 2026. Formulir tersebut menjaring tanggapan konsumen dari sejumlah proyek, yakni LRT City Ciracas, LRT City Tebet, LRT City Cibubur, Oase Park, dan Grand Central Bogor. Pendataan juga mencakup LRT City Bekasi–Green Avenue, Adhi City Sentul tahap 1 dan tahap 2, serta Cisauk Point. Cakupan lintas proyek itu memungkinkan paguyuban mencatat pilihan konsumen dari berbagai kawasan dalam satu periode pendataan. Hasilnya menggambarkan respons yang masuk melalui formulir, bukan penilaian atas seluruh konsumen yang belum tentu mengisi atau menyampaikan aspirasi.
Berdasarkan hasil pendataan, pembeli dari 329 unit menyatakan meminta pengembalian dana. Sementara itu, pembeli dari 29 unit menyatakan bersedia menunggu hingga unit mereka rampung. Angka tersebut merujuk pada jumlah unit, bukan jumlah orang yang mengisi formulir. Perbedaan ini penting karena seorang konsumen dapat membeli lebih dari satu unit, sehingga satu respons dalam pendataan mewakili satu unit yang dibeli. Karena itu, angka 329 dan 29 sebaiknya dibaca sebagai jumlah unit dengan pilihan masing-masing, bukan sebagai jumlah individu. Pemetaan tersebut menunjukkan bahwa pilihan refund lebih banyak tercatat, namun ada pula konsumen yang tetap memberi waktu bagi penyelesaian pembangunan. Data ini menjadi gambaran aspirasi yang terhimpun selama masa pengisian formulir, dengan dua kelompok pilihan yang jelas di proyek-proyek yang didata.
Data pembayaran untuk 222 unit yang dibeli melalui skema kredit pemilikan apartemen (KPA) menunjukkan kondisi yang berbeda-beda. Dari keseluruhan unit yang tercatat dalam kelompok tersebut, 13 unit telah lunas, 109 unit masih menjalani pembayaran cicilan, sedangkan pembayaran untuk 100 unit telah dihentikan. Angka-angka ini merujuk pada jumlah unit, bukan jumlah konsumen atau nilai pembayaran.
Dengan demikian, status pelunasan penuh tercatat pada 13 unit. Sementara itu, 109 unit lainnya masih memiliki cicilan yang berlangsung, dan 100 unit tidak lagi dibayarkan cicilannya. Rincian tersebut memberikan gambaran mengenai posisi pembayaran KPA pada unit-unit yang terdata, tanpa menjelaskan besaran angsuran, sisa kewajiban, atau lama pembayaran masing-masing unit.
Informasi yang tersedia mengaitkan persoalan pembangunan dengan keraguan sebagian konsumen untuk meneruskan cicilan. Dalam konteks itu, adanya 100 unit dengan pembayaran yang telah dihentikan perlu dibaca sesuai keterangan sumber: sebagian konsumen merasa ragu melanjutkan pembayaran karena pembangunan bermasalah. Keterangan tersebut tidak merinci alasan untuk setiap unit, sehingga tidak dapat dipastikan bahwa seluruh penghentian pembayaran memiliki latar belakang yang sama.
Demikian pula, status 109 unit yang masih dicicil hanya menunjukkan bahwa pembayaran masih berjalan pada saat data disampaikan. Data ini tidak menerangkan apakah para pembeli pada kelompok tersebut memiliki kekhawatiran, menghadapi kendala, atau mengambil keputusan tertentu terkait cicilan. Adapun 13 unit yang telah lunas menunjukkan pembayaran telah selesai, tetapi tidak memberikan informasi lebih lanjut mengenai waktu pelunasan atau kondisi yang dialami pembelinya.
Pemisahan status pembayaran ini penting agar pembacaan angka tetap akurat. Total 222 unit KPA terbagi menjadi tiga kategori yang disebutkan: 13 unit lunas, 109 unit masih dicicil, dan 100 unit yang pembayarannya dihentikan. Rincian tersebut menggambarkan kondisi pembayaran berdasarkan jumlah unit, sementara informasi mengenai perkembangan pembangunan menjadi konteks yang disebut sebagai pemicu keraguan sebagian konsumen. Tidak tersedia keterangan tambahan untuk menguraikan keadaan pembayaran di luar kategori dan penjelasan tersebut.
Pada awal Oktober 2026, PT Adhi Karya (Persero) Tbk menyampaikan bahwa aktivitas pekerjaan di empat proyek yang dikembangkan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mulai kembali berjalan sejak 1 Oktober. Proyek tersebut meliputi LRT City Tebet, LRT City Cibubur, LRT City Ciracas, serta Adhi City Sentul untuk pengembangan rumah tapak. Informasi ini menandai dimulainya kembali aktivitas di lokasi proyek, tetapi bukan berarti seluruh pembangunan telah selesai atau unit sudah dapat diserahterimakan kepada pembeli.
Adhi menyatakan mendukung kajian untuk menyempurnakan desain, kualitas, fungsi, dan nilai komersial proyek-proyek tersebut. Penyempurnaan itu dimaksudkan agar pengembangan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan memberikan manfaat yang lebih baik. Perseroan juga akan menjalankan pengawasan serta berkoordinasi dengan ADCP selama pelaksanaan pekerjaan. Koordinasi tersebut diharapkan membuat tahapan kegiatan lebih terukur dan berlangsung sesuai ketentuan yang berlaku. Pernyataan ini memberi gambaran mengenai dukungan induk perusahaan terhadap upaya ADCP melanjutkan pekerjaan, sekaligus menegaskan perlunya pengelolaan proyek secara terarah.
Di sisi lain, Adhi dan ADCP juga menyiapkan langkah penyelesaian yang berkaitan dengan pendanaan dan konsumen. Salah satu hal yang akan ditangani ialah mekanisme untuk merespons pengajuan refund dari pembeli. Rencana tersebut relevan bagi konsumen yang menunggu kepastian mengenai kelanjutan proyek maupun pilihan penyelesaian atas transaksi mereka.
Baca juga: Sambut HUT TNI Ke-81, Kodim Bojonegoro bersama Polkes bekali Ratusan Pelajar Jurus Penyelamat ‘AMAN–CPR’ | Hercules TNI AU Kembali Tiba di Lanud Sjamsudin Noor, Bawa Ratusan APD Bantuan Kemhan RI dan Masker Dari Puskes TNI AU Untuk Perkuat Penanganan Karhutla Kalsel






