Jakarta | PT Cicil Solusi Mitra Teknologi (Cicil) berpartisipasi dalam Financial Expo (Finexpo) 2026 di Trans Studio Mall, Bandung. Pameran ini berlangsung pada 29 Oktober hingga 1 November 2026 sebagai bagian dari perayaan Bulan Inklusi Keuangan. Kehadiran Cicil menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mendukung perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, sekaligus memperkenalkan pilihan pendanaan yang dapat membantu aktivitas ekonomi produktif.
Dalam rangkaian acara tersebut, Cicil memperkenalkan solusi pendanaan berbasis teknologi yang diarahkan untuk mendukung kebutuhan di sektor produktif. Melalui pendekatan digital, perusahaan berupaya menghadirkan akses pembiayaan yang relevan bagi pelaku usaha dan masyarakat yang membutuhkan dukungan untuk kegiatan yang menghasilkan nilai ekonomi. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai karakter layanan, proses pengajuan, serta hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan fasilitas pembiayaan. Penjelasan langsung di lokasi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memahami layanan sesuai kebutuhan dan kapasitas masing-masing.
Partisipasi di Finexpo menjadi kesempatan bagi Cicil untuk berdialog dengan pengunjung dan mengenalkan peran teknologi dalam memperluas pilihan layanan keuangan. Selain menyampaikan informasi mengenai pendanaan produktif, Cicil mengajak masyarakat agar semakin memahami layanan keuangan digital dan menggunakannya secara bijak. Pemahaman atas biaya, persyaratan, kewajiban pembayaran, serta tujuan penggunaan dana merupakan bagian penting dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi keuangan diharapkan tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga mendorong kebiasaan finansial yang bertanggung jawab.
Melalui keterlibatan dalam kegiatan yang merayakan Bulan Inklusi Keuangan ini, Cicil mendukung upaya meningkatkan pemahaman publik tentang berbagai layanan yang tersedia. Finexpo menyediakan ruang bagi penyedia jasa keuangan untuk bertemu langsung dengan masyarakat, berbagi informasi, dan menjelaskan pilihan produk secara terbuka. Bagi pengunjung, interaksi tersebut dapat membantu membandingkan layanan serta mengajukan pertanyaan sebelum menentukan pilihan. Cicil berharap pengenalan solusi pendanaan berbasis teknologi di Bandung dapat mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital secara lebih terinformasi, sesuai kebutuhan produktif, dan selaras dengan kemampuan pengguna dalam memenuhi kewajibannya.
Setelah menjalani transformasi pada 2023, Cicil mengarahkan bisnisnya pada pembiayaan produktif. Perubahan ini menandai fokus yang lebih kuat pada kebutuhan pendanaan untuk kegiatan usaha, termasuk kebutuhan pelaku UMKM dalam menjalankan dan mengembangkan bisnis. Dalam arah tersebut, Cicil menghadirkan dua pendekatan pembiayaan, yaitu supply chain financing dan ecosystem financing. Keduanya menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung kebutuhan pendanaan bisnis melalui layanan yang berorientasi pada aktivitas produktif.
Fokus pada pembiayaan produktif menempatkan kebutuhan pelaku usaha sebagai perhatian utama. Bagi bisnis, akses terhadap pendanaan dapat berperan dalam menunjang aktivitas usaha dan membuka ruang bagi pertumbuhan. UMKM juga membutuhkan dukungan pembiayaan agar dapat menjalankan kegiatan bisnisnya. Melalui supply chain financing dan ecosystem financing, Cicil berupaya menjawab kebutuhan tersebut dengan menyediakan pilihan pembiayaan yang terkait dengan kegiatan usaha. Kedua skema ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan pendanaan bisnis sekaligus mendukung pertumbuhan UMKM.
Arah bisnis tersebut juga berkaitan dengan peran teknologi finansial dalam memperluas akses pembiayaan. Pemanfaatan teknologi dalam layanan keuangan dapat membantu menjangkau pelaku usaha yang membutuhkan pendanaan, sehingga akses tidak hanya menjadi pembahasan bagi perusahaan berskala besar. Dalam konteks ini, teknologi finansial menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan kebutuhan bisnis dengan layanan pembiayaan. Perluasan akses tersebut relevan bagi UMKM yang memerlukan dukungan untuk mempertahankan maupun mengembangkan kegiatan usahanya.
Dengan demikian, transformasi Cicil pada 2023 mencerminkan penajaman arah bisnis menuju pembiayaan yang mendukung kegiatan produktif. Melalui supply chain financing dan ecosystem financing, perusahaan menempatkan pendanaan bisnis serta pertumbuhan UMKM dalam fokus layanannya. Pendekatan ini sejalan dengan peran teknologi finansial yang dapat memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Di Finexpo 2026 Bandung, pengenalan pembiayaan produktif tersebut memperlihatkan bagaimana Cicil membawa fokus bisnisnya lebih dekat pada kebutuhan pendanaan dunia usaha dan UMKM.
Direktur Cicil, Ivan Joshua Tandika, memandang inklusi keuangan sebagai upaya yang tidak berhenti pada pembukaan akses terhadap layanan keuangan. Akses tersebut perlu menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk mendorong kegiatan ekonomi dan memperkuat sektor produktif. Karena itu, keberhasilan inklusi tidak semata-mata diukur dari banyaknya orang yang dapat menggunakan layanan, tetapi juga dari kesesuaian layanan dengan kebutuhan mereka serta dampak yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan ini menjadi landasan bagi Cicil dalam memperkenalkan pembiayaan produktif kepada pengunjung Finexpo 2026 di Bandung.
Melalui keikutsertaannya di Finexpo, Cicil ingin menjelaskan bagaimana teknologi finansial dapat membantu mempertemukan kebutuhan pelaku usaha dengan pilihan pendanaan yang relevan. Setiap bisnis memiliki kondisi dan tujuan berbeda, sehingga pembiayaan idealnya mempertimbangkan kebutuhan operasional, rencana pengembangan, serta kemampuan usaha untuk memenuhi kewajiban. Bagi pelaku usaha, pemahaman mengenai pilihan tersebut dapat membantu mereka menilai apakah suatu fasilitas pendanaan sesuai untuk mendukung kegiatan bisnis. Peran teknologi diharapkan mempermudah proses dan memperluas jangkauan, tanpa mengabaikan penilaian yang cermat terhadap kebutuhan dan kemampuan peminjam.
Tandika juga menekankan bahwa perluasan akses sebaiknya berjalan beriringan dengan peningkatan literasi keuangan. Masyarakat perlu memahami manfaat layanan yang digunakan, sekaligus mengenali risiko dan tanggung jawab yang menyertainya. Dalam konteks pembiayaan, hal ini mencakup pemahaman terhadap biaya, jadwal pembayaran, ketentuan layanan, serta konsekuensi apabila kewajiban tidak dipenuhi. Pengetahuan tersebut mendukung keputusan yang lebih terukur dan dapat mengurangi risiko penggunaan produk keuangan yang tidak sesuai. Dengan pendekatan itu, pengenalan pembiayaan di Finexpo tidak hanya berfokus pada ketersediaan dana, tetapi juga pada penggunaan yang bertanggung jawab. Cicil menempatkan edukasi sebagai bagian penting dalam mendorong akses yang bermanfaat, agar pelaku usaha dapat mempertimbangkan pendanaan secara bijak dan mengarahkannya untuk mendukung keberlangsungan maupun perkembangan bisnis mereka.
Cicil berharap kehadirannya di Finexpo 2026 Bandung dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun ekosistem keuangan yang lebih inklusif dan berdaya tahan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan layanan pembiayaan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk pelaku usaha yang memerlukan akses pendanaan untuk mendukung kegiatan produktif. Dengan membuka ruang dialog bersama pengunjung, Cicil ingin mendorong pemahaman yang lebih baik mengenai peran pembiayaan dalam memperluas kesempatan ekonomi.
Ivan berpandangan bahwa pemanfaatan teknologi finansial secara tepat dapat membantu memperkuat sektor produktif. Teknologi memungkinkan proses layanan dirancang agar lebih mudah dijangkau, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Apabila diterapkan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian serta tanggung jawab, inovasi digital dapat membantu menjembatani kebutuhan pendanaan dengan solusi yang tersedia. Hal ini penting bagi UMKM yang ingin mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas operasional, atau menangkap peluang pasar baru.
Menurut Ivan, dukungan terhadap UMKM juga berpotensi menghasilkan dampak ekonomi yang lebih luas bagi Indonesia. Usaha kecil dan menengah berperan dalam menciptakan lapangan kerja, menggerakkan aktivitas ekonomi di berbagai daerah, serta menghadirkan produk dan layanan yang dibutuhkan masyarakat. Akses terhadap pembiayaan yang sesuai dapat menjadi salah satu faktor pendukung pertumbuhan mereka. Karena itu, Cicil berharap inovasi teknologi finansial dapat berkontribusi secara nyata, sekaligus mendorong kolaborasi penyedia layanan, pelaku usaha, dan masyarakat.
Masyarakat yang hadir di Finexpo 2026 Bandung diajak untuk mengunjungi booth Cicil dan mengenal lebih dekat berbagai solusi pembiayaan perusahaan. Pengunjung dapat berdiskusi dengan tim Cicil mengenai pilihan layanan, cara kerja, serta kesesuaiannya dengan kebutuhan produktif yang dimiliki.
Baca juga: Krida Nusantara: Mahasiswa PPG UHAMKA Kenalkan Budaya melalui Bermain dan Berkarya






