Jakarta | Rafael Struick sudah cukup lama tidak tampil bersama tim nasional senior Indonesia. Catatan penampilan terakhirnya di seluruh kelompok usia tim nasional tercatat pada Desember 2025. Jarak waktu tersebut membuat perjalanan awalnya bersama skuad Garuda kembali menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana ia mulai terhubung dengan sepak bola Indonesia. Keterlibatan Struick tidak bermula dari debut senior, melainkan melalui proses panjang yang mencakup penampilan di level usia muda dan pengurusan kewarganegaraan.
Dokumen naturalisasi Struick mulai diurus pada Desember 2022. Sebelum resmi menjadi warga negara Indonesia, ia sempat merasakan atmosfer tim nasional dengan tampil bersama timnas U-20 dalam sebuah laga persahabatan pada November 2022. Pengalaman itu berlangsung ketika proses administrasi kewarganegaraannya masih berjalan, sehingga menjadi salah satu tahap awal dalam hubungannya dengan sepak bola Indonesia. Kehadirannya di kelompok usia muda juga memberi kesempatan untuk mengenal lingkungan tim dan beradaptasi dengan rekan-rekan yang kelak menjadi bagian dari perjalanan internasionalnya.
Pada Mei 2023, Struick menjalani proses naturalisasi bersama Ivar Jenner. Setelah resmi menjadi warga negara Indonesia, ia kemudian memperoleh kesempatan memperkuat tim senior. Debutnya berlangsung pada 14 Juni 2023, ketika Indonesia menghadapi Palestina dalam pertandingan uji tanding di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya. Struick dipercaya tampil sebagai starter, sebuah penanda bahwa ia langsung masuk dalam rencana pelatih untuk laga tersebut. Pertandingan itu sekaligus mengawali babak baru dalam karier internasionalnya: dari pemain yang sebelumnya hanya terlibat di timnas U-20 menjadi bagian skuad senior. Sejak saat itu, namanya lekat dengan upaya Indonesia memperkuat pilihan pemain di lini depan. Namun, setelah cukup lama tidak bermain untuk tim senior, riwayat awal tersebut menjadi latar untuk memahami perjalanan Struick bersama Garuda dan perhatian terhadap kemungkinan panggilan berikutnya.
Seiring berjalannya perjalanan bersama Timnas Indonesia, Rafael Struick tidak hanya mendapat kesempatan tampil di tim senior. Penyerang yang bermain di lini depan itu kemudian kerap menjadi salah satu pilihan Shin Tae-yong, baik untuk memperkuat skuad senior maupun kelompok usia. Kepercayaan tersebut membuat namanya tercatat dalam beberapa tim nasional dengan rentang usia berbeda. Ia juga memperoleh panggilan ke timnas U-23, sehingga perjalanan internasionalnya mencakup lebih dari satu level kompetisi. Catatan setiap kelompok usia perlu dibaca secara terpisah karena masing-masing menunjukkan penampilan dan gol dalam tim yang berbeda.
Berdasarkan data yang dicantumkan Transfermarkt, Struick membukukan 23 penampilan dan mencetak satu gol bersama timnas senior. Angka ini merujuk khusus pada kiprahnya di level senior, bukan akumulasi dari seluruh kelompok usia. Di timnas U-23, ia mencatat 11 penampilan dengan empat gol. Rekor tersebut menggambarkan kontribusinya saat dipanggil untuk membela skuad usia di bawah 23 tahun. Dengan demikian, catatan senior dan U-23 merupakan dua kelompok tersendiri: 23 penampilan serta satu gol untuk senior, kemudian 11 penampilan dan empat gol untuk U-23.
Transfermarkt juga mencantumkan rekam jejak Struick di kelompok usia yang lebih muda. Bersama timnas U-22, ia memperoleh empat penampilan dan mencetak satu gol. Sementara itu, pada level U-20, catatannya adalah satu penampilan dan satu gol. Kedua angka tersebut tidak termasuk dalam statistik U-23 maupun senior, sehingga sebaiknya tidak digabungkan ketika menjelaskan performanya di masing-masing tim. Susunan catatan itu memperlihatkan bahwa ia pernah mendapat kesempatan membela Indonesia pada beberapa jenjang usia, dari U-20 hingga tim senior. Perbedaan jumlah pertandingan juga mencerminkan catatan khusus untuk setiap kelompok, bukan satu angka keseluruhan yang berlaku bagi semua level.
Secara terpisah, statistik yang dirujuk dapat dirangkum sebagai berikut: timnas senior, 23 penampilan dan satu gol; U-23, 11 penampilan dan empat gol; U-22, empat penampilan dan satu gol; serta U-20, satu penampilan dan satu gol. Penyajian berdasarkan kelompok usia membantu pembaca memahami perjalanan Struick tanpa mencampur kontribusinya di skuad yang berbeda. Catatan ini juga menjelaskan keluasan keterlibatannya bersama Indonesia, sementara panggilan dan pilihan pelatih tetap bergantung pada kebutuhan tim serta keputusan staf kepelatihan.
Jika ditelusuri berdasarkan tingkat tim, penampilan terakhir Rafael Struick bersama tim nasional senior terjadi pada 20 Maret 2025. Saat itu, Indonesia menghadapi Australia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Sydney. Struick turun sebagai starter dan menjadi bagian dari susunan awal Indonesia. Namun, keterlibatannya di lapangan pada pertandingan tersebut berakhir ketika ia diganti saat jeda babak pertama. Catatan ini menandai penampilan terakhirnya bersama skuad senior dalam kronologi yang dibahas di sini. Konteks pertandingan, tanggal, dan pergantian pada paruh waktu menjadi penanda yang jelas ketika membedakan kiprahnya di tim senior dari penampilannya pada kelompok usia.
Pada level U-23, laga terakhir Struick tercatat pada 9 September 2025. Ia tampil ketika Indonesia berhadapan dengan Korea Selatan dalam kualifikasi Piala Asia U-23 2026. Pertandingan tersebut menjadi catatan penutup penampilannya untuk tim U-23 dalam rangkaian yang tersedia. Dengan demikian, terdapat jeda waktu penampilan terakhirnya bersama tim senior pada Maret dan keterlibatannya di ajang kualifikasi kelompok usia pada September. Kedua pertandingan itu berlangsung dalam kompetisi yang berbeda dan mewakili dua tingkat tim nasional, sehingga tanggalnya perlu dibaca secara terpisah agar urutan penampilan Struick tetap terang.
Jika cakupannya diperluas ke seluruh tingkat tim yang disebutkan, penampilan terakhir Struick mengenakan seragam Indonesia berlangsung pada 12 Desember 2025. Ia bermain dalam ajang SEA Games dengan label tim nasional U-22. Catatan ini terjadi setelah penampilan terakhirnya di tim U-23 melawan Korea Selatan, serta setelah laga senior kontra Australia pada awal tahun. Urutan tersebut memperlihatkan tiga penanda waktu: 20 Maret 2025 bersama tim senior, 9 September 2025 bersama U-23, lalu 12 Desember 2025 di SEA Games sebagai bagian dari tim U-22. Karena itu, tanggal Desember menjadi penampilan paling akhir di level yang dicantumkan, sementara dua tanggal sebelumnya menunjukkan laga terakhirnya pada masing-masing tingkat tim.
Menanggapi peluang kembali memperkuat Timnas Indonesia, Rafael Struick memilih untuk tidak memasang harapan terlalu tinggi. Saat ditemui dalam peluncuran film The Longest Wait di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak terlalu berharap dipanggil oleh John Herdman. Sikap tersebut menunjukkan bahwa Struick berusaha menjaga fokus pada hal-hal yang dapat ia kerjakan saat ini, alih-alih menggantungkan perhatian pada keputusan tim pelatih.
Struick menegaskan akan terus bekerja keras bersama Dewa United dan memberikan kemampuan terbaiknya. Baginya, tugas utama saat ini adalah menjalani setiap kesempatan di klub dengan sungguh-sungguh. Ia ingin berkontribusi bagi tim, menjaga performa, serta terus meningkatkan kualitas permainannya dari waktu ke waktu. Usaha tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan profesionalnya, baik ketika berseragam klub maupun saat membuka peluang untuk kembali membela negara.
Ia juga berharap penampilan dan kualitas permainannya dapat dinilai oleh pelatih tim nasional. Struick tidak menyatakan bahwa kerja keras di Dewa United pasti akan berujung pada panggilan, melainkan menempatkan penilaian itu pada pihak pelatih. Dengan demikian, ia memilih menjalani proses secara konsisten dan membiarkan performanya di lapangan menjadi dasar pertimbangan.
Baca juga: Olahraga Bersama, Panglima TNI Perkuat Kebersamaan dengan Prajurit Mabes TNI | Semarak HJB dan HUT TNI 2026, Pemkab bersama Kodim Bojonegoro Gelar LCC Wawasan Kebangsaan | Yonif TP Hadir, Pertahanan dan Pembangunan Berjalan Bersama






