Jakarta | Gelandang Timnas Indonesia Ivar Jenner berharap skuad Garuda tetap menjalani pertandingan tandang pada FIFA Matchday November 2026. Menurutnya, bermain di markas lawan dapat menjadi ujian penting bagi kemampuan tim sekaligus bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Ivar menyampaikan pandangan tersebut di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober.
Harapan untuk tetap melakoni laga tandang itu menunjukkan bahwa pertandingan di luar kandang dinilai memiliki arti tersendiri dalam proses persiapan tim nasional. Dalam situasi tersebut, Indonesia dapat menghadapi tantangan bermain di lingkungan lawan. Bagi Ivar, pengalaman semacam itu dapat membantu menguji kemampuan tim sebelum tampil di ajang kontinental yang akan berlangsung di Arab Saudi.
FIFA Matchday November 2026 menjadi kesempatan yang diharapkan dapat dimanfaatkan Indonesia untuk menjalani pertandingan tandang. Ivar menilai kesempatan bermain di markas lawan penting bagi tim. Ujian dari laga tandang itu dapat menjadi bagian dari proses menuju Piala Asia 2027, sehingga persiapan tidak hanya berfokus pada pertandingan di kandang sendiri.
Keinginan tersebut juga mencerminkan pentingnya mengukur kemampuan tim melalui pengalaman bermain di berbagai kondisi. Laga tandang memberi kesempatan bagi para pemain untuk menghadapi suasana pertandingan di markas lawan. Bagi Indonesia, pengalaman tersebut dapat mendukung persiapan menghadapi kompetisi mendatang. Namun, hal yang ditekankan Ivar adalah harapan agar kesempatan bertanding di luar kandang tetap ada pada agenda FIFA Matchday November 2026.
Piala Asia 2027 di Arab Saudi menjadi tujuan yang mendasari pandangan Ivar mengenai pentingnya laga tandang. Ia berharap pertandingan pada November 2026 dapat membantu tim menguji kemampuan dan menjalani persiapan secara lebih menyeluruh. Dengan tetap bermain di markas lawan, Indonesia berpeluang memperoleh pengalaman yang dinilai relevan untuk perjalanan menuju turnamen tersebut. Pernyataan Ivar di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober, menegaskan bahwa laga tandang bukan sekadar pilihan jadwal, melainkan bagian yang ia harapkan hadir dalam persiapan Timnas Indonesia.
Ivar Jenner menilai laga tandang penting bagi persiapan Indonesia menuju Piala Asia 2027, terutama karena tim sebelumnya lebih sering bermain di kandang. Ia menyampaikan bahwa pengalaman bertanding di markas sendiri sudah menjadi bagian yang lebih banyak dijalani para pemain. Situasi itu berbeda dari pertandingan di tempat lawan, yang menghadirkan suasana dan kondisi pertandingan tersendiri. Karena itu, kesempatan menjalani laga tandang dapat memberi pengalaman yang dibutuhkan tim. Penilaian tersebut berangkat dari perbandingan kebiasaan bermain di kandang dan kebutuhan untuk menghadapi pertandingan di markas lawan. Bagi Ivar, pengalaman di kedua situasi itu relevan untuk persiapan Indonesia.
Dalam penjelasannya, Ivar menyebut bahwa Indonesia sebelumnya lebih sering bermain di kandang, termasuk dalam FIFA ASEAN Cup dan turnamen lainnya. Frekuensi tersebut membuat pengalaman di markas sendiri lebih banyak dibandingkan kesempatan bermain di luar kandang. Ia tidak mengabaikan arti pertandingan kandang, tetapi menyoroti bahwa para pemain juga perlu merasakan pertandingan yang berlangsung di stadion lawan. Laga tandang menjadi kesempatan untuk menghadapi suasana berbeda dari yang lebih sering mereka temui. Dengan demikian, pertandingan di markas lawan dapat melengkapi pengalaman yang telah diperoleh saat bermain di kandang, sekaligus menjadi bagian dari proses persiapan tim.
Menurut Ivar, bermain tandang akan membantu para pemain mulai terbiasa menghadapi atmosfer pertandingan di markas lawan. Kebiasaan itu tidak terbentuk hanya melalui pertandingan kandang, sehingga kesempatan bertanding di luar kandang memiliki peran tersendiri. Para pemain dapat mengenal suasana pertandingan ketika mereka berada di tempat lawan dan tidak bermain di hadapan pendukung sendiri. Ivar menempatkan pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang penting dalam perjalanan persiapan menuju Piala Asia 2027. Inti pandangannya adalah bahwa Indonesia perlu memperoleh pengalaman tandang, setelah sebelumnya lebih sering bermain di kandang. Melalui laga seperti itu, para pemain dapat mulai membiasakan diri dengan atmosfer pertandingan di markas lawan.
Timnas Indonesia dijadwalkan menjalani laga tandang melawan Yordania pada 13 November sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Piala Asia 2027. Pertandingan tersebut dinilai penting karena memberi kesempatan bagi skuad Garuda untuk menguji kemampuan menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda, sekaligus mengukur kesiapan tim di luar kandang. Namun, rencana itu kini sedang ditinjau kembali menyusul situasi geopolitik di kawasan yang memanas.
Kondisi tersebut menimbulkan pertimbangan mengenai pelaksanaan pertandingan di markas Yordania. Faktor keamanan dan situasi terkini menjadi bagian dari hal-hal yang perlu dicermati sebelum keputusan diambil. Karena itu, rencana laga 13 November belum dapat dipandang sepenuhnya pasti. PSSI sedang mengkaji kembali berbagai aspek terkait pertandingan, termasuk perkembangan situasi dan kemungkinan penyelenggaraannya.
Peninjauan ini tidak berarti bahwa pertandingan telah dibatalkan atau jadwalnya sudah berubah. Hingga ada keputusan resmi, laga melawan Yordania tetap merupakan agenda yang direncanakan, sementara PSSI menimbang langkah yang paling tepat. Sikap tersebut memberi ruang bagi federasi untuk mempertimbangkan keselamatan dan kesiapan semua pihak tanpa mengabaikan kebutuhan tim untuk memperoleh pertandingan persiapan yang kompetitif.
Bagi Indonesia, laga tandang seperti ini berpotensi menjadi kesempatan berharga untuk membangun pengalaman menghadapi tekanan suporter tuan rumah dan lingkungan pertandingan yang berbeda. Tim juga dapat memanfaatkan uji coba internasional untuk mengevaluasi organisasi permainan, koordinasi antarpemain, serta penerapan strategi yang disiapkan pelatih. Meski demikian, manfaat teknis tersebut perlu diseimbangkan dengan pertimbangan situasi yang berkembang.
Perkembangan mengenai rencana menghadapi Yordania patut terus dipantau, terutama setelah PSSI menyelesaikan kajian ulangnya. Kepastian mengenai apakah pertandingan tetap digelar sesuai rencana atau memerlukan penyesuaian hanya dapat disampaikan melalui informasi resmi. Untuk sementara, fokusnya adalah menilai keadaan secara cermat sebelum menetapkan keputusan. Dengan demikian, agenda persiapan menuju Piala Asia 2027 tetap dapat dirancang secara terukur, sembari menunggu kejelasan tentang laga tandang yang dijadwalkan pada 13 November tersebut.
Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan di Jakarta pada Selasa, 28 Oktober, bahwa federasi masih menunggu perkembangan terkait persoalan keamanan di kawasan yang menjadi rencana penyelenggaraan laga uji coba tim nasional Indonesia. Ia menegaskan, keselamatan pemain menjadi pertimbangan utama sebelum PSSI menetapkan langkah lanjutan. Karena itu, federasi akan mencermati informasi terbaru dan mempertimbangkan kondisi yang ada sebelum mengambil keputusan mengenai agenda tersebut.
Erick juga menyebut situasi di sejumlah negara saat ini belum pasti. Ketidakpastian itu menjadi perhatian PSSI dalam merancang perjalanan dan pertandingan tim, sebab persiapan tidak hanya menyangkut kebutuhan teknis di lapangan, tetapi juga perlindungan seluruh anggota rombongan. PSSI, menurut keterangannya, perlu memastikan kondisi memungkinkan sebelum menjalankan rencana. Ia tidak menguraikan rincian lebih jauh mengenai persoalan keamanan maupun negara-negara yang dimaksud, sehingga belum ada dasar untuk menyimpulkan bagaimana perkembangan situasi di masing-masing tempat.
Erick menyayangkan keadaan tersebut karena Indonesia telah memiliki dua rencana laga uji coba di Timur Tengah sebagai bagian dari persiapan menuju Piala Asia 2027. Pertandingan internasional itu dipandang penting dalam rangkaian persiapan tim, tetapi keselamatan tetap harus ditempatkan di atas agenda kompetisi. PSSI kini menunggu perkembangan lebih lanjut sebelum memastikan pelaksanaan rencana tersebut. Belum ada keterangan mengenai lawan kedua ataupun rincian lain terkait jadwal dan lokasi pertandingan, sehingga informasi itu tidak dapat dipastikan. Sikap menunggu ini mencerminkan kehati-hatian federasi dalam menyeimbangkan kebutuhan persiapan dengan tanggung jawab menjaga keamanan pemain.
Baca juga: Sikat Laos, Timnas U-20 Indonesia Geser Australia di Puncak Grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2027






