Jakarta | Esports di Indonesia telah berkembang dari aktivitas bermain gim untuk hiburan menjadi bagian dari budaya digital, olahraga prestasi, dan industri kreatif. Kompetisi yang dahulu berlangsung terutama di lingkup pertemanan kini hadir dalam turnamen komunitas, liga, hingga kejuaraan berskala nasional dan internasional. Perubahan ini membuka ruang bagi gamer untuk menguji kemampuan secara terukur, membangun reputasi, dan mengenal ekosistem yang lebih luas daripada permainan itu sendiri.
Bagi pemula, langkah awal tidak harus langsung mengejar kontrak profesional. Turnamen lokal atau komunitas dapat menjadi tempat berlatih menghadapi tekanan pertandingan, memahami aturan, serta belajar berkomunikasi dan bekerja sama dengan rekan satu tim. Pengalaman tersebut membantu pemain menilai kekuatan dan hal yang perlu diperbaiki. Seiring waktu, konsistensi, disiplin, dan hasil kompetisi dapat menjadi bekal untuk mengikuti seleksi tim atau mencoba jalur menuju karier sebagai atlet esports profesional.
Peluang dalam ekosistem esports juga tidak terbatas pada pemain. Industri ini melibatkan pelatih, penyelenggara turnamen, komentator, kreator konten, dan berbagai peran pendukung lainnya. Namun, perkembangan jalur prestasi bergantung pada pembinaan yang terarah. Kementerian Pemuda dan Olahraga bersama Pengurus Besar Esports Indonesia (PBESI) berperan mendorong ekosistem melalui pembinaan atlet dan peningkatan kualitas pelatih. Pada September 2025, keduanya menggelar pelatihan pelatih esports nasional untuk memperkuat kemampuan pembina dalam mendampingi atlet.
Perhatian terhadap pelatih penting karena proses kompetitif menuntut lebih dari sekadar kecakapan memainkan gim. Pemain perlu menjalani latihan terstruktur, mempelajari strategi, menjaga kebugaran dan kondisi mental, serta mengevaluasi performa dengan disiplin. Pelatih yang kompeten dapat membantu menyusun program latihan, memberi umpan balik, dan mendukung perkembangan tim secara berkelanjutan. Dengan pembinaan yang semakin baik, kesempatan untuk berkembang di tingkat kompetisi pun dapat lebih terbuka bagi talenta dari berbagai daerah.
Karena itu, minat bermain saja belum cukup untuk memulai perjalanan kompetitif. Calon atlet perlu menetapkan tujuan, memilih gim yang ingin ditekuni, berlatih secara konsisten, dan mencari lingkungan bermain yang sehat. Mengikuti kompetisi kecil dapat menjadi pengalaman awal yang realistis sekaligus sarana mengukur kemajuan. Dengan kesabaran dan kesiapan belajar, hobi dapat berkembang menjadi jalur prestasi maupun pintu masuk ke industri esports Indonesia.
Langkah awal untuk menekuni esports adalah memilih gim kompetitif yang benar-benar ingin dipelajari, bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan teman. Pilihan populer di Indonesia mencakup Mobile Legends: Bang Bang, PUBG Mobile, Free Fire, eFootball, serta berbagai gim kompetitif untuk PC. Masing-masing menawarkan pengalaman berbeda: ada yang mengandalkan kerja sama tim dan penguasaan karakter, ada pula yang menuntut ketepatan membidik, pengambilan keputusan cepat, atau pemahaman taktik sepak bola. Karena mekanisme dan kebutuhan keterampilannya tidak sama, pertimbangkan jenis permainan yang paling sesuai dengan minat dan kebiasaan Anda.
Pemain pemula sebaiknya berfokus pada satu gim terlebih dahulu. Mencoba banyak judul sekaligus dapat membuat waktu latihan dan perhatian terbagi, sehingga perkembangan pada setiap gim berjalan lambat. Fokus bukan berarti harus bertahan selamanya pada pilihan pertama, tetapi memberi kesempatan untuk memahami permainan secara lebih mendalam sebelum menilai kemajuan. Pastikan gim tersebut dapat dimainkan secara konsisten dengan perangkat, koneksi, dan waktu yang tersedia. Ketersediaan komunitas serta kompetisi yang bisa diikuti juga patut dipertimbangkan, karena keduanya menyediakan ruang untuk berlatih dan mengukur kemampuan.
Setelah menentukan pilihan, pelajari dasar-dasar permainan secara teratur. Kenali mekanisme utama, tujuan pertandingan, peta, serta cara setiap karakter, senjata, atau unit berfungsi. Dalam gim berbasis tim, pahami peran yang tersedia dan cobalah beberapa posisi untuk menemukan yang paling cocok dengan kekuatan Anda. Pemain yang nyaman mengambil keputusan cepat mungkin menyukai posisi tertentu, sementara pemain yang teliti dapat lebih sesuai dengan tugas yang menuntut dukungan atau pengendalian area. Pilihan posisi sebaiknya juga mempertimbangkan kebutuhan tim, bukan hanya popularitas karakter atau peran.
Berikutnya, bangun kebiasaan meninjau strategi dan perkembangan permainan. Pelajari cara mengatur pergerakan, menggunakan sumber daya, berkomunikasi, serta merespons perubahan keadaan pertandingan. Perhatikan pula pembaruan gim, sebab perubahan karakter, peta, aturan, atau keseimbangan permainan dapat mengubah strategi yang efektif. Tetapkan jadwal latihan yang realistis dan konsisten, lalu catat aspek yang perlu diperbaiki setelah bermain. Dengan fondasi yang terarah, pemain dapat meningkatkan keterampilan secara bertahap dan lebih siap mengikuti turnamen komunitas maupun kompetisi yang sesuai tingkat kemampuannya.
Latihan esports yang efektif tidak ditentukan oleh lamanya waktu bermain semata, melainkan oleh konsistensi dan tujuan yang jelas. Susun jadwal realistis sesuai kewajiban belajar atau bekerja, lalu tetapkan fokus untuk setiap sesi. Pemain pemula dapat membagi latihan menjadi beberapa bagian: mengasah mekanik seperti akurasi, pergerakan, atau penggunaan kemampuan; mempelajari strategi dan pemahaman situasi permainan; menonton ulang pertandingan; serta berlatih bersama tim. Dengan sasaran khusus, misalnya memperbaiki akurasi atau koordinasi saat menyerang, setiap sesi menjadi lebih terarah dan kemajuan lebih mudah dipantau.
Meninjau permainan membantu pemain memahami apa yang perlu diperbaiki, bukan sekadar mengingat hasil menang atau kalah. Saat menonton ulang rekaman, catat kesalahan yang berulang, keputusan yang diambil dalam situasi penting, dan peluang yang terlewat. Tanyakan apakah keputusan tersebut didukung informasi yang cukup atau justru dipengaruhi kepanikan. Dalam latihan tim, evaluasi pula komunikasi: apakah instruksi disampaikan dengan jelas, tepat waktu, dan mudah ditindaklanjuti? Diskusi sebaiknya berfokus pada tindakan yang dapat diubah, bukan menyalahkan rekan setim. Setelah menemukan pola masalah, pilih satu atau dua sasaran perbaikan untuk sesi berikutnya.
Performa yang stabil juga membutuhkan perhatian terhadap kesehatan dan keseimbangan hidup. Jadwalkan jeda, jaga asupan dan aktivitas fisik, serta penuhi kebutuhan tidur agar konsentrasi dan kemampuan mengambil keputusan tidak mudah menurun. Atur waktu bermain supaya latihan tidak mengorbankan sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, maupun waktu pemulihan. Pendekatan terencana ini sejalan dengan pemanfaatan ilmu olahraga dalam pembinaan tim nasional esports Indonesia, yang dapat mendukung pengembangan kemampuan teknis sekaligus aspek nonteknis, seperti kebugaran, fokus, komunikasi, dan kesiapan mental. Pemain pemula dapat menerapkan prinsip serupa secara bertahap: berlatih dengan tujuan, menilai hasil secara rutin, lalu menyesuaikan jadwal berdasarkan perkembangan dan kondisi diri.
Perjalanan di esports tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menguasai gim. Gamer pemula juga perlu memahami suasana kompetisi, membangun kebiasaan bekerja sama, dan mengenali kemungkinan arah pengembangan karier. Ketiga unsur ini saling mendukung: keterampilan bermain membantu menghadapi tantangan pertandingan, pengalaman kompetisi memberi kesempatan untuk menerapkan kemampuan dalam situasi nyata, sedangkan kerja sama tim membantu pemain mencapai tujuan bersama. Dengan melihat esports sebagai proses yang lebih luas, pemula dapat menyiapkan diri secara bertahap tanpa menganggap satu hasil pertandingan sebagai ukuran keseluruhan potensi mereka.
Turnamen komunitas dapat menjadi salah satu kesempatan awal untuk memperoleh pengalaman bertanding. Mengikuti kompetisi semacam ini memungkinkan pemain mengenal aturan, tempo pertandingan, dan tekanan saat berhadapan dengan lawan. Kesiapan mengikuti turnamen sebaiknya dibangun melalui penguasaan gim dan latihan teratur, bukan hanya keinginan untuk segera bertanding. Setelah berlatih atau berkompetisi, evaluasi dapat membantu pemain mengenali hal yang sudah berjalan baik serta bagian yang masih perlu diperbaiki. Proses tersebut membuat pengalaman menjadi bahan pembelajaran dan membantu pemain mengambil langkah berikutnya dengan pertimbangan yang lebih jelas.
Dalam permainan berbasis tim, kemampuan memahami posisi dan peran masing-masing juga penting.






