Harga BBM 24 Oktober 2026: Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo Masih Bervariasi

Harga BBM 24 Oktober 2026: Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo Masih Bervariasi

Jakarta | Harga bahan bakar minyak di sejumlah SPBU Indonesia masih bervariasi pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Perbedaan terlihat pada produk yang dijual Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo, sehingga konsumen perlu memperhatikan jenis BBM serta lokasi pengisian sebelum menentukan pilihan. Mayoritas produk Pertamina, BP-AKR, dan Vivo disebut belum mengalami perubahan harga. Sementara itu, Shell V-Power Diesel tercatat mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Perkembangan ini menunjukkan bahwa harga di berbagai jaringan SPBU tidak selalu bergerak serentak, meskipun perusahaan beroperasi dalam pasar yang sama.

Daftar harga yang tersedia untuk perbandingan ini bersumber dari data per 23 Oktober 2026. Karena itu, angka yang tercantum menggambarkan informasi pada tanggal tersebut dan dapat menjadi acuan untuk melihat perbedaan antarproduk, bukan jaminan bahwa harga berlaku sama di seluruh daerah pada hari berikutnya. Kebijakan penyesuaian harga dapat mempertimbangkan sejumlah faktor, termasuk kondisi pasar dan wilayah pemasaran. Konsumen sebaiknya memeriksa informasi terbaru dari penyedia BBM atau papan harga di SPBU setempat sebelum mengisi bahan bakar, terutama jika ingin membandingkan biaya untuk produk dengan spesifikasi serupa.

Harga aktual juga dapat berbeda menurut wilayah dan ketersediaan produk di masing-masing SPBU. Produk tertentu mungkin tidak tersedia di semua lokasi, sementara harga yang berlaku di satu daerah belum tentu sama dengan harga di daerah lain. Oleh sebab itu, perbandingan Pertamina, BP-AKR, Shell, dan Vivo perlu dilakukan dengan melihat jenis BBM, tanggal pembaruan informasi, serta lokasi pengisian. Pengendara yang rutin menggunakan produk tertentu dapat memantau pengumuman resmi secara berkala agar mengetahui bila ada perubahan. Dengan memahami batasan data dan perbedaan regional tersebut, konsumen dapat menggunakan daftar harga sebagai referensi awal, sekaligus menghindari anggapan bahwa setiap harga berlaku seragam di seluruh jaringan SPBU Indonesia.

PT Pertamina Patra Niaga menyampaikan bahwa penetapan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi mengikuti kebijakan pemerintah. Karena itu, harga BBM subsidi tetap sampai akhir 2026, sebagaimana kebijakan yang berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora. Dengan demikian, keterangan perusahaan mengenai BBM subsidi merujuk pada kebijakan pemerintah, bukan pada perubahan harga yang ditetapkan secara terpisah oleh Pertamina Patra Niaga. Untuk periode yang dibahas, harga BBM subsidi disebut tetap hingga penghujung tahun 2026. Informasi ini menjelaskan posisi perusahaan atas harga BBM subsidi, sekaligus membedakannya dari keterangan mengenai harga BBM nonsubsidi.

Untuk BBM nonsubsidi, Pertamina Patra Niaga menyatakan harga masih sama dengan periode sebelumnya. Penetapan harga tersebut mempertimbangkan berbagai faktor serta kondisi masyarakat. Kitty Andhora menyampaikan keterangan ini mewakili Corporate Communication Pertamina Patra Niaga. Artinya, menurut pernyataan perusahaan, belum ada perubahan harga BBM nonsubsidi dibandingkan periode sebelumnya dalam informasi yang disampaikan. Pertimbangan terhadap berbagai faktor dan kondisi masyarakat menjadi bagian dari penjelasan perusahaan mengenai harga tersebut. Keterangan itu tidak merinci faktor-faktor yang dimaksud, tetapi menegaskan bahwa harga masih dipertahankan pada tingkat yang sama seperti periode terdahulu.

Keterangan Pertamina Patra Niaga tersebut memuat dua penjelasan mengenai harga. Pertama, harga BBM subsidi mengikuti kebijakan pemerintah dan tetap sampai akhir 2026. Kedua, harga BBM nonsubsidi masih sama dengan periode sebelumnya dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan kondisi masyarakat. Kedua hal itu disampaikan oleh Kitty Andhora selaku Corporate Communication Pertamina Patra Niaga. Pernyataan tersebut menjadi acuan untuk memahami posisi perusahaan terkait harga BBM pada periode ini. Secara umum, perusahaan menyatakan tidak ada perubahan harga BBM nonsubsidi dibandingkan periode sebelumnya, sementara harga BBM subsidi tetap mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir tahun 2026.

Untuk wilayah DKI Jakarta, daftar harga BBM Pertamina mencakup sejumlah pilihan dengan rentang harga yang berbeda. Pertalite tercatat Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dijual Rp6.800 per liter. Kedua jenis BBM tersebut menjadi pilihan dengan harga paling rendah di produk yang disebutkan dalam daftar ini. Harga tersebut secara khusus merujuk pada SPBU Pertamina di DKI Jakarta, sehingga sebaiknya tidak langsung dianggap berlaku sama di seluruh wilayah Indonesia.

Pada kelompok bensin dengan angka oktan lebih tinggi, Pertamax dibanderol Rp15.950 per liter di DKI Jakarta. Pertamax Green 95 memiliki harga Rp19.150 per liter, sementara Pertamax Turbo tercatat Rp19.600 per liter. Perbedaan harga antarkategori ini memberi gambaran mengenai variasi pilihan produk Pertamina, dari bahan bakar reguler hingga varian berperforma lebih tinggi. Konsumen dapat mempertimbangkan jenis kendaraan, rekomendasi pabrikan, dan anggaran sebelum menentukan BBM yang digunakan.

Daftar produk Pertamina juga mencantumkan bahan bakar diesel. Dexlite dengan angka cetane number (CN) 51 tercatat seharga Rp23.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex dengan CN 53 berada di angka Rp25.200 per liter. Rincian ini disampaikan sebagai bagian dari daftar harga Pertamina, tetapi tidak secara khusus disebut sebagai harga yang hanya berlaku di DKI Jakarta. Karena cakupan wilayahnya berbeda, kedua angka tersebut perlu dibedakan dari harga produk yang secara jelas dinyatakan berlaku untuk SPBU di Jakarta.

Dengan demikian, harga yang disebut khusus untuk DKI Jakarta meliputi Pertalite, Biosolar, Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Sementara itu, Dexlite dan Pertamina Dex tercantum dalam rincian produk Pertamina tanpa penegasan cakupan wilayah yang sama. Harga BBM dapat berubah mengikuti kebijakan perusahaan dan kondisi pasar, serta berpotensi berbeda antardaerah. Sebelum mengisi bahan bakar, pengguna kendaraan dapat memeriksa papan harga di SPBU atau kanal resmi Pertamina untuk memastikan tarif yang berlaku pada hari pembelian.

Untuk produk bahan bakar diesel yang nominalnya tersedia dalam data harga per 24 Oktober 2026, BP-AKR dan Shell mencatat angka yang sama. BP Ultimate Diesel dijual dengan harga Rp25.420 per liter, sementara Shell V-Power Diesel juga tercantum sebesar Rp25.420 per liter. Kesamaan harga tersebut berlaku untuk dua produk diesel yang disebutkan; hal ini tidak berarti seluruh produk dari kedua merek memiliki harga yang sama.

Informasi harga perlu dibaca berdasarkan jenis produk, karena masing-masing merek menyediakan beberapa pilihan bahan bakar. Dalam data yang tersedia, rincian nominal untuk BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel dapat disampaikan secara spesifik. Namun, harga Shell V-Power dan Shell V-Power Nitro tidak tercantum. Karena itu, angka untuk kedua produk tersebut tidak dapat dipastikan dari informasi yang tersedia dan sebaiknya tidak disamakan dengan harga diesel.

Vivo juga disebut dalam gambaran umum mengenai perubahan harga BBM, tetapi tidak ada rincian nominal untuk produk-produknya dalam bahan yang menjadi acuan. Dengan demikian, harga BBM Vivo tidak dapat dicantumkan secara akurat di sini. Mengisi kekosongan tersebut dengan angka perkiraan berisiko memberi kesan bahwa harga itu merupakan tarif resmi atau telah dikonfirmasi, padahal datanya tidak tersedia.

Bagi konsumen yang membandingkan harga antarpenyedia, perbedaan informasi yang tercantum dan yang belum tersedia perlu diperhatikan. Angka Rp25.420 per liter hanya merujuk pada BP Ultimate Diesel dan Shell V-Power Diesel. Sementara itu, pembaca yang hendak membeli Shell V-Power, Shell V-Power Nitro, atau produk Vivo perlu memeriksa informasi terbaru melalui kanal resmi masing-masing penyedia atau langsung di stasiun pengisian.