Jakarta | Upaya untuk mengeksploitasi celah keamanan PHP meningkat tajam dalam waktu singkat, hingga jumlahnya mencapai jutaan kali. Lonjakan tersebut terlihat pada lalu lintas yang dipantau jaringan Cloudflare dan berlangsung seiring pengumuman mengenai kerentanan. Perkembangan itu menunjukkan bahwa aktivitas percobaan eksploitasi bertambah cepat setelah informasi tentang celah tersebut diumumkan. CEO Cloudflare Matthew Prince menyampaikan rangkaian angka yang menggambarkan perubahan tingkat aktivitas, dari ribuan upaya sebelum pengumuman hingga jutaan setelahnya.
Dalam 10 jam sebelum pengumuman kerentanan, jaringan Cloudflare telah mencatat ribuan upaya untuk memanfaatkan celah tersebut. Angka ini menjadi gambaran aktivitas yang terdeteksi sebelum informasi kerentanan diumumkan. Namun, setelah pengumuman, jumlah upaya tidak hanya bertambah secara bertahap, tetapi meningkat dalam rentang waktu yang jauh lebih singkat. Data yang dipaparkan Prince memperlihatkan bahwa pengumuman itu diikuti lonjakan aktivitas yang nyata dalam pemantauan jaringan Cloudflare.
Hanya dalam 45 menit setelah pengumuman, jumlah upaya eksploitasi yang tercatat naik menjadi puluhan ribu. Dalam dua jam, volumenya kembali meningkat hingga mencapai ratusan ribu. Setelah itu, upaya yang terdeteksi terus bertambah dan pada akhirnya mencapai jutaan kali. Urutan ini memperlihatkan perubahan skala yang jelas: dari ribuan sebelum pengumuman, ke puluhan ribu dalam 45 menit, lalu ratusan ribu dalam dua jam, sebelum jumlah keseluruhannya mencapai jutaan.
Keterangan tersebut menyoroti betapa cepatnya aktivitas terkait celah keamanan dapat meningkat setelah kerentanan diumumkan secara terbuka. Angka-angka yang disampaikan merujuk pada upaya yang dicatat di jaringan Cloudflare, bukan sekadar satu hitungan pada satu waktu. Perbandingan antarjangka waktu juga memperjelas kecepatannya: puluhan ribu upaya sudah terlihat kurang dari satu jam setelah pengumuman, dan dalam dua jam jumlahnya menjadi ratusan ribu. Peristiwa ini menempatkan celah PHP tersebut dalam perhatian, sementara lonjakan menuju jutaan memperlihatkan skala percobaan eksploitasi yang terpantau.
Dua kerentanan yang menjadi perhatian dalam kasus ini tercatat dengan identitas CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619. Keduanya berkaitan dengan lingkungan server berbasis PHP dan dinilai serius karena dapat membuka jalan bagi penyerang untuk menjalankan perintah pada server. Menurut Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC), akses tersebut dapat diperoleh tanpa penyerang harus masuk atau memiliki akun terlebih dahulu. Artinya, sistem yang terdampak berpotensi menghadapi risiko meskipun tidak ada proses autentikasi yang berhasil dilakukan oleh pihak yang mencoba menyerangnya.
NCSC menjelaskan bahwa kemungkinan menjalankan perintah dari jarak jauh bukan satu-satunya dampak yang perlu diperhatikan. Kerentanan itu juga dapat dimanfaatkan untuk membebani memori PHP secara berlebihan. Ketika penggunaan memori menjadi tidak terkendali, layanan dapat mengalami gangguan dan sistem berisiko rusak. Dampak tersebut dapat mengurangi ketersediaan server, menghambat fungsi yang bergantung padanya, serta menimbulkan masalah operasional bagi layanan yang berjalan di atas infrastruktur terkait.
Menurut keterangan NCSC, kondisi kerusakan atau gangguan itu selanjutnya dapat dimanfaatkan untuk mengambil alih kendali server. Dengan demikian, rangkaian risikonya mencakup kemungkinan eksekusi perintah tanpa masuk terlebih dahulu, beban memori berlebihan, kerusakan sistem, dan pengambilalihan kendali. Uraian ini menunjukkan bahwa dampak kerentanan dapat melampaui gangguan sesaat, sebab kendali atas server dapat terancam apabila celah tersebut berhasil dieksploitasi. Namun, penjelasan ini terbatas pada dampak yang disampaikan oleh NCSC.
Identitas CVE membantu membedakan kedua kerentanan tersebut dalam catatan keamanan, sedangkan keterangan NCSC memberikan gambaran mengenai konsekuensi yang mungkin timbul pada server PHP. Informasi yang tersedia di sini tidak mengidentifikasi pelaku tertentu dan tidak menyebutkan metode teknis lain di luar dampak yang dijelaskan lembaga tersebut. Karena itu, penilaian atas insiden perlu tetap berpegang pada fakta yang telah dipaparkan: kedua celah dinilai memungkinkan perintah dijalankan tanpa autentikasi, dapat menyebabkan pembebanan memori berlebihan dan kerusakan, serta berpotensi berujung pada hilangnya kendali atas server.
Wikimedia Foundation mengonfirmasi bahwa layanan wiki miliknya termasuk pihak yang terdampak gangguan yang berkaitan dengan kerentanan pada PHP. Konfirmasi ini menempatkan Wikipedia, salah satu proyek yang dikelola organisasi tersebut, dalam cakupan insiden yang sedang ditangani. Informasi yang disampaikan organisasi menghubungkan gangguan itu dengan kekurangan pada PHP, bahasa pemrograman yang digunakan untuk menjalankan berbagai bagian layanan wiki. Wikimedia Foundation menyatakan sedang berupaya mengatasi masalah pada PHP yang digunakan oleh sebagian besar wiki. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini berkaitan dengan komponen teknologi yang dipakai secara luas dalam lingkungan mereka, bukan semata-mata dengan satu halaman atau fitur tertentu.
Organisasi itu juga menyebut bahwa masalah yang dimaksud berdampak pada semua versi PHP yang diketahui. Keterangan tersebut penting untuk memahami cakupan teknis kerentanan: persoalannya tidak dapat dipandang hanya sebagai kelemahan pada satu versi PHP tertentu yang digunakan oleh Wikimedia Foundation. Dengan kata lain, temuan itu berkaitan dengan berbagai versi yang telah diketahui, sehingga potensi relevansinya melampaui konfigurasi satu organisasi. Wikimedia Foundation secara eksplisit menyatakan bahwa masalah tersebut tidak terbatas pada mereka. Pernyataan ini menggambarkan bahwa kerentanan PHP dapat menjadi perhatian bagi organisasi dan layanan lain yang menggunakan teknologi terkait, meskipun tidak dengan sendirinya memastikan bahwa setiap sistem telah diserang atau mengalami gangguan.
Konfirmasi Wikimedia memberikan gambaran bahwa insiden tersebut memiliki aspek yang lebih luas daripada gangguan internal satu penyedia layanan. Namun, informasi yang tersedia dalam pernyataan organisasi tidak merinci seberapa besar kerusakan yang terjadi, layanan mana saja yang terdampak secara spesifik, atau bagaimana pengalaman pengguna berubah. Karena itu, belum tepat untuk menyimpulkan tingkat keparahan gangguan maupun dampaknya terhadap pengguna Wikipedia berdasarkan keterangan tersebut saja. Yang dapat dipastikan adalah Wikimedia Foundation mengakui adanya gangguan terkait kerentanan PHP, sedang berupaya menangani kekurangan pada PHP yang digunakan oleh sebagian besar wiki, dan menilai masalah itu tidak terbatas pada Wikimedia. Rincian lebih lanjut diperlukan untuk menjelaskan cakupan operasionalnya secara akurat.
PHP Foundation merilis pembaruan keamanan darurat pada Rabu untuk menangani dua kerentanan kritis pada PHP. Rilis ini disiapkan sebagai respons terhadap celah yang dapat dimanfaatkan penyerang pada sistem yang menjalankan perangkat lunak terdampak. Organisasi yang menggunakan PHP perlu memperhatikan pengumuman tersebut dan mengidentifikasi sistem yang perlu menerima perbaikan. Pembaruan keamanan perangkat lunak merupakan langkah penting dalam mengurangi paparan terhadap kerentanan yang telah diketahui, terutama ketika komponen itu digunakan secara luas di layanan publik maupun infrastruktur digital.
Desakan untuk segera memasang perbaikan tidak hanya datang dari pengelola PHP. NCSC, perdana menteri Jepang, dan Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat turut menyerukan agar berbagai organisasi melakukan pembaruan tanpa menunda. Seruan lintas lembaga dan pemerintah ini menegaskan pentingnya koordinasi dalam merespons kerentanan yang berdampak pada perangkat lunak yang digunakan banyak pihak. Organisasi perlu meninjau lingkungan teknologinya, menentukan apakah PHP digunakan pada server mereka, lalu menerapkan pembaruan yang sesuai berdasarkan panduan resmi.
Kecepatan respons juga penting karena perangkat lunak server sering menjadi bagian dari layanan yang berhadapan langsung dengan pengguna. Dalam praktiknya, penerapan pembaruan perlu dilakukan melalui proses pengelolaan sistem yang terencana, termasuk memastikan komponen yang relevan telah teridentifikasi. Namun, seruan yang disampaikan oleh lembaga dan pejabat tersebut berfokus pada tindakan yang jelas: memasang perbaikan yang dirilis untuk menutup dua kerentanan kritis.
Baca juga: Ringankan Beban Warga Terdampak Kemarau, Kodim Bojonegoro Kembali Pasok 64.000 Liter Air Bersih ke 4 Kecamatan | Satgas Karhutla TNI Kawal Penyaluran Bantuan Korporasi untuk Desa Terdampak di Melawi





