Jakarta | Sejumlah kelompok massa dijadwalkan menggelar unjuk rasa di kawasan Monas hingga kompleks DPR/MPR RI pada Selasa, 20 Oktober 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi, Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan lalu lintas yang akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diimbau memperhatikan perkembangan informasi dan mempertimbangkan rute perjalanan sebelum melintas di kawasan tersebut.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Firman Darmansyah menyampaikan bahwa pola pengaturan arus tidak diterapkan secara kaku. Petugas akan menyesuaikan langkah yang diambil dengan perkembangan situasi di setiap kawasan, termasuk kondisi lalu lintas dan aktivitas massa. Dengan pendekatan tersebut, pengaturan dapat dilakukan sesuai kebutuhan, baik di sekitar Monas maupun menuju kompleks parlemen.
Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan apabila diperlukan. Keputusan untuk mengalihkan atau mengatur arus kendaraan akan mempertimbangkan situasi terkini, keselamatan masyarakat, serta kebutuhan para pengguna jalan. Karena kondisi di satu titik dapat berbeda dari titik lainnya, pola pengaturan juga berpotensi berubah mengikuti keadaan selama kegiatan berlangsung.
Langkah antisipasi ini disiapkan untuk membantu mengurangi potensi kemacetan sekaligus menjaga kelancaran mobilitas di kawasan yang terdampak. Kepadatan dapat meningkat ketika massa berkumpul dan kendaraan melintas dalam waktu bersamaan, sehingga kehadiran petugas dan penyesuaian arus menjadi bagian dari upaya pengendalian lalu lintas. Masyarakat yang berkegiatan di sekitar lokasi diharapkan mengikuti arahan petugas apabila terjadi perubahan pengaturan.
Pengendara yang tidak memiliki kepentingan di sekitar titik unjuk rasa dapat mempertimbangkan jalur lain apabila situasi menunjukkan peningkatan kepadatan. Namun, penerapan rekayasa maupun pengalihan arus tetap bergantung pada kondisi aktual dan kebutuhan di lapangan. Informasi yang tersedia sebelum perjalanan dapat membantu masyarakat mengantisipasi perubahan waktu tempuh dan memilih rute yang lebih sesuai.
Polda Metro Jaya menyiapkan pengaturan secara situasional agar penanganan arus dapat mengikuti dinamika kegiatan. Pengguna jalan tetap perlu mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban, dan mematuhi petunjuk petugas selama melintas di sekitar Monas hingga DPR/MPR RI pada hari pelaksanaan unjuk rasa.
Pengaturan lalu lintas disiapkan dengan memperhatikan sejumlah kawasan yang diperkirakan terdampak kegiatan aksi massa. Area Monas menjadi salah satu titik perhatian, bersama koridor Jalan Jenderal Sudirman hingga Thamrin serta lingkungan sekitar kompleks DPR/MPR RI. Pemantauan pada wilayah-wilayah tersebut diperlukan untuk menyesuaikan pengelolaan arus kendaraan dengan situasi yang berkembang. Kepadatan dan perubahan pergerakan di satu ruas dapat berpengaruh pada perjalanan di ruas lain, sehingga koordinasi dan penyesuaian lapangan menjadi bagian penting dari langkah antisipasi.
Pengaturan tersebut ditujukan untuk menjaga agar mobilitas warga tetap terlayani selama kegiatan berlangsung. Dengan mempertimbangkan kondisi aktual, petugas dapat mengarahkan arus kendaraan dan menerapkan langkah yang diperlukan sesuai keadaan di lokasi. Firman menyampaikan bahwa antisipasi telah disiapkan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan baik. Artinya, pengelolaan lalu lintas tidak hanya berfokus pada kawasan aksi, tetapi juga memperhatikan kelancaran perjalanan warga yang melintasi atau beraktivitas di sekitar titik-titik tersebut. Pengaturan arus akan mengikuti kondisi lapangan, sehingga pengguna jalan perlu memberi ruang bagi petugas untuk melakukan penyesuaian bila situasi berubah.
Firman mengimbau masyarakat untuk memperhitungkan waktu perjalanan, terutama apabila rute yang digunakan melewati Monas, Sudirman-Thamrin, atau kawasan DPR/MPR RI. Pengendara sebaiknya menyediakan waktu lebih longgar dan mempertimbangkan jalur alternatif apabila diperlukan, agar keterlambatan dapat diantisipasi. Masyarakat juga diminta memantau informasi lalu lintas terbaru sebelum dan selama perjalanan, karena perkembangan situasi dapat memengaruhi kondisi jalan maupun pengaturan yang diterapkan. Informasi terkini membantu warga menentukan rute dan waktu berangkat secara lebih tepat.
Di jalan, pengguna kendaraan diharapkan mengikuti arahan petugas serta memperhatikan rambu atau pengalihan arus yang diberlakukan. Hindari mengambil keputusan mendadak ketika menjumpai kepadatan, dan tetap berkendara dengan tertib demi keselamatan bersama. Dengan merencanakan perjalanan, memperbarui informasi, serta mematuhi arahan di lapangan, masyarakat dapat membantu menjaga kelancaran arus sekaligus mendukung aktivitas harian tetap berlangsung sebaik mungkin di tengah kegiatan massa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyampaikan bahwa kepolisian berupaya memberikan pelayanan kepada seluruh warga di tengah kegiatan penyampaian aspirasi. Perhatian tidak hanya ditujukan kepada peserta aksi, tetapi juga kepada masyarakat yang menjalankan aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, pengamanan dan pengaturan di lapangan diarahkan agar penyampaian pendapat dapat berlangsung sekaligus kebutuhan warga tetap diperhatikan. Kepolisian berupaya menjaga situasi tetap tertib dan membantu masyarakat menghadapi dampak kegiatan di kawasan yang terdampak, termasuk melalui informasi mengenai kondisi lalu lintas dan bantuan yang dapat dihubungi saat diperlukan.
Warga yang hendak bepergian di sekitar lokasi kegiatan dapat memantau informasi lalu lintas melalui akun media sosial resmi Polda Metro Jaya, @poldametrojaya, dan TMC Polda Metro, @tmcpoldametro. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memilih waktu perjalanan maupun jalur yang akan dilewati. Masyarakat juga dapat mengakses layanan kepolisian melalui nomor 110 apabila membutuhkan bantuan. Pemantauan informasi secara berkala diharapkan membantu pengguna jalan menyesuaikan rencana perjalanan, mengantisipasi kepadatan, serta mengurangi kendala selama beraktivitas. Apabila kondisi di lapangan berubah, warga sebaiknya mengikuti arahan petugas dan mengutamakan keselamatan.
Budi Hermanto juga menegaskan bahwa menyampaikan pendapat di muka umum merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Hak tersebut perlu dihormati, sementara keselamatan dan kepentingan masyarakat lain yang tetap menjalankan rutinitas juga harus dijaga. Kegiatan penyampaian aspirasi dan aktivitas publik dapat berlangsung berdampingan apabila setiap pihak memperhatikan ketentuan serta kondisi sekitar. Karena itu, peserta aksi, pengguna jalan, dan warga di kawasan terkait diharapkan saling menghormati dan menjaga ketertiban ruang publik. Sikap tertib membantu mengurangi risiko gangguan, memberi ruang bagi warga untuk beraktivitas, dan memungkinkan aspirasi disampaikan tanpa mengabaikan keselamatan bersama.
Pesan kepolisian tersebut menempatkan pelayanan, penghormatan terhadap hak, dan perlindungan kepentingan umum sebagai perhatian yang berjalan bersamaan. Warga dapat mendukung kelancaran situasi dengan mencari informasi dari kanal resmi, menggunakan jalur yang sesuai arahan, serta menghubungi 110 untuk meminta bantuan kepolisian. Sementara itu, semua pihak diharapkan menjaga komunikasi dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban. Dengan saling menghormati, ruang publik tetap dapat digunakan secara aman, baik oleh mereka yang menyuarakan aspirasi maupun oleh masyarakat yang beraktivitas seperti biasa.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rute alternatif untuk mengantisipasi kemacetan saat berlangsungnya aksi massa di kawasan Monas hingga DPR. Pengaturan jalur ini diberlakukan mulai pukul 10.00 WIB sampai kegiatan selesai. Pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi kegiatan dapat memperhatikan rute yang disiapkan sesuai arah perjalanan, sehingga arus kendaraan memiliki pilihan jalur selain ruas yang terdampak. Pengaturan tersebut mencakup perjalanan menuju kawasan Slipi dan Tomang serta akses menuju Monas dari beberapa wilayah Jakarta.
Bagi kendaraan dari Simpang Semanggi yang hendak menuju Slipi atau Tomang, rute alternatif yang disiapkan adalah melalui Jalan Sudirman–Benhil–Pejompongan–Letjen S. Parman. Sementara itu, kendaraan dari Jalan Gatot Subroto dapat menggunakan jalur Jalan Gerbang Pemuda–Patal Senayan–Tentara Pelajar–Letjen S. Parman. Kedua jalur tersebut menjadi pilihan untuk perjalanan menuju kawasan Slipi dan Tomang selama pengaturan berlangsung. Rangkaian jalan itu disampaikan sebagai rute alternatif, tanpa perubahan atau tambahan ruas di luar jalur yang telah ditetapkan.
Untuk menuju Monas dari Jakarta Barat pengendara dapat menggunakan rute.
Baca juga: Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI | Sistem E-Four pada varian AWD juga mengalami revisi pengaturan






