Kabupaten Kapuas | Brigade Mobil Polda Nusa Tenggara Barat mengerahkan 200 personel untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Pasukan tersebut disiapkan untuk memperkuat upaya pengendalian karhutla di lima wilayah, seiring kebutuhan dukungan personel dalam menghadapi kebakaran yang berdampak pada kawasan hutan dan lahan. Pengiriman ini menunjukkan keterlibatan satuan kepolisian dari luar wilayah terdampak dalam mendukung operasi penanganan bencana lintas daerah.
Ratusan personel itu terbagi dalam dua satuan setingkat kompi. Sebelum berangkat, mereka dilepas oleh Kapolda NTB Irjen Kalingga Rendra Raharja dalam acara di Mataram pada Jumat, 16 Oktober 2026. Pelepasan tersebut menandai dimulainya penugasan personel Brimob NTB untuk menjalankan tugas bantuan di wilayah Kalimantan. Dalam penugasan ini, kekuatan pasukan dari NTB diarahkan untuk mendukung kebutuhan operasional di lima wilayah yang menjadi sasaran penanganan.
Pengerahan 200 personel tersebut merupakan bagian dari Bawah Kendali Operasi (BKO) Operasi Aman Nusa II. Melalui skema BKO, personel Brimob NTB diperbantukan dalam operasi yang lebih luas, dengan pelaksanaan tugas mengikuti koordinasi dan kebutuhan di lapangan. Penugasan ini menempatkan pasukan sebagai unsur pendukung penanganan karhutla, bersama pihak-pihak terkait yang bekerja di wilayah terdampak. Kehadiran dua kompi dari NTB diharapkan menambah kapasitas personel untuk membantu upaya pengendalian kebakaran, sekaligus mendukung pelaksanaan operasi sesuai arahan yang berlaku. Pengerahan ini juga memperlihatkan pentingnya koordinasi antardaerah ketika penanganan karhutla membutuhkan dukungan tambahan. Dengan demikian, keberangkatan pasukan bukan kegiatan terpisah, melainkan bagian dari penugasan resmi dalam Operasi Aman Nusa II. Fokus pengerahan adalah membantu penanganan kebakaran di lima wilayah Kalimantan, sesuai lingkup BKO yang telah ditetapkan. Informasi mengenai pelepasan pasukan menjelaskan asal unsur yang diberangkatkan, jumlah personel, waktu, serta dasar operasional penugasannya.
Penugasan personel Brimob NTB untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan diarahkan ke lima kabupaten. Wilayah tujuan tersebut meliputi Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan. Pembagian kekuatan dilakukan berdasarkan kebutuhan penempatan di setiap daerah, dengan personel disusun ke dalam sejumlah tim agar pelaksanaan tugas terorganisasi. Rincian ini menunjukkan sebaran pasukan, bukan penempatan seluruh anggota dalam satu lokasi terpusat.
Kabupaten Kapuas menerima 48 personel yang dibagi menjadi enam tim. Dengan susunan itu, setiap tim terdiri atas delapan anggota. Jumlah dan formasi yang sama diterapkan di Kabupaten Pulang Pisau: sebanyak 48 personel ditempatkan dalam enam tim. Dua wilayah ini memperoleh porsi personel terbesar dalam pembagian yang disebutkan, sehingga masing-masing memiliki enam kelompok untuk mendukung kegiatan penanganan kebakaran. Penempatan tim mengikuti wilayah tugas yang telah ditentukan.
Tiga kabupaten lainnya, yakni Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Katingan, masing-masing diperkuat oleh 32 personel. Di setiap kabupaten, personel tersebut dibagi menjadi empat tim, atau delapan anggota per tim. Dengan demikian, tiap wilayah memperoleh formasi yang seragam, sementara jumlah kelompoknya lebih sedikit dibandingkan Kapuas dan Pulang Pisau. Pola ini memudahkan pembagian anggota sesuai cakupan penugasan di masing-masing kabupaten.
Secara keseluruhan, rincian pembagian yang tersedia mencatat 48 personel untuk Kapuas, 48 untuk Pulang Pisau, serta masing-masing 32 untuk tiga kabupaten lainnya. Angka tersebut menghasilkan 192 personel dalam lima wilayah dan 24 tim. Karena jumlah pengerahan yang diberitakan adalah 200 personel, rincian ini belum menjelaskan penempatan delapan personel lainnya. Oleh sebab itu, angka per wilayah perlu dipahami sesuai pembagian yang disebutkan, tanpa mengasumsikan lokasi tugas tambahan bagi personel yang tidak tercantum.
Pengaturan berdasarkan tim di setiap kabupaten memberi kerangka penempatan yang jelas bagi personel Brimob NTB. Enam tim ditugaskan di Kapuas dan enam di Pulang Pisau, sedangkan Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, serta Katingan masing-masing menerima empat tim. Perbedaan jumlah tim mencerminkan pembagian kekuatan dalam rencana penugasan, sementara seluruh tim diarahkan untuk mendukung upaya penanganan karhutla di wilayah tujuan masing-masing.
Sebanyak 200 personel Brimob NTB yang dikirim untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dibagi menjadi 24 tim taktis. Pembagian tersebut menjadi kerangka pengerahan personel dalam menjalankan tugas di lapangan. Setiap tim mendukung upaya penanganan karhutla melalui tiga cakupan utama, yaitu membantu pemadaman api, memantau titik kebakaran, dan mencegah munculnya titik api baru. Seluruh tugas itu diarahkan untuk memperkuat penanganan kebakaran di wilayah penugasan.
Dalam tugas pemadaman, personel membantu upaya mengendalikan api yang telah muncul. Peran ini menjadi bagian dari respons terhadap kebakaran hutan dan lahan, bersama dengan pemantauan titik kebakaran. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui keberadaan titik api di area yang ditangani. Dengan demikian, keberadaan titik kebakaran dapat menjadi perhatian dalam pelaksanaan penanganan. Selain membantu pemadaman, tim taktis juga menjalankan tugas pemantauan sebagai salah satu cakupan penugasan mereka di Kalimantan.
Cakupan tugas berikutnya adalah mencegah kemunculan titik api baru. Pencegahan ini melengkapi upaya membantu pemadaman dan memantau kebakaran, sehingga tugas personel tidak hanya berfokus pada api yang sudah muncul. Ketiga peran tersebut menjadi bagian dari dukungan 200 personel yang dibagi ke dalam 24 tim taktis. Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, ditetapkan sebagai lokasi posko utama. Dari posko utama tersebut, penugasan tim mencakup pelaksanaan tugas yang telah disebutkan, tanpa mengubah fokus pada pemadaman, pemantauan, dan pencegahan titik api baru.
Kabid Humas Polda NTB Kombes Mohammad Kholid menyampaikan bahwa penugasan 200 personel Brimob NTB untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan merupakan misi kemanusiaan. Penjelasan tersebut menempatkan pengerahan personel sebagai bentuk pelaksanaan tugas yang ditujukan untuk membantu penanganan situasi di wilayah tujuan. Dalam menjalankan penugasan, personel diharapkan memahami tanggung jawab yang menyertai kehadiran mereka, sekaligus menjaga kesiapan untuk melaksanakan tugas sesuai arahan. Keterangan itu menjadi pesan bagi anggota yang berangkat agar menjalankan misi dengan perhatian terhadap kondisi diri serta sikap kerja yang sesuai dengan tuntutan penugasan.
Kholid juga mengingatkan personel agar menjaga kesiapan fisik dan mental selama bertugas. Kedua aspek tersebut merupakan perhatian penting bagi anggota yang akan menjalankan tugas di Kalimantan, sehingga mereka perlu memastikan diri berada dalam kondisi siap. Kesiapan fisik dan mental menjadi bagian dari bekal untuk menghadapi pelaksanaan tugas, tanpa mengabaikan tanggung jawab yang telah diberikan. Pesan ini ditujukan kepada seluruh personel yang terlibat dalam penugasan, agar mereka menjaga kondisi dan kesiapan secara berkelanjutan selama menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Dengan kesiapan yang terjaga, anggota dapat memusatkan perhatian pada tugas yang harus dilaksanakan.
Selain kesiapan diri, Kholid menekankan pentingnya bekerja secara profesional. Personel diharapkan menjalankan penugasan dengan sikap profesional, sesuai tanggung jawab sebagai anggota yang dikirim untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Arahan tersebut melengkapi pesan mengenai kondisi fisik dan mental, sekaligus menjadi pedoman sikap selama melaksanakan tugas. Kombes Mohammad Kholid menyampaikan perhatian tersebut dalam konteks keberangkatan 200 personel Brimob NTB untuk misi kemanusiaan. Dengan demikian, pesan kepada anggota mencakup tiga hal utama: menjaga kesiapan fisik, memelihara kesiapan mental, dan melaksanakan tugas secara profesional. Seluruhnya menjadi bekal yang perlu diperhatikan selama mereka bertugas di wilayah Kalimantan.
Baca juga: TNI Kerahkan 308 Personel Tambahan, Total 1.138 Personel Penyuluh Perkuat Penanganan Karhutla | Pastikan Sumber Air Karhutla Tetap Andal, Personel Lanud Sjamsudin Noor Siaga 24 Jam Dukung Kesiapan dan Operasi Penanganan Karhutla | TNI Kerahkan Personel dan Heli Caracal Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah IKN





