Jakarta | Harga beras di sejumlah kelompok kualitas terpantau turun pada Senin pagi, 19 Oktober 2026, dibandingkan dengan posisi pada akhir pekan sebelumnya. Pergerakan melemah ini tercatat pada beras kualitas super, medium, maupun bawah. Data tersebut mengacu pada pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, yang menyajikan perkembangan harga pangan strategis di berbagai wilayah. Dengan demikian, penurunan pada awal pekan melanjutkan arah perubahan yang sudah mulai terlihat pada akhir pekan, bukan pergerakan yang baru muncul pada Senin.
Perbandingan catatan akhir pekan dan Senin pagi menunjukkan bahwa pelemahan harga terjadi pada beberapa kategori beras sekaligus. Cakupan tersebut penting dicermati karena kualitas super, medium, dan bawah merupakan kelompok yang berbeda dalam pemantauan harga. Meski arah perubahan masing-masing kelompok sama-sama menurun, informasi yang tersedia dalam pemantauan ini tidak merinci besaran penurunan untuk tiap kualitas. Karena itu, angka perubahan maupun perbedaan harga antarkategori perlu merujuk langsung pada rincian data PIHPS, bukan disimpulkan dari arah tren secara umum.
Catatan PIHPS memberi gambaran mengenai kondisi harga beras pada waktu pengamatan, yakni Senin pagi, serta pembandingnya pada akhir pekan. Data tersebut dapat menjadi rujukan bagi masyarakat dan pelaku pasar untuk mengikuti perkembangan harga, dengan tetap memperhatikan bahwa harga yang diamati dapat berbeda menurut jenis beras dan wilayah. Informasi yang disampaikan di sini terbatas pada tren penurunan yang terpantau, tanpa menetapkan penyebab perubahan tersebut. Pada awal pekan ini, pokok peristiwa yang tercatat adalah melemahnya harga beras kualitas super, medium, dan bawah setelah penurunan mulai terlihat pada akhir pekan sebelumnya.
Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) menunjukkan bahwa harga beras turun pada Senin, 19 Oktober 2026. Perubahan tercatat pada seluruh kategori yang disebutkan, mulai dari beras kualitas super hingga kualitas bawah. Angka awal dan akhir berikut menggambarkan harga per kilogram sebelum dan sesudah penurunan yang dilaporkan pada tanggal tersebut.
Untuk beras kualitas super, tipe I mengalami penurunan dari Rp19.500 menjadi Rp17.300 per kilogram. Selisihnya mencapai Rp2.200 per kilogram. Sementara itu, harga beras super tipe II berkurang dari Rp19.250 menjadi Rp16.700 per kilogram, atau turun Rp2.550. Dengan demikian, kedua jenis beras super sama-sama mencatat harga akhir yang lebih rendah dibandingkan angka awalnya.
Di kelompok beras medium, tipe I turun dari Rp18.550 menjadi Rp16.700 per kilogram. Penurunan untuk jenis ini sebesar Rp1.850. Beras medium tipe II juga mengalami koreksi harga, dari Rp18.200 menjadi Rp15.850 per kilogram, dengan selisih Rp2.350. Berdasarkan angka PIHPS tersebut, harga akhir kedua jenis beras medium berada di bawah Rp17.000 per kilogram.
Penurunan juga terlihat pada beras kualitas bawah. Harga tipe I berubah dari Rp17.650 menjadi Rp15.250 per kilogram, sehingga berkurang Rp2.400. Untuk tipe II, harga turun dari Rp17.250 menjadi Rp14.800 per kilogram, atau lebih rendah Rp2.450 dibandingkan angka awal. Tipe II menjadi satu-satunya jenis dalam daftar ini yang harga akhirnya berada di bawah Rp15.000 per kilogram.
Secara keseluruhan, enam jenis beras yang tercantum mengalami penurunan Rp1.850 dan Rp2.550 per kilogram. Penurunan terbesar dalam daftar terjadi pada beras super tipe II, sedangkan yang terkecil tercatat pada beras medium tipe I. Perbandingan ini merujuk khusus pada harga awal dan harga akhir yang dilaporkan untuk Senin, 19 Oktober 2026. Rincian tersebut memberikan gambaran perubahan harga berdasarkan kategori dan tipe, tanpa mencampurkan harga dari tanggal lain.
Perum Bulog menyiapkan pasokan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk mendukung ketersediaan pangan di Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Perusahaan menargetkan setiap koperasi memiliki stok minimal dua ton. Target tersebut dirancang untuk memperkuat distribusi beras sekaligus membantu menjaga stabilitas harga pangan di tingkat masyarakat. Dengan tersedianya stok di koperasi, penyaluran beras SPHP diharapkan dapat menjangkau warga melalui saluran yang lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggal mereka.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan, pemenuhan pasokan di masing-masing KDKMP dilakukan berdasarkan pesanan resmi atau purchase order (PO). Pesanan itu disampaikan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara, sehingga penyaluran beras mengikuti kebutuhan yang diajukan melalui mekanisme tersebut. Artinya, target minimal dua ton menjadi sasaran ketersediaan, sedangkan realisasi pengiriman tetap menyesuaikan PO yang diterima. Mekanisme pesanan ini menjadi dasar bagi Bulog untuk menyiapkan dan mendistribusikan stok kepada koperasi secara terukur.
Pernyataan mengenai rencana pasokan tersebut disampaikan Ahmad Rizal setelah mengikuti rapat koordinasi terbatas KDKMP di Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026. Koordinasi dengan pihak terkait menjadi bagian dari pelaksanaan penyaluran, agar kebutuhan koperasi dapat disampaikan secara resmi dan pasokan dapat dipersiapkan sesuai permintaan. Ketersediaan stok di KDKMP juga diharapkan mendukung akses masyarakat terhadap beras SPHP, terutama ketika upaya menjaga harga pangan memerlukan distribusi yang merata. Dengan mengikuti pesanan Agrinas, Bulog dapat menyelaraskan penyiapan pasokan dengan kebutuhan koperasi, tanpa menetapkan pengiriman di luar permintaan yang tercatat. Langkah ini menempatkan koperasi sebagai titik distribusi tambahan dalam upaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga beras.
Bulog menyatakan bahwa penyaluran beras untuk koperasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemesan. Perusahaan tidak menetapkan batas volume pasokan selama jumlah yang diminta sesuai dengan pesanan yang diajukan. Dengan mekanisme tersebut, koperasi dapat mengajukan kebutuhan berdasarkan permintaan di wilayahnya, sementara jumlah pengiriman dapat mengikuti pesanan yang telah tercatat. Fleksibilitas ini memberi ruang agar pasokan tidak harus dibagi dalam volume seragam kepada seluruh koperasi. Penyaluran tetap mengacu pada permintaan yang masuk, sehingga jumlah beras yang dikirim ke satu koperasi dapat berbeda dari koperasi lainnya. Bulog menyampaikan kesiapan untuk memenuhi permintaan sesuai ketentuan pesanan tersebut.
Hingga saat ini, sekitar 1.250 KDKMP telah tercatat memesan beras SPHP melalui Agrinas. Jumlah pemesan itu menunjukkan bahwa proses pengajuan kebutuhan dari koperasi telah berlangsung dan menjadi dasar bagi penyiapan distribusi. Bulog menyebut stok beras SPHP untuk pesanan tersebut telah disiapkan, sehingga dapat segera disalurkan kepada koperasi yang telah mengajukan permintaan. Pengiriman selanjutnya akan mengikuti volume yang tercantum dalam pesanan masing-masing, bukan dibatasi oleh kuota pasokan yang ditetapkan secara seragam. Ketersediaan stok yang telah disiapkan menjadi bagian dari kesiapan Bulog untuk menindaklanjuti pesanan yang masuk melalui jalur tersebut. Koperasi yang memesan dapat menerima pasokan sesuai kebutuhan dan jumlah yang telah diajukan.
Rizal menyampaikan harapan bahwa pengisian stok di koperasi dapat mempermudah masyarakat memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau. Dengan adanya persediaan di koperasi, masyarakat diharapkan memiliki akses untuk mendapatkan beras tersebut melalui titik penjualan yang dekat dengan lingkungan mereka. Pernyataan itu menekankan tujuan pengisian stok, yakni membantu memudahkan akses terhadap beras SPHP dengan harga yang terjangkau. Kesiapan stok dan penyesuaian jumlah pengiriman berdasarkan pesanan menjadi bagian dari proses pemenuhan kebutuhan koperasi. Untuk setiap koperasi, pasokan akan disesuaikan dengan jumlah yang diminta, selama sesuai dengan pesanan. Dengan demikian, koperasi yang telah mengajukan kebutuhan dapat menunggu distribusi berdasarkan pesanan yang tercatat, sementara pengisian stok diharapkan mendukung kemudahan masyarakat dalam memperoleh beras SPHP dengan harga terjangkau.
Baca juga: Pasokan Beras ASN Tiba di Yahukimo, Diangkut Hercules C-130 TNI AU | Pastikan Pasokan Air Tetap Siaga, Satgas Pam Irigasi Embung Jokowi Lanud Sjamsudin Noor Rawat Kesiapan Pompa Untuk Penanganan Karhutla | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI






