Perbandingan Harga BBM di Jawa dan Bali pada 18 Oktober 2026

Perbandingan Harga BBM di Jawa dan Bali pada 18 Oktober 2026

Jakarta | Pada Minggu, 18 Oktober 2026, daftar harga BBM Pertamina untuk wilayah Jawa dan Bali masih mengikuti penyesuaian yang berlaku sejak awal Oktober. Berdasarkan daftar Pertamina Patra Niaga, harga sejumlah produk tidak berubah pada tanggal tersebut. Informasi ini mencakup bahan bakar bersubsidi dan nonsubsidi, dengan tarif yang dihitung per liter. Karena harga dapat berbeda menurut wilayah dan jenis produk, konsumen sebaiknya mencocokkan lokasi pembelian serta nama BBM sebelum mengisi bahan bakar.

Untuk BBM bersubsidi, Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar dibanderol Rp6.800 per liter. Kedua harga tersebut tetap menjadi acuan di Jawa dan Bali pada 18 Oktober. Pertamina mempertahankan harga BBM subsidi, sehingga tarif yang berlaku tidak mengalami perubahan dibandingkan ketentuan sejak awal bulan. Harga di SPBU mengikuti daftar resmi sesuai wilayah, sementara ketersediaan produk dapat bergantung pada masing-masing stasiun pengisian.

Pada kelompok nonsubsidi, Pertamax tercatat Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo berharga Rp19.600 per liter. Untuk produk diesel nonsubsidi, Dexlite dipatok Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex Rp25.200 per liter. Seluruh angka tersebut merupakan harga per liter yang tercantum untuk wilayah Jawa dan Bali, bukan harga yang berlaku secara seragam untuk setiap daerah di Indonesia.

Pertamina juga mempertahankan harga BBM nonsubsidi pada periode ini. Dengan demikian, daftar harga pada Minggu, 18 Oktober 2026, masih sama dengan harga yang berlaku sejak awal Oktober untuk wilayah yang disebutkan. Perbedaan jenis bahan bakar, tingkat oktan, dan spesifikasi produk menjadi pertimbangan dalam memilih BBM, selain harga. Pengendara dapat memeriksa pengumuman resmi Pertamina Patra Niaga atau informasi di SPBU untuk memastikan tarif terbaru sebelum melakukan transaksi, terutama apabila terdapat pembaruan harga berikutnya.

Dalam daftar harga terbaru yang menjadi acuan pada 18 Oktober 2026, BP-AKR, Vivo, dan Shell juga belum mengubah tarif produk yang tercantum. Dengan demikian, harga BBM dari ketiga merek tersebut masih mengikuti angka pada daftar terbaru, sehingga konsumen dapat membandingkannya dengan harga penyedia lain di Jawa dan Bali. Rincian berikut mencakup produk yang tersedia dan memiliki harga tercantum.

Untuk BP-AKR, BP 92 dibanderol Rp16.130 per liter. Sementara itu, BP Ultimate tercatat seharga Rp19.330 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel berada di angka Rp25.420 per liter. Perbedaan harga ini mencerminkan pilihan produk bensin dan diesel dalam daftar, sehingga konsumen sebaiknya memastikan jenis bahan bakar yang sesuai dengan kendaraan sebelum mengisi BBM.

Vivo mencatat harga Revvo 92 sebesar Rp16.130 per liter dan Revvo 95 sebesar Rp19.330 per liter. Untuk bahan bakar diesel, Diesel Primus tercantum Rp25.420 per liter. Angka-angka tersebut sama dengan harga produk BP-AKR pada tingkat oktan atau kategori yang sebanding sebagaimana tercantum dalam daftar. Meski demikian, nama produk dan spesifikasinya berbeda, sehingga perbandingan sebaiknya tetap memperhatikan jenis BBM, bukan hanya nominal harga per liter.

Adapun Shell mencantumkan Shell V-Power Diesel dengan harga Rp25.420 per liter. Dalam daftar harga tersebut, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro belum tercantum sebagai produk yang tersedia. Karena itu, tidak ada harga untuk ketiga produk bensin Shell tersebut yang dapat dibandingkan berdasarkan daftar ini. Ketiadaan pencantuman perlu dibedakan dari perubahan tarif: informasi yang tersedia hanya menunjukkan bahwa produk-produk itu tidak muncul sebagai produk tersedia pada daftar terbaru.

Secara keseluruhan, harga yang tercantum untuk produk BP-AKR, Vivo, dan Shell menunjukkan kesamaan pada sejumlah kategori, termasuk beberapa bensin dan diesel. Namun, daftar harga dapat berubah sewaktu-waktu dan ketersediaan produk bisa berbeda menurut lokasi. Sebelum berangkat ke SPBU, konsumen dapat memeriksa kembali informasi harga serta produk yang tersedia di wilayahnya agar memperoleh gambaran paling sesuai untuk kebutuhan pengisian.

Perbandingan harga bensin yang sepadan menunjukkan dua pola berbeda produk Pertamina, BP, dan Vivo yang tercakup dalam data pada 18 Oktober 2026. Pada kelompok bensin beroktan 92, Pertamax tercatat Rp180 per liter lebih murah dibandingkan BP 92 maupun Revvo 92. Dengan demikian, selisih yang tersedia menempatkan Pertamax di bawah kedua produk tersebut untuk kategori yang dibandingkan. Angka ini merujuk pada perbedaan harga per liter, bukan perbedaan total biaya pembelian dalam jumlah tertentu.

Pola sebaliknya terlihat pada kelompok produk beroktan lebih tinggi yang datanya dapat dipadankan. Pertamax Turbo tercatat Rp270 per liter lebih mahal daripada BP Ultimate dan Revvo 95. Artinya, untuk pasangan produk yang disebutkan, posisi harga Pertamax Turbo berada di atas kedua pembandingnya dengan selisih yang sama. Perbandingan ini hanya menjelaskan jarak harga per liter berdasarkan informasi yang tersedia, tanpa menyimpulkan hal lain mengenai mutu, performa, maupun kecocokan produk bagi kendaraan.

Penting untuk menjaga kesepadanan saat membaca selisih tersebut. Pertamax dibandingkan dengan BP 92 dan Revvo 92, sedangkan Pertamax Turbo dibandingkan dengan BP Ultimate dan Revvo 95. Produk-produk itu disandingkan sesuai kelompok yang dinyatakan dalam sumber, sehingga angka Rp180 dan Rp270 tidak seharusnya dipakai untuk membandingkan seluruh jenis bensin secara umum. Begitu pula, selisih dari satu kelompok tidak dapat dianggap berlaku bagi kelompok lainnya.

Untuk pembaca yang sedang mengevaluasi harga di Jawa dan Bali, informasi ini dapat digunakan sebagai gambaran terbatas mengenai perbedaan harga antarproduk sejenis pada tanggal tersebut. Pertamax memiliki selisih lebih rendah Rp180 per liter terhadap dua pembanding beroktan 92 yang disebutkan, sementara Pertamax Turbo memiliki selisih lebih tinggi Rp270 per liter terhadap BP Ultimate dan Revvo 95. Karena data yang dirujuk hanya memberikan dua besaran selisih itu, uraian ini tidak menambahkan nilai harga absolut atau perbandingan dengan produk lain. Dengan membatasi pembacaan pada pasangan yang setara dan angka yang tersedia, konsumen dapat memahami posisi harga tanpa mencampur kategori atau menarik kesimpulan yang tidak didukung informasi.Sebelum memilih bahan bakar, pengendara sebaiknya memeriksa rekomendasi oktan dan jenis BBM yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Pertimbangan ini penting karena kebutuhan mesin berbeda-beda, bergantung pada rancangan, rasio kompresi, dan sistem pembakarannya. BBM beroktan lebih tinggi tidak otomatis meningkatkan performa atau efisiensi apabila kendaraan tidak mensyaratkannya. Sebaliknya, menggunakan bahan bakar di bawah spesifikasi yang dianjurkan dapat memicu pembakaran tidak ideal dan berisiko mengganggu kinerja mesin. Jika buku manual tidak tersedia, pemilik dapat memeriksa informasi pada tutup tangki atau meminta saran bengkel resmi maupun produsen kendaraan.

Harga sebaiknya dibandingkan setelah kecocokan produk dipastikan. Daftar harga dari penyedia BBM membantu konsumen mengetahui biaya, tetapi harga termurah bukan satu-satunya ukuran yang perlu diperhatikan. Periksa pula jenis bahan bakar yang tersedia dan sesuai untuk kendaraan, termasuk apakah mesin menggunakan bensin atau diesel. Untuk kendaraan diesel, pastikan produk yang dipilih memang memenuhi kebutuhan mesin sebagaimana dijelaskan dalam petunjuk kendaraan. Mengganti jenis BBM tanpa memastikan kompatibilitasnya dapat menimbulkan masalah, sementara selisih harga tidak sebanding dengan risiko kerusakan atau gangguan operasional.

Ketersediaan produk dapat berbeda satu SPBU dan SPBU lainnya, bahkan di wilayah yang sama. Kondisi tersebut dapat berubah mengikuti pasokan dan kebutuhan setempat.