Tiga Hari Sebelum Wafat, Yadi Timo Masih Mengajak Sahabatnya Bertemu

Kisah Terakhir Yadi Timo: Sempat Berkumpul sebelum Serangan Jantung

Kota Bogor | Tiga hari sebelum meninggal dunia, aktor senior Yadi Mulyadi, yang lebih dikenal dengan nama Yadi Timo, masih mengajak sejumlah sahabatnya untuk berkumpul dan minum kopi di kawasan Cibubur. Ajakan itu menjadi salah satu kenangan yang kini terasa begitu berarti bagi orang-orang terdekatnya. Dalam keseharian, pertemuan santai semacam itu merupakan cara Yadi menjaga hubungan dengan teman-temannya. Ia ingin menghabiskan waktu bersama, berbincang, dan menikmati suasana tanpa perlu acara khusus. Namun, rencana berkumpul tersebut tidak sempat terlaksana karena salah satu sahabat dekatnya, Denpus, sedang memiliki kesibukan pekerjaan.

Denpus mengatakan dirinya tidak dapat memenuhi ajakan Yadi karena tengah sibuk menjalani syuting. Saat itu, ia tidak menganggap ketidakberangkatannya sebagai sesuatu yang akan menjadi penyesalan besar. Mereka masih berpikir akan ada kesempatan lain untuk bertemu dan melanjutkan rencana minum kopi bersama. Karena itu, ajakan tersebut tertunda, sementara kegiatan masing-masing berjalan seperti biasa. Setelah Yadi meninggal dunia, percakapan singkat mengenai rencana itu memperoleh makna berbeda. Kesempatan berikutnya yang sebelumnya terasa mudah dijadwalkan ternyata tidak pernah datang, meninggalkan kenangan tentang niat sederhana untuk duduk bersama.

Pertemuan langsung terakhir dengan Yadi yang diingat Denpus berlangsung sekitar sebulan sebelum sang aktor wafat. Mereka bertemu di sebuah warung kopi, tempat yang memang disukai Yadi. Lokasi sederhana itu menjadi ruang yang akrab bagi Yadi untuk berbincang dengan sahabat-sahabatnya. Kenangan pertemuan tersebut kini berdampingan dengan ajakan di Cibubur yang tak sempat terwujud. Bagi Denpus, keduanya menggambarkan kedekatan yang dijaga melalui momen-momen sehari-hari, bukan hanya peristiwa besar. Secangkir kopi dan waktu untuk bercakap-cakap mungkin tampak biasa, tetapi bagi orang yang ditinggalkan, hal-hal sederhana seperti itu dapat menjadi pengingat paling personal. Rencana bertemu lagi yang sempat mereka bicarakan pun menjadi bagian dari kenangan tentang hubungan mereka.Dalam kenangan Denpus, Yadi Timo bukan hanya seorang aktor yang baik, tetapi juga sahabat yang menyenangkan. Kehadirannya membuat pertemuan terasa hangat dan obrolan mengalir dengan akrab. Bagi teman-temannya, Yadi dikenal sebagai sosok yang mudah diajak berbincang, termasuk saat mereka duduk bersama sambil menikmati kopi. Kenangan sederhana seperti itu menjadi bagian penting dari cara Denpus mengingat Yadi, jauh dari sorotan layar dan pekerjaan di dunia hiburan.

Denpus mengatakan bahwa Yadi jarang memperlihatkan gangguan kesehatannya ketika sedang berkumpul dengan teman-teman. Dalam pertemuan mereka, perhatian biasanya tertuju pada percakapan dan kebersamaan, bukan pada kondisi fisik Yadi. Sikap tersebut membuat orang di sekitarnya tidak selalu mengetahui bahwa ia sedang menghadapi persoalan kesehatan. Meski demikian, hal itu tidak mengurangi kepedulian Denpus terhadap sahabatnya; justru kenangan itu menunjukkan betapa Yadi berusaha tetap hadir dan menikmati waktu bersama teman-teman.

Menurut keterangan yang disampaikan, Yadi meninggal setelah mengalami masalah kesehatan, termasuk gula darah tinggi dan serangan jantung. Informasi yang tersedia tidak memberikan rincian lebih jauh mengenai kondisi medisnya, sehingga tidak perlu menambahkan dugaan atau uraian lain tentang penyebab dan penanganan yang dijalani. Bagi Denpus, kabar tersebut tentu menjadi kehilangan besar, mengingat hubungan persahabatan dan waktu-waktu santai yang pernah mereka lalui bersama.

Kenangan tentang Yadi memperlihatkan sisi personal seorang aktor yang juga dikenal sebagai teman yang baik. Ia dikenang bukan semata melalui karya, melainkan lewat sikapnya dalam pergaulan dan kebersamaan yang dibangun dengan orang-orang terdekat. Cerita Denpus tentang obrolan sambil ngopi memberi gambaran sederhana tentang sosok yang tetap menyenangkan saat bertemu, meski memiliki persoalan kesehatan. Bagi sahabatnya, momen-momen itu kini menjadi kenangan yang terus melekat, sekaligus pengingat akan kedekatan yang pernah terjalin bersama Yadi.

Warung kopi menjadi tempat yang akrab bagi Yadi Timo dan kawan-kawannya untuk bertemu dan berbincang. Di sana, percakapan mereka mengalir dari urusan pekerjaan hingga cerita keluarga. Yadi juga kerap membagikan kabar mengenai anak-anaknya yang masih bersekolah serta kegiatan bisnis yang dijalankannya di Indramayu. Pertemuan sederhana itu memberi ruang bagi mereka untuk saling mengetahui keadaan dan mengikuti perkembangan kehidupan masing-masing.

Denpus menyebut ajakan Yadi untuk berkumpul bukan sekadar mencari teman minum kopi. Baginya, pertemuan itu menjadi cara untuk melepas rindu sekaligus bertukar cerita dengan sahabat-sahabatnya. Mereka bisa berbincang santai, mendengarkan pengalaman satu sama lain, dan menikmati kebersamaan setelah menjalani kesibukan masing-masing. Karena itu, ajakan Yadi untuk bertemu terasa berarti bagi kawan-kawannya, terlebih ketika kemudian diketahui bahwa pertemuan terakhir berlangsung hanya beberapa hari sebelum ia wafat.

Di balik kebiasaannya berkumpul, Denpus juga mengenang selera makan Yadi yang besar. Yadi memiliki riwayat kadar gula darah tinggi, sehingga teman-temannya kerap mengingatkan agar ia lebih memperhatikan pola makan. Mereka berusaha menyampaikan kekhawatiran itu dalam obrolan sehari-hari, bukan untuk mengurangi kebersamaan, melainkan karena ingin Yadi menjaga kesehatannya. Perhatian tersebut muncul dari kedekatan mereka sebagai sahabat yang telah lama berbagi cerita dan waktu.

Yadi pernah bercerita kepada teman-temannya bahwa kadar gula darahnya menurun setelah menjalani pemeriksaan. Kabar itu tentu menjadi hal yang melegakan, meski teman-teman tetap mengingatkannya untuk berhati-hati. Denpus mengakui bahwa mereka tidak bisa begitu saja melarang Yadi menikmati makanan yang disukainya. Pada akhirnya, keputusan untuk menjaga kebiasaan makan berada pada Yadi sendiri. Kawan-kawannya hanya dapat mengingatkan dan berharap ia lebih menjaga kesehatan, agar tetap bisa berkumpul serta berbagi cerita bersama mereka.

Jenazah Yadi Timo dimakamkan di TPU Dreded, Jalan Dreded No. 43, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, pada Jumat (16/7/2026). Pemakaman tersebut menjadi momen perpisahan bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang yang mengenal almarhum. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, terlebih bagi mereka yang masih mengingat kebersamaan dan rencana pertemuan yang sempat dibicarakan. Suasana kehilangan terasa karena Yadi Timo dikenal sebagai sosok yang dekat dengan sahabat-sahabatnya. Kenangan tentang dirinya kini menjadi penghiburan sekaligus pengingat atas hubungan baik yang pernah terjalin. Di tengah kesedihan, keluarga dan para sahabat mengiringi kepergiannya dengan doa, berharap Allah SWT menerima amal ibadahnya dan melapangkan perjalanan almarhum.

Denpus menyampaikan harapan agar Yadi Timo diampuni segala dosa-dosanya dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. Doa itu menjadi ungkapan kasih serta penghormatan terakhir dari seorang sahabat yang kehilangan. Bagi Denpus, kabar kepergian Yadi Timo tentu bukan hal yang mudah diterima, apalagi pertemuan yang sempat diharapkan tidak lagi dapat terwujud. Meski demikian, kenangan akan hubungan mereka tetap tersimpan. Ia berharap almarhum memperoleh rahmat dan kasih sayang Allah, serta segala kebaikan yang pernah dilakukan menjadi amal yang diterima. Doa tersebut juga menjadi bentuk kepedulian kepada keluarga yang sedang menghadapi masa berkabung dan mencoba menerima kenyataan bahwa orang terdekat mereka telah berpulang.

Selain memohon ampunan dan tempat terbaik bagi almarhum, Denpus berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketenangan. Kehilangan seseorang yang dicintai membawa kesedihan yang tidak selalu mudah diungkapkan, sehingga dukungan dan doa dari sahabat dapat berarti besar. Semoga keluarga Yadi Timo dikuatkan dalam menjalani hari-hari setelah kepergiannya, serta diberi kelapangan hati untuk mengenang almarhum dengan penuh kasih.

Baca juga: Aksi Suarni Sudah Dipersiapkan, Kenapa Menjelang Hari H Justru Minta Bertemu Kajari? | Gambut Jadi Medan Tempur, Satgas Darat Lanud Sjamsudin Noor Pantang Pulang Sebelum Bara Terkendali | Warga juga mengejar Pimpinan Proyek bernama Heri sebelum diamankan polisi