Kota Yogyakarta | Kegiatan reresik Kali Code berlangsung di kawasan Taman Perwira, Prawirodirjan, pada Jumat (16/10). Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan di sekitar sungai. Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kota Yogyakarta bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Kerja sama itu menghadirkan kegiatan yang melibatkan unsur pemerintah dan kalangan santri dalam perhatian bersama terhadap kebersihan Kali Code.
Santri diajak terlibat langsung dalam membersihkan sungai. Keterlibatan tersebut memberi ruang bagi para santri untuk ikut mengambil bagian dalam kegiatan lingkungan, bukan hanya menyaksikan pelaksanaannya. Bersama pihak-pihak yang terlibat, mereka turut melakukan reresik di kawasan sungai. Aksi berlangsung di Taman Perwira, wilayah Prawirodirjan, sehingga kegiatan kebersihan ini berpusat pada salah satu kawasan Kali Code di Yogyakarta.
Kolaborasi Pemkot Yogyakarta dan Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menunjukkan bahwa program kebersihan lingkungan dapat melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Dalam kegiatan ini, santri menjadi bagian dari pelaksanaan aksi bersih-bersih secara langsung. Reresik Kali Code juga menempatkan perhatian pada kebersihan sungai sebagai bagian dari lingkungan yang perlu dijaga bersama. Dengan demikian, kegiatan tersebut menghubungkan kerja sama antarlembaga dengan partisipasi santri dalam aksi nyata di ruang publik.
Pelaksanaan kegiatan di Taman Perwira menjelang Hari Santri menandai keterlibatan santri dalam agenda kebersihan lingkungan di Kota Yogyakarta. Fokus kegiatan yang disampaikan adalah membersihkan sungai, dengan dukungan kerja sama pemerintah kota dan kantor Kementerian Agama setempat. Melalui partisipasi langsung itu, santri ikut hadir dalam upaya reresik Kali Code. Kegiatan pada Jumat tersebut menjadi bentuk kerja bersama untuk menjaga kebersihan kawasan sungai, tanpa terlepas dari peran warga dan lembaga yang mendukung agenda lingkungan.
Keterlibatan para santri dalam membersihkan Kali Code merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk menyambut peringatan Hari Santri. Hari Santri diperingati setiap 22 Oktober, sehingga berbagai kegiatan menjelang tanggal tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menghidupkan semangat kebersamaan dan kepedulian. Dalam kegiatan ini, perhatian diarahkan pada lingkungan sekitar, khususnya kawasan aliran Kali Code yang menjadi lokasi aksi bersih-bersih. Para santri bergabung dengan Pemkot Yogyakarta untuk terlibat langsung dalam upaya menjaga kebersihan kawasan tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri tidak hanya berlangsung sebagai penanda tanggal, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan bersama yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Aksi membersihkan Kali Code memberi ruang bagi santri untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat melalui tindakan yang nyata dan terarah. Dengan turun ke lokasi, santri ikut membantu membersihkan area sungai bersama unsur pemerintah kota. Kegiatan ini mempertemukan para peserta dalam tujuan yang sama, yakni menjaga kebersihan lingkungan di sekitar Kali Code. Bagi santri, keterlibatan tersebut menjadi bentuk partisipasi dalam kegiatan sosial yang diselenggarakan menjelang Hari Santri. Sementara itu, kerja bersama dengan Pemkot Yogyakarta memperlihatkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat melibatkan berbagai pihak. Fokus kontribusi dalam kegiatan ini adalah aksi membersihkan kawasan Kali Code, sesuai dengan tujuan kegiatan yang dilakukan.
Momentum menjelang 22 Oktober juga membuat kegiatan ini berkaitan erat dengan peringatan Hari Santri. Melalui aksi bersih-bersih, santri memperoleh kesempatan untuk mengambil bagian dalam aktivitas yang bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat di sekitarnya. Partisipasi tersebut berlangsung dalam bentuk keterlibatan langsung di lokasi, bukan sekadar kehadiran dalam sebuah perayaan. Kegiatan ini sekaligus menghadirkan cara sederhana untuk memaknai peringatan Hari Santri melalui kerja bersama. Dengan membersihkan Kali Code, para santri dan Pemkot Yogyakarta menjalankan kegiatan yang berfokus pada kebersihan sungai. Aksi tersebut menjadi ruang kontribusi bagi santri dalam rangkaian peringatan, sekaligus mengajak perhatian bersama pada kondisi lingkungan. Penekanan kegiatan tetap pada partisipasi santri dalam membersihkan Kali Code menjelang Hari Santri.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menilai kegiatan bersih-bersih Kali Code menjelang Hari Santri sebagai momentum untuk memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga ruang bagi para santri dan pihak yang terlibat untuk mengamalkan nilai pengabdian dalam kehidupan sehari-hari. Melalui keterlibatan langsung di kawasan sungai, perhatian terhadap lingkungan dapat diwujudkan dalam tindakan nyata. Pesan tersebut mengaitkan peringatan Hari Santri dengan kepedulian sosial, sekaligus mengingatkan bahwa kontribusi kepada masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan yang memberi manfaat bagi lingkungan bersama.
Menurut Ahmad Shidqi, menjaga lingkungan bukan tanggung jawab satu kelompok saja. Upaya merawat kawasan sungai dan ruang publik memerlukan kepedulian bersama, baik dari masyarakat maupun unsur pemerintah dan komunitas. Keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa kerja bersama dapat menjadi bagian penting dari usaha menjaga kebersihan. Tanggung jawab tersebut tidak berhenti setelah kegiatan berlangsung, melainkan perlu tumbuh menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang dapat mengambil peran sesuai kapasitasnya, mulai dari menjaga kebersihan sekitar hingga mendukung upaya yang mendorong lingkungan tetap terawat. Dengan demikian, kepedulian tidak hanya hadir dalam momentum tertentu, tetapi juga menjadi perhatian berkelanjutan.
Pesan Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta itu menempatkan lingkungan yang bersih dan terawat sebagai bagian dari cita-cita menghadirkan kota yang nyaman serta layak huni. Tujuan tersebut membutuhkan kesadaran bahwa kondisi lingkungan berpengaruh terhadap kenyamanan bersama, sehingga upaya menjaganya merupakan kepentingan seluruh warga. Kegiatan di Kali Code dapat menjadi pengingat mengenai pentingnya partisipasi dan pengabdian dalam merawat ruang bersama. Semangat Hari Santri pun dapat tercermin melalui tindakan yang mendukung kepentingan masyarakat, termasuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Dengan memperkuat tanggung jawab bersama, warga dan berbagai pihak diharapkan terus memberi perhatian pada lingkungan, demi mendukung terwujudnya Yogyakarta yang nyaman dan layak dihuni oleh masyarakat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menilai keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan merupakan langkah penting untuk mewujudkan visi Pemerintah Kota Yogyakarta. Upaya merawat sungai, menurutnya, tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah. Partisipasi masyarakat, komunitas, lembaga pendidikan, dan kelompok keagamaan dibutuhkan agar kepedulian terhadap kebersihan tumbuh lebih luas dan berlangsung secara berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut juga diperlukan karena menjaga kebersihan sungai menghadapi tantangan yang tidak selesai melalui kegiatan sesaat. Kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke aliran air, disertai tindakan nyata membersihkan lingkungan, dapat membantu mencegah penumpukan sampah dan menjaga kondisi kawasan sungai. Dengan banyak pihak bergerak bersama, pesan mengenai tanggung jawab menjaga lingkungan dapat menjangkau lebih banyak orang, termasuk generasi muda.
Rajwan menyampaikan bahwa tiga sungai di wilayah Kota Yogyakarta menjadi perhatian dan dibersihkan. Salah satu kegiatan berlangsung di Kali Code, dengan melibatkan santri dan unsur lain menjelang Hari Santri. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjadikan sungai bersih sekaligus memperbaiki lingkungan di sekitarnya. Pembersihan tidak hanya berfokus pada sampah yang terlihat di aliran atau tepian, tetapi juga menguatkan perhatian terhadap kawasan yang digunakan dan dihuni masyarakat.
Menurut pandangan tersebut, kerja bersama sejalan dengan visi Pemkot Yogyakarta untuk menjaga kualitas lingkungan kota. Keterlibatan banyak pihak dapat mendukung upaya pemerintah sekaligus membangun rasa memiliki terhadap sungai. Ketika warga dan kelompok masyarakat ikut merawat lingkungan, kebersihan tidak semata-mata menjadi tanggung jawab petugas, melainkan kebiasaan bersama.
Baca juga: Aksi Suarni Sudah Dipersiapkan, Kenapa Menjelang Hari H Justru Minta Bertemu Kajari? | Sinergi Babinsa dan PPL Pertanian dalam Pengubinan Menjelang Panen Padi | TNI Bersihkan Ladang Ganja di Yahukimo, 21.400 Batang Diamankan






