Jakarta | Presiden Prabowo Subianto genap berusia 75 tahun pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Ia lahir di Jakarta pada 17 Oktober 1951. Momen bertambahnya usia ini menjadi penanda untuk melihat kembali perjalanan panjang tokoh yang kini memimpin Indonesia, dari masa awal kehidupannya hingga berbagai peran yang dijalani dalam karier publik. Perjalanan tersebut mencakup pengalaman di lingkungan militer, keterlibatan dalam politik, dan akhirnya jabatan sebagai presiden. Setiap tahap menghadirkan konteks berbeda tentang bagaimana kiprah Prabowo berkembang selama beberapa dekade. Menelusuri perjalanan itu membantu pembaca memahami latar belakang seorang pemimpin, sekaligus melihat perubahan tanggung jawab yang menyertai peralihan dari satu bidang ke bidang lain.
Riwayat Prabowo kerap dibahas melalui lintasan kariernya, terutama pengalamannya sebagai perwira militer sebelum memasuki panggung politik nasional. Kedua ranah tersebut memiliki tuntutan dan ruang kerja yang berlainan. Pengalaman militer berkaitan dengan institusi pertahanan, sementara aktivitas politik membawanya berhadapan dengan proses demokrasi, partai, pemilih, dan perumusan kebijakan. Perubahan jalur karier itu berlangsung dalam konteks Indonesia yang juga mengalami perkembangan politik dari waktu ke waktu. Karena itu, kisah hidupnya tidak hanya menggambarkan perjalanan pribadi, tetapi juga bersinggungan dengan perubahan institusi dan dinamika nasional. Memahami urutan peran tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih utuh mengenai bagaimana ia kemudian mencapai posisi tertinggi dalam pemerintahan.
Pengantar ini membuka penelusuran atas perjalanan Prabowo dari latar militer hingga kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Pembahasan berikutnya dapat menyoroti tahap-tahap penting dalam kariernya, peralihan dari militer ke politik, serta proses yang mengantarkannya ke jabatan presiden. Setiap bagian perlu ditempatkan sesuai konteks dan urutan waktu, agar perubahan peran maupun tanggung jawabnya terlihat jelas. Pada usia 75 tahun, perhatian terhadap riwayat tersebut menjadi kesempatan untuk membaca kembali perjalanan yang membentuk kiprahnya di ruang publik. Ulang tahun ini dicatat sebagai penanda usia, bukan sebagai informasi tentang kegiatan atau perayaan tertentu. Fokusnya adalah memahami sosok dan lintasan karier yang menjadi bagian dari perjalanan kepemimpinan Indonesia.
Prabowo Subianto lahir dalam keluarga yang dekat dengan dunia pemikiran dan politik Indonesia. Ayahnya, Soemitro Djojohadikoesoemo, dikenal sebagai ekonom dan pernah memegang jabatan penting dalam pemerintahan, sedangkan ibunya, Dora Marie Sigar, berasal dari Minahasa. Prabowo merupakan anak ketiga dari empat bersaudara. Karena keluarganya menjalani kehidupan berpindah-pindah, masa kecilnya tidak hanya berlangsung di Indonesia. Ia tinggal di sejumlah negara, termasuk Singapura, Hong Kong, Malaysia, Swiss, dan Inggris. Pengalaman lintas negara itu memperkenalkannya kepada lingkungan budaya dan bahasa yang beragam. Prabowo diketahui fasih berbahasa Inggris, Prancis, Belanda, serta Jerman, kemampuan yang diasah dalam lingkungan pendidikan dan pergaulan internasional sejak usia muda.
Pada 1970, Prabowo mulai menempuh pendidikan di Akademi Militer Magelang. Ia menyelesaikan pendidikan tersebut dan lulus pada 1974, lalu memulai karier sebagai perwira TNI Angkatan Darat. Penugasan berikutnya membawanya ke Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite yang memiliki tugas khusus. Di sana, ia menjalani berbagai penugasan dan dipercaya memimpin sejumlah operasi. Salah satu yang paling dikenal ialah Operasi Mapenduma pada 1996, di kawasan pegunungan Papua. Operasi tersebut berkaitan dengan upaya pembebasan para peneliti yang disandera. Pengalaman lapangan dan tanggung jawab komando menjadi bagian penting dalam perjalanan karier militernya.
Di lingkungan Kopassus, Prabowo mendapat julukan “08”, yang digunakan sebagai nama sandi atau panggilan di satuan tersebut. Setelah bertugas di Kopassus, kariernya berlanjut di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pada 20 Maret 1998, ia diangkat menjadi Panglima Kostrad (Pangkostrad), salah satu jabatan strategis di TNI Angkatan Darat. Di lingkungan Kostrad, ia juga dikenal dengan julukan “Pandu”. Perjalanan dari pendidikan militer di Magelang, penugasan di Kopassus, hingga memimpin Kostrad menggambarkan tahapan utama karier Prabowo di dunia militer. Masa tersebut kemudian menjadi latar bagi perjalanan publiknya pada periode-periode berikutnya.
Peralihan Prabowo Subianto dari dunia militer ke politik menandai perubahan penting dalam perjalanan publiknya. Pengalaman panjang di lingkungan pertahanan kemudian menjadi latar bagi kiprahnya dalam pemerintahan dan persaingan elektoral. Pada 2008, ia membentuk Partai Gerakan Indonesia Raya, yang dikenal sebagai Gerindra. Pembentukan partai tersebut memberinya wadah untuk menyampaikan gagasan politik, membangun organisasi, serta menghimpun dukungan dari berbagai kalangan. Enam tahun kemudian, pada 2014, Prabowo diangkat menjadi ketua umum Gerindra. Peran itu menempatkannya sebagai figur utama dalam arah dan strategi partai. Sejak memasuki arena politik, Prabowo beberapa kali mengikuti pemilihan presiden. Kontestasi tersebut memperlihatkan ambisinya untuk memperoleh mandat memimpin Indonesia.
Perjalanan dalam pemilihan presiden tidak selalu berujung pada kemenangan. Setelah kalah dalam Pilpres 2019, Prabowo kemudian diangkat oleh Presiden Joko Widodo sebagai menteri pertahanan. Penunjukan tersebut membawa dirinya kembali ke pemerintahan, kali ini dalam jabatan yang berkaitan langsung dengan pengalaman dan latar belakangnya di bidang pertahanan. Perubahan peran dari peserta pemilihan menjadi anggota kabinet menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya. Meski demikian, keterlibatannya dalam pemerintahan tidak mengakhiri langkahnya dalam kontestasi elektoral. Prabowo tetap menjadi tokoh yang berulang kali maju dalam pemilihan presiden, dengan Gerindra sebagai partai yang dibentuknya dan dipimpinnya. Rangkaian pengalaman tersebut membentuk perjalanan politik yang bergerak dari kepemimpinan partai menuju jabatan pemerintahan.
Pada Pilpres 2024, Prabowo kembali maju sebagai calon presiden, kali ini bersama Gibran Rakabuming Raka. Pasangan tersebut memperoleh 58 persen suara dan memenangi pemilihan. Kemenangan itu menandai hasil baru setelah beberapa kali Prabowo mengikuti kontestasi presiden. Perjalanan dari membentuk Gerindra pada 2008, menjadi ketua umum pada 2014, kalah dalam Pilpres 2019, lalu menjabat sebagai menteri pertahanan, menunjukkan perubahan peran yang dijalaninya dalam politik nasional. Pada 2024, dukungan pemilih mengantarkannya menuju kepemimpinan Indonesia. Peralihan dari militer ke politik dengan demikian mencakup pembentukan organisasi, persaingan dalam pemilihan presiden, serta pengalaman di pemerintahan sebelum ia memenangi pemilihan bersama Gibran.
Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dilantik pada 20 Oktober 2024 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk masa jabatan 2024–2029. Pelantikan tersebut menandai dimulainya periode pemerintahan Prabowo-Gibran. Tanggal pelantikan menjadi penanda waktu bagi masa jabatan keduanya, yang berlangsung dalam rentang 2024 hingga 2029.
Pada 20 Oktober 2026, pemerintahan Prabowo-Gibran akan memasuki usia dua tahun. Perhitungan tersebut merujuk pada tanggal pelantikan mereka, yakni 20 Oktober 2024. Dengan demikian, tanggal yang sama pada 2026 menandai genap dua tahun sejak Prabowo menjabat sebagai presiden dan Gibran sebagai wakil presiden untuk periode 2024–2029.
Pelantikan Prabowo dan Gibran pada 20 Oktober 2024 menetapkan keduanya sebagai pasangan presiden dan wakil presiden untuk masa jabatan 2024–2029. Setelah pelantikan itu, perjalanan pemerintahan mereka dihitung dari tanggal tersebut. Pada 20 Oktober 2026, pemerintahan ini akan memasuki usia dua tahun. Penanda waktunya adalah dua tahun sejak pelantikan, sementara periode jabatan yang disebutkan tetap 2024–2029.
Dengan demikian, informasi mengenai awal masa jabatan dan penanda usia pemerintahan merujuk pada dua tanggal yang saling berkaitan. Prabowo dan Gibran dilantik pada 20 Oktober 2024 untuk periode 2024–2029. Kemudian, pada 20 Oktober 2026, pemerintahan mereka akan memasuki usia dua tahun. Kedua tanggal tersebut menjadi catatan waktu bagi pelantikan dan perjalanan pemerintahan Prabowo-Gibran dalam periode jabatan tersebut.
Baca juga: TNI Dan Militer Negara Sahabat Bangun Sinergi Operasi Gabungan Melalui STAFFEX SGS 2026 | Staff TNI Dan Militer Negara Mitra Simulasikan Operasi Gabungan Dalam Super Garuda Shield 2026 | Dari Pesantren untuk Ibu Pertiwi: Kodim 0813 Bojonegoro Bangun Sarana Olahraga Militer, Siapkan Santri Jadi Prajurit TNI






