Padang | Pembangunan ulang Stadion H. Agus Salim di Kota Padang, Sumatera Barat, memasuki tahap penting dengan membawa gagasan baru mengenai fasilitas olahraga sepak bola. Proyek ini dikerjakan oleh PT Hutama Karya (Persero) bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui kerja sama operasi HK-Adhi. Kehadiran proyek tersebut diharapkan dapat memperbarui salah satu ruang olahraga penting di Padang sekaligus menyediakan tempat pertandingan yang lebih sesuai dengan kebutuhan sepak bola modern.
Konsep utama yang diterapkan adalah football-only stadium, yaitu stadion yang dirancang secara khusus untuk pertandingan sepak bola. Berbeda dari stadion serbaguna yang biasanya memiliki lintasan atletik, rancangan ini meniadakan lintasan lari di sekeliling lapangan. Dengan demikian, area tribun dapat ditempatkan lebih dekat dengan lapangan, sementara perhatian penonton dan pengelolaan ruang dipusatkan pada jalannya pertandingan.
Penerapan konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan bentuk fisik stadion, tetapi juga dengan pengalaman yang hendak dibangun bagi penonton, pemain, dan penyelenggara. Jarak tribun yang lebih dekat dapat menciptakan suasana pertandingan yang lebih intens, sedangkan tata ruang yang terfokus berpotensi mendukung pergerakan tim, pengelolaan penonton, serta kebutuhan operasional pertandingan. Rancangan ini menunjukkan upaya menghadirkan fasilitas yang mengikuti perkembangan standar stadion sepak bola masa kini.
Dari sisi tampilan, Stadion H. Agus Salim dirancang dengan karakter modern yang tetap memadukan nuansa arsitektur rumah adat Minangkabau. Pendekatan tersebut memberikan identitas lokal pada bangunan tanpa mengurangi kesan kontemporer yang menjadi bagian dari pembaruan fasilitas. Perpaduan fungsi khusus sepak bola, desain modern, dan unsur budaya daerah menjadi ciri penting dalam pembangunan kembali stadion ini. Karena itu, proyek HK-Adhi tidak hanya berorientasi pada pembaruan bangunan, tetapi juga pada pembentukan fasilitas olahraga yang relevan dengan karakter Kota Padang dan Sumatera Barat.
Pembangunan Stadion H. Agus Salim berlokasi di Jalan Rimbo Kaluang, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang. Lokasi tersebut merupakan bagian penting dari kawasan olahraga yang selama ini dikenal masyarakat setempat. Dengan penetapan tempat pembangunan itu, proyek diarahkan untuk menghadirkan stadion yang memiliki konsep khusus sepak bola sekaligus mendukung kebutuhan fasilitas olahraga di Kota Padang dan Provinsi Sumatera Barat.
Tahapan awal pelaksanaan proyek ditandai dengan peletakan batu pertama pada 9 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya proses pembangunan secara resmi. Peletakan batu pertama juga menunjukkan bahwa rencana pengembangan Stadion H. Agus Salim telah memasuki tahap pelaksanaan setelah melalui rangkaian persiapan dan penetapan yang diperlukan.
Selanjutnya, kontrak pembangunan ditandatangani pada 9 Oktober 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Executive Vice President Divisi Infrastruktur II Hutama Karya sekaligus Kuasa KSO HK-Adhi, Andung Damar Sasongko, bersama Pejabat Pembuat Komitmen Pelaksanaan Prasarana Strategis Sumatera Barat, Ivan Pratama Setiadi. Kesepakatan tersebut menjadi dasar administratif dan kelembagaan bagi pelaksanaan pembangunan stadion sesuai lingkup pekerjaan yang telah ditetapkan.
Dari sisi pendanaan, proyek ini didukung anggaran tahun jamak untuk periode 2026–2028. Skema tersebut menunjukkan bahwa pembangunan stadion direncanakan melalui dukungan anggaran yang mencakup beberapa tahun anggaran, sehingga pelaksanaannya dapat mengikuti ketentuan dan tahapan yang berlaku. Informasi mengenai proyek ini mencakup lokasi, tahapan awal, pihak yang menandatangani kontrak, serta periode dukungan anggaran, tanpa mencantumkan nilai kontrak maupun jadwal pengerjaan secara terperinci.
Pembangunan Stadion H. Agus Salim Padang disiapkan dengan skala kawasan yang mendukung penyelenggaraan pertandingan sepak bola secara terpusat. Area yang digunakan memiliki luas 53.068,49 meter persegi, sedangkan luas bangunan utama mencapai 21.747,67 meter persegi. Besaran tersebut menunjukkan bahwa perencanaan stadion mencakup ruang yang memadai untuk kebutuhan utama pertandingan, pengelolaan kegiatan, serta kenyamanan penonton.
Fasilitas inti yang disiapkan adalah lapangan berstandar FIFA sebagai pusat aktivitas stadion. Keberadaan lapangan ini dilengkapi papan skor untuk menyampaikan informasi pertandingan kepada penonton. Stadion juga menyediakan ruang ganti pemain dan ruang pemanasan, sehingga kebutuhan tim sebelum serta selama pertandingan dapat ditangani dalam area yang telah dirancang secara khusus. Untuk mendukung pengelolaan pertandingan, tersedia pula ruang wasit sebagai bagian dari fasilitas operasional stadion.
Kebutuhan komunikasi dan kegiatan resmi turut diperhatikan melalui penyediaan ruang konferensi pers. Selain itu, terdapat lounge dan area kuliner yang melengkapi pengalaman pengunjung selama berada di kawasan stadion. Tempat duduk juga disiapkan agar dapat diakses oleh penyandang disabilitas. Penyediaan fasilitas tersebut menegaskan bahwa stadion dirancang untuk melayani kebutuhan berbagai pengguna, baik pemain, perangkat pertandingan, media, maupun penonton.
Salah satu ciri utama rancangan Stadion H. Agus Salim Padang adalah tidak adanya lintasan lari. Keputusan ini menjadi bagian dari upaya memusatkan fungsi stadion untuk sepak bola. Dengan demikian, ruang stadion diarahkan secara khusus untuk mendukung pertandingan dan aktivitas yang berkaitan dengan olahraga tersebut. Konsep ini memperjelas peran stadion sebagai arena sepak bola, bukan sebagai fasilitas yang membagi perhatian lapangan pertandingan dan lintasan atletik. Seluruh fasilitas yang disiapkan kemudian ditempatkan dalam kerangka kebutuhan sepak bola, dengan tetap memperhatikan akses dan kenyamanan pengguna.
Setelah dibangun kembali dengan konsep khusus sepak bola, Stadion H. Agus Salim Padang memiliki kapasitas 12.067 penonton. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan kapasitas sebelumnya yang berada di kisaran 10.000 penonton. Penambahan daya tampung ini memberikan ruang yang lebih memadai bagi masyarakat untuk menyaksikan pertandingan secara langsung, sekaligus mendukung penerapan standar penyelenggaraan pertandingan sepak bola yang lebih baik.
Kapasitas baru tersebut terdiri atas 114 kursi VVIP, 488 kursi VIP, 11.273 kursi reguler, dan 192 kursi media. Pembagian ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan berbagai kelompok pengguna stadion, termasuk tamu undangan, penonton umum, serta awak media yang meliput pertandingan. Ketersediaan tempat duduk yang lebih terstruktur diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Stadion H. Agus Salim merupakan markas Semen Padang FC, salah satu klub sepak bola yang memiliki keterikatan kuat dengan masyarakat Sumatera Barat. Dengan kapasitas dan fasilitas yang diperbarui, stadion ini diharapkan mampu mendukung penyelenggaraan pertandingan secara lebih optimal. Kehadirannya juga membuka peluang bagi perkembangan sepak bola daerah, baik melalui kompetisi profesional, pembinaan pemain muda, maupun berbagai kegiatan olahraga lainnya.
Hamdani, Pj. Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, menyampaikan bahwa pembangunan kembali Stadion H. Agus Salim merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menyediakan fasilitas olahraga berkualitas bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas yang layak dapat memberikan manfaat lebih luas, termasuk mendorong aktivitas olahraga dan memperkuat ekosistem sepak bola di Sumatera Barat.
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Hutama Karya bersama mitra kerja sama operasi (KSO) berkomitmen mengutamakan kualitas hasil pekerjaan, keselamatan seluruh pihak, serta ketepatan waktu pengerjaan. Ketiga aspek itu menjadi perhatian utama agar stadion dapat digunakan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi klub, penonton, komunitas olahraga, serta masyarakat luas.
