Erick Thohir Petakan Kebutuhan Skuad Garuda Jelang Piala Asia 2027

Erick Thohir Petakan Kebutuhan Skuad Garuda Jelang Piala Asia 2027

Jakarta | Ketua PSSI Erick Thohir masih memetakan kebutuhan skuad Timnas Indonesia menjelang Piala Asia 2027. Dalam sisa tiga bulan persiapan sebelum turnamen yang berlangsung pada Januari mendatang, PSSI masih mencari tambahan pemain untuk memperkuat sejumlah sektor penting. Pencarian tersebut diarahkan pada posisi sayap, lini tengah, dan penyerang, yang dinilai masih membutuhkan kedalaman serta pilihan pemain yang memadai.

Erick menyampaikan bahwa lini tengah menjadi salah satu perhatian utama. Saat ini, terdapat sekitar tiga pemain yang dinilai tampil konsisten dan dapat menjadi pilihan penting bagi tim. Namun, jumlah tersebut belum dianggap cukup untuk menghadapi rangkaian persiapan dan persaingan di Piala Asia 2027. Karena itu, Timnas Indonesia masih membutuhkan dua pemain tambahan di sektor tersebut agar komposisi lini tengah lebih kuat dan memiliki alternatif yang memadai.

Kebutuhan penguatan juga berlaku pada posisi penyerang dan sayap. Kedua sektor tersebut masih dipantau untuk menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan tim. Penambahan pemain diharapkan dapat memberikan lebih banyak opsi dalam menyusun strategi sekaligus menjaga keseimbangan skuad. Dengan waktu persiapan yang tersisa tiga bulan, pemetaan kebutuhan menjadi bagian penting dari upaya membangun tim yang lebih siap menghadapi turnamen. Erick menyampaikan hal itu di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober, saat menjelaskan rencana pemenuhan kebutuhan pemain Timnas Indonesia menuju Piala Asia 2027.

Dalam memetakan kebutuhan skuad Garuda untuk menghadapi Piala Asia 2027, Erick Thohir melakukan penilaian berdasarkan posisi. Evaluasi tersebut diperlukan agar komposisi Timnas Indonesia dapat disusun secara lebih terarah, sekaligus membantu menentukan area yang perlu dipertahankan dan bagian yang masih membutuhkan penguatan. Penilaian ini tidak serta-merta berarti seluruh susunan pemain telah ditetapkan secara final.

Pada posisi penjaga gawang, Erick menilai Timnas Indonesia telah memiliki dua pemain yang mumpuni. Ketersediaan dua kiper dengan kualitas yang dianggap memadai memberikan dasar yang cukup bagi tim dalam menyiapkan persaingan di bawah mistar. Dengan demikian, posisi tersebut dipandang tidak menjadi prioritas utama untuk mendapatkan tambahan pemain dalam pemetaan awal kebutuhan skuad.

Penilaian positif juga diberikan terhadap sektor bek tengah. Menurut Erick, kekuatan di posisi tersebut sudah tergolong cukup untuk mendukung kebutuhan tim. Komposisi yang ada dinilai mampu menjadi fondasi bagi lini pertahanan, terutama dalam menghadapi tuntutan pertandingan internasional yang membutuhkan koordinasi, ketahanan, dan kedalaman skuad.

Meski demikian, evaluasi itu tetap membuka kemungkinan adanya satu tambahan pemain di posisi bek tengah. Kehadiran pemain tambahan dapat membuat lini pertahanan lebih kuat sekaligus menyediakan pilihan yang lebih luas ketika tim menghadapi jadwal padat, perubahan strategi, atau kondisi pemain yang tidak ideal. Kebutuhan tersebut masih berada dalam tahap pemetaan, sehingga belum dapat dipahami sebagai keputusan akhir.

Gambaran mengenai penjaga gawang dan bek tengah menunjukkan bahwa Erick tidak hanya mencari kekurangan, tetapi juga mengidentifikasi posisi yang sudah memiliki fondasi memadai. Proses ini menjadi bagian dari penyusunan skuad secara menyeluruh. Setiap posisi masih dapat dievaluasi seiring perkembangan pemain, kebutuhan taktik, dan persiapan menuju Piala Asia 2027.

Pemetaan kebutuhan skuad Garuda menjelang Piala Asia 2027 menunjukkan adanya perbedaan cukup jelas sektor bek kiri dan bek kanan. Erick Thohir menyebut Timnas Indonesia memiliki sejumlah alternatif di posisi bek kiri, bahkan mencapai dua, tiga, hingga empat pemain yang dapat dipertimbangkan. Kondisi tersebut memberikan ruang lebih luas bagi tim pelatih untuk memilih pemain berdasarkan kebugaran, gaya bermain, serta kebutuhan taktik dalam setiap pertandingan.

Situasi berbeda terlihat di sisi kanan pertahanan. Pilihan yang tersedia masih relatif terbatas, terutama karena beberapa pemain yang biasa mengisi posisi tersebut sedang mengalami cedera. Keterbatasan ini membuat persaingan dan regenerasi di bek kanan belum sekuat sektor sebelah kiri. Padahal, posisi tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan pertahanan, membantu sirkulasi bola dari area belakang, serta mendukung serangan melalui pergerakan di sisi lapangan.

Karena itu, sektor bek kanan perlu menjadi salah satu fokus evaluasi bagi tim asuhan John Herdman. Evaluasi tidak hanya berkaitan dengan pemulihan pemain yang cedera, tetapi juga pemantauan terhadap opsi lain yang dapat memenuhi tuntutan permainan tim nasional. Pelatih perlu menilai kesiapan fisik, konsistensi penampilan, kemampuan bertahan, dan kontribusi pemain ketika membantu serangan. Langkah tersebut penting agar Indonesia tidak bergantung pada pilihan yang terlalu sedikit sepanjang persiapan menuju turnamen.

Selain lini belakang, PSSI masih mencari komposisi terbaik di lini tengah, sektor sayap, dan posisi penyerang. Kebutuhan itu menunjukkan bahwa pembentukan skuad tidak semata-mata berfokus pada penambahan pemain, melainkan juga peningkatan kedalaman dan keseimbangan antarlini. Dengan alternatif yang memadai di setiap posisi, tim nasional akan memiliki lebih banyak solusi ketika menghadapi lawan dengan karakter berbeda, sekaligus mampu mengantisipasi cedera, akumulasi kartu, atau perubahan strategi selama kompetisi.

Erick Thohir menaruh perhatian pada keseimbangan komposisi skuad Indonesia, terutama pemain yang berkarier di luar negeri dan mereka yang tampil di liga domestik. Menurutnya, kedalaman tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas sebelas pemain utama, tetapi juga oleh ketersediaan pilihan ketika terjadi cedera, penurunan performa, atau perubahan kebutuhan taktik. Karena itu, pemain dari kompetisi lokal tetap memiliki ruang penting dalam persiapan Garuda, selama mampu menunjukkan konsistensi dan memenuhi standar permainan internasional.

Erick membandingkan kondisi tersebut dengan Jepang, salah satu rival Indonesia di fase grup Piala Asia 2027. Ia menyebut Jepang memiliki sekitar 12 pemain yang bermain di Liga Inggris, sementara jumlah pemain Jepang yang berkarier di Eropa disebut sangat besar, mencapai sekitar 100 orang. Situasi itu membuat Jepang mempunyai pilihan lebih banyak untuk mengisi setiap sektor ketika pemain utama mengalami cedera. Perbandingan tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia perlu memperluas basis pemain berkualitas, bukan hanya mengandalkan nama-nama yang sudah mapan di luar negeri.

Pemetaan kebutuhan skuad akan dilakukan melalui evaluasi bersama tim Badan Tim Nasional (BTN) dan John Herdman. Setiap sektor, mulai dari penjaga gawang, pertahanan, lini tengah, hingga penyerangan, akan ditinjau untuk menentukan kebutuhan pemain dan pelapisnya. Perencanaan itu tidak berhenti untuk Piala Asia 2027, tetapi juga diarahkan pada pembentukan tim menuju kualifikasi Piala Dunia 2030. Undian kualifikasi dijadwalkan berlangsung pada 15 Desember 2026, dengan Indonesia disebut memulai perjalanan dari putaran kedua, bukan putaran pertama seperti pada kualifikasi Piala Dunia 2026. Erick menegaskan bahwa ketentuan FIFA dan AFC harus diikuti, meskipun Indonesia berharap dapat langsung masuk putaran keempat.

Baca juga: Sikat Laos, Timnas U-20 Indonesia Geser Australia di Puncak Grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 | Lompatan Ranking FIFA Timnas Indonesia di Era Erick Thohir: Tiga Pelatih, Naik 31 Peringkat