Banjarmasin | Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri masih melakukan pemeriksaan sampel DNA dari lima jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang hingga kini belum teridentifikasi. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan identitas korban secara akurat, terutama karena kondisi jasad sangat sulit dikenali melalui pemeriksaan fisik maupun pencocokan ciri-ciri lainnya.
Pemeriksaan DNA menjadi tahapan penting dalam proses identifikasi karena dapat memberikan kepastian berdasarkan kecocokan genetik dengan anggota keluarga korban. Sampel dari jenazah akan dianalisis dan dibandingkan dengan sampel pembanding dari keluarga yang telah disiapkan. Hasil analisis itu nantinya menjadi dasar bagi petugas untuk memastikan identitas masing-masing korban sebelum proses penyerahan jenazah dilakukan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Kalimantan Selatan Kombes Much Sofwan menyampaikan informasi tersebut di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, Senin. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan masih berlangsung sehingga identitas lima jenazah tersebut belum dapat diumumkan. Tim terkait tetap memproses seluruh sampel secara hati-hati agar hasil yang diperoleh benar-benar dapat dipertanggungjawabkan.
Kondisi jenazah yang tidak mudah dikenali membuat metode identifikasi konvensional belum cukup untuk menetapkan identitas korban. Karena itu, analisis DNA menjadi langkah terakhir yang diandalkan oleh tim pemeriksa. Selain membantu memastikan identitas, hasil pemeriksaan tersebut juga penting bagi keluarga korban yang masih menunggu kepastian mengenai anggota keluarganya.
Proses identifikasi terhadap korban KM Virgo Transport 8 dilakukan secara bertahap dengan melibatkan unsur kesehatan dan kepolisian. Selama hasil pemeriksaan belum rampung, lima jenazah masih berada dalam penanganan pihak berwenang di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin. Penyampaian hasil akan dilakukan setelah seluruh tahapan pemeriksaan selesai dan kecocokan data genetik dinyatakan valid.
Tim identifikasi telah menghimpun seluruh data pembanding ante mortem dari keluarga korban KM Virgo Transport. Data tersebut dikumpulkan melalui komunikasi dan pemeriksaan terhadap pihak keluarga yang melaporkan kehilangan anggota keluarganya. Informasi yang diterima mencakup keterangan personal, ciri fisik, catatan medis, serta berbagai dokumen pendukung yang dapat membantu proses pengenalan jenazah.
Salah satu komponen penting dalam data pembanding itu adalah sampel DNA dari keluarga korban. Sampel tersebut diperlukan untuk dilakukan pencocokan secara ilmiah dengan material genetik yang diperoleh dari lima jenazah yang hingga kini belum dikenali. Melalui perbandingan DNA, tim dapat menilai kesesuaian hubungan biologis jenazah dan keluarga yang memberikan sampel.
Kelengkapan data ante mortem menjadi bagian penting dalam proses identifikasi, karena pemeriksaan tidak hanya mengandalkan satu indikator. Data dari keluarga dapat dibandingkan dengan temuan postmortem, seperti kondisi fisik, ciri gigi, barang yang melekat pada tubuh, serta hasil pemeriksaan medis lainnya. Penggabungan berbagai informasi tersebut diperlukan agar penetapan identitas dilakukan secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Meski seluruh bahan pemeriksaan dari keluarga telah terkumpul, hasil analisis DNA dari Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri belum diterima hingga informasi tersebut disampaikan. Dengan demikian, proses pencocokan identitas terhadap lima jenazah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Tim terkait akan menggunakan hasil analisis itu sebagai dasar untuk memastikan apakah terdapat kecocokan sampel keluarga dan jenazah yang belum teridentifikasi. Selama hasil resmi belum tersedia, identitas kelima korban tersebut belum dapat diumumkan atau dipastikan secara definitif.
Much Sofwan mengimbau keluarga korban KM Virgo Transport untuk tetap bersabar menantikan hasil pemeriksaan DNA terhadap lima jenazah yang hingga kini belum teridentifikasi. Ia memahami bahwa keluarga berada dalam situasi sulit karena membutuhkan kepastian mengenai anggota keluarga mereka. Namun, proses identifikasi memerlukan ketelitian agar setiap jenazah dapat dipastikan berdasarkan data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Pemeriksaan DNA menjadi bagian penting dalam proses identifikasi, terutama ketika kondisi jenazah menyulitkan pengenalan secara langsung. Sampel dari jenazah akan dibandingkan dengan sampel pembanding dari keluarga yang melapor kehilangan anggota keluarganya. Tahapan tersebut harus dilakukan secara cermat untuk mencegah kesalahan penetapan identitas. Karena itu, keluarga diminta memberikan waktu kepada tim yang menangani pemeriksaan hingga seluruh tahapan selesai.
Menurut Much Sofwan, harapan utama saat ini adalah identitas kelima jenazah dapat segera diketahui. Kepastian tersebut akan membantu keluarga memperoleh informasi yang jelas serta menentukan langkah berikutnya, termasuk proses pemulangan dan pemakaman jenazah. Kendati demikian, sampai pemeriksaan selesai, belum ada hasil final yang dapat mengungkap nama-nama korban secara resmi.
Proses identifikasi masih berlangsung dan informasi mengenai hasilnya akan disampaikan setelah data dinyatakan valid. Keluarga diharapkan tidak langsung mempercayai informasi yang belum berasal dari pihak berwenang, karena setiap perkembangan perlu menunggu verifikasi. Sambil menanti, koordinasi keluarga, petugas, dan tim pemeriksa terus dilakukan. Dengan pemeriksaan yang teliti, diharapkan kelima jenazah dapat segera teridentifikasi dan keluarga memperoleh kepastian yang selama ini dinantikan.
Kelima jenazah yang pemeriksaan DNA-nya belum rampung dipastikan menjadi korban terakhir yang diidentifikasi dalam rangkaian penanganan korban KM Virgo Transport. Kepastian tersebut didasarkan pada tidak adanya temuan korban baru selama satu minggu terakhir. Dengan demikian, proses identifikasi yang masih berlangsung terhadap lima jenazah itu menjadi bagian terakhir dari korban yang telah ditemukan dan diserahkan untuk pemeriksaan.
Meski tidak ada penemuan baru dalam sepekan terakhir, tim Disaster Victim Identification (DVI) tetap bersiaga. Tim tersebut masih siap menjalankan proses identifikasi kembali apabila pada waktu mendatang ditemukan korban lain yang berkaitan dengan peristiwa kapal Virgo. Kesiapsiagaan ini diperlukan agar setiap jenazah yang ditemukan dapat segera ditangani melalui prosedur identifikasi yang berlaku.
Status lima jenazah itu menunjukkan bahwa proses pemeriksaan belum sepenuhnya selesai, sementara pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih menjadi perhatian. Tidak adanya temuan baru selama satu minggu terakhir menjadi dasar penyebutan kelima jenazah sebagai korban terakhir yang diidentifikasi sejauh ini, tanpa menutup kesiapan tim untuk menerima dan memeriksa temuan berikutnya.
Berdasarkan data keseluruhan, masih terdapat 53 korban kapal Virgo yang belum ditemukan. Jumlah tersebut tercatat dari total 243 penumpang dan awak kapal. Data itu menggambarkan bahwa meskipun lima jenazah terakhir telah dipastikan sebagai korban yang sedang diidentifikasi, masih ada puluhan korban yang belum ditemukan dari keseluruhan penumpang dan awak kapal.
Baca juga: Tingkatkan Literasi Kesehatan, Koramil Trucuk Bojonegoro dan Puskesmas Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis | Kodim 0906/Kkr Hadir Untuk Masyarakat, Gelar Donor Darah Serta Pengobatan Dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Menyambut HUT TNI | TNI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Sambut HUT ke-81

