Kota Bekasi | Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan menyelenggarakan pelatihan pengolahan pangan lokal pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Lotte Grosir Bekasi, Jalan Ahmad Yani, sebagai bagian dari upaya mendorong masyarakat agar semakin kreatif dalam mengolah bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Pelatihan ini berfokus pada pengembangan olahan pangan lokal menjadi makanan yang sehat, bergizi, beragam, dan aman dikonsumsi. Fokus tersebut menempatkan bahan pangan lokal bukan hanya sebagai sumber konsumsi, tetapi juga sebagai bahan yang dapat diolah secara kreatif dengan memperhatikan kualitas dan keamanan makanan. Melalui kegiatan ini, masyarakat didorong untuk memahami pentingnya pilihan pangan yang memenuhi prinsip beragam, bergizi seimbang, dan aman atau B2SA.
Penyelenggaraan pelatihan di Kota Bekasi menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap penguatan pemanfaatan pangan lokal. Kreativitas dalam pengolahan diharapkan dapat menghasilkan pilihan makanan yang lebih bervariasi tanpa mengabaikan nilai gizi maupun keamanan bagi konsumen. Dengan demikian, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi masyarakat untuk melihat potensi bahan pangan lokal secara lebih luas dan mengolahnya menjadi sajian yang layak dikonsumsi.
Informasi mengenai waktu, penyelenggara, dan lokasi menjadi bagian penting dari pelaksanaan kegiatan ini. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi mengambil peran dalam menyelenggarakan pelatihan, sementara Lotte Grosir Bekasi di Jalan Ahmad Yani menjadi tempat berlangsungnya kegiatan. Agenda pada 28 September 2026 itu secara khusus diarahkan untuk mendorong kreasi pangan lokal melalui pengolahan makanan yang sehat, bergizi, beragam, serta aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Pelatihan yang didorong Pemerintah Kota Bekasi ini menempatkan pangan lokal sebagai sumber inspirasi untuk menciptakan menu yang lebih beragam dan bernilai gizi. Peserta diarahkan memahami bahwa bahan pangan yang tersedia di sekitar dapat diolah menjadi hidangan menarik, tidak hanya dikonsumsi dalam bentuk sederhana atau tradisional. Pendekatan tersebut sejalan dengan prinsip B2SA, yaitu beragam, bergizi, seimbang, dan aman, sehingga makanan yang dihasilkan diharapkan mampu memenuhi kebutuhan tubuh sekaligus memiliki cita rasa yang dapat diterima berbagai kalangan.
Ubi menjadi salah satu bahan utama yang dikembangkan dalam kegiatan tersebut. Jenis pangan ini relatif mudah ditemukan, memiliki kandungan karbohidrat sebagai sumber energi, serta dapat diolah menjadi beragam sajian. Ubi dapat dikukus, dipanggang, direbus, atau diubah menjadi bahan dasar makanan ringan dan menu utama. Pengolahan yang kreatif memungkinkan ubi hadir dalam bentuk yang lebih modern tanpa menghilangkan karakter pangan lokal. Pemilihan metode memasak juga perlu memperhatikan penggunaan minyak, gula, dan garam agar kualitas gizinya tetap terjaga.
Selain ubi, pelatihan memperkenalkan pemanfaatan protein nabati, seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan hasil olahannya. Kelompok bahan ini dapat melengkapi kebutuhan protein serta memberikan tekstur dan rasa yang beragam pada hidangan. Perpaduan ubi dengan protein nabati membuka peluang terciptanya menu yang lebih seimbang, misalnya kudapan padat gizi, lauk berbahan campuran, atau sajian praktis untuk keluarga. Kombinasi tersebut juga dapat menjadi pilihan terjangkau bagi masyarakat yang ingin mengurangi ketergantungan pada bahan pangan tertentu.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teknik memasak, tetapi juga menyusun komposisi menu dengan mempertimbangkan kandungan gizi, keamanan bahan, kebersihan proses, dan tampilan sajian. Pengetahuan tersebut diharapkan mendorong masyarakat mengembangkan resep secara mandiri, memanfaatkan hasil pangan setempat, serta memperkaya pilihan makanan sehari-hari. Pada akhirnya, kreasi berbasis ubi dan protein nabati dapat mendukung pola konsumsi yang sehat sekaligus meningkatkan apresiasi terhadap potensi pangan lokal.
Kegiatan pelatihan menu B2SA menjadi sarana edukasi yang penting bagi masyarakat untuk memahami hubungan pangan, kesehatan, dan kualitas hidup. Melalui kegiatan ini, warga memperoleh pengetahuan mengenai penerapan prinsip Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman dalam penyusunan menu sehari-hari. Pemahaman tersebut dapat membantu masyarakat memilih bahan pangan secara lebih bijak, menyesuaikan kebutuhan gizi keluarga, serta mengolah makanan dengan cara yang aman dan menarik.
Selain memberikan wawasan, pelatihan ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan praktis masyarakat. Peserta dapat mengenali berbagai potensi pangan lokal yang tersedia di lingkungan sekitar, termasuk bahan yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pengenalan tersebut membuka peluang untuk mengolah bahan pangan lokal menjadi hidangan yang memiliki cita rasa baik, tampilan menarik, dan nilai tambah ekonomi. Dengan kemampuan pengolahan yang semakin baik, masyarakat berpotensi mengembangkan produk pangan rumahan yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Kreasi menu berbasis pangan lokal juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang lebih dekat dengan kehidupan warga. Bahan yang mudah diperoleh dapat diolah menjadi pilihan makanan keluarga maupun produk yang memiliki peluang untuk dipasarkan. Namun, pengembangan tersebut tetap perlu memperhatikan keseimbangan kandungan gizi, kebersihan bahan, proses pengolahan, serta keamanan pangan. Dengan demikian, kreativitas dalam mengolah pangan tidak hanya menghasilkan menu yang menarik, tetapi juga mendukung pola konsumsi yang sehat.
Dalam dukungan terhadap kegiatan tersebut, Tri Adhianto Tjahyono bersama Wakil Wali Kota Bekasi, dr. Abdul Harris Bobihoe, tercantum sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kota Bekasi pada ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Dukungan ini memperkuat pentingnya peningkatan kapasitas warga melalui edukasi dan pelatihan yang berkelanjutan. Masyarakat diharapkan semakin percaya diri memanfaatkan potensi pangan lokal, baik untuk memenuhi kebutuhan keluarga maupun mengembangkan peluang usaha.
Pelatihan menu B2SA dengan demikian tidak berhenti pada pengenalan resep, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pemanfaatan pangan lokal secara produktif dan bertanggung jawab. Pengetahuan serta keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi warga untuk menciptakan menu bergizi, memperkuat kemandirian pangan, dan mendukung pemberdayaan masyarakat di tingkat lingkungan.
Pelatihan menu B2SA memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memperkenalkan resep baru kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diversifikasi pangan, yaitu mendorong keluarga untuk memanfaatkan beragam sumber pangan selain bergantung pada satu jenis bahan pokok. Dengan pilihan bahan yang lebih bervariasi, masyarakat dapat mengatur konsumsi pangan secara lebih seimbang sekaligus menyesuaikannya dengan potensi dan ketersediaan bahan di lingkungan sekitar.
Pemanfaatan pangan lokal juga dapat memperkuat ketahanan pangan keluarga. Bahan pangan yang mudah diperoleh dari wilayah setempat berpeluang membantu keluarga mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah dan menghadapi perubahan harga maupun ketersediaan komoditas tertentu. Pengetahuan mengenai pengolahan pangan yang aman, bergizi, beragam, dan sesuai kebutuhan keluarga dapat menjadi bekal penting dalam membangun pola konsumsi yang lebih mandiri.
Pemerintah Kota Bekasi berharap pelatihan tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi peserta dan masyarakat luas. Kreativitas dalam mengolah bahan pangan lokal diharapkan terus tumbuh, baik untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga maupun menghasilkan menu yang memiliki nilai tambah. Penguasaan keterampilan itu juga dapat membuka peluang pengembangan usaha kuliner berbasis potensi lokal, termasuk usaha rumahan, produk olahan, dan layanan makanan yang menyajikan menu bergizi dengan daya tarik yang lebih beragam.
Keberlanjutan kegiatan serupa akan mendukung terbentuknya masyarakat yang mampu melihat pangan lokal sebagai sumber kesehatan sekaligus peluang ekonomi. Melalui pemanfaatan bahan pangan yang tersedia di sekitar, Pemerintah Kota Bekasi menempatkan keluarga sebagai bagian penting dalam pembangunan ketahanan pangan. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya melalui pemanfaatan pangan lokal dalam pembangunan Kota Bekasi.

