BANDUNG, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Isenmulang FC akan menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan BRI Super League 2026/2027 pada Jumat, 9 Oktober 2026. Pertandingan dijadwalkan dimulai pukul 15.30 WIB dan menjadi kesempatan bagi kedua tim untuk menambah perolehan poin dalam persaingan liga. Meski berstatus sebagai tuan rumah, Isenmulang tidak dapat memainkan laga tersebut di markas utamanya di Palangkaraya.
Venue pertandingan dipindahkan ke Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung. Perubahan lokasi ini membuat Isenmulang harus menjalani pertandingan kandang di luar wilayahnya sendiri. Situasi tersebut tergolong unik karena secara administratif dan kompetisi Isenmulang tetap menjadi tuan rumah, tetapi suasana pertandingan tidak berlangsung di hadapan pendukungnya di Palangkaraya. Persebaya pun harus menyesuaikan persiapan dengan tempat pertandingan yang berbeda dari agenda kandang biasa.
Pemindahan laga berkaitan dengan kondisi Stadion Tuah Pahoe yang belum dapat digunakan. Karena itu, Isenmulang belum bisa kembali ke stadion utama yang semestinya menjadi panggung pertandingan kandang mereka. Stadion Sumpah Pemuda kemudian dipilih sebagai lokasi sementara untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan laga sekaligus memastikan jadwal kompetisi tetap berjalan sesuai ketentuan.
Selain berpindah kota, pertandingan Isenmulang FC kontra Persebaya Surabaya juga digelar tanpa penonton. Kebijakan ini diterapkan sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan yang memengaruhi kondisi di wilayah terkait. Tidak adanya penonton akan mengubah atmosfer pertandingan, terutama bagi Isenmulang yang kehilangan dukungan langsung dari suporter. Namun, kedua kesebelasan tetap dituntut menjaga konsentrasi dan menjalankan pertandingan secara profesional. Bagi Persebaya, laga di Bandar Lampung menjadi tantangan tersendiri karena harus menghadapi tuan rumah dalam situasi kandang yang tidak lazim. Sementara itu, Isenmulang perlu memanfaatkan status tuan rumah sebaik mungkin meskipun bermain jauh dari Palangkaraya dan tanpa dukungan tribun.
Isenmulang FC datang dengan tekanan besar setelah belum mengumpulkan satu poin pun dari tiga pertandingan awal. Tim kebanggaan warga Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tersebut masih menempati posisi terbawah klasemen sementara. Catatan itu membuat laga menghadapi Persebaya menjadi kesempatan penting untuk menghentikan tren negatif sekaligus membuka peluang kebangkitan di hadapan pendukungnya.
Pada pertandingan pertama, Isenmulang FC harus mengakui keunggulan Arema FC dengan skor telak 0-4. Hasil kurang menggembirakan kembali mereka dapatkan saat menghadapi Bali United. Dalam pertandingan tersebut, Isenmulang FC takluk 1-4. Pada penampilan ketiga, upaya meraih angka juga belum membuahkan hasil karena mereka menyerah 0-2 kepada Bhayangkara FC.
Rangkaian hasil tersebut menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih. Jeda internasional dimanfaatkan untuk mematangkan persiapan, baik dari sisi taktik, organisasi permainan, maupun kesiapan mental para pemain. Mundari Karya menegaskan besarnya kebutuhan tim untuk segera mendapatkan hasil positif. “kami butuh poin, kami butuh kemenangan,” ujarnya, dengan pesan bahwa target Isenmulang FC bukan sekadar tampil kompetitif, melainkan mengakhiri laga dengan tambahan angka.
Meski demikian, tugas tersebut tidak mudah karena Persebaya dinilai bukan lawan yang ringan. Isenmulang FC kemungkinan tidak melakukan banyak perubahan pada starting XI demi menjaga kesinambungan permainan yang telah disiapkan selama masa jeda. Makan Konate, Vinicius Baiano, dan Douglas Cruz diproyeksikan tetap menjadi bagian dari susunan awal. Ketiganya diharapkan mampu memberikan pengaruh dalam membangun serangan, sementara pemain lain di lini belakang dan depan dituntut tampil lebih disiplin serta efektif. Kombinasi kerja keras, konsentrasi, dan dukungan suporter akan menjadi modal penting bagi Isenmulang FC untuk berusaha keluar dari dasar klasemen.
Persebaya Surabaya datang ke Bandar Lampung dengan ambisi kuat untuk membawa pulang tiga poin dari markas sementara Isenmulang FC. Laga keempat Super League menjadi kesempatan penting bagi tim tamu untuk menjaga momentum sekaligus mempertegas target bersaing di papan atas. Situasi pertandingan yang digelar di luar kandang sendiri tidak mengurangi keyakinan skuad. Tanpa dukungan langsung Bonek di stadion, para pemain tetap dituntut tampil berani, disiplin, dan efektif sejak menit awal. Dalam unggahan klub menjelang pertandingan, Persebaya menyerukan semangat bersama untuk menghadapi tantangan tersebut dan menunjukkan kesiapan merebut hasil maksimal.
Pelatih Bernardo Tavares menyadari Isenmulang FC berpotensi bangkit, terutama ketika bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Karena itu, persiapan Persebaya tidak hanya berfokus pada penguasaan bola, tetapi juga pada respons cepat terhadap perubahan situasi. Tim tamu diperkirakan menyiapkan skema untuk mengejar gol cepat melalui serangan balik, dengan memanfaatkan ruang di belakang garis pertahanan lawan. Pola tersebut membutuhkan koordinasi rapat, keputusan yang cepat, serta kemampuan mengubah fase bertahan menjadi serangan dalam beberapa sentuhan. Pendekatan ini diharapkan dapat menekan Isenmulang sejak awal dan memaksa mereka bermain di bawah tekanan.
Di lini depan, Yann Mabella, Risaldi Malik, dan Miguel Pereira menjadi tumpuan utama untuk menciptakan ancaman. Pergerakan ketiganya diperlukan untuk membuka ruang, memenangkan duel, serta menyelesaikan peluang secara efisien. Sementara itu, Ramalho, Risto Mitrevski, dan Toni Firmansyah memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan tim. Mereka dituntut membantu mempertahankan soliditas, mengalirkan bola, dan mendukung transisi permainan di kedua sisi lapangan. Perpaduan ketajaman lini depan dan kestabilan antarlini akan menjadi kunci bagi Persebaya untuk mengendalikan pertandingan serta merealisasikan target kemenangan di Bandar Lampung.
Isenmulang FC diproyeksikan turun dengan formasi 4-3-3 untuk menghadapi Persebaya Surabaya. Jeffri Wibowo menempati posisi penjaga gawang, dengan Ardi Ramdani, Leo Lelis, Douglas Cruz, dan Brayen Pondaag sebagai kuartet pertahanan. Di lini tengah, Madou Manneh, Galuh Nata, serta Makan Konate diharapkan menjadi penghubung pertahanan dan penyerangan. Sementara itu, Gufroni Al Maruf, Vinicius Baiano, dan Rafly Ariyanto dipasang sebagai trisula di lini depan.
Komposisi tersebut menunjukkan upaya Isenmulang FC untuk menjaga keseimbangan permainan melalui kepadatan di sektor tengah dan kecepatan para penyerang dari sisi lapangan. Makan Konate dapat berperan penting dalam mengatur ritme sekaligus memberikan pengalaman, sedangkan Vinicius Baiano dan Rafly Ariyanto diharapkan mampu memanfaatkan ruang di area pertahanan lawan. Kinerja lini belakang juga menjadi perhatian agar mampu meredam tekanan Persebaya sejak awal pertandingan.
Di kubu Persebaya Surabaya, formasi 4-3-3 diproyeksikan mengandalkan Reza Arya sebagai penjaga gawang. Arief Catur, Walber, Yuran Fernandes, dan Jefferson mengisi barisan belakang. Ramalho, Risto Mitrevski, serta Toni Firmansyah diperkirakan mengawal lini tengah, sementara Yann Mabella, Risaldi Malik, dan Miguel Pereira menjadi pilihan di lini serang.
Persebaya lebih diunggulkan dalam pertandingan ini karena memiliki nama besar dan materi pemain yang dinilai lebih berkualitas. Selain itu, tim tersebut belum terkalahkan dalam tiga pertandingan, sehingga datang dengan modal kepercayaan diri yang relatif kuat. Penguasaan bola, organisasi permainan, dan ketajaman trio depan dapat menjadi keunggulan penting apabila dijalankan secara konsisten.
Meski demikian, Isenmulang FC memiliki motivasi besar untuk mengakhiri rentetan hasil buruk di hadapan pendukungnya. Tekanan tersebut dapat mendorong para pemain tampil lebih agresif dan disiplin. Peta keunggulan memang cenderung mengarah kepada Persebaya, tetapi hasil pertandingan belum dapat disimpulkan sebelum laga berlangsung. Performa aktual, strategi pelatih, serta kemampuan kedua tim memanfaatkan peluang tetap akan menjadi penentu utama.

