Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok: Video Terverifikasi, Dua Petugas Diperiksa

Dugaan Pesta Narkoba di Rutan Depok: Video Terverifikasi, Dua Petugas Diperiksa

KOTA DEPOK, JAWA BARAT — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Dugaan pesta narkoba di Rutan Kelas I Kota Depok mendapat perhatian setelah sebuah video beredar dan menampilkan aktivitas yang disebut berlangsung di dalam lingkungan rumah tahanan. Peristiwa ini bukan semata-mata kabar tanpa dasar, sebab pihak rutan telah melakukan pemeriksaan awal terhadap rekaman tersebut. Dari pemeriksaan itu, petugas rutan membenarkan bahwa lokasi yang terlihat dalam video berada di area Rutan Depok.

Kepala Rutan Kelas I Kota Depok, Ario Galih Maduseno, menyampaikan keterangan tersebut kepada wartawan pada Minggu malam, 4 Oktober. Ia menyebut bagian ruangan yang tampak dalam rekaman merupakan area kamar rutan. Berdasarkan penelusuran sementara, video itu terindikasi memang direkam di Rutan Depok, meskipun sejumlah hal terkait waktu pengambilan gambar, pihak yang berada di lokasi, dan konteks aktivitasnya masih perlu diperiksa lebih lanjut.

Pengakuan mengenai lokasi video menjadi dasar bagi pihak berwenang untuk menelusuri dugaan pelanggaran yang mungkin terjadi. Pemeriksaan tidak hanya diperlukan untuk mengidentifikasi orang-orang dalam rekaman, tetapi juga untuk mengetahui bagaimana perangkat perekam dapat digunakan dan bagaimana video tersebut beredar ke publik. Langkah ini penting agar informasi yang disampaikan tidak berhenti pada penilaian berdasarkan potongan gambar.

Ario belum menyimpulkan bahwa seluruh isi video membuktikan adanya pesta narkoba atau pelanggaran tertentu. Keterangan resmi mengenai dugaan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap petugas maupun penghuni rutan terkait. Karena itu, pembenaran lokasi rekaman perlu dibedakan dari pembuktian atas seluruh aktivitas yang tampak di dalam video. Pihak rutan diharapkan menyampaikan perkembangan pemeriksaan secara terbuka setelah fakta-fakta yang diperlukan berhasil dikumpulkan.

Pihak Rumah Tahanan Negara (Rutan) Depok mengambil langkah awal dengan memeriksa kamar yang diduga berkaitan dengan video berisi dugaan pesta narkoba. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mencocokkan informasi yang muncul dalam rekaman dengan kondisi serta penghuni kamar pada saat kejadian yang diduga berlangsung. Langkah ini menjadi bagian dari upaya rutan mengumpulkan keterangan awal secara objektif, tanpa langsung menyimpulkan adanya pelanggaran atau menetapkan pihak tertentu sebagai pelaku.

Berdasarkan pemeriksaan awal, terdapat kurang lebih 22 warga binaan yang berada di kamar tersebut. Jumlah itu membuat proses penelusuran perlu dilakukan secara bertahap agar keterangan setiap orang dapat dibandingkan dengan informasi lain, termasuk isi video, waktu kejadian, dan situasi di dalam kamar. Pihak rutan kemudian mendalami sekitar tiga sampai empat orang yang dinilai perlu dimintai penjelasan lebih lanjut mengenai apa yang mereka ketahui, posisi masing-masing, serta kemungkinan adanya aktivitas yang berkaitan dengan dugaan dalam rekaman.

Pendalaman terhadap sejumlah warga binaan tersebut masih berlangsung. Mereka belum dapat disebut sebagai pelaku karena pemeriksaan masih berada pada tahap klarifikasi dan pengumpulan fakta. Pihak rutan perlu memastikan terlebih dahulu apakah video yang beredar benar menggambarkan kejadian di lokasi tersebut, kapan rekaman dibuat, serta siapa saja yang mungkin berada di dalamnya. Selain warga binaan, pemeriksaan juga dapat diarahkan untuk mengetahui kemungkinan keterlibatan atau kelalaian pihak lain apabila nantinya ditemukan petunjuk yang mendukung. Seluruh informasi akan dianalisis sebelum rutan mengambil langkah lanjutan atau menyampaikan kesimpulan resmi terkait dugaan tersebut.

Ario mengakui adanya dugaan keterlibatan petugas rutan dalam kegiatan yang terekam pada video tersebut. Pengakuan itu menjadi bagian dari penanganan atas temuan yang kini tengah mendapat perhatian. Meski demikian, keterlibatan dua petugas yang dimaksud masih berada pada tahap dugaan dan belum dapat dinyatakan sebagai fakta yang telah terbukti.

Sebagai tindak lanjut, dua petugas rutan sedang menjalani pemeriksaan. Proses tersebut dilakukan untuk menelusuri informasi yang berkaitan dengan video serta memastikan sejauh mana dugaan keterlibatan mereka dalam kegiatan yang terlihat di dalamnya. Pemeriksaan menjadi tahapan penting sebelum ada penilaian atau keputusan lebih lanjut mengenai perkara tersebut.

Ario menyampaikan bahwa dugaan itu masih diproses. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penanganan belum mencapai tahap akhir dan hasil pemeriksaan terhadap kedua petugas belum disampaikan kepada publik. Karena itu, informasi mengenai keterlibatan mereka perlu ditempatkan secara hati-hati, dengan tetap membedakan dugaan yang sedang ditelusuri dan fakta yang telah dipastikan.

Belum adanya hasil akhir pemeriksaan berarti belum tersedia dasar untuk menyimpulkan bentuk keterlibatan maupun tindakan lanjutan terhadap kedua petugas tersebut. Setiap perkembangan masih bergantung pada proses pemeriksaan yang berlangsung. Penjelasan resmi berikutnya diharapkan dapat memberikan kejelasan berdasarkan hasil penelusuran, tanpa mendahului proses yang sedang berjalan.

Dengan demikian, posisi dua petugas rutan saat ini adalah sebagai pihak yang sedang diperiksa terkait dugaan keterlibatan dalam kegiatan yang terlihat pada video. Ario menegaskan bahwa dugaan tersebut masih dalam proses penanganan. Sampai hasil pemeriksaan diumumkan, status keterlibatan keduanya belum final dan belum dapat dijadikan kesimpulan akhir mengenai peristiwa tersebut.

Kepala Rutan Depok, Ario Galih Maduseno, menyatakan bahwa dirinya baru sekitar satu bulan menjalankan tugas sebagai pimpinan di rumah tahanan tersebut. Dalam masa awal kepemimpinannya, ia mengaku telah menerima amanah untuk memperkuat pengawasan internal, baik terhadap personel maupun warga binaan. Pernyataan itu disampaikan dalam konteks adanya dugaan pesta narkoba yang terekam dalam sebuah video dan kini sedang menjadi perhatian.

Menurut Ario, penguatan internal dilakukan melalui peningkatan pengawasan terhadap berbagai aktivitas di lingkungan rutan. Pengawasan tersebut mencakup pemantauan personel serta warga binaan dan pengetatan kontrol pada sejumlah titik maupun kegiatan yang dinilai memerlukan perhatian. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kepatuhan terhadap aturan yang berlaku di dalam rutan.

Selain meningkatkan pengawasan, Ario menyebut razia juga dilaksanakan secara rutin dan insidental. Razia rutin dilakukan sebagai bagian dari mekanisme pengendalian berkala, sedangkan pemeriksaan insidental dapat digelar berdasarkan kebutuhan atau informasi tertentu. Ia menempatkan langkah-langkah tersebut sebagai upaya internal yang telah dijalankan sejak menerima tugas, bukan sebagai dasar untuk menyimpulkan bahwa dugaan dalam video telah terselesaikan.

Video yang beredar masih perlu didalami untuk memastikan waktu, lokasi, serta rangkaian peristiwa yang ditampilkan. Pemeriksaan juga diarahkan kepada warga binaan dan petugas yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut. Hingga proses klarifikasi dan pemeriksaan selesai, keterangan mengenai dugaan pelanggaran masih bersifat sementara. Pendalaman terhadap video, warga binaan, dan petugas masih berlangsung untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.