Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis

Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis

SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis. SEMARANG, JAWA TENGAH — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto melantik tiga mantan petinggi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk mengemban penugasan baru.

Data lain dalam laporan menunjukkan Listyo Sigit tercatat memiliki kekayaan sekitar Rp15,34 miliar. Dedi Prasetyo menyusul dengan nilai sekitar Rp13,05 miliar, sedangkan Mohammad Fadil Imran memiliki kekayaan sekitar Rp9,96 miliar. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) periodik 2025 yang disampaikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 30 Maret 2026, Listyo Sigit Prabowo tercatat memiliki sejumlah aset dengan nilai yang terperinci. Seluruh aset tersebut memiliki nilai gabungan sebesar Rp6.150.000.000. Kendaraan pertama merupakan keluaran 2018, sedangkan kendaraan kedua keluaran 2019.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Tiga tokoh yang mendapat kepercayaan itu ialah Listyo Sigit Prabowo, Dedi Prasetyo, dan Mohammad Fadil Imran. Penempatan mereka di sejumlah lembaga strategis menunjukkan adanya pergeseran tanggung jawab dari lingkup kepolisian menuju bidang pemerintahan dan pengelolaan kebijakan nasional. Listyo Sigit Prabowo ditugaskan sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan. Sementara itu, Dedi Prasetyo dipercaya memimpin Badan Reforma Agraria Nasional. Adapun Mohammad Fadil Imran menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.

Masing-masing jabatan tersebut memiliki lingkup tugas berbeda, sehingga penugasan ketiganya menjadi perhatian, termasuk dari sisi rekam pelaporan harta kekayaan sebagai pejabat negara. Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses melalui laman Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), nilai kekayaan ketiga tokoh tersebut menunjukkan perbedaan. Angka-angka itu memberikan gambaran umum mengenai nilai harta yang dilaporkan masing-masing sebelum menjalankan tugas barunya. Dalam pelantikan yang sama, Prabowo juga mengangkat Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri. Komisaris Jenderal Polisi Wahyu Hadiningrat turut dilantik untuk menjabat sebagai Wakapolri. Dengan demikian, agenda tersebut tidak hanya menandai penugasan baru bagi tiga mantan petinggi Polri, tetapi juga menetapkan pimpinan baru dalam struktur utama kepolisian. Laporan tersebut memuat komponen harta berupa tanah dan bangunan, alat transportasi, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas. Pada kategori tanah dan bangunan, Listyo Sigit memiliki tiga aset yang tersebar di Semarang, Tangerang, dan Jakarta Timur. Rincian ini menjadi salah satu komponen utama dalam keseluruhan harta yang tercatat pada laporan periodiknya kepada KPK. Untuk alat transportasi, ia tercatat memiliki dua mobil Toyota Fortuner. Nilai total kedua mobil tersebut mencapai Rp670.000.000. Selain kendaraan, terdapat pula harta bergerak lainnya yang dicatat dengan nilai Rp1.195.000.000, sesuai dengan informasi dalam LHKPN periodik 2025. Komponen terbesar berikutnya berasal dari kas dan setara kas, yang tercatat senilai Rp7.329.596.369. Jika seluruh aset tersebut dijumlahkan, nilai kekayaan Listyo Sigit Prabowo mencapai Rp15.344.596.369 atau sekitar Rp15,34 miliar. Jumlah itu tercatat dalam periode ketika ia mengemban penugasan baru sebagai Kepala Kantor Staf Kepresidenan, setelah sebelumnya menjalankan tugas sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Dedi Prasetyo tercatat memiliki aset berupa tanah dan bangunan yang tersebar di sejumlah daerah. Lima aset tersebut berada di Madiun, Tangerang Selatan, Surabaya, dan Palangka Raya. Jika digabungkan, nilai keseluruhan tanah dan bangunan itu mencapai Rp10.350.000.000. Rincian ini menjadi komponen terbesar dalam total harta yang dilaporkan oleh Dedi. Selain properti, Dedi melaporkan lima kendaraan dengan tahun pembuatan dan jenis yang beragam. Koleksi tersebut meliputi Toyota Land Cruiser tahun 1998, Toyota Fortuner tahun 2021, Honda CR-V tahun 2019, Honda Vario tahun 2017, serta Yamaha WR tahun 2021. Nilai seluruh kendaraan itu tercatat sebesar Rp1.152.500.000. Daftar tersebut mencakup kendaraan roda empat dan roda dua yang menjadi bagian dari aset bergerak miliknya. LHKPN tersebut juga mencantumkan harta bergerak lainnya senilai Rp320.000.000. Di luar aset fisik, Dedi memiliki kas dan setara kas sebesar Rp1.225.000.000. Dengan memperhitungkan tanah dan bangunan, kendaraan, harta bergerak lainnya, serta kas dan setara kas, total kekayaan yang dilaporkan mencapai Rp13.047.500.000 atau sekitar Rp13,05 miliar. Rincian kekayaan itu dilaporkan ketika Dedi Prasetyo memasuki penugasan baru sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Perubahan posisi tersebut menempatkan laporan hartanya dalam perhatian publik, terutama untuk melihat gambaran aset seorang pejabat yang beralih dari lingkungan kepolisian ke lembaga yang menangani agenda reforma agraria. Seluruh angka di atas merujuk pada nilai harta sebagaimana tercantum dalam LHKPN. Mohammad Fadil Imran tercatat memiliki total kekayaan sebesar Rp9.956.108.293 atau sekitar Rp9,96 miliar. Rincian tersebut mengacu pada laporan harta kekayaan yang memuat beberapa kelompok aset, termasuk tanah dan bangunan, alat transportasi, serta kas dan setara kas. Data itu memberikan gambaran mengenai komposisi kekayaan Fadil setelah menjalankan sejumlah tanggung jawab strategis di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Dalam laporan tersebut, Fadil mencantumkan tiga aset tanah yang berada di Bekasi dan Bandar Lampung. Nilai gabungan ketiga tanah itu mencapai Rp3.138.760.000. Selain aset tidak bergerak, ia tercatat memiliki satu kendaraan berupa Toyota Zenix tahun 2023 dengan nilai Rp585.000.000. Kendaraan tersebut menjadi satu-satunya alat transportasi yang tercantum dalam daftar kekayaannya. Komponen dengan nilai terbesar berasal dari kas dan setara kas, yakni Rp6.232.348.293. Jika digabungkan dengan nilai tanah serta kendaraan, seluruh aset Fadil mencapai Rp9.956.108.293. Besaran tersebut memperlihatkan bahwa kas dan setara kas menjadi penyumbang utama dalam total kekayaan yang dilaporkan, sementara aset tanah menempati porsi terbesar berikutnya. Rincian itu menjadi perhatian seiring dengan jabatan baru Fadil sebagai Wakil Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa. Sebelumnya, ia menjabat Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi. Perpindahan tugas tersebut menempatkannya dalam peran baru yang berkaitan dengan pengelolaan kawasan strategis di sepanjang Pantai Utara Jawa. Pengangkatan Fadil berlangsung dalam rangkaian pelantikan yang sama dengan pelantikan sejumlah menteri dan wakil menteri. Pada momentum tersebut, Suyudi Ario Seto juga diangkat sebagai Kapolri, sedangkan Wahyu Hadiningrat dipercaya menjadi Wakapolri. Dengan demikian, pembaruan jabatan Fadil, Listyo, dan Dedi menjadi bagian dari penataan sejumlah posisi penting dalam pemerintahan dan institusi kepolisian.