Mataram | Veda Ega Pratama mencatat hasil positif dengan finis di posisi keenam dalam balapan Moto3 pada ajang Pertamina Grand Prix of Indonesia. Balapan tersebut berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Pembalap Indonesia itu memperkuat Honda Team Asia dan mengawali perlombaan dari grid ketujuh.
Memulai lomba dari posisi tersebut, Veda menunjukkan performa kompetitif sejak awal balapan. Ia mampu melakukan pergerakan untuk naik posisi dan menjaga persaingan di kelompok depan. Dalam jalannya perlombaan, Veda berhadapan dengan sejumlah pembalap unggulan dunia yang juga berusaha merebut posisi terbaik di lintasan Mandalika.
Persaingan yang berlangsung ketat membuat posisi para pembalap di barisan depan terus berubah. Veda tetap berada dalam pertarungan tersebut hingga menyelesaikan balapan di urutan keenam. Hasil ini menjadi catatan positif bagi Veda karena diraih saat tampil di hadapan publik Indonesia yang menyaksikan langsung balapan Moto3 di Sirkuit Mandalika.
Dalam balapan Moto3 GP Indonesia, David Alonso dari CFMOTO Aspar Team tampil sebagai pembalap paling konsisten sejak awal hingga akhir perlombaan. Alonso segera menempatkan dirinya di barisan depan dan mampu menjaga ritme ketika persaingan berlangsung ketat. Di saat perhatian publik Indonesia tertuju pada penampilan Veda Ega Pratama, pembalap asal Kolombia itu menunjukkan kontrol yang kuat terhadap jalannya balapan. Ia tidak terburu-buru mengambil risiko, tetapi tetap mempertahankan kecepatan yang diperlukan untuk mengamankan posisi terdepan.
Memasuki lap-lap terakhir, Alonso semakin memperlihatkan kematangannya dalam mengelola tekanan. Sejumlah pesaing berusaha memangkas jarak, namun pembalap CFMOTO Aspar Team tersebut mampu merespons dengan baik melalui pengereman, akselerasi, dan pemilihan jalur yang tepat. Keunggulannya tetap terjaga ketika rombongan pembalap mendekati tikungan-tikungan terakhir. Alonso juga berhasil menciptakan jarak aman sebelum memasuki lintasan menuju garis finis, sehingga peluang lawan untuk melakukan manuver penentuan semakin kecil. Konsistensi itu membuatnya dapat mempertahankan posisi pertama hingga lap terakhir tanpa harus terlibat dalam duel berisiko.
Alonso akhirnya melintasi garis finis sebagai pemenang balapan Moto3 GP Indonesia. Sesaat setelah memastikan kemenangan, ia merayakannya dengan melakukan wheelie, mengangkat roda depan motornya di hadapan para penonton. Selebrasi tersebut menjadi gambaran kegembiraan atas keberhasilannya menguasai perlombaan dari posisi terdepan sampai akhir. Kemenangan Alonso menjadi bagian penting dari hasil balapan, tetapi performa Veda Ega Pratama tetap mendapat sorotan utama. Pembalap Indonesia itu mampu menyelesaikan perlombaan di posisi keenam, sebuah hasil yang memperlihatkan kemampuannya bersaing di tengah ketatnya pertarungan kelas Moto3. Posisi tersebut juga memberi Veda pengalaman berharga dalam menghadapi pembalap-pembalap papan atas dan menjaga konsistensi sepanjang balapan di hadapan pendukungnya sendiri.
Balapan Moto3 GP Indonesia berlangsung ketat selama 20 putaran. Persaingan antarpembalap berjalan rapat sejak awal hingga mendekati garis finis, dengan setiap lap menghadirkan perubahan posisi dan tekanan yang tinggi. Di tengah persaingan tersebut, dua insiden kecelakaan terjadi pada bagian akhir balapan dan mewarnai jalannya lomba.
Insiden pertama berlangsung pada lap ke-11 di Tikungan 10. Pembalap nomor 83, Alvaro Carpe, kehilangan kendali atas sepeda motornya ketika melewati bagian tikungan tersebut. Carpe kemudian terjatuh dan terseret hingga ke area gravel. Setelah kecelakaan itu terjadi, petugas mengibarkan bendera kuning di lintasan. Situasi tersebut menjadi salah satu momen penting dalam balapan yang berlangsung sengit sepanjang 20 putaran.
Beberapa lap kemudian, kecelakaan kembali terjadi pada lap ke-18. Kali ini, pembalap nomor 11, Adrian Cruces, terlibat insiden di Tikungan 16. Sepeda motor yang dikendarainya tergelincir di area tikungan, sehingga Cruces terjatuh. Petugas kembali mengibarkan bendera kuning untuk mengamankan lintasan setelah insiden tersebut. Seusai kecelakaan, Cruces terlihat berupaya bangkit.
Dua kejadian itu berlangsung ketika balapan memasuki fase penting, tetapi persaingan tetap menjadi perhatian utama hingga putaran terakhir. Dengan 20 lap yang harus diselesaikan, para pembalap berusaha mempertahankan ritme dan posisi masing-masing di tengah jalannya lomba yang ketat. Setelah rangkaian persaingan tersebut, David Alonso berhasil meraih kemenangan, sementara Veda Ega Pratama menyelesaikan balapan di posisi keenam.
Hasil Moto3 GP Indonesia di Sirkuit Mandalika menempatkan David Alonso sebagai pemenang setelah melalui persaingan ketat hingga lap terakhir. Kemenangan tersebut tidak diraih dengan jarak yang lebar. Berdasarkan pantauan dalam bahan sumber, selisih waktu para pembalap di posisi terdepan berada dalam rentang tipis dari sang juara. Situasi ini menunjukkan rapatnya persaingan di kelas Moto3, ketika perubahan posisi dan perbedaan waktu dapat terjadi secara cepat sepanjang balapan.
Veda Ega Pratama mampu mengamankan posisi keenam dalam balapan kandang tersebut. Hasil itu menjadi pencapaian penting karena pembalap Indonesia tersebut berhasil bertahan di tengah tekanan kompetisi yang sangat ketat. Finis keenam juga menempatkannya di pembalap-pembalap yang mampu menyelesaikan perlombaan pada barisan depan, sekaligus memberi catatan positif dalam penampilannya di hadapan pendukung tuan rumah. Posisi tersebut memperlihatkan kemampuan Veda untuk bersaing dalam balapan dengan jarak antarpembalap yang sangat dekat.
Bagi Alonso, tambahan hasil maksimal dari Mandalika semakin memperkokoh posisinya di puncak klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3. Pembalap tersebut kini mengoleksi 851 poin, sehingga memiliki dasar yang semakin kuat dalam perburuan gelar musim ini. Konsistensi meraih hasil tinggi menjadi faktor penting dalam klasemen yang masih dipengaruhi oleh persaingan ketat di setiap seri.
Dengan kemenangan Alonso dan jarak waktu yang tipis di pembalap terdepan, GP Indonesia kembali memperlihatkan ketatnya kompetisi Moto3. Pada saat yang sama, finis keenam Veda Ega Pratama di seri Mandalika merupakan hasil penting bagi pembalap Indonesia dalam persaingan ketat Moto3.

