Lombok | Veda Ega Pratama mengamankan posisi ketujuh dalam sesi kualifikasi Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Hasil tersebut diraih dalam kualifikasi yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober, di Sirkuit Mandalika, Lombok.
Pembalap Indonesia itu menempatkan namanya di posisi ketujuh pada hasil akhir sesi kualifikasi. Capaian tersebut membuat Veda Ega Pratama berada di barisan depan untuk menghadapi balapan utama Moto3 Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Sesi kualifikasi menjadi penentu posisi para pembalap sebelum balapan utama digelar. Dengan finis di posisi ketujuh, Veda akan memulai balapan dari bagian depan susunan pembalap. Posisi ini menjadi hasil utama yang dicatat pembalap Indonesia tersebut dalam rangkaian agenda Moto3 di Sirkuit Mandalika.
Hasil kualifikasi itu memastikan Veda Ega Pratama memiliki posisi start di barisan depan pada balapan utama. Ia akan menghadapi balapan Moto3 setelah menyelesaikan sesi penentuan posisi pada Sabtu, 10 Oktober. Seluruh rangkaian kualifikasi berlangsung di Sirkuit Mandalika, Lombok, sebagai bagian dari Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Dengan demikian, Veda Ega Pratama finis di urutan ketujuh pada kualifikasi Moto3. Posisi tersebut menempatkannya di barisan depan dan menjadi dasar posisi startnya untuk balapan utama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026.
Brian Uriarte tampil sebagai pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi Moto3 Mandalika. Pembalap asal Spanyol itu mencatat waktu 1 menit 36,861 detik, sebuah hasil yang menempatkannya di posisi terdepan sekaligus mengantarkannya merebut pole position. Catatan tersebut menjadi penanda kuat atas kecepatannya sepanjang sesi, terutama ketika persaingan antarpembalap berlangsung sangat ketat di baris depan.
Keberhasilan Uriarte mengamankan posisi pertama membuatnya memiliki keuntungan penting untuk memulai balapan. Dalam kelas Moto3, jarak waktu yang tipis dapat memengaruhi susunan pembalap sejak lap pertama. Karena itu, pencapaian waktu terbaik di kualifikasi bukan hanya menunjukkan performa satu putaran, tetapi juga memberikan peluang bagi Uriarte untuk mengendalikan ritme awal balapan dari depan.
David Alamansa menyusul di posisi kedua dan menjadi pembalap yang paling dekat dengan peraih pole position. Hasil tersebut menempatkannya di baris depan bersama Uriarte, sehingga persaingan menuju tikungan-tikungan pertama diperkirakan akan berlangsung menarik. Alamansa menunjukkan konsistensi kecepatan yang cukup untuk mengamankan posisi tinggi, meskipun belum mampu melampaui catatan waktu pembalap Spanyol tersebut.
Posisi ketiga ditempati Alex Carpe. Dengan hasil itu, Carpe melengkapi baris depan kualifikasi Moto3 Mandalika bersama Brian Uriarte dan David Alamansa. Susunan ini memperlihatkan dominasi pembalap Spanyol di tiga tempat teratas, sekaligus menegaskan rapatnya persaingan pada sesi penentuan posisi start. Uriarte akan memulai balapan dari tempat paling menguntungkan, sementara Alamansa dan Carpe berpeluang langsung memberikan tekanan sejak awal untuk memperebutkan posisi terdepan.
Veda Ega Pratama menunjukkan performa yang konsisten sepanjang rangkaian kualifikasi Moto3 Mandalika. Sejak sesi berlangsung, pembalap Indonesia tersebut mampu menjaga kecepatannya dan tetap berada dalam persaingan papan atas. Konsistensi itu menjadi modal penting di tengah persaingan yang ketat, karena setiap pembalap berupaya mendapatkan catatan waktu terbaik menjelang balapan. Veda tidak hanya mengandalkan satu putaran cepat, tetapi juga mempertahankan posisi kompetitif selama sesi berlangsung.
Hasil akhirnya memperlihatkan kemampuan Veda dalam mengelola kualifikasi dengan baik. Ia mengamankan posisi ketujuh, sebuah pencapaian yang menempatkannya di baris depan saat balapan Moto3 Mandalika dimulai. Posisi tersebut memberi Veda peluang untuk langsung bersaing dengan kelompok terdepan sejak lap pertama. Capaian ini juga menegaskan perkembangan positifnya dalam menghadapi tekanan pada sesi penentuan posisi start, terutama ketika jarak waktu antarpembalap sangat rapat.
Perkembangan berbeda terlihat pada pembalap Asia lainnya, Hakim Danish. Pembalap tersebut sempat memimpin Q1, sehingga menjadi salah satu perhatian utama pada awal kualifikasi. Namun, setelah Q2 selesai, Hakim Danish tercatat berada di posisi ke-18. Perubahan posisi itu membuat hasil akhirnya berbeda jauh dari pencapaiannya pada Q1. Sumber yang tersedia tidak menjelaskan penyebab turunnya peringkat Hakim Danish, sehingga perubahan tersebut hanya dapat dicatat berdasarkan hasil masing-masing sesi.
Dengan demikian, Veda dan Hakim Danish menutup kualifikasi dengan catatan yang berbeda. Veda berhasil mempertahankan performa stabil hingga mengamankan posisi ketujuh, sedangkan Hakim Danish mengalami perubahan posisi dari pemimpin Q1 menjadi penghuni urutan ke-18 setelah Q2. Kedua hasil ini menggambarkan dinamika kualifikasi yang dapat berubah dari satu sesi ke sesi berikutnya, tanpa mengurangi pencapaian Veda dalam merebut tempat di baris depan.
Hasil kualifikasi tersebut menjadi modal penting bagi Veda Ega Pratama untuk menghadapi balapan utama Moto3 Mandalika yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 11 Oktober. Posisi di baris depan memberikan peluang bagi pembalap Indonesia itu untuk memulai perlombaan dari tempat yang kompetitif, sekaligus membuka kesempatan menjaga ritme sejak lap pertama. Namun, keuntungan tersebut tetap harus dikelola dengan cermat karena persaingan di kelas Moto3 dikenal ketat dan perubahan posisi dapat terjadi dalam waktu singkat.
Start dari baris depan juga dapat membantu Veda menghindari kepadatan rombongan pada fase awal balapan. Strategi pemilihan ban, pengaturan kecepatan, serta kemampuan mempertahankan konsistensi akan menjadi faktor penting dalam upayanya meraih hasil maksimal di hadapan pendukung tuan rumah. Performa saat kualifikasi menunjukkan potensi yang menjanjikan, tetapi hasil akhir tetap ditentukan oleh jalannya balapan secara keseluruhan, termasuk kondisi lintasan dan pertarungan antarpembalap.
Menjelang balapan Mandalika, Max Quiles masih memimpin klasemen sementara Moto3 dengan koleksi 326 poin. Ia berada di posisi teratas setelah mengumpulkan keunggulan dari rangkaian balapan sebelumnya. Di belakangnya, David Alamansa dan Alvaro Carpe menempati posisi berikutnya dalam persaingan papan atas. Ketiganya menjadi pembalap yang perlu diperhatikan karena konsistensi mereka turut menentukan dinamika perebutan posisi dalam kejuaraan.
Veda Ega Pratama saat ini berada di peringkat kedelapan dengan 105 poin. Angka tersebut menunjukkan bahwa ia masih memiliki ruang untuk memperbaiki posisi melalui hasil positif pada balapan-balapan berikutnya. Posisi start yang diperoleh di Mandalika merupakan bekal penting untuk mengejar tambahan poin, tetapi hasil kualifikasi tidak secara otomatis mengubah klasemen sementara. Perubahan peringkat baru akan ditentukan setelah balapan selesai dan poin resmi diberikan berdasarkan hasil perlombaan.
