TNI AD Ungkap Dugaan Markas Judi Online di Perumahan Cijantung

TNI AD Ungkap Dugaan Markas Judi Online di Perumahan Cijantung

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Markas judi online diduga terungkap di sebuah rumah yang berada di dalam kompleks perumahan angkatan darat (KPAD), Cijantung, Jakarta Timur. Pengungkapan tersebut bermula dari laporan warga yang mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di salah satu rumah pada Minggu (4/10). Informasi itu kemudian menjadi dasar bagi aparat untuk menindaklanjuti kondisi yang dilaporkan di lingkungan perumahan tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan mendatangi lokasi yang dimaksud. Kedatangan petugas dilakukan untuk memeriksa dan menindaklanjuti informasi mengenai dugaan aktivitas judi online di rumah dalam kompleks KPAD Cijantung. Langkah tersebut menunjukkan adanya respons aparat terhadap laporan masyarakat terkait situasi yang dinilai mencurigakan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut berada di kawasan perumahan angkatan darat. Namun, informasi awal yang disampaikan masih terbatas pada adanya laporan warga mengenai aktivitas tidak wajar serta tindak lanjut yang dilakukan personel Kodim 0505/Jakarta Timur bersama unsur kewilayahan. Rincian lebih lanjut mengenai hasil penanganan di lokasi belum disampaikan dalam bahan informasi yang tersedia.

Laporan warga menjadi titik awal dalam proses pengungkapan dugaan aktivitas judi online tersebut. Aparat kewilayahan kemudian mengambil langkah dengan mendatangi rumah yang dilaporkan di kawasan Cijantung. Penanganan ini memperlihatkan bahwa informasi dari lingkungan sekitar dapat mendorong aparat untuk merespons dugaan kegiatan yang menimbulkan kecurigaan, tanpa terlebih dahulu menyimpulkan rincian aktivitas maupun pihak-pihak yang terkait.

Petugas yang mendatangi rumah di kawasan Perumahan Cijantung mengamankan 11 orang yang diduga berperan sebagai operator judi online. Pengamanan tersebut dilakukan setelah lokasi itu dilaporkan dan menjadi perhatian aparat. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, seluruh orang yang diamankan merupakan warga sipil. Informasi ini menegaskan bahwa tidak terdapat keterangan yang menyebutkan mereka sebagai personel TNI atau anggota institusi keamanan lainnya.

Dari 11 warga sipil tersebut, enam orang merupakan laki-laki dan lima lainnya perempuan. Mereka diamankan dari lokasi untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut terkait laporan dugaan aktivitas judi online di rumah tersebut. Keterangan yang tersedia hanya menyebutkan bahwa mereka diduga sebagai operator, sehingga peran masing-masing orang belum dijelaskan secara terpisah. Tidak ada kesimpulan tambahan mengenai keterlibatan individu selain informasi yang disampaikan petugas.

Dalam kedatangan itu, petugas juga menemukan sejumlah barang yang disebut sebagai barang bukti. Barang tersebut terdiri atas 32 unit komputer, 14 telepon seluler, dan sembilan kartu tanda penduduk atau KTP. Seluruh barang kemudian dicatat dalam rangkaian penanganan laporan di lokasi. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan terhadap dugaan markas judi online yang berada di lingkungan perumahan. Data mengenai jumlah orang, komposisi warga sipil, serta barang bukti disampaikan secara faktual berdasarkan hasil kedatangan petugas ke rumah yang dilaporkan.

Setelah pengamanan dilakukan di sebuah rumah di kawasan Perumahan Cijantung, sebelas orang yang berada di lokasi dibawa ke Detasemen Polisi Militer (Denpom). Mereka menjalani pemeriksaan dan pendalaman untuk memperoleh keterangan mengenai aktivitas yang berlangsung di rumah tersebut. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari proses awal untuk mengklarifikasi peran masing-masing orang serta menelusuri kegiatan yang diduga berkaitan dengan pengelolaan judi online.

Berdasarkan keterangan tertulis dari Dinas Penerangan Angkatan Darat, pemeriksaan terhadap para terduga dilakukan setelah personel mengamankan lokasi. Petugas mendalami informasi mengenai aktivitas, perangkat yang digunakan, serta hubungan orang-orang yang diamankan dengan kegiatan di rumah itu. Pemeriksaan tersebut juga diperlukan untuk mencocokkan keterangan para terduga dengan temuan yang diperoleh dari lokasi.

Setelah proses pengamanan, lokasi kemudian dipasangi garis polisi. Pemasangan garis tersebut bertujuan membatasi akses ke rumah agar kondisi tempat tetap terjaga dan tidak terganggu selama pemeriksaan lanjutan. Selain itu, aliran listrik di lokasi dipadamkan sebagai bagian dari langkah pengamanan serta untuk mendukung proses pemeriksaan terhadap perangkat dan barang yang berada di dalam rumah.

Hingga tahap tersebut, pemeriksaan terhadap para terduga operator dan barang bukti masih berlangsung. Petugas masih melakukan pendalaman untuk mengumpulkan informasi yang relevan, termasuk meneliti perangkat atau benda lain yang diduga berhubungan dengan aktivitas di lokasi. Proses ini menjadi dasar untuk menentukan gambaran kejadian secara lebih lengkap berdasarkan keterangan, hasil pemeriksaan, dan temuan yang tersedia.

Belum terdapat keterangan mengenai penetapan tersangka maupun hasil hukum terhadap sebelas orang yang dibawa ke Denpom. Karena itu, status mereka dalam proses tersebut tetap dipahami sebagai pihak yang sedang menjalani pemeriksaan dan pendalaman. Informasi lanjutan mengenai hasil pemeriksaan akan bergantung pada perkembangan proses yang dilakukan oleh petugas serta keterangan resmi dari pihak berwenang.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan bahwa setiap laporan mengenai dugaan pelanggaran akan menjadi perhatian dan direspons secara cepat. Sikap tersebut disampaikan seiring munculnya informasi mengenai dugaan aktivitas judi online yang disebut berkaitan dengan sebuah markas di kawasan perumahan Cijantung. TNI AD menyatakan bahwa laporan yang diterima akan diperiksa berdasarkan fakta dan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Maruli menegaskan, apabila hasil pendalaman menunjukkan adanya pelanggaran, tindakan tegas akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku. “Pokoknya, kalau ada laporan, kita pasti tindak tegas. Kalau kita, pasti respons cepat,” ujar Maruli. Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses penanganan tidak hanya bergantung pada informasi awal, tetapi juga pada verifikasi dan pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang diduga memiliki keterkaitan.

Dalam pendalaman tersebut, TNI AD akan menindak sesuai aturan apabila terbukti terdapat prajurit TNI AD yang terlibat dalam aktivitas tersebut, memberikan fasilitas, atau melakukan pelanggaran lain yang berkaitan dengan dugaan kegiatan judi online. Bentuk tindakan akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan serta ketentuan hukum dan disiplin militer yang berlaku. Dengan demikian, setiap dugaan keterlibatan akan dinilai berdasarkan bukti, keterangan, dan hasil investigasi.

Hingga saat ini, proses pendalaman terhadap laporan dan dugaan aktivitas tersebut masih berjalan.