Tim DVI Polda Kalsel Tetap Bersiap Identifikasi Korban Kapal Virgo Transport 8

Tim DVI Polda Kalsel Tetap Bersiap Identifikasi Korban Kapal Virgo Transport 8

BANJARMASIN, KALIMANTAN SELATAN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Polda Kalimantan Selatan mempertahankan kesiapsiagaan personel Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin menyusul keputusan untuk melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan terhadap kapal Virgo Transport 8. Kekuatan tersebut disiapkan untuk merespons setiap perkembangan di lapangan, terutama apabila tim SAR menemukan korban yang memerlukan proses identifikasi.

Tim DVI tetap berada dalam posisi siaga untuk menerima dan memeriksa setiap jasad korban yang ditemukan selama operasi berlangsung. Keberadaan mereka menjadi bagian penting dalam rangkaian penanganan bencana, karena identifikasi diperlukan untuk memastikan kepastian data korban sekaligus membantu proses pemulangan jenazah kepada keluarga.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Nur Khamid menyampaikan bahwa kesiapan personel di Rumah Sakit Bhayangkara merupakan bentuk dukungan terhadap kelanjutan operasi SAR. Menurutnya, petugas akan menyesuaikan langkah kerja dengan informasi serta hasil pencarian yang diperoleh tim di lapangan. Dengan demikian, proses pemeriksaan dapat segera dilakukan ketika terdapat korban yang berhasil dievakuasi.

Dalam pelaksanaannya, Tim DVI berkoordinasi dengan unsur terkait untuk mengumpulkan data ante mortem dan post mortem. Data dari keluarga, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan medis dan forensik menjadi dasar dalam mencocokkan identitas korban. Proses tersebut dilakukan secara cermat agar informasi yang disampaikan kepada keluarga memiliki dasar yang akurat.

Pertahankan­nya kekuatan personel juga menunjukkan bahwa penanganan insiden Virgo Transport 8 tidak berhenti pada pencarian di perairan. Setiap temuan akan ditindaklanjuti melalui prosedur evakuasi, pemeriksaan, dan pencatatan sesuai ketentuan. Polda Kalsel memastikan dukungan personel tetap tersedia selama operasi berjalan dan kebutuhan identifikasi masih mungkin muncul berdasarkan situasi terkini.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan diperkuat oleh personel dan keahlian dari sejumlah institusi. Tim ini berada di bawah komando Kabid Dokkes Polda Kalsel, Kombes Pol dr Much Sofwan, yang mengoordinasikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pencocokan data korban. Penguatan tersebut diperlukan agar proses identifikasi terhadap korban kapal Virgo Transport 8 dapat dilakukan secara terarah, teliti, dan sesuai dengan prosedur kedokteran kepolisian.

Dukungan personel datang dari DVI Polda Kalimantan Tengah dan DVI Polda Jawa Tengah. Kehadiran anggota dari dua wilayah tersebut menambah kapasitas tim, baik dalam pemeriksaan jenazah maupun pengelolaan data antemortem dan postmortem. Pusdokkes Polri juga terlibat untuk memberikan dukungan teknis, koordinasi, serta memastikan proses berjalan berdasarkan standar nasional identifikasi korban bencana. Kolaborasi antarsatuan ini memungkinkan pembagian tugas dilakukan secara lebih efektif, terutama ketika jumlah data dan temuan yang harus ditangani cukup kompleks.

Selain unsur kepolisian, proses tersebut melibatkan tenaga medis dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat. Para tenaga kesehatan membantu memperkuat aspek pemeriksaan medis yang diperlukan dalam penentuan identitas korban. Tim juga didukung ahli spesialis odontologi forensik dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Keahlian mereka berperan penting dalam pemeriksaan gigi, pencatatan karakteristik dental, serta perbandingan data gigi ante mortem dan postmortem apabila diperlukan.

Komposisi dukungan ini menunjukkan bahwa identifikasi korban ditangani melalui kerja sama lintas kepolisian, tenaga medis, dan ahli forensik. Setiap unsur membawa kompetensi berbeda yang saling melengkapi, sehingga hasil pemeriksaan dapat disusun secara objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Koordinasi yang terintegrasi juga membantu memastikan informasi kepada keluarga korban diberikan berdasarkan hasil identifikasi yang telah melalui tahapan verifikasi secara cermat.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan masih memproses identifikasi terhadap 17 jenazah korban kapal Virgo Transport 8. Tahap ini dilakukan secara cermat dengan menggabungkan berbagai data pembanding, termasuk informasi antemortem dari keluarga dan data postmortem yang diperoleh melalui pemeriksaan medis. Proses tersebut diperlukan untuk memastikan setiap jenazah dapat diserahkan kepada keluarga secara tepat dan sesuai prosedur.

Salah satu metode utama yang digunakan adalah pencocokan DNA. Tim DVI memanfaatkan sampel DNA korban kapal Virgo yang telah dikumpulkan sebagai bahan pembanding. Sebagian sampel tersebut telah dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pengiriman dilakukan karena analisis DNA memerlukan peralatan, metode, serta tingkat ketelitian khusus agar hasil pemeriksaan dapat dipastikan valid.

Jenazah yang mengalami kerusakan berat atau sulit dikenali secara visual memerlukan pemeriksaan genetik. Dalam kondisi seperti itu, ciri fisik, barang pribadi, maupun dokumentasi lain belum selalu cukup untuk menetapkan identitas. Tim kemudian mencocokkan profil DNA dari jenazah dengan sampel DNA keluarga yang sebelumnya telah dikumpulkan. Sampel keluarga dapat berasal dari orang tua, anak, saudara kandung, atau kerabat biologis lain, sehingga hubungan kekerabatan dapat dianalisis secara ilmiah.

Proses pencocokan tersebut berlangsung bertahap dan membutuhkan ketelitian karena hasilnya menjadi dasar penetapan identitas korban. Tim DVI juga terus menyelaraskan hasil pemeriksaan laboratorium dengan data korban yang dilaporkan hilang serta informasi dari pihak keluarga. Perkembangan identifikasi menunjukkan bahwa dari 80 jenazah yang telah diterima Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin, sebanyak 63 jenazah berhasil diidentifikasi. Sementara itu, pemeriksaan terhadap jenazah lainnya masih dilanjutkan, termasuk 17 jenazah yang membutuhkan pencocokan DNA lebih mendalam. Setiap perkembangan akan disampaikan melalui koordinasi resmi agar informasi kepada keluarga tetap akurat dan tidak menimbulkan kesimpulan yang belum terverifikasi.

Berdasarkan laporan Basarnas, data penanganan korban kapal Virgo Transport 8 mencatat bahwa sebanyak 188 orang telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 orang yang ditemukan dalam keadaan selamat dan 80 orang yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Data ini menjadi dasar pencatatan kondisi korban dalam penanganan insiden kapal tersebut.

Dari keseluruhan data penumpang dan awak kapal Virgo, masih terdapat 55 korban yang belum ditemukan. Angka tersebut dicatat secara terpisah dari 188 orang yang telah ditemukan, sehingga keseluruhan jumlah korban yang tercatat dalam laporan mencakup korban selamat, korban meninggal dunia, serta korban yang belum ditemukan.

Rincian laporan Basarnas menunjukkan pembagian yang jelas. Sebanyak 108 orang masuk dalam kategori selamat, sementara 80 orang masuk dalam kategori meninggal dunia. Jika kedua kelompok tersebut dijumlahkan, totalnya mencapai 188 orang yang telah ditemukan. Di luar jumlah itu, terdapat 55 korban yang masih tercatat belum ditemukan.

Dengan demikian, total penumpang dan awak kapal Virgo yang tercatat dalam laporan berjumlah 243 orang. Dari total tersebut, 188 orang telah ditemukan, dengan rincian 108 orang selamat dan 80 orang meninggal dunia. Sementara itu, 55 korban lainnya masih belum ditemukan. Susunan data ini merangkum laporan Basarnas mengenai jumlah penumpang dan awak kapal serta status korban yang tercatat.