Tiga Pelatih Tersingkir dari BRI Super League 2026/2027, Van Gastel Menyusul

Tiga Pelatih Tersingkir dari BRI Super League 2026/2027, Van Gastel Menyusul

Yogyakarta | PSIM Yogyakarta mencopot Jean-Paul van Gastel dari jabatannya sebagai pelatih pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Keputusan tersebut diumumkan sehari setelah Laskar Mataram menelan kekalahan 1-2 dari PSM Makassar dalam pertandingan pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Hasil itu menjadi pertandingan terakhir Van Gastel bersama PSIM. Dengan keputusan tersebut, ia menjadi pelatih terbaru yang kehilangan jabatan di tengah musim kompetisi.

Direktur Utama PSIM, Liana Tasno, menyampaikan bahwa klub dan Van Gastel sepakat mengakhiri kerja sama. Menurut keterangan Liana, kesepakatan itu diambil karena tim belum mampu meraih kemenangan. Pernyataan tersebut menjelaskan dasar yang disampaikan klub mengenai berakhirnya hubungan kerja PSIM dan pelatih asal Belanda tersebut. Tidak ada alasan lain yang disampaikan dalam keterangan itu.

Pengumuman pada Sabtu tersebut berlangsung satu hari setelah pertandingan melawan PSM. Dalam laga pekan kelima itu, PSIM kalah dengan skor 1-2. Rangkaian waktu tersebut menandai berakhirnya masa tugas Van Gastel setelah tim menjalani pertandingan tersebut. PSIM kemudian menyampaikan bahwa kedua pihak telah menyepakati penghentian kerja sama, bukan hanya mengumumkan perubahan susunan tim pelatih.

Van Gastel kini tercatat sebagai pelatih terbaru yang tersingkir dari kursi kepelatihan pada musim BRI Super League 2026/2027. Keputusan PSIM menambah pergantian pelatih yang terjadi ketika kompetisi masih berlangsung. Untuk PSIM, keterangan resmi klub menegaskan bahwa kesepakatan mengakhiri kerja sama berkaitan dengan tim yang belum meraih kemenangan. Adapun hasil terakhir yang tercatat sebelum pengumuman adalah kekalahan 1-2 dari PSM Makassar pada pekan kelima. Informasi tersebut menjadi konteks utama keputusan yang disampaikan klub pada 17 Oktober 2026.PSIM Yogyakarta menjalani awal musim 2026/2027 yang sulit. Setelah lima pertandingan di BRI Super League, tim baru mengumpulkan satu poin dari satu hasil imbang dan belum meraih kemenangan pertama. Empat laga lainnya berakhir dengan kekalahan beruntun, sebuah rangkaian yang membuat PSIM harus segera mencari cara untuk memperbaiki hasil. Dalam lima pertandingan tersebut, PSIM mencetak tiga gol dan kebobolan 10 kali. Adrian Purzycki, Nermin Haljeta, dan Ze Valente tercatat sebagai pencetak gol tim pada periode itu. Catatan tersebut menunjukkan bahwa PSIM masih berupaya menjaga keseimbangan produktivitas serangan dan ketahanan di lini belakang.

Hasil-hasil awal itu menempatkan PSIM di peringkat ke-16 klasemen, tepat di batas zona degradasi. Posisi tersebut membuat setiap pertandingan berikutnya penting bagi upaya klub menjauh dari area berbahaya. Meski satu poin telah didapatkan, PSIM masih menanti kemenangan pertama musim ini. Perjalanan yang masih panjang memberi kesempatan bagi tim untuk membenahi performa, tetapi tren empat kekalahan beruntun turut menambah tekanan. Bagi klub promosi, menjaga konsistensi sejak awal kompetisi menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika hasil pertandingan belum sejalan dengan target dan harapan pendukung. Angka kebobolan juga menjadi salah satu catatan yang perlu diperhatikan dalam evaluasi tim.

Van Gastel mulai menangani PSIM pada 17 Juni 2025. Pada musim 2025/2026, ia membawa klub promosi tersebut finis di urutan ke-11. Selama bersama PSIM, pelatih berusia 54 tahun itu mencatat 11 kemenangan, 13 hasil imbang, dan 15 kekalahan dalam 39 pertandingan. Rekap tersebut memberikan konteks atas perjalanan kepelatihannya bersama klub sebelum hasil awal musim terbaru menjadi sorotan. Catatan itu mencakup kiprah PSIM pada periode yang berbeda, sehingga hasil musim sebelumnya tidak mengubah kenyataan bahwa tim kini masih mencari kemenangan pertama. Data biografi yang tersedia menyebut Van Gastel lahir di Breda, Belanda. Usia dan tempat kelahirannya merupakan informasi biografis, sedangkan posisinya di PSIM ditentukan oleh hasil-hasil pertandingan yang dijalani tim.

Setelah memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel, PSIM Yogyakarta menetapkan Guntur Cahyo Utomo sebagai pelatih caretaker. Penunjukan ini menjadi langkah sementara agar tim tetap memiliki pendamping selama masa transisi. Guntur dijadwalkan menangani PSIM untuk periode sekitar satu bulan, sembari manajemen menyiapkan keputusan mengenai kepemimpinan teknis berikutnya. Dengan adanya penanggung jawab sementara, kegiatan tim dapat terus berjalan tanpa menunggu proses pencarian pelatih permanen selesai.

Peran caretaker tersebut menempatkan Guntur sebagai sosok yang mengawal tim dalam waktu terbatas. Fokus utamanya adalah mendampingi pemain dan menjaga kesinambungan persiapan maupun agenda pertandingan selama pergantian pelatih. Masa penugasan sekitar satu bulan juga memberi ruang bagi klub untuk mengelola transisi secara terukur. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci kewenangan khusus Guntur, perubahan program latihan, ataupun target yang dibebankan kepadanya selama menjalankan tugas sementara itu.

Pada saat yang sama, manajemen PSIM mulai menyeleksi calon pelatih untuk mengisi posisi permanen yang ditinggalkan Van Gastel. Proses tersebut berjalan beriringan dengan penugasan caretaker, sehingga klub memiliki waktu untuk mempertimbangkan kebutuhan tim sebelum menetapkan pengganti. Belum ada rincian mengenai nama kandidat, tahapan seleksi, atau kapan keputusan akhir akan diumumkan. Karena itu, belum dapat dipastikan siapa yang akan memimpin PSIM setelah masa tugas Guntur berakhir.

Susunan langkah ini memisahkan penanganan kebutuhan jangka pendek dari keputusan jangka panjang. Guntur memberikan kepastian mengenai pendampingan tim untuk sementara, sedangkan pencarian pelatih tetap berada di tangan manajemen. Keputusan berikutnya akan bergantung pada proses seleksi yang sedang berlangsung dan pengumuman resmi klub. Sampai ada informasi lebih lanjut, status Guntur tetap sebagai caretaker sekitar satu bulan, sementara PSIM belum mengungkap identitas maupun perkembangan rinci calon pengganti permanen Van Gastel.

Persijap Jepara menjadi salah satu klub yang lebih dahulu melakukan pergantian pelatih di BRI Super League 2026/2027. Pada 15 September 2026, klub memberhentikan Juan Cortes setelah tim menelan dua kekalahan secara beruntun pada awal musim. Hasil tersebut menjadi latar keputusan Persijap untuk mengakhiri tugas Cortes sebagai pelatih. Meski tidak lagi menangani tim dari sisi kepelatihan, Cortes tetap berada di lingkungan klub. Persijap mengalihkan perannya menjadi direktur teknik, sehingga ia tetap terlibat dalam struktur klub dengan jabatan yang berbeda. Pergantian itu menjadi perubahan pertama dalam rangkaian keputusan Persijap di tengah perjalanan kompetisi musim ini.

Setelah Cortes diberhentikan, Persijap menunjuk Mario Lemos sebagai penggantinya. Namun, masa tugas Lemos juga berlangsung singkat. Pada 15 Oktober 2026, klub mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih tersebut. Keputusan itu diambil setelah Lemos memimpin Persijap dalam dua pertandingan, dengan hasil yang dinilai mengecewakan. Salah satu hasil yang menjadi sorotan adalah kekalahan telak 1-6 dari Bali United. Rentang waktu yang pendek penunjukan dan berakhirnya kerja sama menunjukkan bahwa Persijap kembali melakukan perubahan di kursi pelatih setelah evaluasi atas hasil pertandingan yang dijalani tim.

Rangkaian keputusan tersebut menempatkan Persijap sebagai klub yang sudah dua kali mengganti pelatih pada musim berjalan. Juan Cortes lebih dahulu kehilangan jabatan setelah dua kekalahan beruntun, kemudian Mario Lemos juga mengakhiri masa tugasnya usai memimpin dua laga, termasuk kekalahan besar dari Bali United. Dengan demikian, perubahan di Persijap terjadi sebelum kabar mengenai pelatih lain yang tersingkir pada musim yang sama. Ketika Van Gastel kemudian kehilangan jabatannya, ia menjadi pelatih ketiga yang kehilangan posisi di BRI Super League 2026/2027. Urutan ini memperlihatkan bahwa pergantian pelatih telah terjadi beberapa kali dalam kompetisi musim tersebut, dengan Persijap lebih dahulu mencatat dua perubahan pada posisi pelatih kepala.

Baca juga: Lompatan Ranking FIFA Timnas Indonesia di Era Erick Thohir: Tiga Pelatih, Naik 31 Peringkat | Pacu Adrenalin, Menembak Lorong Jadi Latihan Menantang di Super Garuda Shield 2026 | Dankodiklat TNI Resmikan Renovasi SDN 12 Martapura, Wujud Nyata Kepedulian Lewat Super Garuda Shield 2026