Tiang Utilitas di Jalan Sawo Masih Menghambat Lalu Lintas Setelah Pelebaran

Tiang Utilitas di Jalan Sawo Masih Menghambat Lalu Lintas Setelah Pelebaran

Jakarta | Tiang utilitas masih berdiri di badan Jalan Sawo, Cipete Utara, Jakarta Selatan, meskipun ruas jalan tersebut telah dilebarkan sekitar dua bulan sebelumnya. Keberadaan tiang yang belum dipindahkan itu menyisakan hambatan pada jalur yang kini lebih luas. Akibatnya, hasil pelebaran belum sepenuhnya membuat arus kendaraan bergerak leluasa di bagian jalan tersebut.

Kendaraan masih tampak padat, terutama pada jam pulang kerja ketika aktivitas perjalanan meningkat. Pengendara yang melintas harus memperhatikan posisi tiang dan ruang yang tersedia untuk melewatinya. Pada saat lalu lintas ramai, kendaraan dari arah berlawanan terkadang perlu bergantian melalui bagian jalan yang terhalang. Situasi ini membuat perjalanan di titik tersebut berjalan lebih lambat dibandingkan jika seluruh badan jalan dapat digunakan.

Hambatan itu tidak berarti kemacetan selalu terjadi. Kelancaran arus dapat berubah mengikuti jumlah kendaraan dan kondisi lalu lintas pada waktu tertentu. Namun, keberadaan tiang di badan jalan tetap menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan, khususnya ketika volume kendaraan sedang tinggi. Pengendara perlu mengurangi kecepatan, menjaga jarak, dan memastikan jalur di depannya aman sebelum melintas melewati bagian yang menyempit.

Setelah pelebaran jalan dilakukan, keberadaan tiang yang masih berada di jalur kendaraan juga menimbulkan pertanyaan mengenai penataan utilitas di kawasan tersebut. Pemindahan atau penyesuaian posisi tiang dapat membantu agar fungsi jalan hasil pelebaran dimanfaatkan secara lebih optimal. Penanganan perlu mempertimbangkan keselamatan pengguna jalan serta keberlangsungan layanan utilitas. Sampai hambatan tersebut ditangani, pengendara sebaiknya tetap berhati-hati dan bersiap menghadapi arus yang bergerak bergantian, terutama pada periode sibuk.

Sri Miyatun, pedagang pecel yang berjualan di sekitar Jalan Sawo, telah menempati lokasi tersebut selama 16 tahun. Selama menjalankan usahanya, ia menyaksikan perubahan kondisi jalan, termasuk pelebaran yang dilakukan sekitar dua bulan sebelumnya. Namun, keberadaan tiang utilitas di dekat jalur kendaraan masih menjadi perhatian. Menurut Sri, posisi tiang itu kini tampak agak miring setelah beberapa kali mengalami benturan. Pengalaman panjangnya berjualan di kawasan tersebut membuat Sri mengenali keadaan lalu lintas di sekitar tempat usahanya, terutama di bagian jalan yang menikung.

Sri mengatakan tiang utilitas itu pernah ditabrak mobil sebanyak dua kali. Benturan tersebut, menurut pengamatannya, membuat tiang menjadi sedikit miring. Meski demikian, ia tidak menyebutkan kapan tepatnya kejadian itu berlangsung ataupun jenis kendaraan yang menabraknya. Posisi tiang yang tidak tegak sempurna membuatnya kembali terlihat di tengah perhatian warga dan pengguna jalan, terlebih setelah pelebaran jalan dilakukan. Bagi Sri, tiang itu merupakan bagian dari kondisi sekitar yang ia amati setiap hari ketika melayani pembeli. Kisahnya juga mengingatkan bahwa risiko di ruas tersebut sudah ada sebelum pekerjaan pelebaran selesai.

Ia turut mengingat kecelakaan yang pernah terjadi di sekitar tikungan sebelum jalan diperlebar. Saat itu, kendaraan dari arah yang berlawanan terlibat insiden. Seorang pengendara perempuan terjatuh dan kemudian pingsan, menurut cerita Sri. Peristiwa tersebut terjadi di kawasan yang sama, tetapi ia tidak menjelaskan lebih jauh penyebab kecelakaan atau kondisi korban setelahnya. Sri menegaskan bahwa ia belum mengetahui adanya kecelakaan serupa sejak pelebaran jalan dilakukan sekitar dua bulan lalu. Pengalamannya memberi gambaran tentang kejadian yang pernah disaksikan sebelum perubahan jalan, tetapi belum menjadi dasar untuk menyimpulkan apakah pelebaran maupun tiang yang miring memengaruhi keselamatan lalu lintas saat ini. Keberadaan tiang itu tetap menjadi hal yang diperhatikan di lokasi, sementara keterangan Sri terbatas pada peristiwa yang ia ingat selama berjualan di sana.

Menurut Sri, pelebaran Jalan Sawo telah membawa perubahan yang terasa dalam kegiatan sehari-hari. Ruang gerak kendaraan kini lebih leluasa dibandingkan sebelumnya, sehingga kendaraan dapat melintas dengan lebih nyaman. Perubahan itu juga dirasakan Sri saat berjualan pecel ayam pada malam hari. Area yang lebih lapang membuat aktivitas berjualan terasa lebih nyaman, baik ketika menyiapkan dagangan maupun saat melayani pembeli yang datang.

Meski demikian, manfaat pelebaran belum sepenuhnya dirasakan oleh para pengguna jalan. Sejumlah tiang utilitas lama masih berdiri di badan jalan dan menjadi hambatan bagi kendaraan yang melintas. Keberadaan tiang tersebut membuat ruang yang telah terbuka melalui pelebaran tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal. Pengendara tetap perlu menyesuaikan arah dan posisi kendaraan ketika melewati bagian jalan yang terdapat tiang, sementara arus lalu lintas dapat terganggu, terutama saat jalan sedang ramai.

Sri mengaku pernah mendengar keterangan dari pekerja lapangan bahwa tiang lama itu direncanakan untuk dipindahkan ke area trotoar yang telah dibangun. Namun, hingga kini, rencana pemindahan tersebut belum terlaksana. Ia juga pernah mendengar perkiraan bahwa biaya untuk memindahkan satu tiang dapat mencapai Rp30 juta. Informasi itu sebatas perkiraan yang didengarnya; Sri tidak mengetahui secara pasti besaran biaya maupun pihak yang memiliki tiang tersebut.

Ketidakjelasan mengenai jadwal pemindahan membuat tiang-tiang itu masih menjadi persoalan di tengah jalan yang sudah dilebarkan. Bagi Sri, penataan akan terasa lebih tuntas apabila fasilitas utilitas tidak lagi menempati ruang yang digunakan kendaraan. Ia berharap tiang dapat segera dipindahkan ke area yang semestinya, termasuk ke trotoar jika rencana tersebut memungkinkan. Dengan begitu, badan jalan bisa digunakan lebih leluasa, pengendara tidak perlu menghindari hambatan di tengah lintasan, dan arus kendaraan di Jalan Sawo dapat berjalan lebih lancar. Harapan itu juga sejalan dengan tujuan pelebaran, yakni menyediakan ruang yang lebih nyaman dan aman bagi seluruh pengguna jalan, tanpa mengurangi kelancaran aktivitas warga yang berjualan di sekitarnya.

Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan, Rifki Rismal, menyatakan bahwa pihaknya telah mengecek tiang yang masih berdiri di tengah Jalan Sawo. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi tiang sekaligus menelusuri pihak yang bertanggung jawab atas keberadaannya. Tiang tersebut menjadi perhatian karena posisinya dinilai menghambat ruang gerak kendaraan, meskipun pekerjaan pelebaran jalan telah dilakukan. Keberadaan benda itu di area jalan juga memunculkan pertanyaan mengenai penataan utilitas yang belum tuntas setelah perubahan lebar badan jalan. Menurut Rifki, pengecekan menjadi langkah awal sebelum penanganan dapat dikoordinasikan dengan pemilik utilitas terkait.

Dalam keterangannya, Rifki menyebut PLN tidak mengakui tiang tersebut sebagai miliknya. Karena itu, identifikasi pemilik tiang masih menjadi hal penting agar penanganan dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang. Ia mengatakan informasi mengenai tiang itu telah disampaikan kepada para pemilik utilitas. Mereka diminta mengamankan tiang yang berada di tengah jalan, sehingga keberadaannya tidak terus mengganggu pengguna jalan maupun menimbulkan persoalan keselamatan. Penyampaian tersebut menjadi bagian dari koordinasi Bina Marga dengan pihak-pihak yang memiliki atau mengelola jaringan utilitas di kawasan tersebut. Namun, berdasarkan keterangan itu, pemilik tiang belum dipastikan dan tindak lanjut pemindahan atau pemotongan masih perlu melalui proses koordinasi.

Rifki juga menjelaskan bahwa pemotongan tiang akan diprogramkan. Artinya, penanganan tidak serta-merta dilakukan saat pengecekan, melainkan perlu masuk dalam rencana pekerjaan yang akan disusun. Keterangan ini memberikan gambaran mengenai langkah yang disiapkan pemerintah daerah, meski waktu pelaksanaan pemotongan belum disebutkan. Sementara menunggu tindak lanjut, tiang tersebut tetap menjadi perhatian karena berada di jalur yang telah dilebarkan dan berpotensi menghambat kelancaran lalu lintas. Keluhan serupa sebelumnya ramai dibicarakan setelah akun Threads @makanbuahnanas mengunggah pertanyaan mengenai tiang yang belum dipindahkan pascapelebaran Jalan Sawo.

Baca juga: Evaluasi Ganjil Genap Jakarta: Dampak Lalu Lintas dan Arah Peninjauan Kebijakan

52 kunjungan