JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Telkomsel kembali menyelenggarakan NextDev untuk ke-12 kalinya sebagai wadah pengembangan startup digital Indonesia. Program ini hadir untuk mempertemukan dan mendorong para technopreneur yang memiliki gagasan, produk, atau solusi digital dengan potensi memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.
Pada penyelenggaraan tahun ini, NextDev mengusung tema “AI-powered innovations”. Fokus tersebut menempatkan kecerdasan artifisial sebagai salah satu unsur penting dalam pengembangan inovasi digital. Telkomsel memprioritaskan technopreneur yang telah menggunakan artificial intelligence dalam produk atau proses bisnisnya, maupun yang sedang mengeksplorasi penerapan teknologi tersebut untuk menjawab kebutuhan nyata.
Pemanfaatan AI dalam konteks NextDev tidak semata-mata diarahkan pada penciptaan teknologi baru. Inovasi yang dikembangkan diharapkan mampu menghasilkan manfaat yang nyata, relevan, dan berkelanjutan. Dengan demikian, perhatian tidak hanya diberikan kepada kemampuan teknis, tetapi juga kepada dampak solusi, ketepatan penggunaannya, serta peluang kontribusinya bagi berbagai sektor.
Penyelenggaraan ini sekaligus membuka ruang bagi startup berbasis AI untuk memperkenalkan potensi dan arah pengembangannya. Melalui konteks program NextDev, para pengusaha teknologi berkesempatan memperoleh perhatian, pengembangan kapasitas, serta peluang pendanaan yang berkaitan dengan proses pengembangan startup. Namun, informasi mengenai modal tersebut perlu dipahami sesuai dengan cakupan program dan bahan sumber yang tersedia.
Belum terdapat keterangan mengenai mekanisme pendanaan, nilai modal, maupun persyaratan khusus yang dapat dijadikan acuan. Karena itu, peluang modal dalam pemberitaan ini diposisikan sebagai bagian dari kesempatan yang dibuka melalui NextDev, bukan sebagai jaminan pendanaan dengan ketentuan tertentu. Fokus utama program tetap berada pada pencarian dan pengembangan startup digital Indonesia yang mampu menghadirkan inovasi berbasis AI secara bertanggung jawab dan berdaya guna.
General Manager Corporate Social Responsibility Telkomsel, Andry P. Santoso, menyampaikan bahwa NextDev merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan industri digital Indonesia. Program ini dirancang sebagai ruang pengembangan bagi para pelaku rintisan digital, termasuk startup berbasis kecerdasan artifisial yang memiliki potensi untuk menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat daya saing nasional.
Menurut Andry, NextDev telah berjalan selama lebih dari satu dekade. Rentang waktu tersebut menunjukkan konsistensi Telkomsel dalam mendampingi inovator dan membangun lingkungan yang mendorong lahirnya solusi digital baru. Dukungan yang diberikan tidak hanya berfokus pada pengembangan gagasan, tetapi juga mencakup upaya mempertemukan startup dengan berbagai sumber daya, pengetahuan, dan peluang kolaborasi yang relevan.
Andry menjelaskan bahwa NextDev menjadi salah satu bentuk kontribusi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital. Melalui program tersebut, Telkomsel berupaya mengambil peran lebih luas dalam penguatan industri, tidak sebatas menyediakan konektivitas dan layanan digital. Perusahaan juga berkontribusi dengan membantu pelaku startup meningkatkan kesiapan usaha, memperluas jejaring, serta mengembangkan produk yang mampu memberikan dampak nyata.
Di sisi lain, NextDev berfungsi sebagai wadah yang melibatkan ekosistem digital Telkomsel. Keterlibatan ini membuka peluang bagi startup untuk berinteraksi dengan berbagai pihak dalam jaringan perusahaan, baik dalam aspek teknologi, bisnis, maupun pengembangan pasar. Dengan pendekatan tersebut, program ini dapat menjadi penghubung inovator, mentor, mitra, dan komunitas yang memiliki kepentingan terhadap kemajuan ekonomi digital.
Komitmen yang dijalankan melalui NextDev memperlihatkan bahwa pertumbuhan industri digital membutuhkan dukungan berkelanjutan. Keberadaan program selama lebih dari sepuluh tahun sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi untuk menciptakan ekosistem yang inklusif. Melalui pendampingan dan keterhubungan dengan ekosistem Telkomsel, startup diharapkan dapat memperkuat kapasitasnya serta berkontribusi terhadap perkembangan industri digital nasional.
Telkomsel tidak memandang NextDev sebagai program yang berjalan secara berulang tanpa perubahan. Setiap pelaksanaan menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi sekaligus mengembangkan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan startup dan dinamika industri. Evaluasi tersebut penting karena ekosistem bisnis digital terus berubah, baik dari sisi teknologi, perilaku pasar, maupun tingkat persaingan. Dengan meninjau kembali pelaksanaan program, Telkomsel dapat memahami aspek yang masih perlu diperkuat dan memastikan arah pengembangan startup tetap memiliki dasar yang kokoh.
Salah satu perhatian utama dalam proses evaluasi itu adalah penguatan fundamental bisnis startup. Perusahaan rintisan tidak cukup hanya mengandalkan gagasan inovatif atau pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial. Mereka juga perlu memiliki dasar bisnis yang mampu mendukung keberlangsungan usaha ketika menghadapi perubahan kondisi industri. Fundamental yang kuat menjadi elemen penting agar startup dapat menyusun arah pengembangan secara lebih terukur dan menghadapi tantangan dengan ketahanan yang lebih baik.
Andry menilai, evaluasi program mendorong perbaikan pada aspek-aspek dasar startup. Pandangan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan startup perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya berfokus pada pencapaian jangka pendek. Melalui evaluasi, perhatian dapat diarahkan pada kebutuhan yang benar-benar memengaruhi kesiapan dan daya tahan bisnis. Dengan demikian, NextDev berperan sebagai ruang yang terus berkembang untuk membantu memperkuat fondasi perusahaan rintisan, sejalan dengan perubahan dalam industri teknologi dan kebutuhan pasar.
Pendekatan ini juga memperlihatkan komitmen Telkomsel untuk menjaga relevansi program dari waktu ke waktu. Pengembangan tidak berhenti pada pelaksanaan satu periode, melainkan berlanjut melalui peninjauan terhadap berbagai aspek yang memengaruhi pertumbuhan startup. Fokus pada fundamental membuat proses tersebut lebih berorientasi pada ketahanan, sehingga startup berbasis AI memiliki landasan yang lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian dan persaingan. Evaluasi pun menjadi bagian penting dalam menciptakan perbaikan berkelanjutan bagi ekosistem startup yang dibangun melalui NextDev.
Dalam dua hingga tiga tahun terakhir, NextDev menunjukkan perubahan arah yang semakin menyesuaikan diri dengan perkembangan kebutuhan ekosistem startup. Setelah sebelumnya memberi perhatian pada penguatan fundamental bisnis, program ini mulai mendorong pemanfaatan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) sebagai bagian dari pengembangan usaha. Perubahan tersebut mencerminkan kebutuhan startup untuk membangun produk yang relevan, efisien, dan mampu menjawab persoalan nyata di pasar.
Penguatan fundamental tetap menjadi landasan penting bagi para peserta dan technopreneur. Namun, kemampuan memanfaatkan AI kini dipandang semakin berperan dalam mendukung proses bisnis, pengembangan produk, serta penciptaan layanan yang lebih adaptif. Teknologi ini dapat membantu startup mengolah informasi, memahami kebutuhan pengguna, dan meningkatkan efisiensi operasional, selama penerapannya disesuaikan dengan model bisnis serta kesiapan masing-masing perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, AI tidak ditempatkan sebagai tujuan tunggal, melainkan sebagai sarana untuk memperkuat nilai yang ditawarkan startup.
Fokus pada AI juga terhubung dengan tema NextDev tahun ini yang menempatkan perkembangan teknologi dan inovasi sebagai bagian penting dalam pertumbuhan startup. Arah tersebut membuka ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI secara lebih terukur, sekaligus mempertimbangkan aspek keberlanjutan bisnis dan kebutuhan pengguna. Perhatian yang lebih besar terhadap AI memperlihatkan bahwa NextDev terus beradaptasi dengan perubahan lanskap teknologi, tanpa mengesampingkan pentingnya dasar usaha yang kuat. Dukungan terhadap pengembangan ide dan kapasitas technopreneur menjadi bagian dari proses untuk mendorong lahirnya solusi digital yang relevan dengan tantangan masa kini.

