Kabupaten HSS Tata Syafrudin Noor | Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Tata Syafrudin Noor, menerima penghargaan atas dedikasinya dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas perhatian dan kontribusinya terhadap penguatan layanan PAUD di Kabupaten HSS.
Penghargaan itu diberikan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kalimantan Selatan. Pemberian apresiasi ini mencerminkan pengakuan terhadap peran Tata Syafrudin Noor dalam mendorong kepedulian, dukungan, dan kolaborasi bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di daerah.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Bela Diri Kabupaten HSS pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Ketua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, kepada Tata Syafrudin Noor. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memberikan penghormatan kepada pihak yang turut memperkuat ekosistem PAUD.
Dukungan terhadap PAUD memiliki arti penting karena pendidikan pada usia dini menjadi fondasi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui perhatian yang berkelanjutan, berbagai unsur masyarakat dan pemerintah dapat bersama-sama menciptakan lingkungan belajar yang aman, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan anak.
Penghargaan dari HIMPAUDI Kalimantan Selatan diharapkan dapat memperkuat semangat untuk terus memajukan PAUD di Kabupaten HSS. Apresiasi tersebut juga menunjukkan bahwa dedikasi, kepedulian, serta kerja sama dalam mendukung pendidik dan tenaga kependidikan anak usia dini memiliki nilai penting bagi peningkatan kualitas pendidikan di tingkat daerah.
Penyerahan penghargaan kepada Tata Syafrudin Noor berlangsung dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peringatan organisasi yang menaungi para pendidik dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini.
Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI di Kabupaten HSS mengusung tema “Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD”. Tema ini menjadi landasan kegiatan sekaligus menggambarkan harapan terhadap penguatan peran guru PAUD dalam memberikan layanan pendidikan bagi anak usia dini. Selain itu, tema tersebut menegaskan pentingnya pengakuan serta kesetaraan bagi para pendidik yang berkontribusi dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini.
Dalam konteks peringatan tersebut, penghargaan yang diterima Tata Syafrudin Noor menjadi bagian dari apresiasi terhadap dedikasi dalam memajukan PAUD di Kabupaten HSS. Penyerahan penghargaan pada puncak HUT HIMPAUDI memberikan makna tersendiri karena berlangsung dalam forum yang membawa perhatian pada keberadaan, peran, dan kontribusi guru PAUD.
Pelaksanaan puncak peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI tersebut sekaligus menjadi latar bagi pemberian penghargaan atas pengabdian di bidang pendidikan anak usia dini. Melalui tema yang diangkat, kegiatan ini menempatkan cita-cita untuk menyalakan harapan, menghadirkan pengakuan, dan mendorong kesetaraan guru PAUD sebagai pesan utama peringatan di Kabupaten HSS. Karena itu, penghargaan kepada Tata Syafrudin Noor tidak terpisahkan dari konteks peringatan organisasi dan perhatian terhadap kemajuan PAUD di daerah tersebut.
Tata Syafrudin Noor memandang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan. Pada tahap ini, anak tidak hanya diperkenalkan pada pengetahuan dasar, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan karakter, sikap, dan kebiasaan positif. Pengalaman belajar yang diterima sejak dini dapat memengaruhi cara anak berpikir, berinteraksi, serta menghadapi berbagai tantangan pada jenjang pendidikan berikutnya. Karena itu, PAUD perlu menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Menurutnya, pendidikan pada masa awal kehidupan memiliki peran strategis dalam menumbuhkan anak yang cerdas, berkarakter, mandiri, kreatif, dan berakhlak mulia. Setiap anak memiliki potensi, minat, kemampuan, serta karakter yang berbeda. Perbedaan tersebut perlu dipahami oleh pendidik agar proses pembelajaran tidak dilakukan secara seragam. Pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak akan membantu mereka belajar secara lebih optimal, percaya diri, dan menikmati setiap tahapan perkembangan. Nilai-nilai seperti tanggung jawab, kepedulian, kejujuran, kerja sama, dan kemandirian juga perlu ditanamkan melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan anak.
Tata menilai pendidik PAUD perlu terus meningkatkan kompetensi dan memperkaya pengalaman profesional. Perkembangan pengetahuan, teknologi, serta kebutuhan anak menuntut pendidik untuk terbuka terhadap pembelajaran dan metode baru. Penambahan pengetahuan tidak cukup berhenti pada kegiatan pelatihan atau memperoleh informasi, melainkan harus diterapkan dalam proses pembelajaran di satuan PAUD masing-masing. Pendidik diharapkan mampu mengembangkan metode yang kreatif, komunikatif, dan relevan, sekaligus melakukan evaluasi terhadap pendekatan yang digunakan. Dengan demikian, kegiatan belajar dapat berlangsung lebih efektif, sekaligus memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, bertanya, berkarya, dan berkembang sesuai potensinya.
Tata Syafrudin Noor menekankan bahwa pembelajaran pada pendidikan anak usia dini perlu berpusat pada anak. Dalam pendekatan ini, anak tidak ditempatkan hanya sebagai penerima informasi, melainkan diberi kesempatan untuk terlibat secara aktif dalam proses belajar. Kegiatan pembelajaran disusun dengan memperhatikan kebutuhan, minat, serta tahap perkembangan anak. Prinsip bermain sambil belajar menjadi bagian penting karena bermain merupakan cara yang dekat dengan kehidupan anak. Melalui kegiatan yang menyenangkan, anak dapat mengeksplorasi lingkungan, mencoba berbagai hal, dan memperoleh pengalaman yang mendukung proses perkembangannya.
Pendekatan tersebut juga menuntut pendidik untuk menghargai perbedaan kemampuan setiap anak. Setiap anak memiliki kecepatan belajar, minat, dan potensi yang tidak selalu sama. Karena itu, kegiatan pembelajaran perlu memberikan ruang yang cukup agar anak dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya masing-masing. Anak tidak perlu dipaksa mencapai hasil yang seragam dalam waktu yang sama. Pendidik dapat memberikan pendampingan dan kesempatan yang sesuai, sehingga proses belajar tetap memperhatikan karakteristik individual anak. Penghargaan terhadap perbedaan ini menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana belajar yang mendukung dan tidak mengabaikan kebutuhan setiap peserta didik.
Menurut Tata, penerapan pendekatan yang tepat dalam pembelajaran anak usia dini dapat membantu anak mengembangkan berbagai kemampuan penting. Pengalaman belajar yang sesuai dapat menumbuhkan rasa percaya diri ketika anak berani mencoba, menyampaikan gagasan, dan terlibat dalam kegiatan. Kesempatan untuk bereksplorasi juga dapat mendukung perkembangan kreativitas anak. Selain itu, kegiatan yang memberi ruang bagi anak untuk melakukan pilihan dan mencoba menyelesaikan sesuatu dapat membantu membangun kemandirian. Interaksi dalam kegiatan bermain dan belajar turut mendukung kemampuan anak untuk bersosialisasi, berkomunikasi, serta berhubungan dengan orang lain.

