JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Potongan HPL sisa proses produksi dihadirkan dalam bentuk baru melalui instalasi The Curiosity Engine pada Art Jakarta 2026. Material yang sebelumnya berada dalam konteks proses manufaktur tersebut tidak lagi dipandang semata sebagai sisa, melainkan diolah menjadi bagian penting dari karya yang mengundang pengunjung untuk mengamati, menafsirkan, dan mempertanyakan kembali nilai sebuah benda.
Instalasi ini merupakan hasil kolaborasi Palette Studio dan TACO, dengan mengangkat gagasan Explore New Horizons. Gagasan tersebut menjadi landasan untuk mengeksplorasi kemungkinan baru melalui material yang telah dikenal. Dalam karya ini, eksplorasi tidak hanya diwujudkan dengan mencari sesuatu yang benar-benar belum pernah ditemukan, tetapi juga dengan membuka ruang bagi cara pandang yang berbeda terhadap benda dan material yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pendekatan itu, sisa HPL memperoleh konteks baru. Potongan-potongan material tersebut tidak disembunyikan dari riwayat penggunaannya, tetapi justru ditampilkan sebagai elemen yang memiliki karakter, bentuk, serta potensi visual tersendiri. Perubahan sudut pandang ini memperlihatkan bahwa proses kreatif dapat berangkat dari hal-hal yang dekat, tersedia, dan kerap dianggap biasa.
Chief Marketing Officer TACO Anastasia Tirtabudi menyampaikan hal tersebut di lokasi pameran di Jakarta pada Jumat, 2 Oktober 2026. Menurutnya, Explore New Horizons bukan semata-mata tentang menemukan sesuatu yang sepenuhnya baru, melainkan juga mengenai keberanian untuk melihat kembali benda atau material yang telah dikenal melalui sudut pandang berbeda. Pernyataan tersebut menegaskan posisi The Curiosity Engine sebagai perwujudan kolaborasi yang mengajak publik menemukan kemungkinan baru dari material yang telah hadir di sekitar mereka.
Di bagian atas instalasi, sebuah lingkaran hadir sebagai pusat perhatian sekaligus titik temu berbagai elemen visual. Bentuk ini tidak sekadar berfungsi sebagai aksen komposisi, tetapi membawa lapisan makna yang berkaitan dengan cara manusia membaca dunia. Lingkaran terinspirasi dari mata, kompas, dan matahari, tiga simbol yang memiliki hubungan erat dengan pengamatan, pencarian arah, serta awal sebuah siklus. Sebagai mata, lingkaran merepresentasikan kemampuan untuk melihat, memperhatikan, dan merekam lingkungan. Sebagai kompas, bentuk tersebut menyiratkan proses menentukan orientasi di tengah kemungkinan yang beragam. Sementara itu, asosiasinya dengan matahari menandai sumber energi dan permulaan putaran baru.
Di sekeliling pusat tersebut, warna dan tekstur berkembang dalam beragam motif yang memperkaya pengalaman visual. Permukaan-permukaan itu menciptakan perbedaan ritme, skala, dan kedalaman, sehingga instalasi terasa dinamis ketika diamati dari jarak berbeda. Ada bagian yang tampil lebih kuat melalui warna, sementara unsur lain menonjolkan karakter permukaan, baik melalui kesan halus, mengilap, berlapis, maupun berstruktur. Keragaman tersebut membuat mata bergerak dari satu detail ke detail berikutnya, mengikuti hubungan lingkaran dan elemen-elemen yang mengitarinya.
Komposisi ini dibangun menggunakan HPL, PVC sheet, PVC board, dan drawer slide. Setiap material memiliki sifat fisik dan kemungkinan visual yang berbeda, sehingga kehadirannya tidak hanya ditentukan oleh fungsi teknis. HPL memberikan pilihan warna dan motif yang luas, PVC sheet menawarkan fleksibilitas pada penerapan permukaan, PVC board menghadirkan bidang yang lebih kokoh, sedangkan drawer slide mendukung mekanisme serta hubungan antarkomponen dalam instalasi.
Palette Studio mengeksplorasi karakter masing-masing material melalui warna, motif, dan tekstur. Eksplorasi itu kemudian dilanjutkan dengan proses pemilihan, penyusunan, dan penggabungan berbagai unsur hingga terbentuk komposisi yang selaras dengan konsep karya. Dengan pendekatan tersebut, material sisa tidak diperlakukan sebagai elemen pelengkap, melainkan sebagai sumber bahasa visual yang mampu membangun makna, gerak, dan identitas instalasi.
Bagi Palette Studio, material yang sudah tersedia bukan sekadar sisa yang menunggu untuk digunakan, melainkan titik awal bagi pembacaan dan kemungkinan baru. Sisa HPL, misalnya, dapat menghadirkan karakter visual yang berbeda apabila dilihat kembali melalui konteks, susunan, dan gagasan karya yang baru. Cara pandang ini membuat proses kreatif tidak berhenti pada pencarian bahan, tetapi berlanjut pada upaya memahami potensi yang telah melekat pada material tersebut.
Founder Palette Studio, Aji Fajar, menjelaskan bahwa hal menarik dalam proses tersebut adalah munculnya kemungkinan yang berbeda ketika material lama dilihat kembali. Setiap lembar memiliki warna, tekstur, ukuran, serta jejak penggunaan yang dapat memengaruhi arah eksplorasi. Karena itu, tim Palette Studio menelaah karakter material secara lebih dekat, kemudian menguji beragam susunan untuk menemukan komposisi yang sejalan dengan gagasan karya. Potongan yang semula tampak tidak berkaitan dapat memperoleh hubungan baru melalui pengulangan, perbandingan bidang, atau pengaturan skala.
Pendekatan tersebut menjadi bagian dari kehadiran TACO untuk tahun keenam di Art Jakarta 2026. Dalam keikutsertaannya pada ajang seni ini, TACO kembali membawa pendekatan kolaboratif dengan seniman dan pelaku kreatif. Kolaborasi tidak hanya menempatkan material sebagai unsur pendukung, tetapi juga membuka ruang bagi proses pertukaran gagasan sejak tahap pengembangan hingga penyajian karya. Melalui proses semacam itu, material familiar dapat dipahami dalam bahasa visual yang lebih luas dan kontekstual.
Artistic Director Art Jakarta, Enin Supriyanto, memandang kolaborasi lintas industri sebagai unsur yang memperkaya pengalaman pengunjung dalam menikmati pameran. Pertemuan industri material, studio desain, seniman, dan pelaku kreatif memperluas cara karya dibaca. Pengunjung tidak hanya berhadapan dengan hasil akhir, tetapi juga dapat melihat bagaimana pengalaman, teknik, dan sumber daya dari bidang berbeda berinteraksi. Dengan demikian, pemanfaatan material yang telah tersedia menjadi bagian dari percakapan kreatif yang menghubungkan desain, seni, dan praktik berkelanjutan.
Eksperimen terhadap sisa HPL berlanjut melalui Live Mural powered by TACO di Jakarta Illustration and Creative Arts Fair (JICAF) 2026. Memasuki tahun ketiga partisipasinya, program ini kembali mempertemukan material interior dengan praktik seni kontemporer. Kali ini, Jaekwang Park, Muklay, Mbetand, dan Maito Parta hadir dengan pendekatan visual yang berbeda, sekaligus menunjukkan bahwa satu bahan dapat berkembang menjadi beragam kemungkinan artistik.
Keempat seniman menggunakan HPL sebagai medium utama dalam proses penciptaan mural. Jaekwang Park mengolahnya melalui karakter visual yang menekankan eksplorasi bentuk dan komposisi, sementara Muklay menghadirkan bahasa visual yang dekat dengan ilustrasi serta figur-figur khasnya. Mbetand dan Maito Parta turut menerapkan material tersebut berdasarkan gaya personal masing-masing, baik melalui pilihan warna, pengaturan bidang, maupun cara menyusun elemen di dalam karya. Perbedaan ini membuat HPL tidak tampil sebagai permukaan yang seragam.
Live Mural di JICAF memperlihatkan bagaimana material yang sama dapat menghasilkan bentuk dan pendekatan berbeda ketika berhadapan dengan pengalaman, referensi, serta metode kerja setiap seniman. HPL dapat dipotong, disusun, dipadukan, dan dibaca sebagai bagian dari komposisi yang lebih luas. Dalam konteks ini, karakter material tidak berhenti pada fungsi teknisnya, tetapi ikut membangun dimensi visual dan narasi karya.
Eksperimen tersebut memiliki benang merah dengan instalasi The Curiosity Engine di Art Jakarta 2026. Keduanya menempatkan material interior dalam konteks yang berbeda dari fungsi sehari-harinya. Sisa HPL tidak hanya dipahami berdasarkan kegunaannya, melainkan juga melalui bentuk, warna, tekstur, dan susunan yang muncul dari proses kreatif. Perpindahan konteks ini membuka cara pandang baru terhadap material tersisa: bukan sekadar bagian yang ditinggalkan, tetapi sumber kemungkinan untuk membentuk pengalaman visual yang terus berkembang.





