Kabupaten Banyuwangi | Sebanyak sepuluh sekolah dasar di Kecamatan Glagah dan Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, akan memperoleh pendampingan pendidikan untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Program tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas sekolah, guru, dan pengelola pendidikan agar proses belajar mengajar berlangsung lebih efektif serta memberikan dampak yang berkelanjutan bagi peserta didik. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan dasar di wilayah Banyuwangi.
Kerja sama tersebut dilaksanakan oleh Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim (YPA-MDR) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kedua pihak menyepakati pelaksanaan program selama lima tahun, sehingga pendampingan tidak hanya berfokus pada kegiatan jangka pendek, tetapi juga mencakup penguatan dan evaluasi secara bertahap. Melalui kolaborasi ini, sekolah sasaran diharapkan mampu mengembangkan tata kelola, kompetensi pendidik, serta metode pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan dan karakter peserta didik.
Kesepakatan itu ditandatangani melalui nota kesepahaman bertajuk “Bersama Berkarya untuk Pendidikan yang Berdampak” di Rumah Dinas Bupati Banyuwangi pada Sabtu (10/10). Nota kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Chief of Corporate Affairs Astra sekaligus Ketua Pengawas YPA-MDR Boy Kelana Soebroto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, dan Ketua Pengurus YPA-MDR Gunawan Salim. Penandatanganan ini menandai dimulainya kemitraan strategis YPA-MDR dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat mutu pendidikan dasar. Dengan dukungan yang terarah selama lima tahun, program diharapkan dapat membantu sekolah membangun praktik pembelajaran yang lebih berkualitas, inklusif, dan relevan, sekaligus menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan oleh warga sekolah serta masyarakat sekitar.
Pada tahap awal pendampingan pendidikan Astra di sepuluh sekolah dasar di Banyuwangi, program memprioritaskan dua fokus utama, yaitu penguatan karakter siswa dan peningkatan kompetensi akademik guru. Kedua aspek tersebut ditempatkan sebagai dasar bagi perkembangan lingkungan belajar yang mampu menjawab perubahan dan tantangan zaman. Pendekatan ini tidak hanya memperhatikan capaian peserta didik, tetapi juga kesiapan pendidik dalam menjalankan perannya secara lebih baik. Dengan demikian, pembinaan diarahkan untuk mendukung kebutuhan sekolah secara menyeluruh melalui penguatan unsur manusia yang menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Penguatan karakter siswa menjadi perhatian agar peserta didik memiliki bekal sikap dan nilai yang diperlukan dalam menghadapi dinamika kehidupan. Pendidikan karakter diharapkan membantu mereka tumbuh sebagai pribadi yang mampu merespons perubahan secara positif. Pada saat yang sama, peningkatan kompetensi akademik guru ditujukan untuk memperkuat kapasitas pendidik dalam mendampingi proses belajar. Guru memiliki peran penting dalam mempersiapkan siswa menghadapi tuntutan masa depan, sehingga pengembangan kemampuan akademik mereka menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembinaan pada tahap awal.
Program ini dirancang untuk membantu pendidik dan peserta didik menghadapi perubahan serta tantangan zaman melalui dua landasan tersebut. Kerja sama itu juga mencerminkan komitmen Astra dalam berkontribusi pada bidang pendidikan. Boy Kelana Soebroto menyatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan penerapan filosofi Catur Dharma Astra, khususnya prinsip untuk menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara. Pernyataan ini menegaskan bahwa filosofi Catur Dharma Astra menjadi dasar bagi kontribusi Astra di bidang pendidikan, termasuk melalui pendampingan yang diberikan kepada sekolah, guru, dan siswa selama program berlangsung.
Penentuan wilayah sasaran program dilakukan melalui survei mendalam untuk memahami kondisi, kebutuhan, serta potensi setiap sekolah dan lingkungan sekitarnya. Proses tersebut tidak hanya mempertimbangkan tantangan pendidikan, tetapi juga memetakan ekosistem sosial dan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat dampak program. Hasil survei kemudian diselaraskan dengan program Desa Sejahtera Astra yang telah berjalan di Desa Kemiren, Jambewangi, Temurejo, dan Sumbermulyo. Keselarasan ini diharapkan menciptakan hubungan yang lebih erat pengembangan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan di Banyuwangi.
Kehadiran Yayasan Pendidikan Astra–Michael D. Ruslim (YPA-MDR) memperluas dukungan pendidikan Astra di daerah tersebut. Sebelumnya, perhatian Astra di Banyuwangi lebih banyak berfokus pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD). Melalui pendampingan terhadap sepuluh sekolah dasar selama lima tahun, dukungan itu kini mencakup jenjang yang lebih tinggi dan dilakukan secara berkelanjutan. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut positif inisiatif jangka panjang tersebut. Menurutnya, kesinambungan pendampingan penting agar perubahan tidak berhenti pada bantuan awal, melainkan berkembang menjadi penguatan kapasitas sekolah secara bertahap.
Pada tahap awal, setiap sekolah penerima manfaat memperoleh satu unit laptop untuk menunjang pembelajaran digital. Perangkat tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkaya sumber belajar, mendukung penyusunan materi, serta meningkatkan keterampilan teknologi bagi guru dan siswa. Selain bantuan sarana, sekolah juga mendapatkan pendampingan harian di lapangan melalui area officer khusus yang bertugas di Banyuwangi. Kehadiran petugas ini memungkinkan pemantauan rutin, komunikasi yang lebih cepat, dan penyesuaian program berdasarkan kebutuhan nyata di masing-masing sekolah.
Gunawan Salim berharap sinergi lintas sektor yang terbangun dapat memberikan dampak langsung bagi sekolah, guru, siswa, dan masyarakat luas. Kolaborasi pemerintah daerah, Astra, YPA-MDR, sekolah, serta unsur masyarakat dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan program dan memperluas manfaatnya. Melalui dukungan yang konsisten, sekolah-sekolah di daerah diharapkan memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang secara setara, baik dalam kualitas pembelajaran, kapasitas tenaga pendidik, maupun pemanfaatan teknologi pendidikan.
Selama 17 tahun, Yayasan Pendidikan Astra–Michael D. Ruslim (YPA-MDR) menjalankan pendampingan pendidikan bagi sekolah-sekolah yang berada di wilayah tertinggal dan strategis di Indonesia. Pendampingan tersebut mencakup penguatan berbagai aspek pendidikan, dengan sekolah binaan yang tersebar di sejumlah daerah dan terus bertambah sesuai dengan cakupan program yayasan.
Penambahan sepuluh sekolah dasar di Banyuwangi menjadikan jumlah sekolah binaan YPA-MDR kini mencapai 200 sekolah. Seluruh sekolah tersebut tersebar di sembilan provinsi dan 19 kabupaten. Cakupan ini mencerminkan perjalanan program pendampingan yang dilakukan yayasan secara berkelanjutan selama lebih dari satu setengah dekade di berbagai wilayah Indonesia.
Dari total 200 sekolah binaan, sebanyak 147 merupakan sekolah dasar. Selain itu, terdapat 37 sekolah menengah pertama serta 16 sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan. Komposisi tersebut mencakup jenjang pendidikan dasar hingga menengah, sesuai dengan keberadaan sekolah-sekolah yang didampingi YPA-MDR di daerah sasaran.
Secara keseluruhan, program YPA-MDR telah menjangkau lebih dari 3.100 guru dan 43.000 siswa di berbagai wilayah Indonesia. Para penerima manfaat tersebut berasal dari 200 sekolah yang berada dalam portofolio pendampingan yayasan, termasuk sepuluh sekolah di Banyuwangi yang baru menjadi bagian dari jaringan sekolah binaan.

