Yogyakarta | Bala Mataram Rescue (BMR), unit relawan suporter PSIM Yogyakarta, membantu proses evakuasi dan penanganan korban kecelakaan rombongan pendukung PSS Sleman di ruas Tol Ngawi–Caruban, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026. BMR menurunkan ambulans untuk mendukung penanganan di lokasi dan membantu membawa korban yang membutuhkan pertolongan. Kehadiran relawan lintas kelompok suporter tersebut menjadi bagian dari upaya kemanusiaan dalam merespons insiden yang menimpa rombongan suporter PSS di perjalanan menuju Surabaya.
Kecelakaan itu melibatkan sebuah Toyota Hiace yang membawa 15 orang, termasuk pengemudi. Empat orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Para korban luka masih menjalani perawatan di RS Caruban. Informasi mengenai kondisi mereka menjadi perhatian setelah peristiwa tersebut, sementara proses penanganan dan evakuasi dilakukan untuk memastikan para korban memperoleh bantuan medis. Kecelakaan yang terjadi saat rombongan melintasi jalan tol itu mengubah perjalanan para pendukung PSS menjadi keadaan darurat dan menimbulkan duka bagi keluarga, rekan, serta komunitas suporter.
Rombongan tersebut merupakan kelompok Sleman Fans yang sedang menuju Surabaya untuk mendukung PSS Sleman dalam pertandingan melawan Persebaya. Laga itu dijadwalkan berlangsung pada Minggu sore di Stadion Gelora Bung Tomo, sebagai bagian dari pekan kelima BRI Super League 2026/2027. Bantuan dari BMR memperlihatkan solidaritas di komunitas suporter, meskipun kedua kelompok mendukung klub yang berbeda. Prioritas utama setelah kecelakaan adalah keselamatan korban dan penanganan medis bagi mereka yang terluka. Peristiwa ini juga menjadi pengingat akan risiko perjalanan darat jarak jauh, khususnya ketika banyak orang bepergian bersama untuk menghadiri pertandingan. Dukungan serta doa terus diharapkan bagi korban dan keluarga yang terdampak, sementara para suporter menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang kehilangan orang terkasih.
Setelah menerima laporan mengenai kecelakaan yang melibatkan suporter PSS, BMR tidak langsung memberangkatkan bantuan. Tim terlebih dahulu mengumpulkan dan memeriksa informasi yang tersedia agar dapat memahami kondisi di lokasi serta menentukan langkah yang sesuai. Koordinator BMR, Purna Tamtama, menjelaskan bahwa respons awal dilakukan melalui koordinasi internal di Posko Jatimulyo. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum tim mengambil keputusan untuk turun membantu.
Di posko, anggota BMR menyatukan informasi yang masuk dan mengasesmen data terkait kejadian. Mereka melakukan pemeriksaan silang untuk memastikan keterangan yang diterima dapat digunakan sebagai dasar tindakan. Langkah ini membantu tim menghindari keputusan yang terburu-buru, sekaligus memberi gambaran lebih jelas mengenai kebutuhan di lapangan. Koordinasi juga memungkinkan anggota membahas kesiapan personel dan bantuan yang dapat dikirimkan.
Purna menjelaskan proses itu sebagai upaya konsolidasi sebelum bantuan diberangkatkan. “Setelah menerima laporan, kami berkoordinasi terlebih dahulu di Posko Jatimulyo, menyatukan informasi, mengasesmen data, dan melakukan pemeriksaan silang. Setelah informasi terkonsolidasi dan kebutuhan di lokasi dipahami, kami memutuskan untuk memberangkatkan tim membantu,” ujarnya. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keputusan BMR didasarkan pada informasi yang dihimpun bersama, bukan semata-mata pada laporan awal.
Dengan tahapan tersebut, BMR berupaya memastikan respons yang diberikan sesuai dengan situasi kecelakaan. Pengumpulan informasi dan pengecekan silang membantu tim menilai kondisi sebelum menentukan bentuk dukungan yang diperlukan. Setelah koordinasi internal selesai, tim kemudian bersiap menuju lokasi untuk memberikan bantuan kepada para korban. Respons ini menunjukkan pentingnya komunikasi dan konsolidasi dalam penanganan keadaan darurat, terutama ketika informasi awal masih perlu dipastikan dan kebutuhan di lapangan dapat berkembang.
BMR mengerahkan tiga personel relawan bersama satu unit ambulans untuk membantu penanganan korban kecelakaan suporter PSS. Kehadiran tim tersebut disiapkan sebagai dukungan bagi keluarga korban dan pihak terkait, dengan pelaksanaan tugas yang disesuaikan kebutuhan di lokasi. Ambulans diberangkatkan dengan perlengkapan yang telah dipersiapkan untuk mendukung proses penanganan, sementara para personel tetap berkoordinasi agar bantuan yang diberikan tidak menghambat prosedur rumah sakit.
Menurut Purna, kendaraan tersebut memiliki spesifikasi untuk mengangkut jenazah. Karena itu, tandu di dalam ambulans dikeluarkan terlebih dahulu agar ruang kendaraan cukup untuk memasukkan peti jenazah. Persiapan tersebut dilakukan berdasarkan kebutuhan yang diperkirakan, bukan sebagai keputusan untuk membatasi fungsi ambulans. Tim menyatakan siap mengikuti arahan rumah sakit dan akan menyesuaikan penggunaan kendaraan apabila kondisi atau kebutuhan penanganan berubah.
Apabila rumah sakit memerlukan bantuan untuk membawa korban yang selamat, para relawan juga siap membantu sesuai instruksi dan kapasitas yang tersedia. Prioritasnya adalah mengikuti koordinasi petugas medis serta memastikan proses pemindahan berlangsung dengan aman. Rencana operasi tidak ditetapkan secara kaku sejak awal, melainkan akan menyesuaikan situasi di lapangan, termasuk perkembangan penanganan dan kebutuhan transportasi yang muncul.
Koordinasi juga dilakukan bersama relawan Brajamusti Jatim Squad yang berada di Caruban. Komunikasi antartim diperlukan untuk memantau keadaan, membagi informasi, dan menentukan bentuk bantuan yang paling dibutuhkan. Dengan koordinasi tersebut, pengerahan personel dan ambulans diharapkan dapat berjalan lebih terarah, tanpa mendahului keputusan rumah sakit atau pihak yang bertanggung jawab atas penanganan korban.
Purna menambahkan, relawan tetap bersiaga di Posko Jatimulyo untuk mendukung kebutuhan keluarga korban. Bantuan dapat mencakup mengambil barang yang diperlukan atau mengantarkan keperluan keluarga, sesuai permintaan dan kondisi. Kesiagaan di posko akan dipertahankan sampai rangkaian penanganan selesai dan rekan-rekan relawan dapat pulang. Dengan demikian, dukungan tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga pada bantuan praktis bagi keluarga selama proses berlangsung.
Presiden Brajamusti, RM Satrio Wijayanto, menyampaikan belasungkawa atas kecelakaan yang menimpa para pendukung PSS. Ia menyatakan duka cita kepada korban serta keluarga yang terdampak dalam peristiwa tersebut. Menurut Satrio, kejadian ini menjadi kabar yang menyedihkan bagi banyak pihak, khususnya keluarga besar suporter yang selama ini memiliki kedekatan dalam mendukung sepak bola. Ia berharap keluarga yang sedang menghadapi masa sulit mendapat kekuatan dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Satrio menegaskan bahwa dalam situasi darurat seperti ini, kemanusiaan harus menjadi prioritas utama. Perbedaan identitas maupun kelompok suporter tidak seharusnya menghalangi upaya untuk menolong sesama. Ia juga menyampaikan bahwa duka BCS merupakan duka bersama. Pesan tersebut mencerminkan solidaritas antarsuporter, sekaligus mengingatkan bahwa keselamatan dan kondisi para korban perlu ditempatkan di atas persoalan lain. Kepedulian, menurutnya, penting diwujudkan melalui bantuan nyata dan dukungan bagi mereka yang terdampak.
Dalam penanganan di lapangan, Brajamusti turut membantu proses evakuasi dan mendukung kebutuhan medis bagi korban. Keterlibatan relawan dan ambulans menjadi bagian dari upaya memberikan pertolongan secepat mungkin, berkoordinasi dengan pihak-pihak yang menangani keadaan darurat. Bantuan tersebut ditujukan untuk mempermudah proses pemindahan korban serta membantu penanganan awal sesuai kebutuhan di lokasi. Satrio menyampaikan bahwa langkah kemanusiaan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama, tanpa membedakan asal kelompok suporter.
Ia mengajak keluarga besar Brajamusti untuk bersama-sama mendoakan para pendukung PSS yang terdampak kecelakaan. Doa diharapkan menyertai korban yang meninggal dunia, agar mendapat tempat terbaik, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. Satrio juga berharap para korban yang mengalami luka dapat segera memperoleh penanganan yang diperlukan dan diberi kesembuhan. Ajakan tersebut sekaligus menjadi ungkapan solidaritas kepada BCS dan seluruh keluarga korban. Di tengah suasana duka, ia berharap dukungan moral dan bantuan kemanusiaan terus diberikan, sehingga para korban dan keluarga tidak merasa menghadapi masa sulit ini sendirian.
Baca juga: Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Relawan TNI dan Persit Penyintas Gempa NTT | BABINSA BERSAMA BHABINKAMTIBMAS DAN RELAWAN PADAMKAN KARHUTLA DI BANTUAS | Luapan Air Diduga dari SPPG 04 Kedopok, Pengendara Motor Kecelakaan di Jalan Mastrip




