Pertamina Perkuat Penyaluran BBM, Masyarakat Diminta Membeli Secukupnya

Pertamina Perkuat Penyaluran BBM, Masyarakat Diminta Membeli Secukupnya

Surabaya | Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat membeli bahan bakar minyak (BBM) secukupnya dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan ataupun menimbun. Imbauan ini disampaikan VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Perusahaan menegaskan bahwa upaya menjaga kelancaran pasokan dan distribusi terus dilakukan di berbagai wilayah, sehingga masyarakat diharapkan berbelanja sesuai kebutuhan normal masing-masing.

Permintaan tersebut ditujukan kepada seluruh konsumen BBM, termasuk masyarakat di Bali, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur. Pertamina Patra Niaga berupaya memastikan penyaluran berlangsung dengan lancar di wilayah-wilayah tersebut. Karena itu, pembelian dalam jumlah yang wajar menjadi bagian penting agar distribusi dapat berjalan merata dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. Konsumen diimbau untuk membeli BBM berdasarkan keperluan sehari-hari, bukan dalam jumlah berlebihan atau untuk disimpan sebagai timbunan.

Dengan mengatur pembelian sesuai kebutuhan, masyarakat turut mendukung penyaluran BBM agar dapat menjangkau konsumen secara merata. Imbauan ini sejalan dengan upaya perusahaan menjaga pasokan serta distribusi di berbagai daerah. Pertamina Patra Niaga meminta konsumen tetap tenang dan menggunakan BBM sebagaimana kebutuhan normal, tanpa melakukan pembelian berlebih. Di tengah upaya perusahaan mempertahankan kelancaran penyaluran, keputusan konsumen untuk membeli secara wajar membantu memastikan kebutuhan masyarakat tetap menjadi perhatian dalam distribusi. Pesan utama perusahaan adalah membeli secukupnya dan tidak menimbun, sementara upaya menjaga kelancaran pasokan dan distribusi terus dijalankan di berbagai wilayah, termasuk Bali, Sulawesi Utara, dan Jawa Timur.

Penumpukan kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) tidak disebabkan oleh satu faktor saja. Pertamina Patra Niaga mengaitkan kondisi tersebut dengan meningkatnya permintaan, perubahan pola konsumsi, serta kendala dalam pengiriman pasokan. Ketika kebutuhan BBM naik dalam waktu bersamaan, pengisian stok di SPBU dapat menghadapi tekanan lebih besar, terutama di wilayah dengan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Perusahaan juga mencatat adanya peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran ini menambah permintaan terhadap produk tertentu, termasuk Pertalite, sehingga distribusi perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Di Jawa Timur, kenaikan konsumsi Pertalite tercatat di Surabaya, Malang, Kediri, Blitar, Tulungagung, Banyuwangi, dan Bondowoso. Selain itu, kendala teknis pada armada kapal pengangkut turut memengaruhi kelancaran distribusi dan penerimaan pasokan. Dampaknya dapat terasa pada jadwal pengiriman menuju terminal maupun depot yang memasok wilayah terkait.

Untuk menjaga ketersediaan, Pertamina Patra Niaga mengoptimalkan pasokan dari terminal dan depot penyangga. Perusahaan juga menambah ritase mobil tangki agar pengiriman ke SPBU dapat dilakukan lebih sering. SPBU dengan stok kritis menjadi prioritas, sehingga pasokan diarahkan terlebih dahulu ke lokasi yang membutuhkan penanganan segera. Di lapangan, pengaturan antrean dilakukan bersama pengelola SPBU dan aparat setempat untuk membantu menjaga ketertiban serta kelancaran akses kendaraan. Masyarakat tetap diimbau membeli BBM secukupnya, sesuai kebutuhan, agar distribusi dapat menjangkau lebih banyak pengguna.

Di Bali, langkah penanganan mencakup pengoperasian Pertamina Delivery Service pada SPBU yang padat. Layanan ini dimaksudkan untuk membantu memenuhi kebutuhan konsumen di lokasi dengan antrean tinggi. Pertamina juga memantau stok secara berkala agar perubahan ketersediaan dapat diketahui dan ditindaklanjuti. Koordinasi dijalankan bersama pemerintah daerah dan kepolisian, baik untuk memantau situasi maupun mendukung pengaturan arus kendaraan. Upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat penyaluran, mempercepat respons saat pasokan terbatas, dan mengurangi penumpukan di sekitar SPBU.Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menjelaskan perkembangan ketersediaan bahan bakar minyak, terutama Pertalite atau BBM dengan angka oktan RON 90. Menurut keterangannya, cadangan Pertalite saat ini berada pada kisaran 16–18 hari. Angka tersebut lebih rendah daripada batas normal yang ditetapkan, yakni sekitar 20 hari.

Bahlil mengaitkan penyusutan stok tersebut dengan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sebagian konsumen yang sebelumnya menggunakan Pertamax beralih membeli Pertalite karena harganya dinilai lebih ekonomis. Pergeseran permintaan itu meningkatkan konsumsi RON 90 dan berdampak pada jumlah hari cadangan yang tersedia. Penjelasan tersebut memberi konteks bahwa penurunan stok tidak serta-merta menunjukkan gangguan pada seluruh pasokan BBM nasional, melainkan berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan pada jenis bahan bakar tertentu.

Ia menegaskan bahwa kondisi stok di bawah batas normal 20 hari hanya terjadi pada RON 90. Sementara itu, ketersediaan solar serta BBM berangka oktan RON 92, RON 95, dan RON 98 disebut tidak mengalami masalah. Dengan demikian, kondisi cadangan perlu dipahami berdasarkan jenis produk, bukan disamaratakan untuk semua bahan bakar. Perbedaan tingkat konsumsi dan pilihan konsumen turut menjadi faktor penting dalam memantau kecukupan stok masing-masing produk.

Bahlil menyampaikan keterangan tersebut dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jakarta, pada Jumat, 16 Oktober 2026. Informasi mengenai cadangan Pertalite menjadi salah satu bagian dari penjelasan pemerintah tentang situasi pasokan energi. Dalam konteks ini, pemantauan stok dan pola pembelian masyarakat tetap penting agar kebutuhan harian dapat dipenuhi dengan baik. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan, sementara perkembangan ketersediaan berbagai jenis bahan bakar terus diperhatikan oleh pihak terkait.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menilai cadangan Pertalite yang berada pada kisaran 16–18 hari masih memenuhi standar ketersediaan nasional. Angka tersebut, menurut penilaiannya, tidak menunjukkan bahwa stok telah berada di bawah batas minimum yang ditetapkan. Karena itu, posisi cadangan perlu dipahami sebagai kondisi yang masih memenuhi standar, meskipun belum mencapai tingkat ideal yang menjadi sasaran pemerintah.

Pemerintah menargetkan pemulihan stok Pertalite ke tingkat ideal, yaitu sekitar 20 hari, dalam waktu kurang lebih satu minggu. Target tersebut menjadi acuan dalam upaya memperkuat penyaluran dan mengembalikan persediaan ke posisi yang diharapkan. Perbedaan kondisi stok saat ini dan sasaran ideal tidak serta-merta berarti ketersediaan berada di bawah standar minimum. Penjelasan mengenai rentang 16–18 hari dan target 20 hari membantu masyarakat membedakan standar ketersediaan dari tingkat persediaan ideal.

Selama proses pemulihan menuju sasaran tersebut, masyarakat diimbau membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Pembelian yang wajar dapat membantu menjaga distribusi tetap tertib dan memastikan layanan dapat dimanfaatkan secara merata. Informasi tentang jumlah hari cadangan juga sebaiknya dibaca sesuai konteks yang disampaikan pemerintah, tanpa menarik kesimpulan bahwa terjadi krisis atau gangguan pasokan. Bahlil menyatakan cadangan yang tersedia masih memenuhi standar nasional, sementara langkah pemulihan diarahkan untuk mencapai posisi ideal dalam waktu sekitar satu minggu.

Pemerintah juga menyatakan bahwa stok BBM nasional tetap terjamin, baik yang berada di kilang maupun yang tersedia di SPBU. Dengan demikian, keterangan mengenai target peningkatan cadangan berjalan bersamaan dengan jaminan bahwa persediaan BBM nasional tetap aman. Masyarakat dapat merujuk pada informasi resmi mengenai kondisi stok dan penyaluran, serta tetap membeli sesuai kebutuhan. Keterangan tersebut menegaskan perbedaan persediaan yang memenuhi standar dan target ideal 20 hari, tanpa menyatakan bahwa stok nasional berada di bawah batas minimum. Persediaan di kilang dan SPBU dinyatakan tetap terjamin dan aman selama pemerintah menargetkan pemulihan menuju tingkat ideal itu.

Baca juga: Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku | Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045: Kodim Bojonegoro Perkuat Karakter Kebangsaan Komponen Masyarakat | TNI Perkuat Penanganan Karhutla di Melawi, Salurkan Peralatan Pemadam kepada Masyarakat