Jakarta | Kepolisian mengawal rombongan suporter Persija Jakarta, The Jakmania, setelah mereka merasa khawatir untuk pulang menyusul keributan dengan suporter Persita Tangerang. Pengawalan dilakukan setelah suasana di sekitar pertandingan memanas, agar rombongan dapat meninggalkan lokasi dengan lebih aman. Pertandingan tersebut berlangsung di Banten International Stadium pada Sabtu, 17 Oktober 2026, sebagai bagian dari pekan kelima Super League 2026/2027.
Ketegangan terjadi setelah laga dan sempat membuat suasana stadion memanas. Keributan yang melibatkan suporter kedua tim menjadi perhatian petugas di lokasi. Meski situasi sempat tidak kondusif, aparat berhasil mengendalikan keadaan. Petugas kemudian mengawal The Jakmania yang khawatir melanjutkan perjalanan pulang, sehingga proses meninggalkan area stadion dapat berlangsung dengan pengawasan kepolisian.
Pengawalan ini menjadi langkah pengamanan setelah insiden tersebut, terutama bagi suporter yang merasa cemas berada di tengah ketegangan. Kehadiran petugas membantu menjaga situasi tetap terkendali dan mengurangi risiko munculnya gangguan lanjutan selama rombongan bergerak meninggalkan lokasi. Informasi mengenai penyebab keributan tidak dijelaskan, sehingga peristiwa ini dapat dipahami berdasarkan hal-hal yang diketahui: terjadi ketegangan suporter Persija dan Persita, suasana sempat memanas, lalu polisi mengendalikan keadaan dan mengawal rombongan yang khawatir pulang.
Laga di Banten International Stadium itu merupakan pertandingan pekan kelima kompetisi musim 2026/2027. Peristiwa setelah pertandingan menunjukkan bahwa pengamanan tetap diperlukan ketika terjadi ketegangan di kelompok pendukung. Dalam situasi tersebut, prioritas petugas adalah mengendalikan keadaan dan memastikan suporter dapat meninggalkan stadion dengan pengawalan. Rombongan The Jakmania tidak langsung merasa aman untuk pulang setelah keributan, sehingga pendampingan polisi menjadi bagian penting dari penanganan pascalaga. Dengan kondisi yang berhasil dikendalikan, perhatian kemudian tertuju pada keamanan perjalanan suporter dan upaya menjaga agar suasana tidak kembali memanas.
Untuk mencegah bentrokan susulan setelah ketegangan suporter Persija dan Persita, kepolisian mengatur kepulangan penonton secara bertahap. Pengaturan ini dimaksudkan agar kedua kelompok tidak bergerak keluar stadion pada waktu yang sama dan berpapasan di area yang berpotensi menimbulkan gesekan. Petugas melakukan pengawalan serta mengarahkan penonton mengikuti urutan yang telah ditetapkan, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di sekitar stadion.
Rencana awal kepolisian adalah mempersilakan suporter tuan rumah, yakni pendukung Persita, meninggalkan area stadion terlebih dahulu. Setelah itu, suporter Persija akan diarahkan keluar. Skema tersebut disusun sebagai langkah pengendalian arus penonton, sehingga pergerakan masing-masing kelompok dapat dipisahkan dan berlangsung lebih tertib. Polisi juga perlu menyesuaikan pengaturan dengan kondisi yang berkembang, termasuk permintaan dari suporter dan penilaian petugas di lapangan.
Kapolresta Serang Kota Kombes Pol Yudha Satria menjelaskan bahwa urutan tersebut kemudian diubah setelah The Jakmania meminta agar segera diperbolehkan meninggalkan area stadion. Permintaan itu disampaikan karena mereka mengkhawatirkan keselamatan. Dengan mempertimbangkan situasi tersebut, polisi memprioritaskan suporter Persija untuk keluar lebih dahulu, kemudian disusul suporter Persita. Perubahan ini menggantikan rencana awal yang mendahulukan penonton tuan rumah.
Pengaturan keluar secara bergiliran menjadi bagian dari upaya mencegah pertemuan langsung dua kelompok suporter setelah pertandingan. Petugas mengawal proses tersebut agar setiap kelompok dapat bergerak sesuai arahan dan tidak menumpuk di jalur keluar. Keputusan mengubah urutan menunjukkan bahwa langkah pengamanan disesuaikan dengan kondisi aktual, bukan semata-mata mengikuti rencana semula. Polisi tetap mengutamakan keselamatan penonton dan menjaga situasi agar kepulangan berlangsung tertib. Pemisahan waktu keluar diharapkan membantu meredakan ketegangan serta mengurangi peluang terjadinya insiden lanjutan di sekitar stadion.
Polisi mengawal rombongan The Jakmania hingga pintu tol menuju Jakarta setelah ketegangan yang melibatkan suporter Persija dan Persita di Banten. Pengawalan tersebut dilakukan untuk memastikan para suporter dapat melanjutkan perjalanan dengan aman setelah berada di wilayah itu. Lokasi pengawalan yang disebutkan adalah sampai pintu tol menuju Jakarta; keterangan ini tidak berarti bahwa polisi mengawal rombongan sepanjang perjalanan hingga tiba di Jakarta.
Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol Yudha Satria menyebut rombongan suporter Persija yang datang menggunakan bus berjumlah sekitar 30 bus. Jumlah tersebut menggambarkan skala rombongan yang perlu mendapat perhatian petugas dalam pengaturan arus dan pengamanan. Polisi mengawal rombongan menuju akses tol agar pergerakan bus dapat berlangsung tertib dan tidak menimbulkan gangguan keamanan maupun lalu lintas di sekitar lokasi.
Pengawalan hingga pintu tol menjadi bagian dari langkah kepolisian untuk mengantisipasi risiko lanjutan setelah situasi sempat memanas. Petugas mengarahkan rombongan ketika bergerak menuju jalur keluar, sembari memastikan kondisi di sekitar perjalanan tetap terkendali. Dengan jumlah kendaraan yang cukup banyak, koordinasi diperlukan agar bus dapat melintas secara teratur dan tidak terpisah dari rombongan lainnya.
Keterangan mengenai titik akhir pengawalan penting untuk memahami cakupan tindakan polisi secara tepat. Berdasarkan informasi yang disampaikan, pendampingan dilakukan sampai pintu tol menuju Jakarta, bukan dinyatakan berlangsung sepanjang rute ke ibu kota. Adapun rombongan yang dimaksud merupakan suporter Persija yang dikenal sebagai The Jakmania dan datang dengan sekitar 30 bus. Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga keselamatan rombongan serta mengurangi potensi gesekan lebih lanjut setelah ketegangan suporter di Banten. Polisi menangani pengawalan pada area yang disebutkan, sementara rincian perjalanan rombongan setelah mencapai pintu tol tidak dijelaskan dalam keterangan tersebut.
Ketegangan antarsuporter Persija Jakarta dan Persita Tangerang berdampak langsung pada jalannya pertandingan kedua tim. Laga yang semestinya berlangsung sesuai jadwal harus tertunda sekitar 30 menit setelah kericuhan terjadi. Penundaan tersebut membuat rangkaian pertandingan tidak berjalan seperti waktu yang telah direncanakan, sementara situasi di sekitar stadion menjadi perhatian aparat keamanan. Pertandingan kemudian dilanjutkan setelah keadaan memungkinkan, dengan pengamanan tetap menjadi bagian penting dari penyelenggaraan laga.
Babak kedua yang semula dijadwalkan berlangsung pada waktunya baru dimulai kembali sekitar pukul 20.30 WIB. Perubahan waktu itu merupakan konsekuensi dari tertundanya pertandingan akibat insiden antarsuporter sebelumnya. Dengan dimulainya kembali babak kedua, kedua tim melanjutkan pertandingan di tengah perhatian terhadap situasi keamanan. Persita Tangerang akhirnya memastikan kemenangan dengan skor 3-2 atas Persija Jakarta. Hasil tersebut menjadi penutup pertandingan yang sempat mengalami jeda, meskipun perhatian publik tidak hanya tertuju pada skor akhir, tetapi juga pada gangguan yang membuat laga mundur.
Setelah pertandingan berakhir, aparat tetap bersiaga di sekitar stadion untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan serupa. Kesiagaan itu dilakukan dalam konteks ketegangan yang telah muncul sebelum laga dilanjutkan dan penundaan selama sekitar setengah jam. Tidak ada keterangan tambahan mengenai perkembangan situasi setelah pertandingan, sehingga informasi yang dapat dipastikan adalah bahwa pengamanan masih disiagakan di area stadion. Dengan demikian, rangkaian laga Persita melawan Persija berlangsung setelah jeda akibat kericuhan, dimulai kembali sekitar pukul 20.30 WIB pada babak kedua, dan berakhir dengan kemenangan Persita 3-2. Situasi pascalaga tetap menjadi perhatian, sementara aparat berjaga di sekitar stadion untuk mengantisipasi kericuhan serupa.





