Penanganan Kebakaran di TPA Takome Ternate Melibatkan 350 Personel

Penanganan Kebakaran di TPA Takome Ternate Melibatkan 350 Personel

TERNATE, MALUKU UTARA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Kebakaran melanda tempat pembuangan akhir (TPA) yang berada di Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena api membakar tumpukan sampah yang berada di area pengelolaan limbah tersebut.

Area TPA Takome yang terdampak kebakaran memiliki luas sekitar 32 hektare. Kobaran api terlihat pada bagian yang dipenuhi tumpukan sampah, sehingga penanganan dilakukan di kawasan yang cukup luas. Informasi mengenai kejadian ini berfokus pada kondisi kebakaran yang berlangsung di dalam area TPA dan upaya penanganannya.

Peristiwa kebakaran di TPA Takome merupakan kejadian yang berlangsung pada akhir pekan di wilayah Ternate. Api membakar material sampah yang menumpuk di area tersebut, dengan cakupan lokasi sekitar 32 hektare. Luas area yang terdampak menjadi salah satu gambaran penting dalam memahami skala kejadian.

Penanganan kebakaran kemudian melibatkan personel dalam jumlah besar untuk menangani api di lokasi. Sebanyak 350 personel dikerahkan dalam proses penanganan kebakaran di TPA Takome. Keterlibatan ratusan personel menunjukkan bahwa penanganan dilakukan secara terpadu di area tempat pembuangan akhir yang luas tersebut.

Kebakaran ini tercatat terjadi di TPA Kelurahan Takome, bukan di kawasan permukiman yang disebutkan secara terpisah. Api membakar tumpukan sampah di dalam area TPA, sementara lokasi kejadian berada di wilayah Kelurahan Takome, Ternate, Maluku Utara. Rincian mengenai luas area dan jumlah personel menjadi bagian utama dari informasi awal peristiwa tersebut.

Dengan demikian, kejadian pada 3 Oktober 2026 itu merupakan kebakaran yang melanda tumpukan sampah di TPA Takome. Area dengan luas sekitar 32 hektare menjadi lokasi penanganan, dan 350 personel terlibat dalam upaya mengatasi kebakaran tersebut.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ternate mengerahkan kekuatan penuh untuk menangani kebakaran yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome. Langkah awal dilakukan dengan mengirimkan empat unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Armada tersebut digunakan untuk menyemprotkan air ke area yang terbakar, mendinginkan permukaan, serta membatasi penyebaran api ke bagian lain di kawasan TPA.

Selain armada pemadam kebakaran, operasi penanganan juga mendapat dukungan satu unit water cannon milik Polres Ternate. Kendaraan tersebut membantu memasok dan menyemprotkan air dalam jumlah besar, terutama ke titik-titik api yang sulit dijangkau atau memiliki bara yang masih menyala. Petugas bekerja secara bergantian untuk memastikan proses pemadaman berlangsung terus-menerus, sekaligus mengantisipasi munculnya kembali api akibat material mudah terbakar yang menumpuk di lokasi.

Secara keseluruhan, penanganan kebakaran melibatkan sekitar 350 personel. Jumlah tersebut terdiri atas petugas pemadam kebakaran dan anggota kepolisian yang dikerahkan untuk mendukung operasi di lapangan. Personel dibagi ke sejumlah titik guna melakukan pemadaman, pemantauan, pengamanan area, serta pengaturan pergerakan kendaraan dan petugas. Koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting karena kondisi TPA memiliki tumpukan sampah yang dapat menyimpan panas dan memicu kobaran baru. Dengan pengerahan ratusan personel, empat mobil pemadam kebakaran, dan satu unit water cannon, upaya penanganan diarahkan untuk mengendalikan seluruh titik api secara bertahap. Petugas juga terus mengawasi area yang telah dipadamkan untuk memastikan tidak ada bara atau asap yang kembali berkembang menjadi kebakaran. Operasi tersebut menunjukkan perlunya kerja sama lintas instansi dalam menghadapi kebakaran di kawasan TPA, khususnya ketika api menyebar pada material sampah yang luas dan sulit dipadamkan.

Petugas pemadam kebakaran bersama anggota kepolisian terlihat melakukan penanganan kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Ternate. Upaya tersebut berlangsung pada sejumlah titik yang mengeluarkan api dan asap. Dari lokasi, api tampak membakar tumpukan sampah, sehingga petugas perlu mengarahkan penyemprotan air secara bergantian ke bagian-bagian yang terbakar. Aktivitas pemadaman dilakukan dengan memperhatikan kondisi tumpukan sampah yang menjadi sumber kobaran di area TPA.

Sejumlah kendaraan pemadam kebakaran dikerahkan untuk mendukung proses tersebut. Kendaraan bergerak dan menempatkan diri di titik yang memerlukan penanganan, sementara petugas menyemprotkan air menuju kobaran api. Penggunaan kendaraan dilakukan secara terkoordinasi agar pasokan air dapat diarahkan ke area yang sedang terbakar. Anggota polisi turut berada di lapangan untuk membantu pengamanan dan mendukung kelancaran pergerakan petugas maupun kendaraan selama proses pemadaman berlangsung.

Selain armada pemadam kebakaran, kendaraan water cannon juga digunakan dalam penanganan di lokasi. Semprotan air dari kendaraan tersebut diarahkan ke tumpukan sampah yang terbakar pada titik tertentu. Petugas di lapangan bekerja bersama dengan membagi perhatian pada beberapa bagian area, sehingga pemadaman dapat dilakukan melalui koordinasi antarkendaraan dan personel. Situasi di sekitar lokasi dipantau selama penyemprotan berlangsung, dengan petugas terus berupaya menjangkau sumber api yang terlihat di tumpukan sampah.

Upaya pemadaman kebakaran di area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Takome, Ternate, masih berlangsung. Petugas dan personel gabungan terus bekerja untuk mengendalikan titik api yang berada di kawasan tersebut. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia, sementara kondisi di lapangan tetap dipantau agar proses pemadaman dapat berjalan secara terarah.

Tim yang terlibat masih melakukan penyisiran pada area terdampak untuk memastikan api dapat dikendalikan secara menyeluruh. Langkah ini diperlukan karena kondisi kawasan TPA memiliki area yang luas dan material yang berpotensi membuat api tetap menyala di sejumlah bagian. Petugas terus menyesuaikan tindakan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan, termasuk mengarahkan upaya penyiraman ke lokasi yang masih memerlukan penanganan.

Koordinasi antarpetugas menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Setiap unsur yang berada di lokasi menjalankan tugas sesuai kebutuhan pemadaman, sehingga pergerakan personel dan peralatan dapat dilakukan secara teratur. Pemantauan juga terus dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi di sekitar titik kebakaran serta membantu menentukan bagian yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Di sekitar lokasi, sejumlah warga turut menyaksikan proses penanganan dari jarak yang dianggap aman. Kehadiran mereka menggambarkan perhatian masyarakat terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan TPA Takome. Aktivitas pemadaman tetap menjadi fokus utama, dengan petugas melanjutkan pekerjaan untuk mengendalikan kobaran dan memastikan area yang masih berasap dapat ditangani. Sampai informasi ini disampaikan, upaya pemadaman kebakaran di area TPA Takome masih berlangsung.