Kota Oleshky | Tim dokter yang merawat Paus Leo XIV menyatakan bahwa ia tidak memerlukan perawatan lanjutan setelah menjalani operasi untuk mengangkat jaringan kanker di paru-paru. Keterangan tersebut menjadi perkembangan utama dalam kondisi kesehatannya setelah pemeriksaan terhadap jaringan yang diangkat selesai dilakukan. Menurut informasi yang disampaikan Vatikan, hasil pemeriksaan itu mengonfirmasi adanya adenokarsinoma paru, sesuai dengan diagnosis awal yang telah disampaikan sebelumnya. Pemeriksaan juga menunjukkan bahwa kanker masih terlokalisasi. Dengan demikian, temuan jaringan mendukung gambaran yang telah diketahui tim medis sebelum hasil pemeriksaan akhir tersedia, tanpa menunjukkan perlunya terapi tambahan berdasarkan penilaian yang dilakukan.
Vatikan menyampaikan bahwa penilaian onkologi lanjutan tidak menemukan kebutuhan bagi Paus untuk menjalani perawatan tambahan setelah operasi. Pernyataan mengenai keputusan tersebut berasal dari tim dokter yang merawatnya dan disampaikan melalui keterangan resmi Vatikan. Informasi yang diumumkan berfokus pada hasil pemeriksaan jaringan, status kanker yang masih terlokalisasi, serta kesimpulan bahwa terapi lanjutan tidak diperlukan. Tidak ada keterangan lebih jauh dalam pengumuman tersebut mengenai bentuk perawatan lain, jadwal pemeriksaan berikutnya, ataupun perubahan lain terkait kondisi kesehatannya. Karena itu, perkembangan ini dapat dipahami secara terbatas sesuai dengan rincian yang telah dikonfirmasi oleh sumber resmi.
Hasil pemeriksaan jaringan menghubungkan temuan terbaru dengan diagnosis awal adenokarsinoma paru, sementara evaluasi onkologi menjadi dasar bagi keputusan mengenai kebutuhan terapi setelah operasi. Tim dokter menyatakan tidak ada indikasi untuk menambahkan perawatan, dan Vatikan mengonfirmasi kesimpulan itu kepada publik. Pernyataan tersebut tidak mengubah fakta bahwa Paus telah menjalani operasi pengangkatan jaringan kanker, tetapi menjelaskan bahwa evaluasi setelah tindakan tersebut tidak menunjukkan perlunya terapi tambahan. Sampai keterangan resmi berikutnya disampaikan, informasi yang tersedia tetap terbatas pada hasil pemeriksaan dan penilaian medis tersebut. Dengan demikian, kabar terkini yang diumumkan Vatikan adalah bahwa kanker terlokalisasi dan Paus Leo XIV tidak memerlukan terapi tambahan setelah operasi.
Operasi Paus Leo XIV dilakukan pada 13 Oktober di Rumah Sakit Gemelli, Roma, dan berlangsung sekitar 90 menit. Dalam tindakan tersebut, tim medis mengangkat lobus bawah paru-paru kanannya. Prosedur ini menjadi bagian utama dari perawatan setelah dokter menemukan nodul kecil di paru-paru Paus. Sebelumnya, Paus telah menyampaikan bahwa kanker terdeteksi pada tahap awal. Informasi itu membantu menjelaskan alasan tindakan bedah dilakukan, sekaligus memberi gambaran mengenai kondisi yang ditangani. Rangkaian perawatan berlangsung di rumah sakit, dengan dokter memantau pemulihannya setelah operasi. Tidak ada keterangan dalam kronologi ini yang menunjukkan bahwa ia harus menjalani terapi tambahan setelah tindakan tersebut.
Empat hari setelah operasi, Paus yang berusia 71 tahun meninggalkan Rumah Sakit Gemelli pada akhir pekan. Kepulangannya menandai berakhirnya masa perawatan di rumah sakit yang menyusul prosedur selama satu setengah jam itu. Saat keluar, ia menyapa orang-orang yang telah menunggu di luar rumah sakit. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi Paus untuk terlihat di hadapan publik setelah menjalani operasi, meskipun informasi mengenai kepulangannya tidak dengan sendirinya menggambarkan seluruh proses pemulihan selanjutnya. Kronologi yang disampaikan berfokus pada tindakan medis, masa rawat singkat, serta kepulangan Paus ke luar rumah sakit. Detail mengenai pemeriksaan lanjutan atau jadwal kegiatan setelahnya tidak termasuk dalam keterangan ini.
Rencana operasi telah diumumkan Paus sebelum tindakan dilakukan. Ketika memimpin doa mingguan di Lapangan Santo Petrus, ia memberi tahu para hadirin bahwa dokter menemukan nodul kecil di paru-parunya dan bahwa tindakan operasi telah direncanakan. Paus juga menyebut kanker tersebut terdeteksi pada tahap awal. Pengumuman itu membuat publik mengetahui kondisi kesehatannya sebelum ia masuk rumah sakit, sementara penyebutan temuan awal memberi konteks mengenai keputusan untuk menangani bagian paru-paru yang terdampak. Setelah operasi pada 13 Oktober dan pemulihan selama empat hari di Gemelli, Paus pulang pada akhir pekan dan menyapa orang-orang yang menunggunya. Urutan peristiwa ini merangkum pengumuman, tindakan, dan kepulangannya tanpa menambahkan rincian medis yang tidak disampaikan.
Aktivitas Paus Leo XIV setelah operasi kanker paru dilaporkan melalui dua momen publik yang berbeda: foto-foto perayaan misa saat ia masih berada di rumah sakit, kemudian kembalinya ia memimpin audiensi umum mingguan di Vatikan. Kedua kegiatan tersebut memberi gambaran tentang agenda yang dijalankannya, tanpa menjadi dasar untuk menarik kesimpulan medis di luar informasi yang tersedia.
Pada Jumat, foto-foto yang dibagikan memperlihatkan Paus merayakan misa di rumah sakit. Ia tampak mengenakan jubah liturgi berwarna hijau dan berdiri di belakang altar sementara. Dokumentasi itu menunjukkan bahwa misa berlangsung di lingkungan rumah sakit, bukan di lokasi peribadatan Vatikan. Rincian yang disampaikan berfokus pada pelaksanaan misa dan penampilan Paus dalam foto tersebut; tidak ada keterangan tambahan yang perlu ditafsirkan sebagai penilaian atas kondisi kesehatannya.
Setelah keluar dari rumah sakit, pada Rabu Paus kembali memimpin audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus. Kegiatan itu menjadi audiensi umum pertamanya sejak ia meninggalkan rumah sakit. Dengan demikian, urutan yang dilaporkan mencakup perayaan misa pada Jumat ketika ia masih menjalani perawatan di rumah sakit, disusul kehadiran kembali dalam agenda mingguan di Vatikan pada Rabu berikutnya.
Audiensi umum merupakan salah satu kegiatan rutin Paus, dan kali ini berlangsung di Lapangan Santo Petrus. Informasi yang tersedia menyebutkan bahwa ia memimpin acara tersebut, tetapi tidak memberikan dasar untuk menyimpulkan lebih jauh mengenai pemulihan atau kebutuhan perawatan setelah operasi. Demikian pula, foto misa hanya mendokumentasikan kegiatan keagamaan yang berlangsung di rumah sakit. Pemisahan catatan aktivitas dan informasi medis penting agar laporan tetap sesuai dengan fakta yang telah disampaikan.
Karena itu, dua peristiwa tersebut dapat dipahami secara terbatas sebagai catatan agenda Paus pada masa setelah operasi: misa di rumah sakit pada Jumat dan audiensi umum mingguan di Lapangan Santo Petrus pada Rabu setelah kepulangannya. Keterangan yang ada tidak menyatakan adanya terapi tambahan, dan kegiatan-kegiatan ini tidak dengan sendirinya menjelaskan kondisi klinisnya. Pembaca dapat mencermati urutan dan lokasi kegiatan tersebut tanpa menganggapnya sebagai pengganti keterangan medis resmi.
Dalam keterangan yang disampaikan Vatikan pada Sabtu, 24 Oktober 2026, masa pemulihan Paus Leo XIV juga diwarnai sejumlah komunikasi diplomatik. Di tengah proses pemulihan setelah operasi kanker paru, Paus tetap menyampaikan perhatian terhadap situasi kemanusiaan dan mendorong upaya untuk mengurangi penderitaan warga sipil. Vatikan menyebut bahwa pesan-pesan tersebut disampaikan melalui percakapan telepon dengan para pemimpin Rusia dan Ukraina, tanpa mengubah fokus utama pada kondisi kesehatan Paus.
Pada Jumat, Paus berbicara melalui telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam percakapan itu, ia mendesak diberlakukannya gencatan senjata di Oleshky, sebuah kota di Ukraina yang diduduki Rusia dan berada dalam situasi blokade. Seruan tersebut ditujukan agar bantuan pangan dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Paus juga menyerukan dialog dan perdamaian sebagai jalan untuk meredakan konflik. Permintaan mengenai akses bantuan itu menyoroti keadaan penduduk yang menghadapi keterbatasan pasokan, sekaligus menegaskan pentingnya perlindungan kemanusiaan di tengah permusuhan.
Pada Senin, Paus melakukan percakapan telepon serupa dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky. Vatikan menyampaikan adanya komunikasi tersebut dalam rangkaian informasi mengenai kegiatan Paus selama pemulihan.
Baca juga: TNI Kerahkan Sejumlah Alutsista Dukung Operasi SAR KM Virgo Transport 8 | STAFFEX SGS 2026 Perkuat Kesiapan Operasi Gabungan Melalui AAR | STAFFEX SGS 2026 Masuki Tahap Penyusunan Perintah Operasi Gabungan





