Pontianak | Telkomsel kembali menyelenggarakan NextDev untuk yang ke-12 kalinya sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung pertumbuhan ekosistem startup digital di Indonesia. Program ini dirancang sebagai inkubasi berdampak yang membantu perusahaan rintisan mengembangkan gagasan, teknologi, dan model solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui NextDev, startup tidak hanya didorong untuk menciptakan produk digital yang kompetitif, tetapi juga diarahkan agar mampu menghasilkan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.
Penyelenggaraan NextDev ke-12 mengangkat tema “AI-Powered Innovations”. Tema tersebut menegaskan perhatian program terhadap pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai penggerak inovasi baru. AI memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi, memperluas akses terhadap layanan, serta membantu berbagai sektor memahami dan merespons tantangan secara lebih tepat. Karena itu, pengembangan teknologi dalam program ini ditempatkan dalam kerangka kebutuhan nyata, bukan semata-mata mengejar kecanggihan teknis.
Melalui pendekatan inkubasi berdampak, NextDev mendorong startup Indonesia untuk merancang solusi berbasis AI yang dapat menjawab persoalan sosial dan lingkungan. Inovasi yang dihasilkan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas hidup, penguatan inklusi, dan pemanfaatan sumber daya yang lebih bertanggung jawab. Fokus tersebut memperluas makna inovasi digital, dari sekadar menciptakan layanan baru menjadi upaya untuk menghadirkan perubahan yang terukur dan relevan.
Program ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi kemampuan teknologi dan pemahaman terhadap konteks lokal. Startup perlu memastikan bahwa solusi AI yang dikembangkan mudah digunakan, memiliki tujuan yang jelas, dan memperhatikan dampaknya bagi pemangku kepentingan. Dengan demikian, NextDev ke-12 menjadi ruang untuk memperkuat kapasitas perusahaan rintisan sekaligus mendorong lahirnya inovasi AI yang bertanggung jawab, inklusif, dan berorientasi pada penyelesaian tantangan sosial serta lingkungan di Indonesia.
NextDev ke-12 menempatkan technopreneur sebagai sasaran utama, khususnya mereka yang sedang memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) maupun yang masih mengeksplorasi kemungkinan penerapannya. Pendekatan ini menunjukkan bahwa penggunaan AI tidak dipandang semata-mata sebagai tujuan teknologi, melainkan sebagai bagian dari proses membangun solusi yang mampu menjawab kebutuhan nyata. Dengan demikian, peserta tidak hanya dinilai dari tingkat kematangan teknologi yang digunakan, tetapi juga dari kejelasan masalah yang ingin diselesaikan.
Ruang partisipasi tersebut membuka kesempatan bagi pelaku usaha teknologi dengan beragam tahap pengembangan. Technopreneur yang telah menerapkan AI dapat memperkuat pemanfaatan teknologinya, sementara mereka yang masih berada pada tahap eksplorasi dapat menguji relevansi dan potensi penerapannya. Keduanya memiliki peluang untuk berkembang selama mampu menunjukkan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat serta alasan yang mendasari penggunaan AI dalam solusi yang dirancang.
Prioritas diberikan kepada inisiatif yang memiliki keterkaitan kuat dengan persoalan di masyarakat. Artinya, gagasan yang dikembangkan perlu berangkat dari kebutuhan yang dapat diidentifikasi, bukan sekadar mengikuti tren AI. Pemanfaatan teknologi diharapkan membantu menghasilkan pendekatan yang lebih tepat, adaptif, dan bermanfaat bagi pihak yang menjadi sasaran. Hubungan inovasi dan dampak menjadi pertimbangan penting dalam melihat nilai sebuah solusi.
Selain relevansi, orientasi berkelanjutan juga menjadi karakter yang diharapkan dari para peserta. Solusi yang dikembangkan perlu mempertimbangkan kebermanfaatan dalam jangka panjang, baik melalui kemampuan untuk terus dikembangkan maupun melalui kesesuaiannya dengan kebutuhan yang dapat berubah. Kerangka ini mendorong technopreneur untuk memikirkan dampak dari setiap penerapan AI secara lebih menyeluruh, termasuk bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara bertanggung jawab dan tetap berfokus pada manusia.
Melalui prioritas tersebut, NextDev mendorong lahirnya inovasi AI yang tidak berhenti pada kemampuan teknis. Program ini memberi penekanan pada kemampuan technopreneur menghubungkan teknologi, kebutuhan masyarakat, dan keberlanjutan dalam satu arah pengembangan. Dengan fokus itu, eksplorasi AI dapat berkembang menjadi upaya yang lebih terarah untuk menciptakan solusi relevan serta memberikan dampak yang berarti.
Perkembangan perusahaan rintisan digital di Indonesia berlangsung dalam konteks pendanaan yang semakin menantang. Akses terhadap modal merupakan bagian penting bagi startup untuk mengembangkan produk, memperkuat tim, memperluas layanan, dan menguji penerapan teknologi baru. Namun, kondisi pendanaan sektor ini menunjukkan adanya tekanan yang perlu diperhatikan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan teknologi, investor, pemerintah, dan komunitas inovasi.
Sepanjang 2021–2025, pendanaan untuk sektor perusahaan rintisan digital di Indonesia menurun sebesar 94,8 persen. Angka tersebut menggambarkan perubahan besar dalam ruang pendanaan yang tersedia bagi startup lokal. Bagi perusahaan yang masih berada pada tahap pengembangan, penurunan ini menjadi latar belakang penting untuk memahami kebutuhan akan dukungan yang dapat membantu mereka mempertahankan pengembangan solusi dan memperkuat kesiapan bisnis.
Tantangan tersebut juga terlihat pada bidang kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), yang membutuhkan kapasitas pengembangan, sumber daya manusia, serta pengujian berkelanjutan. Indonesia baru memperoleh sekitar 4 persen dari total pendanaan AI di Asia Tenggara. Porsi ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap startup yang mengembangkan inovasi berbasis AI masih memiliki ruang yang luas untuk diperkuat.
Data tersebut menjadi konteks faktual bagi penyelenggaraan program yang mendorong pertumbuhan startup Indonesia. Ketika pendanaan digital mengalami penurunan dan porsi pendanaan AI Indonesia masih sekitar 4 persen di kawasan, ruang pengembangan inovasi lokal perlu mendapat perhatian lebih besar. Dukungan yang terarah dapat membantu startup mengembangkan gagasan, membangun solusi yang relevan, serta menciptakan inovasi AI yang memberikan dampak bagi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu, program pengembangan startup memiliki peran penting dalam mempertemukan potensi inovasi lokal dengan kesempatan untuk bertumbuh secara lebih terstruktur.
Melalui NextDev ke-12, Telkomsel menegaskan komitmennya untuk mendorong pelaku usaha rintisan lokal agar memanfaatkan kecerdasan buatan secara lebih berarti. AI tidak semestinya dipandang hanya sebagai teknologi yang mengikuti tren, melainkan sebagai sarana untuk menjawab persoalan nyata, meningkatkan efisiensi, serta menciptakan nilai baru bagi masyarakat dan dunia usaha. Pendekatan ini membuka peluang bagi startup Indonesia untuk menghasilkan solusi yang relevan dengan kebutuhan di berbagai sektor.
Inovasi yang dikembangkan juga perlu berjalan seiring dengan fondasi bisnis yang kuat. Kemampuan teknis saja belum cukup untuk memastikan sebuah produk dapat bertahan dan berkembang. Startup perlu memahami model bisnis, mengelola sumber daya secara berkelanjutan, mengenali karakteristik pasar, serta membangun strategi yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan. Pemahaman tersebut membantu pelaku usaha rintisan menerjemahkan ide berbasis AI menjadi layanan yang memiliki manfaat, dapat diakses, dan berpotensi memberikan dampak jangka panjang.
Karena itu, solusi yang lahir dari ekosistem NextDev diharapkan tidak berhenti pada penciptaan teknologi baru. Setiap inovasi perlu berangkat dari masalah yang benar-benar dihadapi masyarakat, kemudian diuji melalui pemahaman pengguna dan kondisi pasar. Dengan cara tersebut, pengembangan AI dapat menghasilkan produk yang lebih tepat guna, bukan sekadar menunjukkan kecanggihan teknologi. Relevansi, keberlanjutan, dan kemampuan untuk memperluas manfaat menjadi ukuran penting dalam menilai keberhasilan sebuah startup.
Karakter NextDev sebagai program inkubasi berdampak memperkuat arah tersebut. Program ini tidak hanya membuka ruang bagi pengembangan gagasan, tetapi juga mendorong startup membangun kesiapan usaha dan memperjelas dampak yang ingin diwujudkan. Upaya Telkomsel melalui NextDev pada akhirnya diarahkan untuk membentuk pelaku inovasi lokal yang mampu menggabungkan teknologi, ketangguhan bisnis, dan kepedulian terhadap kebutuhan publik. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, AI dapat menjadi penggerak pertumbuhan startup sekaligus menghadirkan solusi yang memberi manfaat nyata bagi Indonesia.

