Kediri | Seluruh jalur lokal JR Kyushu di Prefektur Kumamoto, Jepang barat daya, kembali beroperasi pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Pengoperasian penuh ini menandai berakhirnya gangguan selama 74 hari sejak gempa bumi pada 28 Juli merusak sejumlah infrastruktur dan melumpuhkan layanan kereta di wilayah tersebut. Pemulihan jalur menjadi perkembangan penting bagi masyarakat yang selama lebih dari dua bulan harus menyesuaikan perjalanan sehari-hari dengan penutupan stasiun dan perubahan rute.
Layanan yang kembali dibuka mencakup Stasiun Uto dan Stasiun Yatsushiro. Kedua stasiun sebelumnya ditutup karena kerusakan pada fasilitas perkeretaapian yang membutuhkan pemeriksaan, perbaikan, serta pengujian keselamatan sebelum dapat digunakan kembali. Dengan dibukanya seluruh jalur lokal, perjalanan berbagai kawasan di Kumamoto kini dapat dilakukan melalui jaringan kereta yang biasa digunakan warga, tanpa ketergantungan berlebihan pada bus pengganti atau kendaraan pribadi.
Kereta pertama dari Yatsushiro menuju Kumamoto berangkat tak lama setelah pukul 05.00 waktu setempat. Keberangkatan pagi tersebut menjadi tanda awal kembalinya ritme perjalanan normal bagi penduduk di sepanjang jalur. Sekitar pukul 06.30, sejumlah siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas mulai terlihat menggunakan layanan kereta. Bagi para pelajar, pemulihan ini berarti mereka dapat kembali berangkat menuju sekolah melalui rute yang telah dikenal sebelum gempa, dengan waktu tempuh dan jadwal yang lebih mudah diperkirakan.
Normalisasi layanan juga diperkirakan membantu pekerja, keluarga, serta pelaku usaha yang bergantung pada transportasi umum untuk menghubungkan Kumamoto dengan Uto dan Yatsushiro. Kembalinya kereta ke jadwal reguler tidak hanya memulihkan mobilitas, tetapi juga mendukung aktivitas pendidikan, pekerjaan, dan perdagangan lokal. Setelah seluruh pemeriksaan selesai, operasional jalur diharapkan memberi kepastian yang lebih besar bagi warga dalam merencanakan perjalanan harian mereka.
Pembukaan kembali jalur kereta yang sempat terganggu selama 74 hari disambut lega oleh para penumpang, terutama pelajar yang setiap hari mengandalkan rute tersebut. Bagi mereka, gangguan transportasi bukan sekadar perubahan jadwal, melainkan hambatan terhadap kegiatan belajar, aktivitas sekolah, dan kehidupan sehari-hari. Seorang penumpang menilai pengoperasian kembali jalur ini sebagai langkah pertama menuju pemulihan, karena jalur tersebut banyak digunakan siswa untuk bepergian tempat tinggal dan sekolah.
Yukiko Miyagawa, siswi kelas satu SMP berusia 13 tahun dari Yatsushiro, merasakan langsung dampak gangguan layanan. Sebelumnya, perjalanan menuju Kumamoto memerlukan waktu sekitar dua jam. Ia harus berganti bus pengganti dan kereta yang masih beroperasi, sehingga perjalanan menjadi lebih panjang serta melelahkan. Selama transportasi terganggu, Yukiko juga sempat menghentikan sementara kegiatan ekstrakurikuler sekolah karena perjalanan yang tidak praktis membuatnya kesulitan mengatur waktu.
Ketika jalur kembali dibuka, Yukiko mengatakan bahwa dirinya akhirnya dapat kembali ke kehidupan normal. Pernyataan tersebut menunjukkan betapa pentingnya layanan kereta bagi rutinitas pelajar. Dengan rute langsung yang kembali tersedia, siswa dapat berangkat dan pulang dengan lebih mudah, tanpa harus mencocokkan beberapa jadwal atau menyediakan waktu tambahan untuk perpindahan kendaraan.
Pengalaman serupa disampaikan Asahi Yoshida, siswa SMA berusia 16 tahun yang bepergian dari Uto menuju Yatsushiro. Pada hari pembukaan kembali jalur, ia hendak menghadiri festival budaya sekolah. Menurutnya, bus pengganti dan rute alternatif melalui shinkansen merepotkan karena penumpang harus berganti kendaraan serta menghadapi jadwal yang terbatas. Karena itu, kedatangan kembali kereta yang biasa digunakannya terasa melegakan. Respons Asahi mencerminkan harapan para pengguna agar pemulihan layanan dapat mendukung kegiatan sekolah dan mengembalikan mobilitas masyarakat seperti sebelum gempa.
Menurut keterangan JR Kyushu, nama resmi Kyushu Railway Co., gempa menyebabkan kerusakan serius pada jalur kereta yang menghubungkan wilayah Uto dan Yatsushiro. Rel mengalami perubahan bentuk sehingga tidak lagi memenuhi standar keselamatan untuk dilalui kereta. Selain itu, sejumlah tiang utilitas di sepanjang jalur patah akibat guncangan. Kerusakan tersebut membuat layanan kereta harus dihentikan selama 74 hari, sementara pemeriksaan menyeluruh dilakukan untuk menentukan langkah pemulihan yang diperlukan.
Pekerjaan perbaikan tidak hanya mencakup penataan kembali bagian rel yang berubah bentuk. JR Kyushu juga mengganti rel yang rusak, memasang tiang utilitas baru, serta memperbarui kabel listrik yang berada di atas jalur. Seluruh pekerjaan dikerjakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kestabilan infrastruktur dan keselamatan penumpang. Pemeriksaan akhir kemudian diperlukan sebelum jalur dapat kembali digunakan secara normal oleh kereta lokal maupun layanan lainnya.
Selama masa perbaikan, penumpang rute Uto-Yatsushiro memperoleh layanan bus pengganti mulai 26 Agustus. Namun, bus tersebut memerlukan waktu perjalanan sekitar satu jam 50 menit karena kondisi lalu lintas dan karakteristik perjalanan darat. Durasi itu jauh lebih lama dibandingkan kereta lokal, yang biasanya hanya membutuhkan sekitar 30 menit untuk menempuh rute yang sama. Dengan demikian, bus pengganti berfungsi sebagai alternatif sementara, bukan pengganti dengan tingkat kecepatan yang setara dengan layanan kereta lokal.
Mulai 18 September, penumpang juga dapat menggunakan Kyushu Shinkansen Stasiun Kumamoto dan Shin-Yatsushiro tanpa membeli tiket tambahan untuk layanan kereta ekspres terbatas. Kebijakan ini berbeda dari layanan bus pengganti karena memanfaatkan jalur shinkansen dan menawarkan perjalanan yang lebih cepat. Kereta lokal tetap merupakan layanan reguler untuk rute tersebut, sedangkan bus pengganti disediakan selama jalur mengalami gangguan. Pemisahan ketiga layanan ini membantu penumpang memahami pilihan perjalanan sesuai kebutuhan dan periode pemulihan infrastruktur.
Meski layanan kereta di sebagian besar wilayah terdampak telah kembali normal, satu rute lokal masih belum beroperasi. Jalur yang menghubungkan Yatsushiro dan Higo-Tanoura tetap dihentikan sejak gempa Kumamoto. Penghentian tersebut membuat pemulihan jaringan transportasi di kawasan itu belum sepenuhnya selesai, meskipun gangguan pada rute utama telah berakhir setelah perbaikan selama 74 hari.
Menurut informasi yang tersedia, layanan pada rute Yatsushiro–Higo-Tanoura dijadwalkan kembali beroperasi pada Selasa. Pembukaan kembali jalur ini akan menjadi tahap terakhir dalam pemulihan layanan kereta yang terkena dampak gempa. Sampai jadwal tersebut terlaksana, penumpang yang biasa menggunakan rute lokal itu masih perlu menyesuaikan perjalanan dengan kondisi operasional yang berlaku.
Rute tersebut memiliki fungsi untuk menghubungkan wilayah Yatsushiro dan Higo-Tanoura dalam jaringan kereta lokal. Karena masih ditutup, status layanan di kedua wilayah itu berbeda dari jalur lain yang telah kembali digunakan. Informasi mengenai jadwal pembukaan menjadi acuan bagi penumpang dan pihak terkait dalam mempersiapkan perjalanan setelah masa penghentian yang berlangsung sejak gempa.
Setelah jalur Yatsushiro–Higo-Tanoura dibuka kembali, seluruh gangguan layanan kereta yang disebabkan oleh gempa Kumamoto diperkirakan berakhir. Dengan demikian, pengoperasian kembali rute lokal tersebut akan menandai selesainya pemulihan layanan kereta akibat bencana tersebut. Hingga pembukaan resmi dilakukan pada Selasa, jalur itu masih tercatat sebagai satu-satunya rute kereta yang terdampak dan belum kembali beroperasi.

