Kota Tangerang | Reza, 19 tahun, menghadiri Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di SMESCO, Jakarta Selatan, bersama ibunya. Pada pagi hari, keduanya berangkat dari Kota Tangerang dengan tujuan mencari peluang kerja tetap. Perjalanan itu menjadi bagian dari upaya Reza untuk menemukan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhannya, sementara kehadiran sang ibu menunjukkan dukungan keluarga dalam proses pencarian tersebut.
Keikutsertaan mereka di expo berangkat dari tujuan yang jelas: mencari informasi dan peluang kerja. Bagi Reza, datang ke acara yang berhubungan dengan karier merupakan salah satu langkah untuk menjangkau kesempatan yang tersedia. Ia tidak datang sendiri; ibunya turut mendampingi sejak perjalanan dari Tangerang hingga ke lokasi kegiatan di Jakarta Selatan. Fokus mereka adalah peluang kerja tetap.
Berangkat pada pagi hari memungkinkan Reza dan ibunya menuju SMESCO untuk menghadiri acara tersebut. Informasi yang tersedia tidak merinci pilihan pekerjaan tertentu yang menjadi sasaran Reza, sehingga tujuan kedatangan mereka dapat dijelaskan secara lugas sebagai upaya mencari kesempatan kerja tetap. Expo menjadi tempat yang mereka datangi untuk menjajaki peluang itu, tanpa perlu mengasumsikan hasil atau keputusan yang belum disebutkan.
Kisah ini dimulai dari langkah sederhana: seorang pemuda berusia 19 tahun dan ibunya menempuh perjalanan dari Kota Tangerang menuju Jakarta Selatan demi mencari pekerjaan. Reza hadir di Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 dengan harapan menemukan peluang kerja tetap. Pendampingan ibunya menyertai langkah tersebut, tetapi tujuan utama mereka tetap sama, yakni mencari kesempatan kerja. Perjalanan dari rumah menuju SMESCO menandai awal dari usaha Reza dalam menjangkau peluang yang mungkin terbuka melalui kegiatan itu. Dari titik inilah pengalaman Reza dalam mencari pekerjaan dapat dituturkan, dengan perhatian pada langkah yang ia ambil dan dukungan keluarga yang menyertainya.
Reza menempuh pendidikan di bidang desain komunikasi visual sebelum melanjutkan kuliah pada jurusan manajemen di Universitas Terbuka. Pilihan tersebut menjadi bagian dari upayanya menata pendidikan agar sejalan dengan tujuan untuk bekerja penuh waktu. Sebelumnya, ia menjalani jalur kuliah reguler di Universitas Muhammadiyah Jakarta. Namun, kebutuhan untuk memiliki ruang lebih fleksibel dalam mengatur waktu mendorongnya beralih ke sistem perkuliahan Universitas Terbuka. Dengan begitu, ia dapat tetap melanjutkan pendidikan sambil membuka kesempatan untuk bekerja.
Peralihan jurusan dan kampus tersebut bukan berarti Reza meninggalkan bekal dari pendidikan sebelumnya. Latar desain komunikasi visual memberinya pengalaman belajar yang berbeda, sementara studi manajemen memperluas bidang pengetahuan yang sedang ia tekuni. Ia memandang pendidikan dan pengalaman praktis sebagai bekal yang dapat saling melengkapi ketika memasuki dunia kerja. Karena itu, kuliah tidak hanya dijalani untuk memperoleh gelar, tetapi juga sebagai proses membangun kesiapan menghadapi kebutuhan pekerjaan.
Salah satu pengalaman praktis yang sudah diperoleh Reza adalah magang selama tiga bulan di PT GMF AeroAsia. Pengalaman itu memberinya gambaran tentang suasana dan tuntutan di lingkungan kerja. Baginya, pengalaman kerja sebelum menyelesaikan S1 dapat memperkuat peluang setelah lulus. Bekal tersebut juga dapat membantu seseorang memahami cara bekerja, menambah pengalaman yang relevan, serta menghadapi proses mencari pekerjaan dengan kesiapan lebih baik. Ia pun berusaha tidak sekadar menunggu kelulusan, melainkan mulai mengumpulkan pengalaman sejak masih kuliah.
Sambil menunggu panggilan kerja, Reza bekerja sebagai kurir paket melalui layanan ekspedisi daring. Pekerjaan itu menjadi cara untuk tetap produktif sekaligus memperoleh penghasilan ketika ia belum mendapatkan pekerjaan yang diharapkan. Ia tidak menganggap pekerjaan tersebut memalukan. Menurut pandangannya, selama pekerjaan dilakukan dengan cara yang halal, tidak ada alasan untuk merasa rendah diri. Sikap ini menunjukkan bahwa ia bersedia mengambil langkah nyata sesuai keadaan, sembari terus menyiapkan diri untuk kesempatan kerja berikutnya. Dengan mengatur pendidikan secara fleksibel, memanfaatkan pengalaman magang, dan tetap bekerja, Reza berupaya membangun jalur menuju pekerjaan yang lebih mapan tanpa menunda usaha sampai gelar S1 diraih.
Dalam mencari pekerjaan, Reza tidak membatasi pilihannya hanya pada bidang yang berhubungan langsung dengan jurusan sekolahnya. Baginya, pendidikan tetap menjadi bekal yang berguna, tetapi kesempatan kerja dapat hadir dari berbagai jenis pekerjaan. Karena itu, ia bersedia mempertimbangkan posisi yang berbeda selama tugas dan persyaratannya dapat dipahami serta sesuai dengan kemampuannya. Sikap terbuka ini memperluas ruang pencarian dan memberinya peluang untuk mengenal beragam lingkungan kerja.
Pertimbangan utama Reza adalah memperoleh penghasilan yang jelas. Ia ingin mulai membangun kestabilan finansial sejak dini, sehingga dapat memenuhi kebutuhan secara lebih mandiri dan merencanakan langkah berikutnya dengan lebih terarah. Keinginan tersebut tidak berarti ia mengabaikan kecocokan pekerjaan. Ia tetap perlu menilai tanggung jawab, jam kerja, lokasi, dan informasi mengenai kompensasi sebelum menentukan apakah suatu lowongan layak dipertimbangkan. Dengan memahami hal-hal itu, ia berupaya mengambil keputusan secara realistis, bukan sekadar mengejar posisi yang sesuai dengan latar pendidikan.
Pencarian melalui platform digital pun tidak selalu memberikan kepastian. Setelah mengirim lamaran, pelamar bisa menunggu tanpa mengetahui apakah berkas telah ditinjau, kapan proses seleksi berlangsung, atau apakah perusahaan akan menghubungi mereka. Situasi seperti ini dapat menimbulkan rasa kecewa, terutama ketika seseorang berharap segera memperoleh kabar. Namun, bagi Reza, ketiadaan jawaban bukan alasan untuk menghentikan usaha. Ia memahami bahwa proses rekrutmen memiliki tahapan dan kebutuhan yang berbeda-beda, sementara jumlah pelamar dapat membuat respons perusahaan tidak selalu cepat.
Setiap pengalaman melamar tetap dapat menjadi bahan evaluasi. Reza dapat meninjau kembali kelengkapan berkas, kejelasan informasi yang dicantumkan, serta cara ia menjelaskan kemampuan dan pengalamannya. Jika mendapat kesempatan wawancara, ia juga dapat mempersiapkan jawaban dengan lebih baik berdasarkan pertanyaan atau kesulitan yang pernah dihadapi. Evaluasi ini membantu pencarian kerja menjadi proses belajar, bukan sekadar rangkaian pengiriman lamaran. Dengan tetap fleksibel dan tekun, Reza menghadapi ketidakpastian secara lebih terukur sambil terus mencari peluang yang menawarkan penghasilan dan kejelasan kerja.Di tengah ramainya pameran kerja, ibu Reza bukan sekadar menemani putranya berpindah dari satu stan ke stan lain. Ia menjadi rekan diskusi yang membantu Reza menimbang informasi, memahami persyaratan, dan memikirkan jenis pekerjaan yang sesuai dengan bekal serta minatnya. Ketika Reza merasa ragu untuk bertanya atau menyerahkan berkas, sang ibu mengingatkannya agar tetap tenang dan berani mencoba. Dukungan sederhana itu membuat proses mencari kerja terasa lebih ringan, sekaligus memberi Reza ruang untuk belajar mengambil keputusan secara mandiri.
Nasihat ibunya berangkat dari pemahaman bahwa pencari kerja yang baru memiliki kualifikasi awal tidak selalu dapat langsung memperoleh posisi ideal. Karena itu, ia menyarankan Reza agar mempertimbangkan peluang yang tersedia, selama pekerjaan tersebut halal dan dapat memberinya pengalaman serta pembelajaran. Menurutnya, pekerjaan pertama bisa menjadi tempat untuk mengenal tanggung jawab, membangun keterampilan, dan memahami lingkungan profesional. Kesempatan yang tampak sederhana pun dapat membuka jalan bagi perkembangan berikutnya, asalkan Reza menjalaninya dengan sungguh-sungguh dan tetap memperhatikan nilai-nilai yang dianggap penting.
Sang ibu juga berusaha menerapkan semangat belajar dalam kehidupannya sendiri. Saat ini, ia sedang mempelajari teknologi kecerdasan buatan agar pengetahuan dan keterampilannya tetap relevan di tengah perubahan dunia kerja. Baginya, kemajuan teknologi bukan alasan untuk merasa tertinggal, melainkan dorongan untuk mengenali hal baru dan memahami cara memanfaatkannya. Ia percaya bahwa proses belajar tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan formal atau mencapai usia tertentu.
Baca juga: Tujuh Jenazah Tiba Melalui Jalur Udara, Lanud Sjamsudin Noor Teguhkan Dukungan SAR KM Virgo | Panen Padi Bersama Petani, Babinsa Perkuat Dukungan Terhadap Ketahanan Pangan | Bukan Sekadar Jalan Santai, 10 Ribu Peserta Satukan Langkah di HUT TNI






