JAMBI, JAMBI — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 5 Oktober 2026, Pertandingan tinju eksibisi yang berlangsung di GOR Jambi berakhir dengan insiden serius. Dalam laga tersebut, komedian Harabdu Tohar, yang dikenal dengan nama Bedu, dan Dede Sunandar berhadapan dengan Vicky Prasetyo. Pertandingan yang semula berlangsung di atas ring itu berubah tegang setelah Dede menerima hantaman keras pada ronde pertama. Pukulan tersebut membuat Dede ambruk, sehingga perhatian segera tertuju kepadanya.
Kesaksian mengenai kejadian itu disampaikan oleh Bedu. Ia menjelaskan bahwa Dede mengalami insiden setelah menerima serangan keras pada awal pertandingan. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian peristiwa yang terjadi di atas ring. Setelah ambruk, Dede kemudian dibawa untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di ruang intensive care unit atau ICU. Informasi itu menggambarkan bahwa insiden tersebut bukan sekadar benturan biasa dalam pertandingan.
Peristiwa tersebut menjadi sorotan karena terjadi ketika pertandingan baru memasuki ronde pertama. Dede yang tampil bersama Bedu dalam menghadapi Vicky Prasetyo harus meninggalkan arena setelah menerima hantaman itu. Berdasarkan keterangan Bedu, langkah membawa Dede ke ICU dilakukan setelah ia ambruk di atas ring. Keterangan tersebut menjadi dasar pemberitaan mengenai kronologi Dede Sunandar yang dilarikan ke ICU usai pertandingan. Tidak ada rincian lain yang disampaikan dalam kesaksian tersebut mengenai kondisi medis Dede. Karena itu, informasi yang dapat dipastikan adalah adanya hantaman keras pada ronde pertama, Dede yang ambruk, serta tindakan membawanya ke ruang ICU setelah kejadian tersebut.
Bedu menjelaskan bahwa Dede Sunandar menerima rangkaian pukulan secara berurutan selama pertandingan melawan Vicky Prasetyo. Menurut penuturannya, serangan tersebut dimulai ketika Dede lebih dulu terkena pukulan hook. Pukulan itu menjadi bagian awal dari tekanan yang terus diberikan Vicky di atas ring, sebelum serangan berikutnya kembali diarahkan kepada Dede.
Setelah hook, Dede disebut menerima liver hook. Bedu menyampaikan bahwa pukulan tersebut kemudian disusul dengan serangan straight atau cross dari Vicky Prasetyo. Dengan demikian, rangkaian yang dijelaskan Bedu berlangsung secara berurutan, yakni hook, liver hook, lalu straight atau cross. Penjelasan itu menggambarkan adanya beberapa pukulan yang diterima Dede dalam waktu berdekatan di atas ring.
Bedu juga menceritakan bahwa setelah rangkaian pukulan tersebut, dirinya keluar atau mengambil giliran. Pada momen itu, Dede akhirnya tumbang. Peristiwa tersebut menjadi titik ketika kondisi Dede di atas ring terlihat semakin mengkhawatirkan, setelah sebelumnya menerima beberapa serangan dari Vicky dalam urutan yang telah disampaikan Bedu.
Menurut gambaran Bedu, Dede sempat tidak sadarkan diri setelah terkena pukulan-pukulan tersebut. Setelah itu, Dede langsung dievakuasi ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Bedu tidak merinci hal lain di luar rangkaian kejadian tersebut, sementara informasi mengenai kondisi Dede disampaikan dalam konteks evakuasi setelah ia tumbang dan sempat tidak sadarkan diri. Urutan cerita ini menempatkan pukulan hook sebagai serangan awal, dilanjutkan liver hook serta straight atau cross, sebelum Dede akhirnya jatuh dan dibawa ke ICU.
Setelah mendapatkan penanganan di ruang ICU, Dede Sunandar kemudian diperbolehkan kembali ke kamar hotel. Kepulangannya ke hotel menjadi perhatian orang-orang yang berada di sekitarnya, terutama karena kondisi Dede masih terlihat membutuhkan pengawasan. Bedu, yang sekamar dengan Dede selama berada di Jambi, menjadi salah satu saksi keadaan Dede setelah melewati momen menegangkan tersebut.
Menurut penuturan Bedu, Dede mengalami kejadian yang cukup mengejutkan ketika sedang tidur. Sahabatnya itu disebut mengalami syok dan tampak tidak sepenuhnya tenang saat beristirahat. Dalam kondisi tersebut, Dede terdengar mengigau. Gerakannya pun membuat suasana kamar menjadi tegang, sebab kedua tangannya bergerak seolah-olah sedang melancarkan pukulan.
Bedu menggambarkan gerakan itu seperti Dede masih berada di atas ring dan menghadapi lawan. Tangan Dede bergerak mengikuti ritme tertentu, seakan sedang melanjutkan pertandingan yang sebelumnya dijalani. Bagi orang yang menyaksikannya secara langsung, pemandangan tersebut tentu menimbulkan kekhawatiran, terlebih Dede baru saja mendapat perawatan intensif di ICU.
Kesaksian Bedu menunjukkan betapa berat pengalaman yang dirasakan Dede setelah pertandingan melawan Vicky Prasetyo. Namun, cerita mengenai Dede yang mengigau dan menggerakkan tangan tersebut merupakan pengamatan Bedu terhadap keadaan sahabatnya saat tidur, bukan kesimpulan medis mengenai kondisi Dede. Penilaian mengenai penyebab maupun keadaan kesehatan Dede tetap menjadi kewenangan tenaga medis yang menanganinya.
Situasi itu menjadi salah satu bagian yang paling diingat Bedu selama mendampingi Dede di Jambi. Setelah pertandingan dan perawatan di ICU, perhatian orang-orang terdekat tidak hanya tertuju pada kondisi fisiknya, tetapi juga pada proses pemulihannya. Mereka berusaha memastikan Dede tetap berada dalam keadaan aman, dapat beristirahat, dan memperoleh pendampingan setelah kembali ke kamar hotel.
Setelah pertandingan melawan Vicky Prasetyo, perhatian Bedu tertuju pada kondisi Dede Sunandar di kamar hotel. Dalam penuturannya, Bedu mengisahkan bahwa Dede sempat mengigau ketika beristirahat. Ucapan yang terdengar dari Dede berkaitan dengan salat Jumat. Ia disebut mengajak orang di sekitarnya untuk menunaikan ibadah tersebut karena merasa masih memiliki kesempatan untuk melaksanakannya.
Bedu kemudian mengingatkan Dede bahwa mereka sebenarnya sudah melaksanakan salat Jumat pada hari sebelumnya. Pengingat itu disampaikan ketika Dede masih berada dalam kondisi mengigau. Meski mendengar ucapan tersebut, Bedu mengaku tidak mengetahui alasan Dede menyampaikan ajakan salat Jumat dalam tidurnya. Ia tidak menjelaskan apakah ucapan itu berkaitan dengan mimpi, kondisi fisik, atau hal lain yang sedang dirasakan Dede saat itu.
Kisah mengenai percakapan tersebut menjadi bagian dari gambaran keadaan Dede setelah pertandingan, sebagaimana disampaikan oleh Bedu. Informasi itu hanya menggambarkan apa yang didengar dan dialami Bedu di kamar hotel pada waktu tersebut. Tidak ada keterangan tambahan dalam penuturan itu yang dapat memastikan penyebab Dede mengigau maupun perkembangan kondisi kesehatannya setelah kejadian. Karena itu, gambaran pascapertandingan dalam bagian ini sepenuhnya bersumber dari cerita Bedu, tanpa menambahkan perkembangan terbaru atau memastikan keadaan Dede di luar informasi yang tersedia.

