Konsultasi Kesehatan Mental di Indonesia Tumbuh, Pasien Baru Mendominasi

Konsultasi Kesehatan Mental di Indonesia Tumbuh, Pasien Baru Mendominasi

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Penggunaan layanan konsultasi kesehatan mental di Indonesia menunjukkan peningkatan yang semakin nyata. Perkembangan ini tercantum dalam Indonesia Health Insights Report bertajuk “Navigating Indonesia’s Mental Health Landscape 2026” yang dirilis Halodoc. Laporan tersebut menggambarkan perubahan minat masyarakat dalam mencari bantuan profesional untuk memahami, menangani, dan menjaga kondisi psikologis mereka.

Kepala Pemasaran Halodoc, Fibriyani Elastria, menyampaikan bahwa satu dari 15 konsultasi di platform Halodoc kini berkaitan dengan kesehatan mental. Proporsi tersebut menunjukkan bahwa layanan kesehatan mental telah menjadi bagian yang semakin penting dalam pemanfaatan konsultasi kesehatan digital. Masyarakat tidak hanya menggunakan platform untuk menangani keluhan fisik, tetapi juga untuk membicarakan persoalan emosional dan psikologis.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, konsultasi kesehatan mental tumbuh sebesar 8,1 persen. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya kesadaran mengenai pentingnya memperoleh dukungan yang tepat, sekaligus semakin terbukanya akses terhadap tenaga profesional. Konsultasi daring juga dapat menjadi pilihan awal bagi orang yang masih merasa ragu untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan secara langsung.

Hal yang menonjol dari pertumbuhan tersebut adalah dominasi pengguna baru. Sekitar dua pertiga pertumbuhan konsultasi kesehatan mental berasal dari pasien yang sebelumnya belum pernah berkonsultasi mengenai isu kesehatan mental. Data ini mengindikasikan bahwa peningkatan permintaan bukan semata-mata berasal dari pengguna lama yang melakukan konsultasi berulang, melainkan dari semakin banyak orang yang mulai mencari bantuan untuk pertama kalinya.

Masuknya pasien baru memperlihatkan adanya perubahan perilaku dalam memandang kesehatan mental. Konsultasi profesional mulai dipahami sebagai langkah preventif dan bentuk perawatan diri, bukan hanya tindakan ketika masalah sudah berada pada tingkat berat. Tren tersebut sekaligus menegaskan perlunya layanan yang mudah dijangkau, aman, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Laporan Halodoc memperlihatkan bahwa pengguna layanan konsultasi kesehatan mental paling banyak berasal dari kelompok usia muda. Sebanyak 90,7 persen pengguna tercatat berusia 18–34 tahun. Angka ini menggambarkan besarnya proporsi orang dewasa muda yang memanfaatkan konsultasi dengan tenaga profesional ketika membutuhkan dukungan atau ingin membicarakan kondisi psikologisnya. Data tersebut menjadi bagian penting dalam melihat profil masyarakat yang mengakses layanan kesehatan mental di Indonesia.

Selain didominasi kelompok usia 18–34 tahun, pengguna layanan juga mayoritas merupakan perempuan. Berdasarkan laporan yang sama, sebanyak 83,3 persen pengguna konsultasi kesehatan mental adalah perempuan. Persentase ini menunjukkan komposisi pengguna layanan berdasarkan jenis kelamin, tanpa dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik tingginya proporsi tersebut. Dengan demikian, data demografis tersebut sebaiknya dipahami sebagai gambaran kelompok yang paling banyak tercatat menggunakan layanan konsultasi.

Profil tersebut hadir di tengah meningkatnya keberanian masyarakat untuk membicarakan persoalan kesehatan mental melalui tenaga profesional. Konsultasi menyediakan ruang yang lebih terarah bagi seseorang untuk menyampaikan keluhan, mencari pemahaman, serta memperoleh informasi dan pendampingan dari pihak yang memiliki kompetensi. Kehadiran kelompok muda dan perempuan dalam jumlah besar menunjukkan bahwa layanan profesional telah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan karakteristik demografis tertentu. Namun, angka dalam laporan Halodoc ini tidak dimaksudkan untuk menggambarkan seluruh masyarakat Indonesia, melainkan pengguna layanan yang tercatat dalam laporan tersebut. Data itu juga tidak menjadi dasar untuk menarik kesimpulan mengenai penyebab dominasi kelompok usia maupun perempuan, melainkan berfungsi sebagai potret komposisi pengguna konsultasi kesehatan mental.

Selama semester pertama 2026, gangguan ansietas tercatat sebagai diagnosis yang paling banyak ditemukan dalam layanan konsultasi kesehatan mental di platform Halodoc. Diagnosis ini mencakup 31,6 persen dari seluruh konsultasi, atau meningkat 47,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa keluhan berupa rasa cemas berlebihan, kekhawatiran yang sulit dikendalikan, hingga gejala fisik seperti jantung berdebar dan gangguan tidur semakin mendorong masyarakat untuk mencari bantuan profesional.

Persoalan yang menyertai ansietas berbeda menurut kelompok usia dan kondisi kehidupan seseorang. Pada anak-anak, kecemasan dapat berkaitan dengan masalah tumbuh kembang, termasuk perubahan perilaku, kesulitan beradaptasi, atau keterlambatan pada aspek tertentu. Remaja lebih sering menghadapi tekanan akademik, tuntutan sosial, serta persoalan dalam keluarga. Berbagai tekanan tersebut dapat memengaruhi konsentrasi, kepercayaan diri, pola tidur, dan hubungan dengan orang di sekitarnya.

Pada pria usia produktif, ansietas dapat muncul bersamaan dengan disfungsi seksual. Kondisi ini berpotensi memperkuat rasa malu, kekhawatiran mengenai performa, dan tekanan dalam hubungan, sehingga membentuk siklus yang mengganggu kesejahteraan psikologis maupun fisik. Sementara itu, perempuan usia produktif dapat mengalami kombinasi ansietas dan depresi yang disertai persoalan relasi, baik dalam keluarga maupun hubungan pasangan. Beban pengasuhan, pekerjaan, dan tuntutan sosial dapat memperberat situasi tersebut.

Pada lansia, gangguan ansietas dapat hadir bersama penurunan fungsi kognitif, seperti berkurangnya daya ingat, perhatian, atau kemampuan memproses informasi. Rangkaian temuan ini memperlihatkan bahwa persoalan kesehatan mental tidak terbatas pada fase kehidupan tertentu. Seiring pertambahan usia, bentuk keluhan dan faktor pemicunya dapat berubah, sehingga pengenalan gejala serta akses terhadap konsultasi yang sesuai tetap diperlukan pada setiap tahap kehidupan.

Mitra psikolog Halodoc, Miki Amrilya Wardati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, mengingatkan bahwa angka dalam laporan mengenai meningkatnya konsultasi kesehatan mental tidak sekadar menunjukkan pertumbuhan layanan. Di balik setiap angka terdapat cerita warga yang akhirnya berani mengakui kesulitan, mencari pemahaman, dan meminta bantuan profesional. Keputusan tersebut dapat menjadi tahap penting untuk mengenali masalah secara lebih terarah, terutama ketika beban pikiran mulai memengaruhi aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, pekerjaan, maupun kualitas istirahat.

Menurut Miki, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater bukan tanda bahwa seseorang kalah dalam menghadapi situasi. Sebaliknya, langkah itu dapat membantu seseorang memperoleh dukungan dan strategi yang sesuai, sehingga proses pemulihan menjadi lebih ringan apabila dilakukan lebih cepat. Bantuan profesional juga tidak hanya ditujukan bagi orang yang mengalami gangguan kesehatan mental berat. Konsultasi dapat dilakukan ketika seseorang merasa kewalahan, kesulitan memahami emosinya, atau tidak mampu menemukan cara yang efektif untuk menghadapi persoalan yang berulang.

Karena itu, masyarakat perlu mengenali perubahan emosi dan perilaku sejak dini. Perasaan sedih, cemas, mudah marah, kehilangan minat, menarik diri, sulit tidur, perubahan nafsu makan, atau menurunnya kemampuan berkonsentrasi yang berlangsung terus-menerus patut diperhatikan. Keluarga dan orang terdekat dapat berperan dengan membuka percakapan secara tidak menghakimi serta mendorong pencarian bantuan ketika diperlukan. Miki juga menyampaikan bahwa overthinking yang sudah mengganggu sebaiknya dikonsultasikan, terutama jika membuat seseorang sulit berfungsi atau terus berada dalam tekanan. Dengan mengenali tanda-tanda tersebut dan mengambil langkah lebih awal, masyarakat dapat memandang layanan psikologis sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan, bukan sebagai pilihan terakhir.