Surabaya | Sebanyak 4.000 peserta dari 22 kabupaten/kota di Jawa Timur mengikuti Kejuaraan Daerah Forum Baris Indonesia (Kejurda Forbasi) Jatim 2026 di kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 10–11 Oktober 2026, dan menjadi ajang pertemuan berbagai kelompok baris dari sejumlah wilayah di Jawa Timur.
Penyelenggaraan Kejurda Forbasi Jatim 2026 merupakan hasil kolaborasi Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jawa Timur, Forbasi Jatim, serta Untag Surabaya. Kerja sama tersebut menghadirkan kompetisi di lingkungan kampus sekaligus memperkuat ruang partisipasi bagi peserta dari berbagai daerah. Kehadiran ribuan peserta juga menunjukkan besarnya minat terhadap kegiatan baris sebagai bagian dari aktivitas kepemudaan dan olahraga di tingkat regional.
Rangkaian pertandingan dipusatkan di Student Entrepreneurship Center dan pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya. Kedua lokasi tersebut menjadi tempat berlangsungnya agenda perlombaan selama kejuaraan, dengan peserta yang datang mewakili 22 kabupaten/kota. Pelaksanaan di area kampus Untag Surabaya membuat kegiatan berlangsung dalam satu kawasan yang terintegrasi, sehingga peserta dan penyelenggara dapat mengikuti rangkaian acara sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Kompetisi dalam Kejurda Forbasi Jatim 2026 berlangsung dengan skala yang besar. Sebanyak 248 tim ambil bagian dalam rangkaian perlombaan yang digelar di Kampus Untag Surabaya. Jumlah tersebut menunjukkan tingginya partisipasi peserta dalam ajang baris-berbaris di tingkat Jawa Timur. Setiap tim hadir untuk memperlihatkan kemampuan, ketelitian, kedisiplinan, serta kekompakan yang menjadi unsur penting dalam penampilan baris-berbaris.
Beragam kategori dipertandingkan untuk mengakomodasi kelompok usia dan bentuk keterampilan yang berbeda. Salah satunya adalah Lomba Olahraga Baris-Berbaris atau LOBB, yang terbagi ke dalam kelompok usia U-12, U-15, dan U-19. Pembagian ini memberikan ruang bagi peserta dari berbagai jenjang untuk berkompetisi sesuai tingkat usia masing-masing. Selain LOBB, terdapat kategori Variasi dan Formasi Musik atau Varformus yang memadukan ketepatan gerak, kreativitas formasi, serta unsur musikal dalam penampilan tim.
Kategori lainnya adalah Regu Kibar Bendera atau Rukibra U-19. Dalam nomor ini, peserta menampilkan keterampilan yang berkaitan dengan pelaksanaan dan pengibaran bendera melalui gerakan yang terkoordinasi. Kejurda tersebut juga menghadirkan kategori Bintang Baris sebagai bagian dari ragam perlombaan yang dapat diikuti peserta. Keseluruhan kategori menghadirkan bentuk tantangan yang berbeda, sehingga setiap tim perlu mempersiapkan teknik dan penampilan sesuai karakter lomba yang diikuti.
Persaingan antartim menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menunjukkan hasil latihan mereka di hadapan juri dan peserta lainnya. Unsur ketepatan gerakan, keseragaman, formasi, penguasaan musik, serta koordinasi menjadi bagian dari keterampilan yang ditampilkan. Dengan keterlibatan 248 tim dan kategori yang beragam, Kejurda Forbasi Jatim 2026 menjadi ruang unjuk kemampuan bagi peserta dari kelompok usia dan latar kompetisi yang berbeda, tanpa mengurangi semangat kebersamaan dalam olahraga baris-berbaris.
Rektor Untag Surabaya, Harjo Seputro, menilai olahraga baris-berbaris memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi fisik. Setiap rangkaian latihan dan penampilan menuntut kedisiplinan, kekompakan, ketepatan, serta kemampuan peserta untuk mengikuti aturan secara konsisten. Nilai-nilai tersebut dinilai penting bagi pelajar dan mahasiswa karena dapat membentuk kebiasaan positif yang berguna dalam kehidupan pendidikan maupun sosial.
Menurut Harjo, kegiatan ini juga melatih kerja sama, sportivitas, dan ketekunan. Peserta tidak hanya dituntut tampil rapi dan serempak, tetapi juga belajar menghargai rekan satu tim, menerima hasil perlombaan dengan sikap dewasa, serta terus memperbaiki kemampuan. Karena itu, ia menyebut kejuaraan tersebut sebagai tempat penanaman nilai luhur. Melalui proses latihan dan kompetisi, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai pribadi yang bertanggung jawab, memiliki daya juang, dan mampu bekerja bersama untuk mencapai tujuan.
Kepala Dispora Jawa Timur, Muhammad Hadi Wawan Guntoro, menyampaikan bahwa kejuaraan ini menjadi momentum penting untuk menyalakan semangat Pancasila dan memperkuat persatuan generasi muda di tengah keberagaman. Menurutnya, pertemuan peserta dari berbagai daerah dapat menjadi ruang untuk membangun rasa saling menghormati, memperluas persaudaraan, serta meneguhkan kesadaran bahwa perbedaan merupakan kekuatan dalam kehidupan berbangsa.
Ia berharap ajang tersebut melahirkan generasi muda yang berprestasi sekaligus berkarakter kuat, dengan tetap menjunjung nilai kebangsaan. Harapan serupa disampaikan Ketua Forbasi Jatim, R.B. Adityanto Indratama. Ia menjelaskan bahwa tema “Bergerak Menuju Jawa Timur Hebat” membawa semangat tegak, bergerak, dan berdampak. Tema itu diarahkan untuk menumbuhkan integritas dan nasionalisme pelajar, sehingga kejuaraan tidak berhenti pada pencapaian prestasi, tetapi juga memberi pengaruh positif bagi pembentukan karakter dan masa depan Jawa Timur.
Di luar arena pertandingan, Kejurda Forbasi Jatim 2026 juga menghadirkan suasana yang meriah bagi peserta, pendamping, dan masyarakat yang datang ke lingkungan Kampus Untag Surabaya. Bazar kuliner menyediakan beragam pilihan makanan dan minuman, sehingga pengunjung dapat menikmati waktu istirahat sambil mencicipi sajian yang tersedia. Kehadiran bazar tersebut turut mendukung suasana kebersamaan selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Selain kuliner, lingkungan Untag Surabaya menjadi ruang bagi expo pendidikan yang memperkenalkan berbagai informasi akademik dan kegiatan kampus kepada para pengunjung. Area pendukung ini memberikan pengalaman tambahan bagi peserta, terutama pelajar yang berkesempatan mengenal pilihan pendidikan lebih lanjut. Rangkaian acara kemudian semakin semarak dengan hiburan musik dari DJ QQS x Donna dan Gad Coustic yang menghidupkan suasana di luar arena pertandingan.
Salah satu peserta yang merasakan langsung kemeriahan sekaligus hasil dari perjuangan dalam kompetisi adalah Revalia Pratama dari SMP Negeri 1 Pati, Jember. Ia berhasil meraih Juara Utama 1 Rukibra U-15. Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting setelah menjalani latihan secara rutin selama berbulan-bulan.
Revalia mengaku terharu karena latihan yang dijalaninya selama berbulan-bulan akhirnya terbayar melalui prestasi tersebut. “Saya terharu karena latihan selama berbulan-bulan akhirnya terbayar. Terima kasih kepada Forbasi dan Untag Surabaya atas fasilitas yang sangat baik, sehingga kegiatan ini berlangsung dengan nyaman,” ujarnya.
Pengalaman Revalia mencerminkan arti penting penyelenggaraan kejuaraan yang tidak hanya memberikan ruang kompetisi, tetapi juga menghadirkan fasilitas pendukung yang memadai. Dengan tersedianya arena pertandingan, area kuliner, expo pendidikan, serta hiburan musik, Kejurda Forbasi Jatim 2026 menjadi kegiatan yang mempertemukan semangat olahraga, kebersamaan, dan apresiasi terhadap prestasi para peserta.
Baca juga: Culture Day Peserta Staffex SGS 2026 Ulik Budaya Indonesia Di Saung Angklung Udjo | Peserta Super Garuda Shield 2026 Simulasikan Respons Terpadu Hadapi Bencana | Selama kegiatan berlangsung, antusiasme peserta terlihat sangat tinggi

