KB Bank Tawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

KB Bank Tawarkan Obligasi Subordinasi Rp500 Miliar dengan Kupon hingga 9,30%

Jakarta | PT Bank KB Indonesia Tbk atau KB Bank (BBKP) membuka penawaran Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap II Tahun 2026 dengan nilai penerbitan sebesar Rp500 miliar. Instrumen ini ditawarkan kepada investor melalui skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dan terdiri atas dua seri. Tingkat bunga yang ditawarkan mencapai 9,30% per tahun, sehingga menjadi salah satu aspek utama dalam penawaran surat utang subordinasi tersebut.

Penerbitan tahap II ini merupakan bagian dari program PUB Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank dengan target penghimpunan dana keseluruhan sebesar Rp1 triliun. Melalui program tersebut, perseroan menerbitkan surat utang secara bertahap sesuai dengan ketentuan dan jadwal yang telah ditetapkan. Adapun nilai Rp500 miliar yang ditawarkan pada tahap II mencerminkan bagian dari target total penerbitan dalam program berkelanjutan itu.

Sebelumnya, KB Bank telah menerbitkan Obligasi Subordinasi Berkelanjutan IV KB Bank Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok sebesar Rp248 miliar. Dengan adanya penawaran tahap II, perseroan kembali menawarkan instrumen obligasi subordinasi kepada pasar melalui dua seri dengan tingkat bunga hingga 9,30% per tahun. Informasi mengenai nilai penerbitan, struktur seri, serta kupon menjadi bagian penting dari penawaran yang perlu diperhatikan calon investor dalam mencermati prospektus dan ketentuan resmi penerbitan.

Obligasi subordinasi KB Bank senilai total Rp500 miliar ditawarkan dalam dua seri dengan karakteristik yang berbeda. Pembagian tersebut mencakup perbedaan nilai emisi, tingkat bunga, jangka waktu, serta waktu pelunasan pokok. Investor perlu memperhatikan setiap ketentuan karena masing-masing seri memiliki profil arus kas dan durasi investasi yang tidak sama.

Seri A memiliki nilai emisi sebesar Rp425 miliar. Seri ini menawarkan bunga tetap sebesar 8,95% per tahun dengan tenor lima tahun. Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, pembayaran bunga dilakukan setiap tiga bulan, sehingga pemegang obligasi menerima kupon secara berkala selama masa berlakunya surat utang. Pembayaran bunga pertama untuk Seri A dijadwalkan pada 16 Januari 2027.

Pokok Seri A tidak dibayar secara bertahap, melainkan dilunasi sekaligus pada tanggal jatuh tempo, yaitu 16 Januari 2031. Dengan demikian, investor Seri A memperoleh pembayaran kupon triwulanan hingga periode terakhir, kemudian menerima pengembalian nilai pokok pada tanggal pelunasan tersebut, sesuai dengan ketentuan penerbitan.

Seri B memiliki nilai emisi sebesar Rp75 miliar, lebih kecil dibandingkan Seri A. Sebagai kompensasi atas tenor yang lebih panjang, seri ini menawarkan bunga sebesar 9,30% per tahun. Jangka waktu Seri B adalah tujuh tahun, dengan pembayaran bunga yang juga dilakukan setiap tiga bulan. Kupon pertama dijadwalkan dibayarkan pada 16 Januari 2027.

Pokok Seri B akan dibayar sekaligus pada 16 Januari 2033, ketika instrumen tersebut mencapai jatuh tempo. Perbedaan jadwal pelunasan ini berarti pemegang Seri B mempertahankan investasinya selama dua tahun lebih lama daripada pemegang Seri A. Struktur tersebut memungkinkan investor memilih seri berdasarkan kebutuhan likuiditas, preferensi terhadap tingkat kupon, dan kesesuaian tenor dengan tujuan investasinya. Seluruh pembayaran tetap mengikuti jadwal serta persyaratan yang tercantum dalam dokumen penawaran obligasi.

Rangkaian penerbitan obligasi subordinasi KB Bank dijadwalkan berlangsung secara bertahap sesuai agenda administratif yang telah ditetapkan. Tahap penawaran umum menjadi awal dari proses tersebut dan akan dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12–13 Oktober 2026. Pada periode ini, pemesanan obligasi dilakukan sesuai ketentuan dan mekanisme yang tercantum dalam dokumen penawaran. Berakhirnya masa penawaran menjadi dasar untuk melanjutkan proses menuju penjatahan.

Selanjutnya, tanggal penjatahan ditetapkan pada 14 Oktober 2026. Tahap ini mencakup penetapan alokasi obligasi kepada para pemesan berdasarkan hasil penawaran dan ketentuan yang berlaku. Setelah penjatahan selesai, proses administratif berlanjut pada pengembalian uang pemesanan serta distribusi obligasi. Kedua kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 16 Oktober 2026. Pengembalian uang pemesanan dilakukan sesuai hasil penjatahan, sedangkan distribusi obligasi menjadi bagian dari penyelesaian penerbitan kepada pihak yang memperoleh alokasi.

Setelah tahapan penawaran, penjatahan, pengembalian dana, dan distribusi diselesaikan, obligasi subordinasi tersebut direncanakan tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 19 Oktober 2026. Pencatatan ini menjadi tahap administratif berikutnya dalam rangkaian penerbitan dan menandai masuknya obligasi ke dalam daftar efek yang tercatat di BEI, sesuai jadwal yang tersedia.

Dari sisi pemeringkatan, penerbitan obligasi subordinasi KB Bank memperoleh peringkat AA(id)n, atau double A, dari PT Fitch Ratings Indonesia. Peringkat tersebut dikonfirmasi kembali pada 23 September 2026. Informasi pemeringkatan ini tercantum sebagai bagian dari keterangan penerbitan, sementara seluruh jadwal pelaksanaan tetap mengikuti urutan administratif mulai dari penawaran umum pada 12–13 Oktober, penjatahan pada 14 Oktober, pengembalian uang pemesanan dan distribusi pada 16 Oktober, hingga rencana pencatatan di BEI pada 19 Oktober 2026.

Berdasarkan laporan keuangan yang tercantum dalam keterbukaan informasi per 30 Juni 2026, KB Bank membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp19,02 miliar. Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran kinerja keuangan perseroan pada periode berjalan, tanpa memperluas interpretasi di luar data yang disampaikan dalam laporan tersebut.

Dalam perbandingan tahunan, laba tahun berjalan KB Bank pada 2025 tercatat sebesar Rp66,59 miliar. Sementara itu, pada 2024 perseroan mencatat rugi tahun berjalan sebesar Rp6,33 triliun. Perbedaan angka antartahun tersebut menunjukkan perubahan nilai laba atau rugi yang dilaporkan, sedangkan penilaian lebih lanjut mengenai faktor penyebabnya memerlukan pembacaan menyeluruh terhadap laporan keuangan dan informasi pendukung.

Dari sisi neraca, total aset KB Bank per 30 Juni 2026 tercatat mencapai Rp93,01 triliun. Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 yang sebesar Rp89,79 triliun. Dengan demikian, terdapat perbedaan nilai total aset kedua periode pelaporan tersebut, sebagaimana tercantum dalam informasi keuangan perseroan.

Pada periode yang sama, total liabilitas KB Bank tercatat sebesar Rp84,75 triliun, sedangkan total ekuitas mencapai Rp8,26 triliun. Kedua pos tersebut melengkapi penyajian posisi keuangan perseroan per 30 Juni 2026. Data laba, aset, liabilitas, dan ekuitas ini disampaikan sebagai informasi mengenai kinerja serta posisi keuangan KB Bank berdasarkan keterbukaan informasi, tanpa menarik kesimpulan tambahan mengenai kondisi kesehatan bank maupun dampak penerbitan obligasi subordinasi.

Baca juga: Calo SIM Tawarkan Kemudahan, Warga Tulungagung Harus Bayar Berlipat dari Tarif Resmi