Jakarta | Mobil listrik Wuling Binguo EV terlibat dalam tabrakan beruntun di Tol Wiyoto Wiyono, kawasan Ancol Barat, Jakarta Utara, pada Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Kendaraan tersebut bertabrakan dengan truk kontainer dan bus TransJakarta. Peristiwa ini melibatkan tiga kendaraan, yakni Wuling bernomor polisi B-1891-SNV, truk kontainer B-981-GYU dengan nomor polisi B-981-GYU, serta bus TransJakarta B-7205-TGX.
Pengemudi Wuling berinisial WS, berusia 31 tahun, kehilangan konsentrasi saat berkendara. Berdasarkan keterangan kepolisian, perhatian WS teralihkan ketika ia hendak mengambil kartu e-toll yang terjatuh ke lantai mobil. Kartu tersebut sebelumnya berada di dalam kendaraan, lalu jatuh sehingga pengemudi berusaha mengambilnya.
Informasi mengenai penyebab kecelakaan disampaikan oleh Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Reiki Indra Brata Manggala. Keterangan itu mengaitkan hilangnya konsentrasi pengemudi dengan upaya mengambil kartu e-toll tersebut. Saat perhatian pengemudi terarah ke lantai mobil, Wuling yang dikendarainya kemudian terlibat tabrakan dengan truk kontainer dan bus TransJakarta di ruas tol kawasan Ancol Barat.
Rangkaian kejadian tersebut melibatkan kendaraan pribadi, kendaraan barang, dan angkutan umum. Identitas kendaraan yang disebutkan dalam keterangan adalah Wuling Binguo EV B-1891-SNV, truk kontainer B-981-GYU, serta bus TransJakarta B-7205-TGX. Waktu kejadian tercatat sekitar pukul 07.00 WIB, pada Selasa, 20 Oktober 2026, di Tol Wiyoto Wiyono, Jakarta Utara.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa mengambil barang yang jatuh di dalam kendaraan dapat mengalihkan perhatian pengemudi, terutama ketika mobil masih berada di jalan. Dalam insiden ini, keterangan yang disampaikan kepolisian secara khusus menyebut kartu e-toll yang jatuh ke lantai mobil dan upaya pengemudi untuk mengambilnya sebagai latar hilangnya konsentrasi. Penjelasan mengenai penyebab tersebut bersumber dari AKBP Reiki Indra Brata Manggala selaku Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya. Tidak ada rincian lain mengenai urutan benturan yang disampaikan dalam keterangan tersebut.
Peristiwa bermula ketika mobil Wuling yang dikemudikan WS melaju dari Gerbang Tol Ancol Barat dengan tujuan menuju Pluit. Saat kendaraan tiba di Km 20, sebuah kartu e-toll terjatuh di dalam mobil. WS berusaha mengambil kartu tersebut ketika kendaraan masih bergerak. Upaya itu membuat perhatian pengemudi teralihkan dari kondisi jalan, sehingga ia kehilangan kendali atas mobilnya. Rangkaian kejadian kemudian berlangsung dalam waktu singkat di area Tol Ancol Barat.
Setelah kehilangan kendali, Wuling menabrak bagian belakang sebuah truk kontainer yang sedang berhenti di on ramp Tol Ancol Barat. Benturan tersebut tidak membuat mobil langsung berhenti. Kendaraan itu justru oleng ke arah kanan dan bergerak masuk ke lajur 1. Pada saat yang sama, sebuah bus TransJakarta sedang melaju di lajur tersebut. Bus itu datang dari arah Tanjung Priok dan bergerak menuju Pluit, sehingga kedua kendaraan berada pada jalur yang sama setelah Wuling berpindah lajur.
Dalam posisi oleng dan memasuki lajur 1, Wuling kemudian menabrak bus TransJakarta. Sesudah benturan kedua, mobil berhenti dalam keadaan melintang di lajur tersebut. Bagian depan Wuling menghadap ke selatan. Dengan demikian, kronologi kecelakaan melibatkan dua benturan berurutan: pertama dengan truk kontainer yang berhenti di on ramp, lalu dengan bus yang melaju di lajur 1. Awalnya, mobil bergerak dari gerbang tol menuju Pluit; setelah insiden, posisinya berakhir melintang di lajur, sementara bagian depannya mengarah ke selatan. Urutan ini menjelaskan bagaimana upaya mengambil kartu e-toll yang jatuh berlanjut menjadi kehilangan kendali, benturan dengan truk, perpindahan ke lajur bus, dan tabrakan berikutnya di Km 20 Ancol Barat.
Dampak kecelakaan di Tol Ancol tersebut mencakup kerusakan pada tiga kendaraan yang terlibat, sementara pengemudi Wuling dilaporkan mengalami luka. Pengemudi berinisial WS mengalami luka robek pada bagian kepala. Setelah kejadian, WS dibawa menggunakan ambulans ke RS Hermina Sunter, Jakarta Utara, untuk mendapatkan penanganan medis. Informasi yang tersedia menyebutkan luka pada kepala tersebut, tetapi tidak merinci tingkat keparahan lebih lanjut maupun kondisi terkini pengemudi. Karena itu, dampak terhadap WS dapat dijelaskan sebatas adanya luka robek dan proses evakuasi menuju rumah sakit.
Mobil Wuling mengalami kerusakan berat pada bagian bodi hingga kondisinya ringsek. Kerusakan tersebut menjadi salah satu dampak paling terlihat dari insiden yang melibatkan mobil itu dengan kendaraan lain di jalan tol. Sementara itu, truk kontainer mengalami kerusakan pada bagian mekanis, yakni as roda belakang yang patah. Kondisi pada truk ini berbeda dari kerusakan Wuling yang terutama dilaporkan pada bodi kendaraan. Tidak ada keterangan tambahan dalam informasi sumber mengenai biaya perbaikan, penyebab teknis patahnya as, ataupun apakah truk masih dapat melanjutkan perjalanan setelah kejadian.
Bus TransJakarta yang turut terlibat mengalami kerusakan pada bodi sisi kiri. Dengan demikian, dampak materiil dalam insiden ini tercatat pada ketiga kendaraan: Wuling, truk kontainer, dan bus TransJakarta. Keterangan mengenai kerusakan pada masing-masing kendaraan tidak dengan sendirinya menjelaskan urutan benturan atau tingkat kerusakan secara keseluruhan, sehingga rincian tersebut sebaiknya tidak disimpulkan di luar informasi yang tersedia. Demikian pula, laporan mengenai korban luka dalam sumber hanya menyebut pengemudi Wuling, yaitu WS. Tidak ada pengemudi atau penumpang lain yang disebut mengalami luka dalam keterangan tersebut. Penyampaian detail ini membedakan dampak terhadap kendaraan dari dampak terhadap orang, tanpa menambahkan jumlah korban atau kondisi yang tidak dilaporkan. Insiden ini melibatkan tiga kendaraan, dengan satu pengemudi yang disebut terluka dan kerusakan pada seluruh kendaraan yang terlibat.
TMC Polda Metro Jaya menyampaikan bahwa kecelakaan di Tol Ancol sempat berdampak pada arus lalu lintas di on ramp Ancol Barat. Kondisi di akses tersebut dilaporkan ramai dan cenderung padat ketika korban serta kendaraan yang terlibat masih berada di lokasi dan belum dievakuasi. Situasi ini menjadi bagian dari informasi lalu lintas yang disampaikan setelah insiden Wuling menabrak truk dan bus di kawasan tol tersebut.
Ramai dan cenderung padat menggambarkan arus yang meningkat dan bergerak kurang lancar di on ramp Ancol Barat. Informasi dari TMC Polda Metro Jaya itu merujuk pada kondisi lalu lintas yang sempat terjadi akibat kecelakaan. Dengan demikian, dampak yang disebutkan secara khusus berada di akses tersebut; tidak ada keterangan lain mengenai ruas jalan berbeda yang dapat disimpulkan dari laporan kondisi arus ini.
Setelah korban dan kendaraan yang terlibat dievakuasi, kepadatan di on ramp Ancol Barat terurai. Perubahan kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus yang sebelumnya ramai dan cenderung padat kembali lebih lancar sesudah proses evakuasi selesai. TMC Polda Metro Jaya menjadi sumber informasi mengenai perkembangan lalu lintas itu. Keterangan ini menutup rangkaian informasi mengenai dampak kecelakaan pada arus di sekitar lokasi, tanpa menyebutkan lama kepadatan berlangsung ataupun rincian penanganan yang tidak tersedia.
Bagi pengguna jalan yang membaca laporan tersebut, pokok informasinya adalah adanya kondisi ramai cenderung padat di on ramp Ancol Barat, kemudian kepadatan terurai setelah korban dan kendaraan dievakuasi. Tidak ada dasar dalam keterangan yang disampaikan untuk menetapkan durasi gangguan, tingkat kepadatan pada bagian lain, atau waktu pasti perubahan arus. Karena itu, gambaran lalu lintas yang dapat dipastikan tetap terbatas pada kondisi akses Ancol Barat sebagaimana dilaporkan TMC Polda Metro Jaya.






