Jakarta | Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menempatkan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, sebagai salah satu pemain yang patut diperhatikan menjelang Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Dalam rilis resmi organisasi yang dikutip pada Sabtu, 24 Oktober 2026, AFC menyoroti peran sentral bek tersebut dalam perkembangan skuad Garuda. Penilaian itu menegaskan bahwa kontribusinya tidak terbatas pada tugas menghalau serangan, tetapi juga mencakup pengaruhnya terhadap organisasi dan keyakinan tim.
Di jantung pertahanan, Idzes dinilai sebagai figur yang membantu Indonesia tampil lebih terstruktur dan kompetitif. Kemampuannya membaca permainan, menjaga posisi, serta berkomunikasi dengan rekan-rekan di lini belakang menjadi aspek penting ketika menghadapi lawan dengan kualitas dan tekanan tinggi. Kehadirannya memberi stabilitas pada pertahanan sekaligus mendukung tim untuk membangun permainan dari area belakang. Dengan demikian, perannya memiliki arti lebih luas daripada sekadar mencatat tekel atau sapuan.
AFC juga mengapresiasi kepemimpinan dan ketenangan Idzes. Sebagai kapten, ia diharapkan mampu menjaga fokus tim dalam situasi sulit dan menjadi contoh bagi pemain lain, termasuk mereka yang belum banyak merasakan pertandingan besar. Ketenangan tersebut berharga dalam kompetisi internasional, ketika keputusan cepat dan koordinasi yang baik dapat memengaruhi jalannya pertandingan. Penilaian AFC memperlihatkan bahwa kualitas kepemimpinan Idzes menjadi bagian penting dari transformasi Indonesia menjadi tim yang semakin diperhitungkan di sepak bola Asia.
Pengalamannya bermain di kompetisi papan atas Eropa turut dipandang sebagai modal berharga bagi persiapan menuju turnamen kontinental. Pengalaman menghadapi intensitas, disiplin taktik, dan pemain berkualitas dapat membantu Idzes membawa standar tinggi ke dalam skuad nasional. Meski pengalaman individu tidak otomatis menjamin hasil, bek tersebut dapat menjadi salah satu penghubung ambisi tim dan tuntutan persaingan di level Asia.
AFC menyebut Idzes sebagai “pemain penting bagi Indonesia.” Kutipan tersebut disajikan sebagai ringkasan penilaian, bukan kutipan langsung dari rilis, karena redaksi sumber asli tidak tersedia untuk memastikan bunyinya secara persis. Sorotan ini tetap menempatkan sang kapten sebagai sosok kunci yang kontribusinya akan dinantikan ketika Indonesia bersiap menghadapi Piala Asia 2027.
Perjalanan Jay Idzes di sepak bola Belanda dimulai sejak usia muda. Pada 2009, ia bergabung dengan akademi PSV Eindhoven, sebuah tahap awal dalam pengembangan kariernya di lingkungan sepak bola terorganisasi. Pengalaman di akademi menjadi bagian pertama dari rangkaian perjalanan yang kemudian berlanjut di klub lain. Setelah menjalani masa di PSV, Idzes meneruskan proses pembinaan sepak bolanya di FC Eindhoven pada 2016. Perpindahan antarakademi tersebut menandai kelanjutan langkahnya sebelum memasuki sepak bola senior.
Di FC Eindhoven, Idzes melanjutkan perjalanan yang telah dimulai beberapa tahun sebelumnya. Informasi mengenai kariernya menunjukkan bahwa ia berada di akademi klub itu pada 2016, sebelum memperoleh kesempatan untuk tampil di tingkat profesional. Rangkaian ini memperlihatkan susunan waktu yang jelas: PSV Eindhoven pada 2009, FC Eindhoven pada 2016, lalu debut profesional pada 2018. Dengan demikian, masa pembinaan di Belanda mendahului keterlibatannya dalam kompetisi senior.
Debut profesional Idzes berlangsung pada 2018 di kasta kedua Liga Belanda. Penampilan tersebut menjadi titik penting dalam urutan kariernya karena menandai peralihan dari tahap akademi menuju pertandingan profesional. Setelah debut itu, ia kemudian memperkuat Go Ahead Eagles selama tiga musim. Catatan waktunya bersama klub tersebut memberi gambaran mengenai periode awal yang dijalani Idzes di sepak bola senior, tanpa mengubah urutan perjalanan yang dimulai dari akademi di Belanda.
Selama tiga musim memperkuat Go Ahead Eagles, Idzes mencatatkan 93 penampilan dan mencetak tiga gol. Angka tersebut merangkum kontribusinya dalam pertandingan bersama klub itu sepanjang periode tersebut. Jika ditelusuri secara kronologis, perjalanan kariernya berawal di akademi PSV Eindhoven pada 2009, berlanjut ke FC Eindhoven pada 2016, dan mencapai debut profesional di kasta kedua Liga Belanda pada 2018. Setelah itu, ia menjalani tiga musim bersama Go Ahead Eagles dengan catatan 93 penampilan serta tiga gol. Rangkaian ini menjadi bagian penting dari perjalanan awalnya sebagai pesepak bola profesional.
Perjalanan Jay Idzes di sepak bola Italia memasuki babak penting setelah ia bergabung dengan Venezia FC pada 2023. Kepindahan itu memberinya kesempatan untuk menguji kemampuan di lingkungan kompetisi yang lebih tinggi dan menyesuaikan diri dengan tuntutan sepak bola Italia. Sebagai bek tengah, Idzes dituntut menjaga disiplin, membaca pergerakan lawan, serta membantu membangun serangan dari lini belakang. Ia menjalani proses tersebut bersama Venezia, klub yang saat itu berupaya kembali ke kasta tertinggi setelah berkompetisi di Serie B.
Idzes ikut berperan dalam keberhasilan Venezia meraih promosi ke Serie A. Pencapaian tersebut menjadi titik penting dalam kariernya karena membuka jalan menuju panggung utama sepak bola Italia. Pada Agustus 2024, ia menjalani debut Serie A saat Venezia menghadapi Fiorentina. Dengan tampil dalam pertandingan itu, Idzes tercatat sebagai pesepak bola Indonesia pertama yang bermain di Serie A. Momen tersebut menarik perhatian publik Indonesia sekaligus menandai kehadiran pemain nasional di salah satu liga paling dikenal di Eropa. Debut itu juga menjadi bukti nyata dari kemajuan kariernya setelah bergabung dengan Venezia.
Beberapa bulan kemudian, Idzes kembali mencatatkan tonggak bersejarah. Pada Desember 2024, ia mencetak gol ke gawang Juventus dan menjadi pemain Asia Tenggara pertama yang mencetak gol di Serie A. Gol tersebut memperkuat sorotan terhadap kiprahnya, sebab ia bukan hanya tampil sebagai bek di liga tersebut, tetapi juga menyumbang gol dalam pertandingan melawan klub besar. Setelah membela Venezia, Idzes melanjutkan kariernya bersama Sassuolo sejak Agustus 2025. Ia telah mencatatkan 38 penampilan bersama klub tersebut, sebuah catatan yang menunjukkan peran berkelanjutan dalam kompetisi Italia. Rangkaian pencapaian itu menempatkan Idzes sebagai salah satu pemain Indonesia yang menorehkan perkembangan karier signifikan di Eropa. Pengalamannya di Italia juga menjadi modal berharga ketika ia memperkuat tim nasional, serta menambah perhatian terhadap kiprahnya menjelang Piala Asia 2027.
Jay Idzes resmi menjadi warga negara Indonesia pada 2023, membuka jalan baginya untuk memperkuat Timnas Indonesia. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier internasionalnya, yang kemudian menarik perhatian publik sepak bola nasional. Bek yang memiliki pengalaman bermain di Eropa itu tidak membutuhkan waktu lama untuk menjalani kesempatan pertamanya bersama skuad Garuda. Pada Maret 2024, ia melakoni debut internasionalnya ketika Indonesia menghadapi Vietnam dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026. Penampilan tersebut menandai awal kiprahnya di tim nasional dan memperkenalkan Idzes kepada pendukung Indonesia dalam laga kompetitif.
Lima hari setelah debutnya, Idzes kembali tampil saat Indonesia bertandang menghadapi Vietnam. Dalam pertandingan itu, ia mencetak satu gol, sebuah kontribusi penting yang mempertegas kehadirannya di lini belakang sekaligus menambah catatan awalnya bersama tim nasional. Gol tersebut membuat namanya semakin dikenal, tetapi kontribusinya tidak hanya dinilai dari kemampuan mencetak gol. Sebagai pemain bertahan, Idzes juga menjalankan tanggung jawab menjaga organisasi pertahanan dan membantu tim menghadapi tekanan lawan. Rangkaian penampilan dalam dua pertandingan tersebut menjadi bagian dari rekam jejak internasional yang membentuk perannya di skuad Indonesia.
Perkembangan Idzes di Timnas Indonesia kemudian sejalan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai kapten. Tugas tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban, baik dalam mengoordinasikan rekan setim maupun menjaga komunikasi di lapangan.
Baca juga: Sikat Laos, Timnas U-20 Indonesia Geser Australia di Puncak Grup Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 | Sinergi Babinsa dan PPL Pertanian dalam Pengubinan Menjelang Panen Padi | Praktik Judi Sabung Ayam di Weru Kandat, Ketegasan Aparat Jadi Sorotan






