JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Jumlah individu dengan kekayaan bersih ultra-tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) di dunia diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Berdasarkan proyeksi terbaru, jumlah kelompok tersebut akan mencapai 713.626 orang pada 2026. UHNWI merupakan individu yang memiliki kekayaan bersih lebih dari 30 juta dolar AS, termasuk aset seperti properti, investasi, kepemilikan perusahaan, dan instrumen keuangan lainnya, setelah dikurangi kewajiban.
Proyeksi 2026 itu menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dibandingkan 2021, ketika jumlah UHNWI global tercatat sebanyak 551.435 orang. Dengan demikian, terdapat tambahan 162.191 individu yang menembus ambang kekayaan tersebut hanya dalam kurun lima tahun. Jika dirata-ratakan, angka itu setara dengan sekitar 89 orang per hari yang berhasil masuk ke dalam kelompok superkaya di berbagai negara.
Data tersebut berasal dari Wealth Sizing Model terbaru yang disusun Knight Frank. Model ini telah direvisi dan diperluas dalam edisi ke-20 untuk memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai perkembangan kekayaan global. Cakupannya tidak hanya menghitung jumlah individu superkaya, tetapi juga memetakan perubahan distribusi kekayaan di berbagai wilayah dan negara.
Peningkatan jumlah UHNWI mencerminkan perubahan besar dalam peta ekonomi dunia. Pertumbuhan nilai aset, perkembangan sektor teknologi, ekspansi bisnis, serta kinerja pasar keuangan menjadi sejumlah faktor yang dapat mendorong akumulasi kekayaan pribadi. Namun, pertumbuhan tersebut tidak berlangsung merata karena setiap negara memiliki kondisi ekonomi, kebijakan investasi, dan peluang penciptaan kekayaan yang berbeda.
Temuan Knight Frank memberikan dasar penting untuk memahami arah perpindahan dan konsentrasi kekayaan global. Perubahan jumlah orang dengan kekayaan di atas 30 juta dolar AS juga berpotensi memengaruhi pasar properti, layanan pengelolaan aset, investasi alternatif, serta strategi pemerintah dalam menarik modal dan talenta berdaya beli tinggi.
Amerika Serikat masih menempati posisi teratas sebagai negara yang memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi atau ultra-high-net-worth individuals (UHNWI). Dalam lima tahun terakhir, sekitar 41 persen UHNWI baru di dunia berasal dari Amerika Serikat. Angka tersebut menunjukkan kuatnya peran negara ini dalam menciptakan kekayaan, sekaligus menegaskan daya tariknya bagi pelaku usaha, investor, dan pemilik modal global.
Besarnya kontribusi Amerika Serikat didukung oleh skala ekonominya, perkembangan sektor teknologi, pasar modal yang dalam, serta ekosistem bisnis yang mampu melahirkan perusahaan bernilai tinggi. Selain menciptakan kekayaan baru, negara ini juga menjadi tujuan penting bagi investasi lintas negara. Kombinasi berbagai faktor tersebut membantu meningkatkan jumlah individu kaya, baik dari kalangan pendiri perusahaan, eksekutif, investor, maupun pemilik aset produktif.
Porsi Amerika Serikat terhadap total UHNWI dunia juga terus meningkat. Pada 2021, negara tersebut menyumbang sekitar 33 persen dari keseluruhan populasi UHNWI global. Lima tahun kemudian, porsinya naik menjadi 35 persen. Tren ini diperkirakan berlanjut hingga 2031, ketika Amerika Serikat diproyeksikan mencakup 41 persen dari total UHNWI dunia. Proyeksi tersebut menunjukkan bahwa dominasi Amerika Serikat kemungkinan tetap kuat di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
China berada di posisi kedua sebagai pusat penciptaan kekayaan terbesar. Namun, kontribusinya terhadap jumlah UHNWI global menunjukkan arah yang berbeda. Porsinya turun dari 18 persen pada 2021 menjadi 17 persen pada 2026, dan diperkirakan kembali menurun menjadi 15 persen pada 2031. Penurunan tersebut tidak berarti China kehilangan peran penting, melainkan mencerminkan pertumbuhan UHNWI di negara lain yang berlangsung lebih cepat. Dengan demikian, persaingan penciptaan kekayaan global akan semakin dipengaruhi oleh kemampuan setiap negara dalam mengembangkan inovasi, investasi, dan sektor ekonomi bernilai tambah tinggi.
Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan pertumbuhan populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) tercepat dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan proyeksi Knight Frank, jumlah UHNWI di Indonesia diperkirakan meningkat 82 persen hingga 2031. Angka tersebut menempatkan Indonesia di posisi pertama dalam daftar negara yang diperkirakan mengalami pertumbuhan populasi individu dengan kekayaan sangat tinggi.
Proyeksi ini menunjukkan semakin kuatnya daya tarik Indonesia bagi kelompok ultra-kaya, meskipun laporan tersebut tidak mencantumkan jumlah UHNWI yang ada saat ini maupun perkiraan jumlah individu pada 2031. Karena itu, angka 82 persen perlu dipahami sebagai tingkat pertumbuhan populasi, bukan sebagai jumlah absolut UHNWI di Indonesia.
Indonesia berada di atas Arab Saudi dan Polandia, yang masing-masing diproyeksikan mencatat pertumbuhan lebih dari 60 persen hingga 2031. Vietnam juga termasuk negara dengan prospek peningkatan yang signifikan, dengan pertumbuhan populasi UHNWI yang diperkirakan mendekati 60 persen. Perbandingan ini memperlihatkan bahwa negara-negara di Asia dan kawasan berkembang menjadi pusat penting bagi ekspansi kelompok kaya global.
Selain negara-negara tersebut, Swedia, Rumania, dan Yunani turut masuk dalam daftar pasar yang diperkirakan mencatat pertumbuhan UHNWI cukup tinggi. Kehadiran negara-negara dengan karakteristik ekonomi yang beragam menunjukkan bahwa peningkatan populasi ultra-kaya tidak hanya terjadi di pusat keuangan tradisional, tetapi juga di negara yang sedang memperkuat aktivitas bisnis, investasi, serta sektor properti dan jasa bernilai tinggi.
Proyeksi Knight Frank memberikan gambaran mengenai arah perkembangan kekayaan global hingga 2031. Posisi Indonesia sebagai pemimpin pertumbuhan menegaskan besarnya potensi pasar domestik, sekaligus memperlihatkan peluang yang dapat muncul dari meningkatnya kebutuhan layanan pengelolaan kekayaan, investasi, dan gaya hidup premium. Namun, proyeksi tersebut tetap perlu dibaca sebagai estimasi pertumbuhan dan bukan kepastian mengenai jumlah individu UHNWI pada masa mendatang.
India memperkuat posisinya dalam peta kekayaan global seiring meningkatnya kontribusinya terhadap total populasi ultra-high-net-worth individuals (UHNWI) dunia. Dalam lima tahun terakhir, porsi India naik dari sedikit di atas 2 persen menjadi 2,8 persen pada 2026. Perubahan tersebut mencerminkan pertumbuhan jumlah individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi di negara itu, sekaligus menunjukkan semakin pentingnya India dalam dinamika distribusi kekayaan internasional.
Jumlah UHNWI India diproyeksikan meningkat dari 19.877 orang pada 2026 menjadi 25.217 orang pada 2031. Kenaikan ini menempatkan India sebagai salah satu pasar utama yang perlu diperhatikan dalam melihat arah pertumbuhan kekayaan global. Perluasan kelompok orang kaya tersebut dapat berkaitan dengan perkembangan sektor usaha, peningkatan nilai aset, serta bertambahnya aktivitas investasi, meskipun faktor-faktor tersebut tidak dirinci lebih lanjut dalam data yang tersedia.
Timur Tengah juga mencatat peningkatan porsi dalam populasi orang kaya dunia. Kontribusi kawasan ini naik dari 2,4 persen menjadi 3,1 persen dalam lima tahun terakhir. Porsi tersebut diperkirakan bertahan pada level 3,1 persen hingga 2031, ketika jumlah UHNWI di kawasan itu diproyeksikan mencapai 28.956 orang. Angka tersebut menegaskan bahwa Timur Tengah tetap menjadi salah satu kawasan penting dalam peta kekayaan dunia, meski pertumbuhannya perlu dibaca berdasarkan cakupan data yang digunakan.
Data Knight Frank memiliki batasan cakupan yang perlu diperhatikan. Analisis tersebut hanya mencakup negara yang memiliki lebih dari 500 UHNWI pada 2026. Sumber juga menyebut adanya proyeksi untuk 20 negara, tetapi tidak memuat daftar lengkap negara-negara tersebut. Karena itu, pembahasan ini hanya mencantumkan negara dan angka yang tersedia, tanpa menambahkan nama maupun data lain di luar informasi yang disampaikan.


